Selasa, 03 Maret 2009
Perkembangan Komputer
Komputer modern yang ada saat ini berkembang dari suatu k0onsep computer serba guna pada tahun 1930. Pada tahun 1937, Alan Turin seorang ahli matematika bangsa Inggris membuat analisis teoritis dari kemungkinan pengembangan computer yang serba guna. Perkembangan perangkat keras (hardware) mengalami perubahan bentuk dan fungsinya, dan perkembangan perangkat lunak (software) mengalami perkembangan penggunaannya menjadi program yang mudah digunakan.
A. PERKEMBANGAN HARDWARE
Teknologi yang dibuat oleh manusia telah mengubah bentuk dan fungsi computer dalam beberapa generasi, yaitu:
1. Komputer Generasi Pertama
-Ciri-ciri komputer generasi pertama:
a. Ukuran fisiknya besar.
b. Kecepatan proses lambat.
c. Cepat panas.
d. Membutuhkan listrik yang besar.
e. Membutuhkan tabung hampa udara (vaccum tube).
f. Memorinya menggunakan Magnetic Core Storage.
g. Masih menggunakan bahasa mesin (Machine Language).
h. Menggunakan konsep Stored Program.
-Contoh komputer generasi pertama: MARK I, MARK II, IBM 702, IBM 704, IBM 709, UNIV AC II, ENIAC, SEC, Damatic 1000, NCR 102A, NCR 102D.
2. Komputer Generasi Kedua
-Ciri-ciri komputer generasi kedua:
a. Komponen telah menggunakan transisitor.
b. Kecepatan prosesnya lebih cepat dari komputer generasi pertama.
c. Tidak cepat panas.
d. Membutuhkan listrik lebih sedikit.
e. Memori yang digunakan lebih besar.
f. telah menggunakan bahasa tingkat tinggi (high level language).
g. Sudah dapat digunakan untuk real time dan time sharing.
-Contoh komputer generasi kedua: IBM 7070, IBM 7080, IBM 1400, IBM 1600, Honeywell 400, Honeywell 800, Burroughs 200, GE 635, GE 645, GE 200, UNIV AC III, UNIV AC SS80, UNIV AC SS90, UNIV AC 110, NCR 300.
3. Komputer Generasi Ketiga
-Ciri-ciri komputer generasi ketiga:
a. Komponen telah menggunakan IC (Integrated Circuit).
b. Lebih cepat dibanding komputer generasi I dan II.
c. Membutuhkan listrik lebih hemat.
d. Memori yang disimpan lebih besar.
e. dapat digunakan untuk multi processing atau multi programming.
f. Telah dibuat alat input-output dengan menggunakan visual display terminal.
-Contoh komputer generasi ketiga: GE 600, GE 235, Burroughs 5700, Burroughs 7700, UNIV AC 1108, UNIV AC 9000.
4. Komputer Generasi Keempat
-Ciri-ciri komputer generasi keempat:
a. Telah menggunakan LSI (Large Scale Integration), penggabungan ribuan IC.
b. LSI dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration) yang dapat
memuat 150 ribu transistor yang dipadatkan.
c. Chip yang digunakan telah berbentuk segi empat yang memuat rangkaian-
rangkaian terpadu.
-Contoh komputer generasi keempat: IBM 370, APPLE II.
Untuk komputer generasi selanjutnya banyak menggunakan sensor-sensor untuk mepermudah dan mempercepat pekerjaan. Hal ini dapat terwujud dengan adanya materi kecerdasan buatan, yaitu suatu peralatan yang dibuat untuk dapat bekerja seperti manusia.
B. PERKEMBANGAN SOFTWARE
1. Bahasa Generasi Pertama
-Masih menggunakan bahsa mesin (machine language), merupakan bahasa tingkat
rendah.
2. Bahasa Generasi Kedua
-Digunakan bahasa rakitan (assembly language), bahasa rakitan hampir sama dengan
bahasa mesin, hanya penulisannya sudah berupa sesuatu yang dapat dibaca. Bahasa
rakitan dikenal bahasa generasi kedua.
3. Bahasa generasi ketiga
-Dibuat bahsa tingkat tinggi seperti COBOL, FORTRAN, PL/1, PASCAL, BASIC,
dan ALGOL.
4. Bahasa generasi keempat
-Pembuatan generasi keempat ditujukan untuk memudahkan pengguna pada proses pengambilan keputusan. Contoh: FOCUS, RPG, MANTIS, MARK V, DYNAMO, GASP, IFPS, SLAM, SIMSCRIPT, dan MODEL.
5. Bahasa generasi kelima
-Pada generasi kelima disebutkan bahasa pemrograman yang digunakan pada expert
system. Expert system dibuat untuk memudahkan seorang programmer dalam membuat suatu program. Contoh: LISP dan Prolog.
Referensi: Setiawan, Agung. 2003. Pengantar Sistem Komputer. Bandung: Informatika.
Senin, 05 Januari 2009
MENGEMBANGKAN TECHNOPRENEURSHIP MELALUI GRASSROOT INNOVATION MANAGEMENT (tulisanku di rubrik technopreneur majalah TECHNOMAGZ FATETA IPB edisi 2)
Biodata
Nama : Prof.Dr.Ir. Endang Gumbira MA.Dev
Agama : Islam
TTL : Subang, 21 Mei 1955
Pendidikan : S1 Teknologi Hasil Pertanian, 1978 (Institut pertanian
S2 Food Chemistry and Microbiology, 1983 (
S3 Teknik Kimia, 1992 (
Seperti kata pepatah “ilmu padi semakin berisi semakin merunduk”, begitulah sosok bersahaja Prof.Dr.Ir. Endang Gumbira MA.Dev . Bapak yang biasa disapa Egum ini adalah salah satu Guru Besar di Institut Pertanian
Pada dasarnya technopreneurship dibagi ke dalam tiga komponen yaitu agrotourism, agroindustry, dan agribisnis. Dengan agrotourism,
Technopreneurship dibentuk oleh 2 komponen yaitu universitas dan industriawan. Universitas mendapakan hasil penelitian, dalam hal ini disebut sebagai technologipus. Sedangkan Industriawan disebut sebagai marketpull. Belum bisa dikatakan sebagai technopreneur jika hanya menjadi technologipus atau marketpull saja, keduanya harus saling mendukung. Karena suatu produk tidak akan berkembang jika tidak dipasarkan atau dikomersialkan.
Sosok yang pernah memimpin Magister Management IPB selama 10 tahun ini ingin melakukan research tentang technopreneurship melaui UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan membangkitkan tiga komponen technopreneurship yang telah disebutkan untuk meningkatkan devisa. Saat ini beliau tengah membantu UNESCO membuat modul tentang GRIM (Grassroot Innovation Management). “Supaya Indonesia dan juga IPB lebih terdengar di luar negeri” tuturnya mengenai pembuatan modul untuk UNESCO ini. Menurut Pak Egum, Grassroot Innovation Management cocok diterapkan di
Dalam prosesnya, research berlanjut pada development (pengembangan) kemudian ganda skala (pengadaan dalam jumlah banyak) dan diakhiri dengan komersialisasi. Namun kenyataan yang terjadi, terutama di Indonesia, masih lemah pada tahap ganda skala. Untuk peningkatan tahap ini diperlukan pengadaan bengkel kerja atau workshop. Di bengkel kerja tersebut akan dibentuk para technopreneur yang handal yang tidak sekedar mengasai teknologi saja tetapi bisa berinovasi dan memasarkannya. Begitu juga untuk IPB, workshop harus dikembangkan supaya bisa terus mengembangkan sesuatu yang kecil untuk menjadi juara. Tidak berhenti pada penelitian semata.
“Research and Development harus diisi oleh orang-orang terbaik” ucap pak Egum penuh semangat. Menurut beliau, mahasiswa sekarang harus bisa menjadi lebih baik dan mengejar yang terbaik karena telah mendapatkan pelajaran tentang technopreneur lebih banyak. Hal tersebut harus dimanfaatkan agar mahasiswa tidak sekedar menjadi entrepreneur yang ‘sekedar’ mencari peluang, tapi menjadi technopreneur yang bisa menguasai teknologi dan mempunyai standar inovasi yang tinggi.
Guru besar yang karyanya sudah banyak dipublikasikan ini masih merasa belum berhasil sehingga beliau selalu berpikir untuk terus belajar dan mereview berbagai fenomena yang terjadi. Beliau mempunyai keinginan untuk mengubah image tentang LITBANG yang selama ini diplesetkan menjadi lembaga yang sulit berkembang akan bisa diubah menjadi lembaga yang elit dan membanggakan. Hal ini akan terwujud jika lembaga tersebut diiisi oleh orang-orang yang terbaik.
Terakhir, ketika ditanya tentang parameter keberhasilan menurut beliau, ada beberapa hal yang disampaikan. Untuk bisa menjadi orang yang berhasil jika ditilik dari sudut pandang manajemen maka kita harus fokus, efektif, dan efisien. Sedangkan jika seorang technopreneur ingin berasil dalam menciptakan kerajaan bisnis, maka dia harus fokus, kerja keras, dan rasional. Setiap tindakan harus dilakukan dengan niat yang benar, bersungguh-sungguh dan ulet dalam menggelutinya, serta masuk akal (bekerja dibarengi dengan doa). Kiranya kita semua dapat memetik beberapa tangkai pelajaran dari pengagum Nabi Muhammad saw, Prof. Norman Bourloug, Prof. Muhammad Yunus, dan Nelson Mandela tersebut. Beliau begitu semangat untuk belajar dan terus mengembangkan Research and Development untuk memajukan