Suatu kali dalam hidupku yang demikian indah (boleh bukan kukatakan begitu?) rasaku hancur oleh sebuah komentar "STOP MIMPI". Aku berusaha memahaminya bahwa komentar itu keluar karena emosi yang berlebih (mungkin). Tapi tetap saja, sampai terbawa tidur juga. memang kalau kuingat itu jadi tertawa sendiri. masa sih cuma gara-gara perkataan seperti itu? iya, kok bisa ya? saat aku menuturkan cerita ini pun aku sembari membayangkan ekspresiku di suatu tempo dalam hidupku itu. 19 tahun, bukan waktunya lagi untuk mempersoalkan hal sepele. Ada misi yang jauh lebih penting untuk menjadi terus berkembang.
Kembali pada apqa yang ingin aku bahas, "STOP MIMPI". Aku merenunginya sampai di penghujung malam utnuk mencoba mengerti makna terdalam dari dua kata itu. suatu saat akan aku paparkan untuk kalian. boleh saja tertawakanku, tapi kenyataannya saat itu asmaku kambuh sampai dua hari. Bodoh benar aku ini waktu itu. Sebenarnya bukan masalah siapa yang menyampaikan, tapi apa yang disampaikan begitu krusial bagiku. Mimpi... berpuluh jumlahnya kutulis. dan sekali waktu jika tercapai aku pun akan memberi check list. Mimpi itu suatu kebahagiaan bagiku. Kenapa? karena apa yang kucapai sekarang adalah sebagian dari mimpiku dulu.
"STOP MIMPI". Aku tak pernah mengiyakan atau pun memberontak menanggapi komentar itu. Hanya kusampaikan, jika aku tidak bermimpi hari ini lalu apa yang bisa kusisakan untuk esok hari? Mimpi seperti tengadah doa bagiku saat malam tiba dan esok pagi kutapaki tangga untuk mencapainya.
Telah kusampaikan tadi bahwa aku sampai merenungi kata-kata itu sampai di penghujung malam. mungkin sebenarnya aku tak bisa memejamkan mata karena napasku yang aneh, seperti orang hampir mati kalau kata temanku. karena itu aku tak mau lagi berda dalam kondisi merenungi kata-kata itu terlalu lama. Sampai suatu pagi kusampaikan pada hatiku...
"Aku boleh bermimpi?" tanyaku pada hatiku.
"Boleh... karena mimpi itu jembatan." jawabnya tenang di seberang gelombang suara.
"Mimpi itu gratis kan?" terusku lagi.
"Kuyakin kau lebih tahu hal itu, kau lebih ahli untuk merenunginya."
"Apa aku punya kewajiban ketika aku bermimpi?"
"Jika mimpimu baik, kau tanamkan pada dirimu untuk mewujudkannya."
"Lalu... apa orang lain berhak mengehntikan mimpiku?" aku ragu-ragu menanyakan hal itu.
"Boleh!!!! supaya kau lebih membumi." aku kaget dengan jawaban itu. apa maksudnya lebih membumi? apa aku selama ini terlalu tamak dengan apa yang ingin kucapai.
Membumi... membumi... membumi, agaknya itu teguran buatku agar aku memuliakan sesama. aku tak boleh egois hanya karena ingin mencapai mimpi memiliki apa yang aku inginkan.
Sampai saat ini aku pun masih suka bermimpi... tapi mimpi itu sekedar selingan. yang lebih mantap dalam diriku sekarang adalah impian yang harus segera aku WUJUDKAN.
Rabu, 25 Maret 2009
Jumat, 06 Maret 2009
Tiba-Tiba Aku Merindukanmu
Sebelumnya aku tak merasa sesepi malam ini. Rinduku rasanya tak terperi. Aku butuh teman untuk sekedar mendegarkan kesahku yang kian hari kian memuncak. Ada satu hal yang sedemikian mengganjal hati ini, terus menerus menggerogoti keseimbangan pikiranku. Aku merindukanmu, bukan karena satu hal itu. BUKAN. Aku merindukanmu karena aku ingin kau mendengarkanku sebentar saja.
Ah... tak bisa ya? ya aku maklumi itu. Kau sedang sibuk dengan urusanmu. Tak apa, itu jauh lebih penting daripada kau mendengarkan aku mengoceh. Tidak teman, suatu hari jika sudah punya waktu luang, sisakan sedikit waktu saja untukku. Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu.
Ah... tak bisa ya? ya aku maklumi itu. Kau sedang sibuk dengan urusanmu. Tak apa, itu jauh lebih penting daripada kau mendengarkan aku mengoceh. Tidak teman, suatu hari jika sudah punya waktu luang, sisakan sedikit waktu saja untukku. Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu.
Selasa, 03 Maret 2009
Perkembangan Komputer
PERKEMBANGAN KOMPUTER
Komputer modern yang ada saat ini berkembang dari suatu k0onsep computer serba guna pada tahun 1930. Pada tahun 1937, Alan Turin seorang ahli matematika bangsa Inggris membuat analisis teoritis dari kemungkinan pengembangan computer yang serba guna. Perkembangan perangkat keras (hardware) mengalami perubahan bentuk dan fungsinya, dan perkembangan perangkat lunak (software) mengalami perkembangan penggunaannya menjadi program yang mudah digunakan.
A. PERKEMBANGAN HARDWARE
Teknologi yang dibuat oleh manusia telah mengubah bentuk dan fungsi computer dalam beberapa generasi, yaitu:
1. Komputer Generasi Pertama
-Ciri-ciri komputer generasi pertama:
a. Ukuran fisiknya besar.
b. Kecepatan proses lambat.
c. Cepat panas.
d. Membutuhkan listrik yang besar.
e. Membutuhkan tabung hampa udara (vaccum tube).
f. Memorinya menggunakan Magnetic Core Storage.
g. Masih menggunakan bahasa mesin (Machine Language).
h. Menggunakan konsep Stored Program.
-Contoh komputer generasi pertama: MARK I, MARK II, IBM 702, IBM 704, IBM 709, UNIV AC II, ENIAC, SEC, Damatic 1000, NCR 102A, NCR 102D.
2. Komputer Generasi Kedua
-Ciri-ciri komputer generasi kedua:
a. Komponen telah menggunakan transisitor.
b. Kecepatan prosesnya lebih cepat dari komputer generasi pertama.
c. Tidak cepat panas.
d. Membutuhkan listrik lebih sedikit.
e. Memori yang digunakan lebih besar.
f. telah menggunakan bahasa tingkat tinggi (high level language).
g. Sudah dapat digunakan untuk real time dan time sharing.
-Contoh komputer generasi kedua: IBM 7070, IBM 7080, IBM 1400, IBM 1600, Honeywell 400, Honeywell 800, Burroughs 200, GE 635, GE 645, GE 200, UNIV AC III, UNIV AC SS80, UNIV AC SS90, UNIV AC 110, NCR 300.
3. Komputer Generasi Ketiga
-Ciri-ciri komputer generasi ketiga:
a. Komponen telah menggunakan IC (Integrated Circuit).
b. Lebih cepat dibanding komputer generasi I dan II.
c. Membutuhkan listrik lebih hemat.
d. Memori yang disimpan lebih besar.
e. dapat digunakan untuk multi processing atau multi programming.
f. Telah dibuat alat input-output dengan menggunakan visual display terminal.
-Contoh komputer generasi ketiga: GE 600, GE 235, Burroughs 5700, Burroughs 7700, UNIV AC 1108, UNIV AC 9000.
4. Komputer Generasi Keempat
-Ciri-ciri komputer generasi keempat:
a. Telah menggunakan LSI (Large Scale Integration), penggabungan ribuan IC.
b. LSI dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration) yang dapat
memuat 150 ribu transistor yang dipadatkan.
c. Chip yang digunakan telah berbentuk segi empat yang memuat rangkaian-
rangkaian terpadu.
-Contoh komputer generasi keempat: IBM 370, APPLE II.
Untuk komputer generasi selanjutnya banyak menggunakan sensor-sensor untuk mepermudah dan mempercepat pekerjaan. Hal ini dapat terwujud dengan adanya materi kecerdasan buatan, yaitu suatu peralatan yang dibuat untuk dapat bekerja seperti manusia.
B. PERKEMBANGAN SOFTWARE
1. Bahasa Generasi Pertama
-Masih menggunakan bahsa mesin (machine language), merupakan bahasa tingkat
rendah.
2. Bahasa Generasi Kedua
-Digunakan bahasa rakitan (assembly language), bahasa rakitan hampir sama dengan
bahasa mesin, hanya penulisannya sudah berupa sesuatu yang dapat dibaca. Bahasa
rakitan dikenal bahasa generasi kedua.
3. Bahasa generasi ketiga
-Dibuat bahsa tingkat tinggi seperti COBOL, FORTRAN, PL/1, PASCAL, BASIC,
dan ALGOL.
4. Bahasa generasi keempat
-Pembuatan generasi keempat ditujukan untuk memudahkan pengguna pada proses pengambilan keputusan. Contoh: FOCUS, RPG, MANTIS, MARK V, DYNAMO, GASP, IFPS, SLAM, SIMSCRIPT, dan MODEL.
5. Bahasa generasi kelima
-Pada generasi kelima disebutkan bahasa pemrograman yang digunakan pada expert
system. Expert system dibuat untuk memudahkan seorang programmer dalam membuat suatu program. Contoh: LISP dan Prolog.
Referensi: Setiawan, Agung. 2003. Pengantar Sistem Komputer. Bandung: Informatika.
Komputer modern yang ada saat ini berkembang dari suatu k0onsep computer serba guna pada tahun 1930. Pada tahun 1937, Alan Turin seorang ahli matematika bangsa Inggris membuat analisis teoritis dari kemungkinan pengembangan computer yang serba guna. Perkembangan perangkat keras (hardware) mengalami perubahan bentuk dan fungsinya, dan perkembangan perangkat lunak (software) mengalami perkembangan penggunaannya menjadi program yang mudah digunakan.
A. PERKEMBANGAN HARDWARE
Teknologi yang dibuat oleh manusia telah mengubah bentuk dan fungsi computer dalam beberapa generasi, yaitu:
1. Komputer Generasi Pertama
-Ciri-ciri komputer generasi pertama:
a. Ukuran fisiknya besar.
b. Kecepatan proses lambat.
c. Cepat panas.
d. Membutuhkan listrik yang besar.
e. Membutuhkan tabung hampa udara (vaccum tube).
f. Memorinya menggunakan Magnetic Core Storage.
g. Masih menggunakan bahasa mesin (Machine Language).
h. Menggunakan konsep Stored Program.
-Contoh komputer generasi pertama: MARK I, MARK II, IBM 702, IBM 704, IBM 709, UNIV AC II, ENIAC, SEC, Damatic 1000, NCR 102A, NCR 102D.
2. Komputer Generasi Kedua
-Ciri-ciri komputer generasi kedua:
a. Komponen telah menggunakan transisitor.
b. Kecepatan prosesnya lebih cepat dari komputer generasi pertama.
c. Tidak cepat panas.
d. Membutuhkan listrik lebih sedikit.
e. Memori yang digunakan lebih besar.
f. telah menggunakan bahasa tingkat tinggi (high level language).
g. Sudah dapat digunakan untuk real time dan time sharing.
-Contoh komputer generasi kedua: IBM 7070, IBM 7080, IBM 1400, IBM 1600, Honeywell 400, Honeywell 800, Burroughs 200, GE 635, GE 645, GE 200, UNIV AC III, UNIV AC SS80, UNIV AC SS90, UNIV AC 110, NCR 300.
3. Komputer Generasi Ketiga
-Ciri-ciri komputer generasi ketiga:
a. Komponen telah menggunakan IC (Integrated Circuit).
b. Lebih cepat dibanding komputer generasi I dan II.
c. Membutuhkan listrik lebih hemat.
d. Memori yang disimpan lebih besar.
e. dapat digunakan untuk multi processing atau multi programming.
f. Telah dibuat alat input-output dengan menggunakan visual display terminal.
-Contoh komputer generasi ketiga: GE 600, GE 235, Burroughs 5700, Burroughs 7700, UNIV AC 1108, UNIV AC 9000.
4. Komputer Generasi Keempat
-Ciri-ciri komputer generasi keempat:
a. Telah menggunakan LSI (Large Scale Integration), penggabungan ribuan IC.
b. LSI dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration) yang dapat
memuat 150 ribu transistor yang dipadatkan.
c. Chip yang digunakan telah berbentuk segi empat yang memuat rangkaian-
rangkaian terpadu.
-Contoh komputer generasi keempat: IBM 370, APPLE II.
Untuk komputer generasi selanjutnya banyak menggunakan sensor-sensor untuk mepermudah dan mempercepat pekerjaan. Hal ini dapat terwujud dengan adanya materi kecerdasan buatan, yaitu suatu peralatan yang dibuat untuk dapat bekerja seperti manusia.
B. PERKEMBANGAN SOFTWARE
1. Bahasa Generasi Pertama
-Masih menggunakan bahsa mesin (machine language), merupakan bahasa tingkat
rendah.
2. Bahasa Generasi Kedua
-Digunakan bahasa rakitan (assembly language), bahasa rakitan hampir sama dengan
bahasa mesin, hanya penulisannya sudah berupa sesuatu yang dapat dibaca. Bahasa
rakitan dikenal bahasa generasi kedua.
3. Bahasa generasi ketiga
-Dibuat bahsa tingkat tinggi seperti COBOL, FORTRAN, PL/1, PASCAL, BASIC,
dan ALGOL.
4. Bahasa generasi keempat
-Pembuatan generasi keempat ditujukan untuk memudahkan pengguna pada proses pengambilan keputusan. Contoh: FOCUS, RPG, MANTIS, MARK V, DYNAMO, GASP, IFPS, SLAM, SIMSCRIPT, dan MODEL.
5. Bahasa generasi kelima
-Pada generasi kelima disebutkan bahasa pemrograman yang digunakan pada expert
system. Expert system dibuat untuk memudahkan seorang programmer dalam membuat suatu program. Contoh: LISP dan Prolog.
Referensi: Setiawan, Agung. 2003. Pengantar Sistem Komputer. Bandung: Informatika.
Cinta... Dalam Ejaan Kata
Kueja kata
Kutulis Salinannya
Cinta
Cinta
Cinta
Cinta Cinta Cinta
Tak ada logika
Cinta
Cinta
Cinta
Cinta Cinta Cinta
Kata mereka: "Cinta Itu Urusan Hati"
Kutulis Salinannya
Cinta
Cinta
Cinta
Cinta Cinta Cinta
Tak ada logika
Cinta
Cinta
Cinta
Cinta Cinta Cinta
Kata mereka: "Cinta Itu Urusan Hati"
Biru, Merah Jambu, Kelabu
Aku sempat terlena dalam bayang semu
Oase biru
Bukan, bukan! katanya merah jambu
Bodoh!
Itu hanya mendung kelabu
Mana telingamu? tuli kau
Tak cukupkah detik meretas realita?
Oase biru
Bukan, bukan! katanya merah jambu
Bodoh!
Itu hanya mendung kelabu
Mana telingamu? tuli kau
Tak cukupkah detik meretas realita?
Mencintai = Peduli
Cemooh panjang kudengar bak sembilu
Tangus haru tiada lagi hiasi malamku
Hanya saja, aku tahu
Kau tak lagi untukku
165 hari, hanya itu
Kenanganku tak terbatas
Rindu ini selalu meretas
Tak akan tuntas
Kau kini menggenggam seribu janji
Untuk satu hati
Tak cukup waktu untuk mengingkari
Satu saja, untuk diri...
Hanya slogan puisi yang mati
Untukmu, cintamu, pedulimu
Bukanku, cintaku, peduliku
Tangus haru tiada lagi hiasi malamku
Hanya saja, aku tahu
Kau tak lagi untukku
165 hari, hanya itu
Kenanganku tak terbatas
Rindu ini selalu meretas
Tak akan tuntas
Kau kini menggenggam seribu janji
Untuk satu hati
Tak cukup waktu untuk mengingkari
Satu saja, untuk diri...
Hanya slogan puisi yang mati
Untukmu, cintamu, pedulimu
Bukanku, cintaku, peduliku
Tentangmu
Fotomu tak kupajang di meja belajarku
Namamu tak kutulis dalam buku diaryku
Kabarmu hanya terdengar sayup kelu
Senyummu hanya terpendar di saat lalu
Tentangmu, tak ada apa-apa padaku
Namamu tak kutulis dalam buku diaryku
Kabarmu hanya terdengar sayup kelu
Senyummu hanya terpendar di saat lalu
Tentangmu, tak ada apa-apa padaku
Salam Dari Alam
Dulu embun pagi beraroma basah
Lembayung senja berona jingga memerah
Angin memutar kitiran para bocah
Hujan pun suatu anugerah
Semua berkah
Kini embun pagi beraroma oli
Senja hitam kelam
Angin meracau kacau
Hujan deras ganas
Aku ngenas
Ingin rasanya kembali saja ke masa lalu
Sebeleum Aceh diterjang tsunami
Sebelum Talaud disapa maut
Sebelum Kuta disapu badai
Semua indah, aku damai
Kurasa bumi semakin sekarat
Mungkin alam sudah ingin istirahat
Benar juga jika dunia sudah dekat kiamat
Tuhan,
Barangkali aku hambamu, munafik
Meracau kacau saat kuasaMu disalamkan melalui alam
Tapi aku tak cukup sadar untuk arif terhadapnya
Tuhan,
Sungguh tak terperi rasa takut ini
Jika Kau tak lagi izinkanku menikmati keindahan, alamMu
Tuhan,
Benarkah dunia sudah dekat kiamat?
Lembayung senja berona jingga memerah
Angin memutar kitiran para bocah
Hujan pun suatu anugerah
Semua berkah
Kini embun pagi beraroma oli
Senja hitam kelam
Angin meracau kacau
Hujan deras ganas
Aku ngenas
Ingin rasanya kembali saja ke masa lalu
Sebeleum Aceh diterjang tsunami
Sebelum Talaud disapa maut
Sebelum Kuta disapu badai
Semua indah, aku damai
Kurasa bumi semakin sekarat
Mungkin alam sudah ingin istirahat
Benar juga jika dunia sudah dekat kiamat
Tuhan,
Barangkali aku hambamu, munafik
Meracau kacau saat kuasaMu disalamkan melalui alam
Tapi aku tak cukup sadar untuk arif terhadapnya
Tuhan,
Sungguh tak terperi rasa takut ini
Jika Kau tak lagi izinkanku menikmati keindahan, alamMu
Tuhan,
Benarkah dunia sudah dekat kiamat?
Kamis, 26 Februari 2009
Tanyakan Padaku, Jawabnya Kuserahkan Pada Waktu
berawal dari mana? dari kesempatan.
dilanjutkan dengan apa? dengan pembicaraan.
tentang siapa? tentangnya yang hilang.
mengapa kau tanya? karena tak ada lagi yang tersisa.
Apakah harus sirna? ya, karena itu yang kuinginkan.
kejam? katakanlah begitu.
tega? biarkan saja orang menggerutu.
tak punya hati? apa pedulimu.
kau bodoh? tak seperti itu.
hening... memasung waktuku
ikhlas... kubisikkan pada hati
lepas... kucobakan untuk mengerti
puas... tak pernah kusadari
dilanjutkan dengan apa? dengan pembicaraan.
tentang siapa? tentangnya yang hilang.
mengapa kau tanya? karena tak ada lagi yang tersisa.
Apakah harus sirna? ya, karena itu yang kuinginkan.
kejam? katakanlah begitu.
tega? biarkan saja orang menggerutu.
tak punya hati? apa pedulimu.
kau bodoh? tak seperti itu.
hening... memasung waktuku
ikhlas... kubisikkan pada hati
lepas... kucobakan untuk mengerti
puas... tak pernah kusadari
Senin, 09 Februari 2009
Apakah Kamu si Pelancong Nekat?
Apakah Kamu Si Pelancong Nekat?
Sekali dalam hidup kamu, pasti pernah dong punya
pengalaman gapsa alias gagap berbahasa. Bisa aja
pengalaman kamu lucu, mengharukan, atau bahkan mengenaskan.
Nah, sekarang saatnya kamu menggali lagi ingatan kamu
akan pengalaman-pengalaman itu, menuliskannya,
lalu mengirimkannya ke Kuis Pelancong Nekat Bukune.
Pengalaman bahasa ini boleh bercerita ketika kamu
berbahasa asing atau berbahasa daerah. Pokoknya,
semua jenis bahasa. Syaratnya….
- Peserta berusia 14-29 tahun.
- Tulisan minimal 2 lembar A4, spasi 1, dengan
karakter huruf times new roman 12pt.
- Kirimkan cerita kamu ke redaksi@bukune.com
dengan subyek "Kuis Pelancong Nekat Bukune"
paling lambat 28 Februari 2009.
- Mengisi serta menyertakan: formulir, pernyataan
keaslian karya, dan kesediaan untuk diterbitkan
yang bisa didapatkan di www.bukune.com.
- Penilaian dalam sayembara ini adalah keaslian ide,
cara penuturan, dan kreativitas.
- Jangan lewatkan pengumuman pemenangnya di
www.bukune.com tanggal 6 Maret 2009.
- Karya yang dikirim menjadi milik panitia.
- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Lima belas pemenang akan bersanding dengan para
penulis Bukune dalam buku kumpulan pengalaman
berbahasa. Masing-masing pemenang berhak mendapat hadiah
uang sejumlah Rp250.000, paket buku senilai
Rp200.000, dan dua buah nomor lepas
buku dari BUkune.
Untuk men-download formulir silakan klik link
terkait di bawah ini:
http://bukune.com/index.php?option=
com_content&task=view&id=131&Itemid=1
Sekali dalam hidup kamu, pasti pernah dong punya
pengalaman gapsa alias gagap berbahasa. Bisa aja
pengalaman kamu lucu, mengharukan, atau bahkan mengenaskan.
Nah, sekarang saatnya kamu menggali lagi ingatan kamu
akan pengalaman-pengalaman itu, menuliskannya,
lalu mengirimkannya ke Kuis Pelancong Nekat Bukune.
Pengalaman bahasa ini boleh bercerita ketika kamu
berbahasa asing atau berbahasa daerah. Pokoknya,
semua jenis bahasa. Syaratnya….
- Peserta berusia 14-29 tahun.
- Tulisan minimal 2 lembar A4, spasi 1, dengan
karakter huruf times new roman 12pt.
- Kirimkan cerita kamu ke redaksi@bukune.com
dengan subyek "Kuis Pelancong Nekat Bukune"
paling lambat 28 Februari 2009.
- Mengisi serta menyertakan: formulir, pernyataan
keaslian karya, dan kesediaan untuk diterbitkan
yang bisa didapatkan di www.bukune.com.
- Penilaian dalam sayembara ini adalah keaslian ide,
cara penuturan, dan kreativitas.
- Jangan lewatkan pengumuman pemenangnya di
www.bukune.com tanggal 6 Maret 2009.
- Karya yang dikirim menjadi milik panitia.
- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Lima belas pemenang akan bersanding dengan para
penulis Bukune dalam buku kumpulan pengalaman
berbahasa. Masing-masing pemenang berhak mendapat hadiah
uang sejumlah Rp250.000, paket buku senilai
Rp200.000, dan dua buah nomor lepas
buku dari BUkune.
Untuk men-download formulir silakan klik link
terkait di bawah ini:
http://bukune.com/index.php?option=
com_content&task=view&id=131&Itemid=1
VALENTINE’S DAY BUKAN TRADISI ISLAM
Dalam memilih jalan hidup terdapat konsekuensinya sendiri baik di dunia maupun di akherat. Tidak terkecuali dalam memilih budaya dan tradisi. Bila hal itu sesuai dengan sunnah Rasulullah maka akan diridhai Allah SWT. Namun, bila sebaliknya dan sekedar ikut – ikutan maka akan mendapat murka Allah SWT. Sebagaimana dalam Al – Qur’an Allah berfirman :
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk – buruk tempat kembali.”
(Q.S. An – Nisa’:115)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(Q.S. Al – Isra’:36)
Valentine’s Day yang biasa dirayakan orang pada bulan Februari, khususnya di perkotaan, dengan berbagai kesibukan untuk menyambutnya. Beraneka ragam Greeting card’s dengan kata – kata romantis bertemakan cinta untuk Valentine’s Day biasanya banyak memenuhi bookstore. Berbagai tempat hiburan dan media masa mempersembahkan sajian khusus di hari Valentine.
Valentine’s Day merupakan saat yang dinanti – nantikan terutama oleh para kaum muda. Saat itu mereka saling mengungkapkan cintanya kepada rekan atau orang yang mereka kasihi. Kesemuaannya itu ternyata tidak hanya dikonsumsi oleh kaum Nasrani saja, yang memperihatinkan banyak umat Islam yang melibatkan diri. Padahal jelas – jelas itu bukan tradisi Islam. Budaya itu berasal dan dibudayakan oleh orang – orang Nasrani. Namun mengapa banyak orang Islam ikut andil meramaikan suasana ?
Sebagai obyek hidup yang secara sadar terlibat di dalamnya dengan segala dampak dan implikasi wajar atas pergaulan dan budaya dengan produsen peradaban, tentunya kita tidak begitu saja menerima Valentine’s Day sebagai budaya yang logis. Untuk itu perlu kiranya bagi kita untuk mengetahui apa dan siapa Valentine itu ? Mengapa sampai diperingati ?
Sekilas Sejarah Valentine’s Day
1.Tanggal 14 Februari, diperingati dalam suatu perayaan yang menghormati Santo Valentino yang dihukum mati tahun 270 M.
2.Suatu hari dimana orang yangsedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah.
Siapakah Santo Valentino ?
Santo Valentino adalah nama seorang pendeta Kristen yang dianggap pelindung orang bercinta. Dia dihukum mati karena melanggar peraturan yang dibuat oleh Emperior Cladius II. Sang Emperior melarang pemuda – pemuda berstatus bujangan untukl menikah. Dia menganggap tentara yang masih single jauh lebih berprestasi ketimbang yang sudah beristri. Hal ini tidak disetujui oleh Valentino. Tanpa sepengetahuan sang penguasa ia menikahkan sepasang pemuda – pemudi. Pendeta tersebut dipenggal di Roma tahun 270 M dan dikuburkan di tepi jalan Flaminia. Lucunya, pihak gereja malahan menobatkan dia sebagai pahlawan yang telah melindungi orang bercinta.
Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari selalu dikaitkan dengan hari kasih saying. Benarkah hari Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih saying ? Bila diteliti lebih lanjut, VALENTINE’S DAY SEBUAH UPACARA KEAGAMAAN ROMAWI YANG MENYEMBAH DEWA LUPERCUS ( dewa kesuburan, padang rumput, dan hewan ternak ), juga dihubungkan dengan PENYEMBAHAN DEWA FAUNUS ( dewa alam semesta dan pemberi wahyu ) dan diadakan di bukit Valentine.
Upacara dimulai dengan mengobarkan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Lalu dua pemuda dibawa ke sebuah altar. Sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan di kening mereka dan mereka harus tertawa. Setelah itu darah di kening dibersihkan dengan kain wol yang dicelupkan ke dalam susu.. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok dan berlari kea rah yang berlawanan mengelilingi bukit dan tembok kota Falatine. Mereka mencambuki wanita yang dijumpai guna mengembalikan kesuburannya. Namun para wanita itu dengan senang hati menerima cambukan tersebut.
Baru pada masa Kaisar Constantine (280 – 337 M) upacara tersebut mendapat tambahan. Kaisar pertama pemeluk agama Nasrani ini memberi peluang kepada gereja untuk memberi pengaruhnya. Acara tambahannya dimulai dari pesan – pesan cinta yang disampaikan oleh para gadis dan diletakkan dalam sebuah jambangan kemudian diambil oleh para pemuda. Setelah itu mereka berpasangan dan berdansa yang diakhiri dengan tidur bersama lengkap dengan perzinahannya.
Pada tahun 494 M, Dewan Gereja dipimpin oleh Paus Galasium I mengubah upacara tersebut dengan porofikasi ( Pembersih Dosa ). Paus juga mengubah upacara Lupercalia itu dari tanggal 15 menjadi tanggal 14 Februari yang pada tahun 496 M ditetapkan sebagai Valentine’s Day sekaligus untuk menghormati Santo Valentino.
Jadi kesimpulannya :
1.Valentine’s Day berakar dari upacara keagamaan ritual Romawi kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dngan penuh kemusyrikan.
2.Upacara yang biasa dilaksanakan pada tanggal 15 Februari tersebut, pada tahun 496 M oleh Paus Galasium I diubah menjadi 14 Februari.
3.Agar masyarakat dunia itu tahu da menerima, hari itu disebarluaskan dengan dalih “ Hari Kasih Sayang “ yang kini telah tersebar diberbagai negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.
Sekarang telah jelas bahwa Valentine hanyalh tradisi Nasrani yang bila ditelusuri ternyata berakar dari kebudayaan Romawi purba. Lalu benarkah hari Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih sayang dan menyatakan cinta ?
Memperihatinkan ! bukankah dengan demikian seolah Islam tidak mengenal cinta kasih. Padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaiman yang tercantum dalam QS Al Maidah : 54, Al Baqoroh :165, At Taubah :24, Al Fath : 29.
Kelihaian dan kelicikan musuh Islam patut kita acungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik tersebut bisa terbungkus dan terpoles rapi, hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki Furqon. Oleh karena itulah penting bagi kita untuk menjauhkan diri dari budaya yang seperti itu agar tidak terpedaya oleh musuh – musuh Islam dan hanyut dalam peniruan yang membabi buta kepada mereka tentang hal yang membahayakan, bukan bermanfaat. Firman Allah SWT :
“Orang – orang asrani dan Yahudi tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka”.
( Q.S. Al Baqoroh :120 )
Sabda Nabi SAW :
“Sungguh kamu akan mengikuti sunnah ( acara – acara, tradisi, sikap, kebiasaan ) orang – orang sebelum kamu, selangkah demi selangkah, sehingga mereka masuk lubang biawak pun kamu akan memasukinya”. Para sahabat bertanya “Yahudi dan Nasrani?”, “Lalu siapa lagi!” jawab Rasulullah SAW.
(HR Bukhari Muslim)
Tidak terlalu berlebihan bila permasalahan ini agaknya menjadi permasalahna yang penting bagi umat. Khususnya generasi muda Islam. Dalam arti masalah ini mendesak dicarikan jalan keluar. Betapa tidak ? Karena budaya yang merasuki generasi muda Islam ternyata sangat potensial untuk menghambat gerak perjuangan umat untuk menegakkan agama. Oleh karena itu kita tidak boleh terkecoh dengan kemasan Valentine’s Day yang tidak lain merupakan piranti – piranti efektif musuh Islam untuk menjauhkan, menggerogoti akidah dan mengoyak akhlak serta tali ikatan generasi muda Muslim dengan Tuhannya.
Jelaslah Valentine’s Day merupakan budaya non-Islam. Mengikutinya berarti menghidupkan dan melestarikan budaya Jahiliyah. Dan semua itu nyata – nyata bertentangan dengan syariat Islam.
Sabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia tergolong kaum itu”.
( HR Ahmad dan Abu Dawud )
Sumber : Fiqih Kontemporer dalam Buletin Rohis SMANSA BARA
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk – buruk tempat kembali.”
(Q.S. An – Nisa’:115)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(Q.S. Al – Isra’:36)
Valentine’s Day yang biasa dirayakan orang pada bulan Februari, khususnya di perkotaan, dengan berbagai kesibukan untuk menyambutnya. Beraneka ragam Greeting card’s dengan kata – kata romantis bertemakan cinta untuk Valentine’s Day biasanya banyak memenuhi bookstore. Berbagai tempat hiburan dan media masa mempersembahkan sajian khusus di hari Valentine.
Valentine’s Day merupakan saat yang dinanti – nantikan terutama oleh para kaum muda. Saat itu mereka saling mengungkapkan cintanya kepada rekan atau orang yang mereka kasihi. Kesemuaannya itu ternyata tidak hanya dikonsumsi oleh kaum Nasrani saja, yang memperihatinkan banyak umat Islam yang melibatkan diri. Padahal jelas – jelas itu bukan tradisi Islam. Budaya itu berasal dan dibudayakan oleh orang – orang Nasrani. Namun mengapa banyak orang Islam ikut andil meramaikan suasana ?
Sebagai obyek hidup yang secara sadar terlibat di dalamnya dengan segala dampak dan implikasi wajar atas pergaulan dan budaya dengan produsen peradaban, tentunya kita tidak begitu saja menerima Valentine’s Day sebagai budaya yang logis. Untuk itu perlu kiranya bagi kita untuk mengetahui apa dan siapa Valentine itu ? Mengapa sampai diperingati ?
Sekilas Sejarah Valentine’s Day
1.Tanggal 14 Februari, diperingati dalam suatu perayaan yang menghormati Santo Valentino yang dihukum mati tahun 270 M.
2.Suatu hari dimana orang yangsedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah.
Siapakah Santo Valentino ?
Santo Valentino adalah nama seorang pendeta Kristen yang dianggap pelindung orang bercinta. Dia dihukum mati karena melanggar peraturan yang dibuat oleh Emperior Cladius II. Sang Emperior melarang pemuda – pemuda berstatus bujangan untukl menikah. Dia menganggap tentara yang masih single jauh lebih berprestasi ketimbang yang sudah beristri. Hal ini tidak disetujui oleh Valentino. Tanpa sepengetahuan sang penguasa ia menikahkan sepasang pemuda – pemudi. Pendeta tersebut dipenggal di Roma tahun 270 M dan dikuburkan di tepi jalan Flaminia. Lucunya, pihak gereja malahan menobatkan dia sebagai pahlawan yang telah melindungi orang bercinta.
Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari selalu dikaitkan dengan hari kasih saying. Benarkah hari Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih saying ? Bila diteliti lebih lanjut, VALENTINE’S DAY SEBUAH UPACARA KEAGAMAAN ROMAWI YANG MENYEMBAH DEWA LUPERCUS ( dewa kesuburan, padang rumput, dan hewan ternak ), juga dihubungkan dengan PENYEMBAHAN DEWA FAUNUS ( dewa alam semesta dan pemberi wahyu ) dan diadakan di bukit Valentine.
Upacara dimulai dengan mengobarkan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Lalu dua pemuda dibawa ke sebuah altar. Sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan di kening mereka dan mereka harus tertawa. Setelah itu darah di kening dibersihkan dengan kain wol yang dicelupkan ke dalam susu.. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok dan berlari kea rah yang berlawanan mengelilingi bukit dan tembok kota Falatine. Mereka mencambuki wanita yang dijumpai guna mengembalikan kesuburannya. Namun para wanita itu dengan senang hati menerima cambukan tersebut.
Baru pada masa Kaisar Constantine (280 – 337 M) upacara tersebut mendapat tambahan. Kaisar pertama pemeluk agama Nasrani ini memberi peluang kepada gereja untuk memberi pengaruhnya. Acara tambahannya dimulai dari pesan – pesan cinta yang disampaikan oleh para gadis dan diletakkan dalam sebuah jambangan kemudian diambil oleh para pemuda. Setelah itu mereka berpasangan dan berdansa yang diakhiri dengan tidur bersama lengkap dengan perzinahannya.
Pada tahun 494 M, Dewan Gereja dipimpin oleh Paus Galasium I mengubah upacara tersebut dengan porofikasi ( Pembersih Dosa ). Paus juga mengubah upacara Lupercalia itu dari tanggal 15 menjadi tanggal 14 Februari yang pada tahun 496 M ditetapkan sebagai Valentine’s Day sekaligus untuk menghormati Santo Valentino.
Jadi kesimpulannya :
1.Valentine’s Day berakar dari upacara keagamaan ritual Romawi kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dngan penuh kemusyrikan.
2.Upacara yang biasa dilaksanakan pada tanggal 15 Februari tersebut, pada tahun 496 M oleh Paus Galasium I diubah menjadi 14 Februari.
3.Agar masyarakat dunia itu tahu da menerima, hari itu disebarluaskan dengan dalih “ Hari Kasih Sayang “ yang kini telah tersebar diberbagai negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.
Sekarang telah jelas bahwa Valentine hanyalh tradisi Nasrani yang bila ditelusuri ternyata berakar dari kebudayaan Romawi purba. Lalu benarkah hari Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih sayang dan menyatakan cinta ?
Memperihatinkan ! bukankah dengan demikian seolah Islam tidak mengenal cinta kasih. Padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaiman yang tercantum dalam QS Al Maidah : 54, Al Baqoroh :165, At Taubah :24, Al Fath : 29.
Kelihaian dan kelicikan musuh Islam patut kita acungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik tersebut bisa terbungkus dan terpoles rapi, hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki Furqon. Oleh karena itulah penting bagi kita untuk menjauhkan diri dari budaya yang seperti itu agar tidak terpedaya oleh musuh – musuh Islam dan hanyut dalam peniruan yang membabi buta kepada mereka tentang hal yang membahayakan, bukan bermanfaat. Firman Allah SWT :
“Orang – orang asrani dan Yahudi tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka”.
( Q.S. Al Baqoroh :120 )
Sabda Nabi SAW :
“Sungguh kamu akan mengikuti sunnah ( acara – acara, tradisi, sikap, kebiasaan ) orang – orang sebelum kamu, selangkah demi selangkah, sehingga mereka masuk lubang biawak pun kamu akan memasukinya”. Para sahabat bertanya “Yahudi dan Nasrani?”, “Lalu siapa lagi!” jawab Rasulullah SAW.
(HR Bukhari Muslim)
Tidak terlalu berlebihan bila permasalahan ini agaknya menjadi permasalahna yang penting bagi umat. Khususnya generasi muda Islam. Dalam arti masalah ini mendesak dicarikan jalan keluar. Betapa tidak ? Karena budaya yang merasuki generasi muda Islam ternyata sangat potensial untuk menghambat gerak perjuangan umat untuk menegakkan agama. Oleh karena itu kita tidak boleh terkecoh dengan kemasan Valentine’s Day yang tidak lain merupakan piranti – piranti efektif musuh Islam untuk menjauhkan, menggerogoti akidah dan mengoyak akhlak serta tali ikatan generasi muda Muslim dengan Tuhannya.
Jelaslah Valentine’s Day merupakan budaya non-Islam. Mengikutinya berarti menghidupkan dan melestarikan budaya Jahiliyah. Dan semua itu nyata – nyata bertentangan dengan syariat Islam.
Sabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia tergolong kaum itu”.
( HR Ahmad dan Abu Dawud )
Sumber : Fiqih Kontemporer dalam Buletin Rohis SMANSA BARA
Menghindarkan Diri Dari Perbuatan Dusta
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan senantiasa merlukan keberadaan orang dalam kesehariannya. Dalam kehidupsehari-hari, interaksi dengan oaring lain kadang-kadang tejadi kesalahpahaman atau percekcokan dikarenakan perkataan yang keluar dari mulut kita. Jika diibaratkan, kata-kata memang biasa lebih tajam dari pedang. Luka karena tersayat masih mudah disembuhkan, namun luka karena perkataan kadang membekas dan sukar untuk disembuhkan. Perkataan yang keluar dari mulut kita merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi dengan orang lain dan itu tidak boleh seenaknya sendiri untuk dikeluarkan. Harus sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku serta tidak menyakiti perasaan orang lain.
Salah satu perkataan yang akibatnya bisa fatal dan mengganggu keharmonisan hubungan kita dengan orang lain adalah dusta. Berdusata termasuk salah satu penyelewengan lidah. Dusta merupakan penyakit yang jika tidak segera disembuhkan maka dampak negatifnya sukar untuk ditanggulangi. Jika kejujuran merupakan cerminan orang yang beriman maka dusta adalah cerminan orang munafik.
“Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa yang memiliki salah satu diantaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia meninggalkannya. Yaitu bila diamanati dia khianat, bila berkata dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila berselisih dia membongkar rahasia.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih)
Pengaruh Buruk Dusta
Dusta mempunyai bebrapa pengaruh buruk. Seandainya hal ini disadari oleh para pendusta, pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya. Pengaruh buruk tersebut antara lain:
1.Menyebarkan keraguan diantara manusia
2.Terjerumusnya seseorang ke dalam salah satu tanda munafik
3.Tercabutnya barokah ketika berniaga
4.Hilangnya kepercayaan
5.Memutarbalikkan kebenaran
Bentuk-Bentuk Dusta
Semua dusta itu buruk, dan segala bentuk keburukan akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Beberapa bentuk dusta antara lain:
1.Bersumpah palsu agar dagangannya laris
2.Mengambil harta orang muslim dengan jalan sumpah palsu
3.Berdusta dalam hal mimpi
Cara Meninggalkan Dusta
Menyadari bahwa dampak negative dari dusta bisa merusak kondisi hubungan yang harmonis, menutupi kebenaran,maka dusta harus benar-benar dihindari. Di bawah ini disebutkan beberapa cara meninggalkan dusta:
1.Kita harus mampu menghadirkan keagungan Allah SWT dan memantapkannya. Dusta umumnya disebbakan oleh rasa takut terhadap hilangnya suatu kepentingan yang dijanjikan oleh syaitan. Sedangakn keyakinan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya akan mampu menghilangkan rasa takut ini.
2.Memiliki keyakinan yang mantap bahwa kerugian yang telah ditakdirkan untuk kita, mau tidak mau, akan terjadi, khususnya dalam urusan dunia yang membuat kita tamak dan bernafsu utnuk mengumpulkannya, sehingga menimbulkan dusta. Akan tetapi yakinilah bahwa kerugian dan keuntungan telah ditakdirkan Allah bagi kita.
3.Melatih jiwa, membiasakan diri melakukan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan untuk kita. Jangan berputus asa dan malas untuk memulai hal tersebut, karena segala urusan membutuhkan kesabaran. Cobalah hal itu untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam berdusta.
Demikian beberapa hal tentang dusta. Sesuatau yang sepertinya kecil namun akibatnya mampu menggerogoti sendi-sendi kehidupan kita. Okleh karena itu, untuk tetap mempertahankan eksistensi keimanan kita, hal tersebut harus dihindari.
(sumber: Bin Jaarullah, Abdullah. 1993. Awas! Bahaya Lidah. Gema Insani Press: Jakarta.)
Salah satu perkataan yang akibatnya bisa fatal dan mengganggu keharmonisan hubungan kita dengan orang lain adalah dusta. Berdusata termasuk salah satu penyelewengan lidah. Dusta merupakan penyakit yang jika tidak segera disembuhkan maka dampak negatifnya sukar untuk ditanggulangi. Jika kejujuran merupakan cerminan orang yang beriman maka dusta adalah cerminan orang munafik.
“Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa yang memiliki salah satu diantaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia meninggalkannya. Yaitu bila diamanati dia khianat, bila berkata dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila berselisih dia membongkar rahasia.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih)
Pengaruh Buruk Dusta
Dusta mempunyai bebrapa pengaruh buruk. Seandainya hal ini disadari oleh para pendusta, pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya. Pengaruh buruk tersebut antara lain:
1.Menyebarkan keraguan diantara manusia
2.Terjerumusnya seseorang ke dalam salah satu tanda munafik
3.Tercabutnya barokah ketika berniaga
4.Hilangnya kepercayaan
5.Memutarbalikkan kebenaran
Bentuk-Bentuk Dusta
Semua dusta itu buruk, dan segala bentuk keburukan akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Beberapa bentuk dusta antara lain:
1.Bersumpah palsu agar dagangannya laris
2.Mengambil harta orang muslim dengan jalan sumpah palsu
3.Berdusta dalam hal mimpi
Cara Meninggalkan Dusta
Menyadari bahwa dampak negative dari dusta bisa merusak kondisi hubungan yang harmonis, menutupi kebenaran,maka dusta harus benar-benar dihindari. Di bawah ini disebutkan beberapa cara meninggalkan dusta:
1.Kita harus mampu menghadirkan keagungan Allah SWT dan memantapkannya. Dusta umumnya disebbakan oleh rasa takut terhadap hilangnya suatu kepentingan yang dijanjikan oleh syaitan. Sedangakn keyakinan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya akan mampu menghilangkan rasa takut ini.
2.Memiliki keyakinan yang mantap bahwa kerugian yang telah ditakdirkan untuk kita, mau tidak mau, akan terjadi, khususnya dalam urusan dunia yang membuat kita tamak dan bernafsu utnuk mengumpulkannya, sehingga menimbulkan dusta. Akan tetapi yakinilah bahwa kerugian dan keuntungan telah ditakdirkan Allah bagi kita.
3.Melatih jiwa, membiasakan diri melakukan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan untuk kita. Jangan berputus asa dan malas untuk memulai hal tersebut, karena segala urusan membutuhkan kesabaran. Cobalah hal itu untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam berdusta.
Demikian beberapa hal tentang dusta. Sesuatau yang sepertinya kecil namun akibatnya mampu menggerogoti sendi-sendi kehidupan kita. Okleh karena itu, untuk tetap mempertahankan eksistensi keimanan kita, hal tersebut harus dihindari.
(sumber: Bin Jaarullah, Abdullah. 1993. Awas! Bahaya Lidah. Gema Insani Press: Jakarta.)
Minggu, 01 Februari 2009
Sikat Gigi dalam Bak Mandi
malam semakin sepi tanpa gumamnya lagi
seperti sekeping compact disk yang tak bisa diputar lagi
hening, sepi
hanya ada aku dan semua pikiranku
sekedar pikiranku
terbersit sedikit makana akan arti kehilangan
makna yang seketika muncul
seperti sikat gigi yang tak bisa tenggelam di dalam bak mandi
makana itu adalah rasa
tak lagi melayang
karena itu terlalu jauh
hanya bisa mengapung, sendiri
sampai suatu waktu kutahu
bahwa kau tak bergumam lagi
seperti sekeping compact disk yang tak bisa diputar lagi
hening, sepi
hanya ada aku dan semua pikiranku
sekedar pikiranku
terbersit sedikit makana akan arti kehilangan
makna yang seketika muncul
seperti sikat gigi yang tak bisa tenggelam di dalam bak mandi
makana itu adalah rasa
tak lagi melayang
karena itu terlalu jauh
hanya bisa mengapung, sendiri
sampai suatu waktu kutahu
bahwa kau tak bergumam lagi
Biarkan Aku Mengoceh Pada Sisi Ketidakberdayaanku
Apa saat ini kau tak bisa lagi untuk kuajak berbagi?
telingamu tak mau lagi mendengar keluhku
matamu tak lagi berbinar dan sendu maknai tangisku
tanganmu tak mau lagi menggenggam pedihku
kau benar-benar pergi meninggalkan jejak di belakangmu
padahal, aku ingin kau memelukku sejenak
membiarkan aku mengoceh pada sisi ketidakberdayaanku
namun kau meninggalkanku dengan kebisuan
sama seperti diriku yang mencintaimu dalam bisu
atau ada rencana lain yang ingin kau sisakan untuk esok hari?
agar pertemuan kita lebih bermakna?
telingamu tak mau lagi mendengar keluhku
matamu tak lagi berbinar dan sendu maknai tangisku
tanganmu tak mau lagi menggenggam pedihku
kau benar-benar pergi meninggalkan jejak di belakangmu
padahal, aku ingin kau memelukku sejenak
membiarkan aku mengoceh pada sisi ketidakberdayaanku
namun kau meninggalkanku dengan kebisuan
sama seperti diriku yang mencintaimu dalam bisu
atau ada rencana lain yang ingin kau sisakan untuk esok hari?
agar pertemuan kita lebih bermakna?
Sabtu, 31 Januari 2009
Sempat Rasa Ini Jadi Milikmu
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
Aku mencintaimu serupa aku membencimu
Aku membencimu serupa aku mencintaimu
sempat, sekali sua, lalu jumpa selanjutnya
kuungkap suatu makna, menjadi sesuatu yang susah kuartikan
sempat, pada kesempatan di depan sosokmu, di depan wajahmu, aku menatap
adakah kesempatan itu ikut kau ciptakan?
Dulu, di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
rasa, menetap di dasar hati dan enggan untuk beranjak
kuusir namun mengejar
rasa, mengoyak logika namun kunikmati
kuobati namun justru bersarang
adakah rasa itu pernah kau cerna?
Dulu, di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
ini, kuartikan sebagai cinta
ini, kuartikan sebagai buah rasa
ini, kuartikan sebagai proses
ini, kuartikan sebagai pelajaran
ini, kuartikan sebagai rencana
ini, kuartikan sebagai mimpi
ini, kuartikan sebagai bencana
ini, kuartikan sebagai kebohongan
ini, kuartikan sebagai penantian
ini, kuartikan sebagai kebodohan
ini, kuartikan sebagai pembuka pikiran
adakah kau sempat mengartikan semua ini?
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
jadi, kunikmati apa yang kusebut cinta
jadi, kucicipi apa yang kusebut buah rasa
jadi, kupahami apa yang kusebut pelajaran
jadi, kupelajari apa yang kusebut rencana
jadi, kugapai apa yang kusebut mimpi
jadi, kuantisipasi apa yang kusebut bencana
jadi, kuungkap apa yang kusebut kebohongan
jadi, kuberdoa untuk apa yang kusebut penantian
jadi, kusesali apa yang kusebut kebodohan
jadi, kusaring apa yang kusebut sebagai pembuka pikiran
adakah kau menjadikannya sama denganku?
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
milikmu, rasa itu
milikmu, keputusan itu
milikmu, jawab itu
dan aku? aku hanya diam dan berkata dalam hati "SEMPAT RASA INI JADI MILIKMU"
Aku mencintaimu serupa aku membencimu
Aku membencimu serupa aku mencintaimu
sempat, sekali sua, lalu jumpa selanjutnya
kuungkap suatu makna, menjadi sesuatu yang susah kuartikan
sempat, pada kesempatan di depan sosokmu, di depan wajahmu, aku menatap
adakah kesempatan itu ikut kau ciptakan?
Dulu, di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
rasa, menetap di dasar hati dan enggan untuk beranjak
kuusir namun mengejar
rasa, mengoyak logika namun kunikmati
kuobati namun justru bersarang
adakah rasa itu pernah kau cerna?
Dulu, di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
ini, kuartikan sebagai cinta
ini, kuartikan sebagai buah rasa
ini, kuartikan sebagai proses
ini, kuartikan sebagai pelajaran
ini, kuartikan sebagai rencana
ini, kuartikan sebagai mimpi
ini, kuartikan sebagai bencana
ini, kuartikan sebagai kebohongan
ini, kuartikan sebagai penantian
ini, kuartikan sebagai kebodohan
ini, kuartikan sebagai pembuka pikiran
adakah kau sempat mengartikan semua ini?
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
jadi, kunikmati apa yang kusebut cinta
jadi, kucicipi apa yang kusebut buah rasa
jadi, kupahami apa yang kusebut pelajaran
jadi, kupelajari apa yang kusebut rencana
jadi, kugapai apa yang kusebut mimpi
jadi, kuantisipasi apa yang kusebut bencana
jadi, kuungkap apa yang kusebut kebohongan
jadi, kuberdoa untuk apa yang kusebut penantian
jadi, kusesali apa yang kusebut kebodohan
jadi, kusaring apa yang kusebut sebagai pembuka pikiran
adakah kau menjadikannya sama denganku?
Dulu di suatu waktu, di titian masa, dalam belenggu realita
milikmu, rasa itu
milikmu, keputusan itu
milikmu, jawab itu
dan aku? aku hanya diam dan berkata dalam hati "SEMPAT RASA INI JADI MILIKMU"
Selasa, 13 Januari 2009
KAU TELAH KEMBALI PADA HIDUPMU
(catatan untuk sesorang yang pernah mengajariku banyak hal tentang hidup: kau mengajariku untuk tersenyum dan selalu bersemangat. Kau meluruskan pandanganku tentang simbol, segala simbol yang baru kusadari, kau memberikanku pengertian bahwa dalam hidup ini tak ada yang linier, satu lagi yang takkan aku lupakan adalah pesanmu: DALAM KONDISI BAGAIMANAPUN KAMU HARUS BISA BERDIRI SENDIRI)untuk orang itu, terimakasih...
Aku menatap mata cokelatmu… ada kegalauan di sana. Kau tak bisa menyembunyikannya dariku. Tidak bisa. Kau tak pernah tahu seberapa jauh aku bisa menyelamimu selama aku mengenalmu. Guraumu hampa, senyummu tawar, pandanganmu kosong, nafasmu sesak, tanganmu getar, dan kutahu kau sedang bimbang. Aku tak berani memegang jemarimu meski sebenarnya aku ingin menggenggamnya untuk menenangkanmu dan mengurangi penat rasa yang menghinggapi dirimu.
Namun itu hanya di satu waktu, saat itu.
Sekarang guraumu bermakna, senyummu mengandung arti, pandanganmu pasti, nafasmu penuh kelegaan, tanganmu telah kembali kokoh. Kini kutahu kau telah kembali pada hidupmu yang penuh dengan semangat itu. Aku tak mau lagi untuk menggenggam jemarimu, menenangkanmu, mengurangi penat rasamu, karena kutahu kau lebih tegar dari yang kukira.
Aku menatap mata cokelatmu… ada kegalauan di sana. Kau tak bisa menyembunyikannya dariku. Tidak bisa. Kau tak pernah tahu seberapa jauh aku bisa menyelamimu selama aku mengenalmu. Guraumu hampa, senyummu tawar, pandanganmu kosong, nafasmu sesak, tanganmu getar, dan kutahu kau sedang bimbang. Aku tak berani memegang jemarimu meski sebenarnya aku ingin menggenggamnya untuk menenangkanmu dan mengurangi penat rasa yang menghinggapi dirimu.
Namun itu hanya di satu waktu, saat itu.
Sekarang guraumu bermakna, senyummu mengandung arti, pandanganmu pasti, nafasmu penuh kelegaan, tanganmu telah kembali kokoh. Kini kutahu kau telah kembali pada hidupmu yang penuh dengan semangat itu. Aku tak mau lagi untuk menggenggam jemarimu, menenangkanmu, mengurangi penat rasamu, karena kutahu kau lebih tegar dari yang kukira.
Selamat Ulang Tahun
Tak ada kejutan yang bisa kuberikan apalagi sebuah hadiah berharga untukmu. Tak ada kata yang terucap untukmu meski sekedar mengatakan “selamat ulang tahun”. Lidahku kelu dan seperti kebas pada rasa bahagia yang harus kau rasakan. Meski begitu, doa ini masih terus mengalun dalam hati. Dengan kesungguhan kututurkan di setiap malamnya, untukmu, untuk kita. Aku bisa tersenyum ringan saat kubayangkan kau juga sedang mendoakanku di sana. Di tepian rasa yang mungkin kau sendiri sulit untuk memaknainya.
Kenapa, kau mengajakku untuk meniti jalan yang berbeda? Kau pilih aku untuk merasakan sesuatu yang kadang kusesalkan, cinta dan kasih sayang untukmu. Meski seperti itu, namun kuyakin, tujuan yang lebih indah dan mulia akan kucapai. Kau mengajariku banyak hal yang membutku sadar bahwa hidup tidak hanya sekedar untuk diperjuangkan. Tapi hidup adalah perjalanan yang harus benar-benar diperjuangkan dalam tiap titian waktu. Kita mulai menjalani hidup dengan cara kita. Karena hidup adalah cara.
Kenapa, kau mengajakku untuk meniti jalan yang berbeda? Kau pilih aku untuk merasakan sesuatu yang kadang kusesalkan, cinta dan kasih sayang untukmu. Meski seperti itu, namun kuyakin, tujuan yang lebih indah dan mulia akan kucapai. Kau mengajariku banyak hal yang membutku sadar bahwa hidup tidak hanya sekedar untuk diperjuangkan. Tapi hidup adalah perjalanan yang harus benar-benar diperjuangkan dalam tiap titian waktu. Kita mulai menjalani hidup dengan cara kita. Karena hidup adalah cara.
Cintaku

Cintaku laksana kembara
Yang telah temukan tujuannya
Walau tanpa kata
Namun ada sekelumit doa di dalamnya
Cintaku laksana bunga
Yang telah tersirami
Meski tanpa semerbak
Namun kuncupnya selalu rekah
Cintaku laksana angina
Yang telah tahu ke mana arahnya
Meski tak terasa hembusannya
Namun ia selalu ada
Akhir Perjalanan
Maafkan jika khilaf ini,
Belum mampu membaca kaidah nurani
Belum mampu membaca sang rasa
Yang masih ingin selalu memuji
Namun, sungguh
Aku telah mencari
Di mana pelabuhan hati
Di mana perapatan perahu
Yang kudayung ini
Sungguh,
Aku telah mencari cermin di lautan itu
Agar aku mampu
Melihat bayang sang mentari
Sebagai penunjuk sang waktu
Sampai aku tahu
Dimana tepian kenisbian
Agar mampu kutemukan
Jalan keluar dari kefanaan
Sehungga kudapat sebuah kepastian
Tentang akhir perjalanan
Langganan:
Komentar (Atom)
