Kamis, 26 Februari 2009
Tanyakan Padaku, Jawabnya Kuserahkan Pada Waktu
dilanjutkan dengan apa? dengan pembicaraan.
tentang siapa? tentangnya yang hilang.
mengapa kau tanya? karena tak ada lagi yang tersisa.
Apakah harus sirna? ya, karena itu yang kuinginkan.
kejam? katakanlah begitu.
tega? biarkan saja orang menggerutu.
tak punya hati? apa pedulimu.
kau bodoh? tak seperti itu.
hening... memasung waktuku
ikhlas... kubisikkan pada hati
lepas... kucobakan untuk mengerti
puas... tak pernah kusadari
Senin, 09 Februari 2009
Apakah Kamu si Pelancong Nekat?
Sekali dalam hidup kamu, pasti pernah dong punya
pengalaman gapsa alias gagap berbahasa. Bisa aja
pengalaman kamu lucu, mengharukan, atau bahkan mengenaskan.
Nah, sekarang saatnya kamu menggali lagi ingatan kamu
akan pengalaman-pengalaman itu, menuliskannya,
lalu mengirimkannya ke Kuis Pelancong Nekat Bukune.
Pengalaman bahasa ini boleh bercerita ketika kamu
berbahasa asing atau berbahasa daerah. Pokoknya,
semua jenis bahasa. Syaratnya….
- Peserta berusia 14-29 tahun.
- Tulisan minimal 2 lembar A4, spasi 1, dengan
karakter huruf times new roman 12pt.
- Kirimkan cerita kamu ke redaksi@bukune.com
dengan subyek "Kuis Pelancong Nekat Bukune"
paling lambat 28 Februari 2009.
- Mengisi serta menyertakan: formulir, pernyataan
keaslian karya, dan kesediaan untuk diterbitkan
yang bisa didapatkan di www.bukune.com.
- Penilaian dalam sayembara ini adalah keaslian ide,
cara penuturan, dan kreativitas.
- Jangan lewatkan pengumuman pemenangnya di
www.bukune.com tanggal 6 Maret 2009.
- Karya yang dikirim menjadi milik panitia.
- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Lima belas pemenang akan bersanding dengan para
penulis Bukune dalam buku kumpulan pengalaman
berbahasa. Masing-masing pemenang berhak mendapat hadiah
uang sejumlah Rp250.000, paket buku senilai
Rp200.000, dan dua buah nomor lepas
buku dari BUkune.
Untuk men-download formulir silakan klik link
terkait di bawah ini:
http://bukune.com/index.php?option=
com_content&task=view&id=131&Itemid=1
VALENTINE’S DAY BUKAN TRADISI ISLAM
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk – buruk tempat kembali.”
(Q.S. An – Nisa’:115)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(Q.S. Al – Isra’:36)
Valentine’s Day yang biasa dirayakan orang pada bulan Februari, khususnya di perkotaan, dengan berbagai kesibukan untuk menyambutnya. Beraneka ragam Greeting card’s dengan kata – kata romantis bertemakan cinta untuk Valentine’s Day biasanya banyak memenuhi bookstore. Berbagai tempat hiburan dan media masa mempersembahkan sajian khusus di hari Valentine.
Valentine’s Day merupakan saat yang dinanti – nantikan terutama oleh para kaum muda. Saat itu mereka saling mengungkapkan cintanya kepada rekan atau orang yang mereka kasihi. Kesemuaannya itu ternyata tidak hanya dikonsumsi oleh kaum Nasrani saja, yang memperihatinkan banyak umat Islam yang melibatkan diri. Padahal jelas – jelas itu bukan tradisi Islam. Budaya itu berasal dan dibudayakan oleh orang – orang Nasrani. Namun mengapa banyak orang Islam ikut andil meramaikan suasana ?
Sebagai obyek hidup yang secara sadar terlibat di dalamnya dengan segala dampak dan implikasi wajar atas pergaulan dan budaya dengan produsen peradaban, tentunya kita tidak begitu saja menerima Valentine’s Day sebagai budaya yang logis. Untuk itu perlu kiranya bagi kita untuk mengetahui apa dan siapa Valentine itu ? Mengapa sampai diperingati ?
Sekilas Sejarah Valentine’s Day
1.Tanggal 14 Februari, diperingati dalam suatu perayaan yang menghormati Santo Valentino yang dihukum mati tahun 270 M.
2.Suatu hari dimana orang yangsedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah.
Siapakah Santo Valentino ?
Santo Valentino adalah nama seorang pendeta Kristen yang dianggap pelindung orang bercinta. Dia dihukum mati karena melanggar peraturan yang dibuat oleh Emperior Cladius II. Sang Emperior melarang pemuda – pemuda berstatus bujangan untukl menikah. Dia menganggap tentara yang masih single jauh lebih berprestasi ketimbang yang sudah beristri. Hal ini tidak disetujui oleh Valentino. Tanpa sepengetahuan sang penguasa ia menikahkan sepasang pemuda – pemudi. Pendeta tersebut dipenggal di Roma tahun 270 M dan dikuburkan di tepi jalan Flaminia. Lucunya, pihak gereja malahan menobatkan dia sebagai pahlawan yang telah melindungi orang bercinta.
Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari selalu dikaitkan dengan hari kasih saying. Benarkah hari Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih saying ? Bila diteliti lebih lanjut, VALENTINE’S DAY SEBUAH UPACARA KEAGAMAAN ROMAWI YANG MENYEMBAH DEWA LUPERCUS ( dewa kesuburan, padang rumput, dan hewan ternak ), juga dihubungkan dengan PENYEMBAHAN DEWA FAUNUS ( dewa alam semesta dan pemberi wahyu ) dan diadakan di bukit Valentine.
Upacara dimulai dengan mengobarkan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Lalu dua pemuda dibawa ke sebuah altar. Sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan di kening mereka dan mereka harus tertawa. Setelah itu darah di kening dibersihkan dengan kain wol yang dicelupkan ke dalam susu.. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok dan berlari kea rah yang berlawanan mengelilingi bukit dan tembok kota Falatine. Mereka mencambuki wanita yang dijumpai guna mengembalikan kesuburannya. Namun para wanita itu dengan senang hati menerima cambukan tersebut.
Baru pada masa Kaisar Constantine (280 – 337 M) upacara tersebut mendapat tambahan. Kaisar pertama pemeluk agama Nasrani ini memberi peluang kepada gereja untuk memberi pengaruhnya. Acara tambahannya dimulai dari pesan – pesan cinta yang disampaikan oleh para gadis dan diletakkan dalam sebuah jambangan kemudian diambil oleh para pemuda. Setelah itu mereka berpasangan dan berdansa yang diakhiri dengan tidur bersama lengkap dengan perzinahannya.
Pada tahun 494 M, Dewan Gereja dipimpin oleh Paus Galasium I mengubah upacara tersebut dengan porofikasi ( Pembersih Dosa ). Paus juga mengubah upacara Lupercalia itu dari tanggal 15 menjadi tanggal 14 Februari yang pada tahun 496 M ditetapkan sebagai Valentine’s Day sekaligus untuk menghormati Santo Valentino.
Jadi kesimpulannya :
1.Valentine’s Day berakar dari upacara keagamaan ritual Romawi kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dngan penuh kemusyrikan.
2.Upacara yang biasa dilaksanakan pada tanggal 15 Februari tersebut, pada tahun 496 M oleh Paus Galasium I diubah menjadi 14 Februari.
3.Agar masyarakat dunia itu tahu da menerima, hari itu disebarluaskan dengan dalih “ Hari Kasih Sayang “ yang kini telah tersebar diberbagai negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.
Sekarang telah jelas bahwa Valentine hanyalh tradisi Nasrani yang bila ditelusuri ternyata berakar dari kebudayaan Romawi purba. Lalu benarkah hari Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih sayang dan menyatakan cinta ?
Memperihatinkan ! bukankah dengan demikian seolah Islam tidak mengenal cinta kasih. Padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaiman yang tercantum dalam QS Al Maidah : 54, Al Baqoroh :165, At Taubah :24, Al Fath : 29.
Kelihaian dan kelicikan musuh Islam patut kita acungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik tersebut bisa terbungkus dan terpoles rapi, hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki Furqon. Oleh karena itulah penting bagi kita untuk menjauhkan diri dari budaya yang seperti itu agar tidak terpedaya oleh musuh – musuh Islam dan hanyut dalam peniruan yang membabi buta kepada mereka tentang hal yang membahayakan, bukan bermanfaat. Firman Allah SWT :
“Orang – orang asrani dan Yahudi tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka”.
( Q.S. Al Baqoroh :120 )
Sabda Nabi SAW :
“Sungguh kamu akan mengikuti sunnah ( acara – acara, tradisi, sikap, kebiasaan ) orang – orang sebelum kamu, selangkah demi selangkah, sehingga mereka masuk lubang biawak pun kamu akan memasukinya”. Para sahabat bertanya “Yahudi dan Nasrani?”, “Lalu siapa lagi!” jawab Rasulullah SAW.
(HR Bukhari Muslim)
Tidak terlalu berlebihan bila permasalahan ini agaknya menjadi permasalahna yang penting bagi umat. Khususnya generasi muda Islam. Dalam arti masalah ini mendesak dicarikan jalan keluar. Betapa tidak ? Karena budaya yang merasuki generasi muda Islam ternyata sangat potensial untuk menghambat gerak perjuangan umat untuk menegakkan agama. Oleh karena itu kita tidak boleh terkecoh dengan kemasan Valentine’s Day yang tidak lain merupakan piranti – piranti efektif musuh Islam untuk menjauhkan, menggerogoti akidah dan mengoyak akhlak serta tali ikatan generasi muda Muslim dengan Tuhannya.
Jelaslah Valentine’s Day merupakan budaya non-Islam. Mengikutinya berarti menghidupkan dan melestarikan budaya Jahiliyah. Dan semua itu nyata – nyata bertentangan dengan syariat Islam.
Sabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia tergolong kaum itu”.
( HR Ahmad dan Abu Dawud )
Sumber : Fiqih Kontemporer dalam Buletin Rohis SMANSA BARA
Menghindarkan Diri Dari Perbuatan Dusta
Salah satu perkataan yang akibatnya bisa fatal dan mengganggu keharmonisan hubungan kita dengan orang lain adalah dusta. Berdusata termasuk salah satu penyelewengan lidah. Dusta merupakan penyakit yang jika tidak segera disembuhkan maka dampak negatifnya sukar untuk ditanggulangi. Jika kejujuran merupakan cerminan orang yang beriman maka dusta adalah cerminan orang munafik.
“Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa yang memiliki salah satu diantaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia meninggalkannya. Yaitu bila diamanati dia khianat, bila berkata dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila berselisih dia membongkar rahasia.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih)
Pengaruh Buruk Dusta
Dusta mempunyai bebrapa pengaruh buruk. Seandainya hal ini disadari oleh para pendusta, pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya. Pengaruh buruk tersebut antara lain:
1.Menyebarkan keraguan diantara manusia
2.Terjerumusnya seseorang ke dalam salah satu tanda munafik
3.Tercabutnya barokah ketika berniaga
4.Hilangnya kepercayaan
5.Memutarbalikkan kebenaran
Bentuk-Bentuk Dusta
Semua dusta itu buruk, dan segala bentuk keburukan akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Beberapa bentuk dusta antara lain:
1.Bersumpah palsu agar dagangannya laris
2.Mengambil harta orang muslim dengan jalan sumpah palsu
3.Berdusta dalam hal mimpi
Cara Meninggalkan Dusta
Menyadari bahwa dampak negative dari dusta bisa merusak kondisi hubungan yang harmonis, menutupi kebenaran,maka dusta harus benar-benar dihindari. Di bawah ini disebutkan beberapa cara meninggalkan dusta:
1.Kita harus mampu menghadirkan keagungan Allah SWT dan memantapkannya. Dusta umumnya disebbakan oleh rasa takut terhadap hilangnya suatu kepentingan yang dijanjikan oleh syaitan. Sedangakn keyakinan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya akan mampu menghilangkan rasa takut ini.
2.Memiliki keyakinan yang mantap bahwa kerugian yang telah ditakdirkan untuk kita, mau tidak mau, akan terjadi, khususnya dalam urusan dunia yang membuat kita tamak dan bernafsu utnuk mengumpulkannya, sehingga menimbulkan dusta. Akan tetapi yakinilah bahwa kerugian dan keuntungan telah ditakdirkan Allah bagi kita.
3.Melatih jiwa, membiasakan diri melakukan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan untuk kita. Jangan berputus asa dan malas untuk memulai hal tersebut, karena segala urusan membutuhkan kesabaran. Cobalah hal itu untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam berdusta.
Demikian beberapa hal tentang dusta. Sesuatau yang sepertinya kecil namun akibatnya mampu menggerogoti sendi-sendi kehidupan kita. Okleh karena itu, untuk tetap mempertahankan eksistensi keimanan kita, hal tersebut harus dihindari.
(sumber: Bin Jaarullah, Abdullah. 1993. Awas! Bahaya Lidah. Gema Insani Press: Jakarta.)
Minggu, 01 Februari 2009
Sikat Gigi dalam Bak Mandi
seperti sekeping compact disk yang tak bisa diputar lagi
hening, sepi
hanya ada aku dan semua pikiranku
sekedar pikiranku
terbersit sedikit makana akan arti kehilangan
makna yang seketika muncul
seperti sikat gigi yang tak bisa tenggelam di dalam bak mandi
makana itu adalah rasa
tak lagi melayang
karena itu terlalu jauh
hanya bisa mengapung, sendiri
sampai suatu waktu kutahu
bahwa kau tak bergumam lagi
Biarkan Aku Mengoceh Pada Sisi Ketidakberdayaanku
telingamu tak mau lagi mendengar keluhku
matamu tak lagi berbinar dan sendu maknai tangisku
tanganmu tak mau lagi menggenggam pedihku
kau benar-benar pergi meninggalkan jejak di belakangmu
padahal, aku ingin kau memelukku sejenak
membiarkan aku mengoceh pada sisi ketidakberdayaanku
namun kau meninggalkanku dengan kebisuan
sama seperti diriku yang mencintaimu dalam bisu
atau ada rencana lain yang ingin kau sisakan untuk esok hari?
agar pertemuan kita lebih bermakna?
Sabtu, 31 Januari 2009
Sempat Rasa Ini Jadi Milikmu
Aku mencintaimu serupa aku membencimu
Aku membencimu serupa aku mencintaimu
sempat, sekali sua, lalu jumpa selanjutnya
kuungkap suatu makna, menjadi sesuatu yang susah kuartikan
sempat, pada kesempatan di depan sosokmu, di depan wajahmu, aku menatap
adakah kesempatan itu ikut kau ciptakan?
Dulu, di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
rasa, menetap di dasar hati dan enggan untuk beranjak
kuusir namun mengejar
rasa, mengoyak logika namun kunikmati
kuobati namun justru bersarang
adakah rasa itu pernah kau cerna?
Dulu, di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
ini, kuartikan sebagai cinta
ini, kuartikan sebagai buah rasa
ini, kuartikan sebagai proses
ini, kuartikan sebagai pelajaran
ini, kuartikan sebagai rencana
ini, kuartikan sebagai mimpi
ini, kuartikan sebagai bencana
ini, kuartikan sebagai kebohongan
ini, kuartikan sebagai penantian
ini, kuartikan sebagai kebodohan
ini, kuartikan sebagai pembuka pikiran
adakah kau sempat mengartikan semua ini?
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
jadi, kunikmati apa yang kusebut cinta
jadi, kucicipi apa yang kusebut buah rasa
jadi, kupahami apa yang kusebut pelajaran
jadi, kupelajari apa yang kusebut rencana
jadi, kugapai apa yang kusebut mimpi
jadi, kuantisipasi apa yang kusebut bencana
jadi, kuungkap apa yang kusebut kebohongan
jadi, kuberdoa untuk apa yang kusebut penantian
jadi, kusesali apa yang kusebut kebodohan
jadi, kusaring apa yang kusebut sebagai pembuka pikiran
adakah kau menjadikannya sama denganku?
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
milikmu, rasa itu
milikmu, keputusan itu
milikmu, jawab itu
dan aku? aku hanya diam dan berkata dalam hati "SEMPAT RASA INI JADI MILIKMU"
Selasa, 13 Januari 2009
KAU TELAH KEMBALI PADA HIDUPMU
Aku menatap mata cokelatmu… ada kegalauan di sana. Kau tak bisa menyembunyikannya dariku. Tidak bisa. Kau tak pernah tahu seberapa jauh aku bisa menyelamimu selama aku mengenalmu. Guraumu hampa, senyummu tawar, pandanganmu kosong, nafasmu sesak, tanganmu getar, dan kutahu kau sedang bimbang. Aku tak berani memegang jemarimu meski sebenarnya aku ingin menggenggamnya untuk menenangkanmu dan mengurangi penat rasa yang menghinggapi dirimu.
Namun itu hanya di satu waktu, saat itu.
Sekarang guraumu bermakna, senyummu mengandung arti, pandanganmu pasti, nafasmu penuh kelegaan, tanganmu telah kembali kokoh. Kini kutahu kau telah kembali pada hidupmu yang penuh dengan semangat itu. Aku tak mau lagi untuk menggenggam jemarimu, menenangkanmu, mengurangi penat rasamu, karena kutahu kau lebih tegar dari yang kukira.
Selamat Ulang Tahun
Kenapa, kau mengajakku untuk meniti jalan yang berbeda? Kau pilih aku untuk merasakan sesuatu yang kadang kusesalkan, cinta dan kasih sayang untukmu. Meski seperti itu, namun kuyakin, tujuan yang lebih indah dan mulia akan kucapai. Kau mengajariku banyak hal yang membutku sadar bahwa hidup tidak hanya sekedar untuk diperjuangkan. Tapi hidup adalah perjalanan yang harus benar-benar diperjuangkan dalam tiap titian waktu. Kita mulai menjalani hidup dengan cara kita. Karena hidup adalah cara.
Cintaku

Cintaku laksana kembara
Yang telah temukan tujuannya
Walau tanpa kata
Namun ada sekelumit doa di dalamnya
Cintaku laksana bunga
Yang telah tersirami
Meski tanpa semerbak
Namun kuncupnya selalu rekah
Cintaku laksana angina
Yang telah tahu ke mana arahnya
Meski tak terasa hembusannya
Namun ia selalu ada
Akhir Perjalanan
Maafkan jika khilaf ini,
Belum mampu membaca kaidah nurani
Belum mampu membaca sang rasa
Yang masih ingin selalu memuji
Namun, sungguh
Aku telah mencari
Di mana pelabuhan hati
Di mana perapatan perahu
Yang kudayung ini
Sungguh,
Aku telah mencari cermin di lautan itu
Agar aku mampu
Melihat bayang sang mentari
Sebagai penunjuk sang waktu
Sampai aku tahu
Dimana tepian kenisbian
Agar mampu kutemukan
Jalan keluar dari kefanaan
Sehungga kudapat sebuah kepastian
Tentang akhir perjalanan
Kamis, 08 Januari 2009
Rasa yang Tak Lagi Teraba
"Dalam kondisi seperti apapun kamu harus mampu berdiri sendiri" ucapnya.
Air mataku telah mengembang tinggal menunggu pecahnya saja saat itu. Tak kuasa kudengar suara yang selama ini membuatku terus terpacu untuk tak diam menghadapi masalah. suara yang selama ini memberikan asaku terkembang. Jujur, aku tergagap mendengar kata-katanya yang terakhir itu. Apakah batas dari kesiapan hati telah tiba pada pintu gerbang yang sebenarnya?
Aku tak mengerti seperti apa perasaannya, yang pasti ada satu perasaan halus yang menyulut di dasar hati ini. Perasaan yang begitu lembut, terasa... meski rasa itu, mungkin tak lagi teraba.
THE SPIRIT CARRIES ON (Lirik LAgu Dream Theater)
Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?
They say, life is too short,
The here and the now
And youre only given one shot
But could there be more,
Have I lived before,
Or could this be all that weve got?
If I die tomorrow
Id be allright
Because I believe
That after were gone
The spirit carries on
I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
Im not scared anymore
I know that my soul will transcend
I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try
If I die tomorrow
Id be allright
Because I believe
That after were gone
The spirit carries on
Victoria:
Move on, be brave
Dont weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear
Nicholas:
Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has helped me to find
The meaning in my life again
Victorias real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that Im here
Its perfectly clear
I found out what all of this means
If I die tomorrow
Id be allright
Because I believe
That after were gone
The spirit carries on
Senin, 05 Januari 2009
MENGEMBANGKAN TECHNOPRENEURSHIP MELALUI GRASSROOT INNOVATION MANAGEMENT (tulisanku di rubrik technopreneur majalah TECHNOMAGZ FATETA IPB edisi 2)
Biodata
Nama : Prof.Dr.Ir. Endang Gumbira MA.Dev
Agama : Islam
TTL : Subang, 21 Mei 1955
Pendidikan : S1 Teknologi Hasil Pertanian, 1978 (Institut pertanian
S2 Food Chemistry and Microbiology, 1983 (
S3 Teknik Kimia, 1992 (
Seperti kata pepatah “ilmu padi semakin berisi semakin merunduk”, begitulah sosok bersahaja Prof.Dr.Ir. Endang Gumbira MA.Dev . Bapak yang biasa disapa Egum ini adalah salah satu Guru Besar di Institut Pertanian
Pada dasarnya technopreneurship dibagi ke dalam tiga komponen yaitu agrotourism, agroindustry, dan agribisnis. Dengan agrotourism,
Technopreneurship dibentuk oleh 2 komponen yaitu universitas dan industriawan. Universitas mendapakan hasil penelitian, dalam hal ini disebut sebagai technologipus. Sedangkan Industriawan disebut sebagai marketpull. Belum bisa dikatakan sebagai technopreneur jika hanya menjadi technologipus atau marketpull saja, keduanya harus saling mendukung. Karena suatu produk tidak akan berkembang jika tidak dipasarkan atau dikomersialkan.
Sosok yang pernah memimpin Magister Management IPB selama 10 tahun ini ingin melakukan research tentang technopreneurship melaui UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan membangkitkan tiga komponen technopreneurship yang telah disebutkan untuk meningkatkan devisa. Saat ini beliau tengah membantu UNESCO membuat modul tentang GRIM (Grassroot Innovation Management). “Supaya Indonesia dan juga IPB lebih terdengar di luar negeri” tuturnya mengenai pembuatan modul untuk UNESCO ini. Menurut Pak Egum, Grassroot Innovation Management cocok diterapkan di
Dalam prosesnya, research berlanjut pada development (pengembangan) kemudian ganda skala (pengadaan dalam jumlah banyak) dan diakhiri dengan komersialisasi. Namun kenyataan yang terjadi, terutama di Indonesia, masih lemah pada tahap ganda skala. Untuk peningkatan tahap ini diperlukan pengadaan bengkel kerja atau workshop. Di bengkel kerja tersebut akan dibentuk para technopreneur yang handal yang tidak sekedar mengasai teknologi saja tetapi bisa berinovasi dan memasarkannya. Begitu juga untuk IPB, workshop harus dikembangkan supaya bisa terus mengembangkan sesuatu yang kecil untuk menjadi juara. Tidak berhenti pada penelitian semata.
“Research and Development harus diisi oleh orang-orang terbaik” ucap pak Egum penuh semangat. Menurut beliau, mahasiswa sekarang harus bisa menjadi lebih baik dan mengejar yang terbaik karena telah mendapatkan pelajaran tentang technopreneur lebih banyak. Hal tersebut harus dimanfaatkan agar mahasiswa tidak sekedar menjadi entrepreneur yang ‘sekedar’ mencari peluang, tapi menjadi technopreneur yang bisa menguasai teknologi dan mempunyai standar inovasi yang tinggi.
Guru besar yang karyanya sudah banyak dipublikasikan ini masih merasa belum berhasil sehingga beliau selalu berpikir untuk terus belajar dan mereview berbagai fenomena yang terjadi. Beliau mempunyai keinginan untuk mengubah image tentang LITBANG yang selama ini diplesetkan menjadi lembaga yang sulit berkembang akan bisa diubah menjadi lembaga yang elit dan membanggakan. Hal ini akan terwujud jika lembaga tersebut diiisi oleh orang-orang yang terbaik.
Terakhir, ketika ditanya tentang parameter keberhasilan menurut beliau, ada beberapa hal yang disampaikan. Untuk bisa menjadi orang yang berhasil jika ditilik dari sudut pandang manajemen maka kita harus fokus, efektif, dan efisien. Sedangkan jika seorang technopreneur ingin berasil dalam menciptakan kerajaan bisnis, maka dia harus fokus, kerja keras, dan rasional. Setiap tindakan harus dilakukan dengan niat yang benar, bersungguh-sungguh dan ulet dalam menggelutinya, serta masuk akal (bekerja dibarengi dengan doa). Kiranya kita semua dapat memetik beberapa tangkai pelajaran dari pengagum Nabi Muhammad saw, Prof. Norman Bourloug, Prof. Muhammad Yunus, dan Nelson Mandela tersebut. Beliau begitu semangat untuk belajar dan terus mengembangkan Research and Development untuk memajukan
3 Doa 3 Cinta (the last movie i saw)
Sekilas saya berpikir, film ini akan begitu fenomenal dengan kabar bahwa lebih dahulu duputar di luar negeri. Sampai teman-teman satu kostan menunggu saat diputar di bioskop. Saya mendahului mereka menontonnya. Interpretasi yang hadir saat mata saya fokus pada layar lebar di bioskop XXI adalah film ini ukup bagus dari segi alur yang maju mundur. Menceritakan perbedaan islam garis keras dan batasnya dengan paham yang damai. Menggambarkan kehidupan pesantren yang sederhana. Dari segi pengambilan gambar, film ini bagus dan cocok disebut sebagi film ‘ruang’ yang kadang begitu lama menampilkan suatu tempat. Seperti ketika menshoot pintu masuk makam, penonton sampai bosan menunggu ganti scene yang baru.
Tidak disesali 3 doa 3 cinta merupakan karya yang unik, hanya saja iklan yang terlalu mengekspos Dian Sasto memberi bias harapan bagi para penonton bahwa nantinya Dian Sastro akan banyak muncul. Tapi lepas dari hal itu, film ini unik.
Minggu, 28 Desember 2008
Abad Prahara Ramalan kehancuran Ekonomi Dunia Abad Ke-21 (Resensi Buku Untuk TechnoMagz Edisi II, Bagian 2)
Ramalan kehancuran Ekonomi Dunia Abad Ke-21
Penulis : Alan Greenspan
Penerjemah : Tome Beka
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2008
Halaman : 555 + xxviii
Harga : Rp 100.000,-
Pada bulan Oktober 2008, dunia digegerkan dengan isu krisis keuangan global. Ternyata hal tersebut bukanlah sekedar isu isapan jempol. Perusahaan
Keuangan Amerika bangkrut karena investasi mereka tidak mampu
menghasilkan hasil yang kompetitif seperti yang dijanjikan. Sebagai negara adikuasa, keadaan negara yang seperti itu berpengaruh pada kondisi ekonomi dunia. Resesi ekonomi sebesar itu belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika. Seperti yang terungkap dalam buku ini, sebuah otobiografi Alan Greenspan. Di dalamnya dibahas tentang sepak terjang penulis selama masih menduduki jabatannya sebagai ketua Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika periode 1987-2006. Ia telah memandu ekonomi melewati era kekacauan menuju tingkat pertumbuhan yang luar biasa. Di bawah pengawasannya, ekonomi Amerika Serikat hanya mengalami dua resesi singkat. Greenspan layak dinobatkan sebagai pejabat publik yang sukses.
Buku ini cocok sebagai sebuah referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana sosok Alan Greenspan dalam menuntun arah ekonomi Amerika Serikat. Serta sebagai sebuah bacaan yang cocok bagi kalangan ekonom, akademisi, dan siapa pun yang ingin mengetahui tentang ekonomi Amerika Serikat dan mengapa sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Selamat membaca!
CHAMP!ON 101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati (Resensi Buku untuk TechnoMagz Edisi II, Bagian I)
Judul : CHAMP!ON
101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati
Penulis : Darmadi Darmawangsa
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbit : Agustus 2008 (Cetakan ke-6)
Halaman : 336 + xxiii
Harga : Rp 99.800,-
Hidup laksana sebuah arena pertandingan. Siapa mampu bersaing maka dialah yang akan menjadi juaranya. Setiap manusia pastinya ingin memperoleh kesuksesan dalam hidupnya. Namun rasa lelah, mudah mengeluh, putus asa, dan menyerah begitu saja kadangkala menjadi penghambat seseorang untuk menjadi sukses dan muncul sebagai pemenang. Manusia membutuhkan motivasi untuk dapat memompa semangatnya menuju kesuksesan itu. Sebenarnya motivasi itu tidak perlu jauh-jauh dicari karena banyak peristiwa di sekitar kita sebenarnya mampu dijadikan sebuah pelajaran untuk terus berusaha.
Buku yang ditulis oleh Darmadi Darmawangsa, seorang motivational speaker ini, di dalamnya bisa ditemukan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran dan motivasi. Penulis berusaha menuntun pembaca untuk memperoleh semangat dan selalu berpikir untuk menjadi pemenang. Champ!on menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Isinya yang berupa inspired story, refleksi diri, teguran, serta cara berpikir mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan memberikan cara perenungan tersendiri bagi pembaca. Ada 101 pelajaran untuk menjadi seorang juara yang dapat diperoleh dari buku tersebut. Selain itu pembaca juga dapat menuliskan apa yang ada dipikirannya dalam beberapa bab yang menyuguhkan latihan. Buku ini dilengkapi dengan CD yang menjelaskan tentang isi buku juga motivasi langsung dari penulisnya.
Buku ini tepat bagi siapa saja yang merindukan pencapaian kesuksesan yang besar. Cocok bagi siapa pun yang ingin menjadi juara dan ingin mendapat motivasi untuk mendukung pencapaiannya itu. Kesuksesan sudah selayaknya kita dapatkan, karena setiap orang dilahirkan untuk menjadi juara. Maka beranilah bermimpi, karena mimpi menuntun pada pikiran dan pikiran menuntun pada perbuatan. Selamat menjadi pemenang!
Kamis, 11 Desember 2008
Makna Kehadiran
Dirimu adalah salah satu bagian dari kenangan terindah dalam hidupku. Mengenalmu, menyukaimu, menyayangimu, mencintaimu, membencimu, bahkan berusaha melupakanmu adalah takdir Tuhan dan kesempatan yang aku (dan kamu) ciptakan. Maksudku pernah kita ciptakan. Aku pernah begitu ingin mengenalmu, mendekatimu dengan bahasa hati, membuatku merasakan rindu yang bergelegak seperti air seratus derajat celcius. Aku pernah merasa ingin memilikimu, dengan segenap keyakinan akan kebenaran rasa. Demikian, hingga aku mengerti bahwa semua itu tercipta sebagai sebuah proses. Dan sekarang, ketika kau telah berbeda haluan denganku. Setelah tak ada lagi kesempatan untuk mencipta kesempatan meski dengan begitu halus, aku berdoa semoga simpul dalam hati kita masing-masing telah kuat dengan apa yang kita pilih. Sehingga meski aku hanya bisa memilikimu dalam rasa, namun tetap ada yang terikat dalam hati kita. Makna kehadiran yang telah lalu dan telah berlalu. Tapi akan selalu ada dan berada pada tempatnya. Di ruang yang tepat, dengan bahasa yang telah diniat, hingga rasa tak membuat kita sesat.
KONTEMPLASI TAK SENGAJA
Suatu hari di Mushola GMSK
Ke Mana Pergimu Siang Itu?
Aku tak melihatmu siang itu
Siang di tengah guyuran hujan
Yang masih bersahabat dengan sang mentari
Aku tak melihatmu siang itu
Padahal biasanya kau telah ada
Sebelum aku datang ke tempat itu
Tempat di mana kau biasa berdiri bersamaku
Tempat yang tak pernah membedakan
Apa dan bagaimana keadaan kita
Kita bisa tetawa bersama
Sampai perut kaku
Kita juga bisa menangis
Sampai akhirnya tersenyum kembali
Tapi aku tak melihatmu siang itu
Ke mana pergimu?
Apa kau lupa bahwa hadirmu kunanti siang itu?
Kau selalu berjanji untuk datang
Namun kurasa kau telah lupa akan janjimu
Biasanya kau berdiri di tempat ini
Tempat kau jejakkan kaki
Saat ada rasa sesak begelayut di hatimu
Saat ada kebimbangan
Menghantui ruang jiwamu yang tak bisa kusebut kosong
Saat ada keraguan menari-nari dipelupuk matamu
Tapi kau tak ada siang itu
Apa berarti kau sedang bahagia?
Padahal bukan itu saja
Saat kau bahagia pun kau bagi denganku
Di saat siang yang berhari sama seperti siang itu
Tapi kau tak membagi kebahagianmu untukku
Apa kau lupa akan janjimu untuk menemuiku?
Lalu ke mana pergimu siang itu?