Tak ada kejutan yang bisa kuberikan apalagi sebuah hadiah berharga untukmu. Tak ada kata yang terucap untukmu meski sekedar mengatakan “selamat ulang tahun”. Lidahku kelu dan seperti kebas pada rasa bahagia yang harus kau rasakan. Meski begitu, doa ini masih terus mengalun dalam hati. Dengan kesungguhan kututurkan di setiap malamnya, untukmu, untuk kita. Aku bisa tersenyum ringan saat kubayangkan kau juga sedang mendoakanku di sana. Di tepian rasa yang mungkin kau sendiri sulit untuk memaknainya.
Kenapa, kau mengajakku untuk meniti jalan yang berbeda? Kau pilih aku untuk merasakan sesuatu yang kadang kusesalkan, cinta dan kasih sayang untukmu. Meski seperti itu, namun kuyakin, tujuan yang lebih indah dan mulia akan kucapai. Kau mengajariku banyak hal yang membutku sadar bahwa hidup tidak hanya sekedar untuk diperjuangkan. Tapi hidup adalah perjalanan yang harus benar-benar diperjuangkan dalam tiap titian waktu. Kita mulai menjalani hidup dengan cara kita. Karena hidup adalah cara.
Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Januari 2009
Kamis, 08 Januari 2009
Rasa yang Tak Lagi Teraba
Meski sungguh kuakui bahwa hati ini merasa berat dengan sebuah realita yang terjadi, namun tak pernah kusesali karena itu adalah yang terbaik. Ada sebuah corak dalam hati ini yang tak bisa kuhapus, corak yang terlalu indah untuk dimaknai. Bahkan aku telah mengatakannya bahwa kulukis corak itu pada gelapnya langit malam supaya terlihat seperti bintang. ketika itu aku masih hidup dalam mimpiku bukan hidup dengan mimpi yang harus diperjuangkan. lalu aku tersadar akan sebuah kenyataan yang sebenarnya. Aku tersadar kala beberapa kata keluar dari mulut bijak itu....
"Dalam kondisi seperti apapun kamu harus mampu berdiri sendiri" ucapnya.
Air mataku telah mengembang tinggal menunggu pecahnya saja saat itu. Tak kuasa kudengar suara yang selama ini membuatku terus terpacu untuk tak diam menghadapi masalah. suara yang selama ini memberikan asaku terkembang. Jujur, aku tergagap mendengar kata-katanya yang terakhir itu. Apakah batas dari kesiapan hati telah tiba pada pintu gerbang yang sebenarnya?
Aku tak mengerti seperti apa perasaannya, yang pasti ada satu perasaan halus yang menyulut di dasar hati ini. Perasaan yang begitu lembut, terasa... meski rasa itu, mungkin tak lagi teraba.
"Dalam kondisi seperti apapun kamu harus mampu berdiri sendiri" ucapnya.
Air mataku telah mengembang tinggal menunggu pecahnya saja saat itu. Tak kuasa kudengar suara yang selama ini membuatku terus terpacu untuk tak diam menghadapi masalah. suara yang selama ini memberikan asaku terkembang. Jujur, aku tergagap mendengar kata-katanya yang terakhir itu. Apakah batas dari kesiapan hati telah tiba pada pintu gerbang yang sebenarnya?
Aku tak mengerti seperti apa perasaannya, yang pasti ada satu perasaan halus yang menyulut di dasar hati ini. Perasaan yang begitu lembut, terasa... meski rasa itu, mungkin tak lagi teraba.
Jumat, 14 November 2008
Manajemen Patah Hati

Sempat berbincang dengan seorang sahabat yang membuatku kembali berpikir bahwa hidup ini harus dinikmati. Nobody can disturb my peace mind.... Aku harus menghirup napas lega, ternyata hidup ini sulit tapi mudah. Hidup ini perih tapi indah. Hidup ini menyesakkan tapi membahagiakan. Hidup, hidup, hidup, hiduplah untuk kehidupan.
Aku menyadari akan arti kehadiran orang-orang yang men-support langkahku supaya terus terjejak di galangan hidup yang kadang begitu licin. Aku benar-benar menghargai arti kehadiran mereka. Sesaat, aku bangga, karena mereka aku ada. Tapi ada juga saat-saat aku berpikir, bahwa karena mereka aku ingin tiada. sebuah koherensi yang membingungkan. Yah!!! hidup pada hakekatnya bergerak dari satu pilihan ke pilihan yang berikutnya. Dan ternyata aku harus melewati tahapan dari memilih itu. membuatku kacau, bingung, entah apa yang harus aku pilih. Tapi toh pilihan itu adalah proses dari perjalanan pengambilan keputusan. Akhirnya aku harus tetap memilih, memilih untuk ada atau tiada. Aku memilih untuk ada karena banyak orang bisa membuatku ada. karena banyak orang bisa membuatku mengerti dan bersyukur.
Pilihan itu tak lebih dari sebuah pilihan ada untuk patah hati atau ada untuk menguatkan hati. Aku bilang "Aku ada untuk menguatkan hati atas sebuah patah hati" alagh jan, cape' deh! sebenarnya aku kenapa?Ada yang bisa bicara tentang manajemen patah hati? ya, untuk penguatan hati.
Aku ingin menyampaikan... buat kalian yang patah hati... KASIAN DEH LOE! Definisikan hatimu, apakah ka benar-benar patah hati. Analisis penyebabnya, mengapa bisa demikian, dan katakan TIDAK untuk patah hati. Lho Kok Gitu Seeh? ya iya lah, hidup ini terlalu indah untuk harus patah hati.
Mending pergi keluar rumah beli juz alpukat, bagi-bagi ma temen-temen kosan, habis itu baca komik Sinchan (aku paling sebel kalo disuruh baca komik). Kalo nggak nonton TV cari berita yang membuat kita membuka mata bahwa kita tidak sendirian dan kita masih bisa berada di kondisi yang lebih baik.So nggak ada alasan untuk patah hati, karena hidup ini adalah proses.
Thank you so much for someone who give me more and more advices everyday before you say that thursday night was the last call.L.
Rabu, 12 November 2008
Brighter
Live life to the fullest
Make each day
Brighter
Enjoy
Simple pleasures
Of Life
In nature
And in people
Learn
And discover
New experiences
Take life as an adventure
Dream Big
Go for what
YOU WANT
Make each day
Brighter
Enjoy
Simple pleasures
Of Life
In nature
And in people
Learn
And discover
New experiences
Take life as an adventure
Dream Big
Go for what
YOU WANT
Langganan:
Komentar (Atom)