Minggu, 28 Desember 2008
Abad Prahara Ramalan kehancuran Ekonomi Dunia Abad Ke-21 (Resensi Buku Untuk TechnoMagz Edisi II, Bagian 2)
Ramalan kehancuran Ekonomi Dunia Abad Ke-21
Penulis : Alan Greenspan
Penerjemah : Tome Beka
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2008
Halaman : 555 + xxviii
Harga : Rp 100.000,-
Pada bulan Oktober 2008, dunia digegerkan dengan isu krisis keuangan global. Ternyata hal tersebut bukanlah sekedar isu isapan jempol. Perusahaan
Keuangan Amerika bangkrut karena investasi mereka tidak mampu
menghasilkan hasil yang kompetitif seperti yang dijanjikan. Sebagai negara adikuasa, keadaan negara yang seperti itu berpengaruh pada kondisi ekonomi dunia. Resesi ekonomi sebesar itu belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika. Seperti yang terungkap dalam buku ini, sebuah otobiografi Alan Greenspan. Di dalamnya dibahas tentang sepak terjang penulis selama masih menduduki jabatannya sebagai ketua Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika periode 1987-2006. Ia telah memandu ekonomi melewati era kekacauan menuju tingkat pertumbuhan yang luar biasa. Di bawah pengawasannya, ekonomi Amerika Serikat hanya mengalami dua resesi singkat. Greenspan layak dinobatkan sebagai pejabat publik yang sukses.
Buku ini cocok sebagai sebuah referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana sosok Alan Greenspan dalam menuntun arah ekonomi Amerika Serikat. Serta sebagai sebuah bacaan yang cocok bagi kalangan ekonom, akademisi, dan siapa pun yang ingin mengetahui tentang ekonomi Amerika Serikat dan mengapa sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Selamat membaca!
CHAMP!ON 101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati (Resensi Buku untuk TechnoMagz Edisi II, Bagian I)
Judul : CHAMP!ON
101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati
Penulis : Darmadi Darmawangsa
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbit : Agustus 2008 (Cetakan ke-6)
Halaman : 336 + xxiii
Harga : Rp 99.800,-
Hidup laksana sebuah arena pertandingan. Siapa mampu bersaing maka dialah yang akan menjadi juaranya. Setiap manusia pastinya ingin memperoleh kesuksesan dalam hidupnya. Namun rasa lelah, mudah mengeluh, putus asa, dan menyerah begitu saja kadangkala menjadi penghambat seseorang untuk menjadi sukses dan muncul sebagai pemenang. Manusia membutuhkan motivasi untuk dapat memompa semangatnya menuju kesuksesan itu. Sebenarnya motivasi itu tidak perlu jauh-jauh dicari karena banyak peristiwa di sekitar kita sebenarnya mampu dijadikan sebuah pelajaran untuk terus berusaha.
Buku yang ditulis oleh Darmadi Darmawangsa, seorang motivational speaker ini, di dalamnya bisa ditemukan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran dan motivasi. Penulis berusaha menuntun pembaca untuk memperoleh semangat dan selalu berpikir untuk menjadi pemenang. Champ!on menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Isinya yang berupa inspired story, refleksi diri, teguran, serta cara berpikir mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan memberikan cara perenungan tersendiri bagi pembaca. Ada 101 pelajaran untuk menjadi seorang juara yang dapat diperoleh dari buku tersebut. Selain itu pembaca juga dapat menuliskan apa yang ada dipikirannya dalam beberapa bab yang menyuguhkan latihan. Buku ini dilengkapi dengan CD yang menjelaskan tentang isi buku juga motivasi langsung dari penulisnya.
Buku ini tepat bagi siapa saja yang merindukan pencapaian kesuksesan yang besar. Cocok bagi siapa pun yang ingin menjadi juara dan ingin mendapat motivasi untuk mendukung pencapaiannya itu. Kesuksesan sudah selayaknya kita dapatkan, karena setiap orang dilahirkan untuk menjadi juara. Maka beranilah bermimpi, karena mimpi menuntun pada pikiran dan pikiran menuntun pada perbuatan. Selamat menjadi pemenang!
Kamis, 11 Desember 2008
Makna Kehadiran
Dirimu adalah salah satu bagian dari kenangan terindah dalam hidupku. Mengenalmu, menyukaimu, menyayangimu, mencintaimu, membencimu, bahkan berusaha melupakanmu adalah takdir Tuhan dan kesempatan yang aku (dan kamu) ciptakan. Maksudku pernah kita ciptakan. Aku pernah begitu ingin mengenalmu, mendekatimu dengan bahasa hati, membuatku merasakan rindu yang bergelegak seperti air seratus derajat celcius. Aku pernah merasa ingin memilikimu, dengan segenap keyakinan akan kebenaran rasa. Demikian, hingga aku mengerti bahwa semua itu tercipta sebagai sebuah proses. Dan sekarang, ketika kau telah berbeda haluan denganku. Setelah tak ada lagi kesempatan untuk mencipta kesempatan meski dengan begitu halus, aku berdoa semoga simpul dalam hati kita masing-masing telah kuat dengan apa yang kita pilih. Sehingga meski aku hanya bisa memilikimu dalam rasa, namun tetap ada yang terikat dalam hati kita. Makna kehadiran yang telah lalu dan telah berlalu. Tapi akan selalu ada dan berada pada tempatnya. Di ruang yang tepat, dengan bahasa yang telah diniat, hingga rasa tak membuat kita sesat.
KONTEMPLASI TAK SENGAJA
Suatu hari di Mushola GMSK
Ke Mana Pergimu Siang Itu?
Aku tak melihatmu siang itu
Siang di tengah guyuran hujan
Yang masih bersahabat dengan sang mentari
Aku tak melihatmu siang itu
Padahal biasanya kau telah ada
Sebelum aku datang ke tempat itu
Tempat di mana kau biasa berdiri bersamaku
Tempat yang tak pernah membedakan
Apa dan bagaimana keadaan kita
Kita bisa tetawa bersama
Sampai perut kaku
Kita juga bisa menangis
Sampai akhirnya tersenyum kembali
Tapi aku tak melihatmu siang itu
Ke mana pergimu?
Apa kau lupa bahwa hadirmu kunanti siang itu?
Kau selalu berjanji untuk datang
Namun kurasa kau telah lupa akan janjimu
Biasanya kau berdiri di tempat ini
Tempat kau jejakkan kaki
Saat ada rasa sesak begelayut di hatimu
Saat ada kebimbangan
Menghantui ruang jiwamu yang tak bisa kusebut kosong
Saat ada keraguan menari-nari dipelupuk matamu
Tapi kau tak ada siang itu
Apa berarti kau sedang bahagia?
Padahal bukan itu saja
Saat kau bahagia pun kau bagi denganku
Di saat siang yang berhari sama seperti siang itu
Tapi kau tak membagi kebahagianmu untukku
Apa kau lupa akan janjimu untuk menemuiku?
Lalu ke mana pergimu siang itu?
Jika Kau Memberi, Gunakan Hatimu

Saat sedang menunggu ibu penjual membungkuskan pesananku berupa nasi kuning dan konco-konconya (lauknya geto), ada seorang ibu yang berumur sekitar 45 tahunan mendekatiku. Pakaiannya tak cukup pantas untuk kubilang lusuh, dia menenteng kresek hitam. Lalu saat itu, dia menadahkan tangan padaku. Aku diam, kemudian ibu tersebut bilang “Neng, minta sumbangan Neng” tapi kau tetap saja tak bergeming dari posisiku. Aku tak tergerak untuk mengulurkan tanganku. Sampai akhirnya ibu itu pergi, tanpa pemberian dariku atau pun orang-orang yang sedang ada bersamaku di dekat gerobak itu.
Setelah pesananku siap, aku membayarnya dengan tiga lembar uang ribuan yang aku taruh di anakan tasku. Lalu aku lanjutkan berjalan, tetap mepet dengan got-got bau itu. Sekitar 10 meter kakiku melangkah, aku kembali bertemu dengn ibu yang meminta-minta tadi. Hal yang sama sedang dia lakukan di depan sebuah tempat bimbel. Kuamati sebentar, tetap saja, orang-orang yang berada di
Jumat, 28 November 2008
Aku Mencintaimu Dalam Bisu
Aku mencintaimu dalam bisu
Karena kata tak lagi bermakna
Aku mencintaimu dalam bisu
Karena makna tak lagi berarti
Aku mencintaimu dalam bisu
Karena arti kucari dari kebisuan itu
Aku mencintaimu dalam bisu
Karena kutahu kau menghendaki itu
Aku mencintaimu dalam bisu
Karena kutahu bersuara bukanlah hakku
Aku mencintaimu dalam bisu
Karena kutahu diam itu jawabmu
Aku mencintaimu dalam bisu
Dalam keterpaksaan untuk tak berbicara
Aku mencintaimu dalam bisu
Di tengah kebimbangan akan nuraniku
Aku mencintaimu dalam bisu
Meski hatiku berkata “Aku Mencintaimu”
Tapi aku tetap mencintaimu dalam bisu
Tanpa Judul (Karena Sebuah Kebimbangan)
Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu
Dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat.
Tariklah napas dalam dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini, jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu ketika hatimu bicara, beranjaklah, dan pergilah kemana hati membawamu.
(Tamaro, 2004:215)
Aku sedang membuat suatu keputusan untuk mundur. mundur untuk melunturkan rasa. mundur selangkah untuk maju tiga langkah atau bahkan lebih. tapi ternyata itu tak mudah. Banyak yang mengusikku... banyak yang membuatku bimbang....
Sebenarnya mudah saja jika aku mampu dengan begitu saja tapi kenyataannya aku masih belum mampu.
AKU BISA
Aku tak mengerti mengapa perasaan ini hadir dan sirna begitu saja. Sebenarnya apapun yang aku rasakan sulit sekali untuk ditebak dan diungkapkan. Awalnya kadang aku begitu gembira, berlanjut menjadi begitu sedih, kadang – kadang tak terasa istimewa sedikitpun. Ah…rasanya sangat melelahkan, penat, dan membuatku bimbang. Persahabatan, relasi, Family, rasa cinta untuk mereka semua membuatku kuat. Biarpun ada kesedihan tapi senyum dan sapa dari mereka membuatku lebih bersemangat menatap kehidupan yang akan datang. Kadang memang sulit ditebak. Kadang pula aku sampai bertanya ada apa denganku? Terlalu lelahkah? Mungkin aku sedang mengigau berpikir tentang seorang sahabat yang telah pergi untuk selama – lamanya. Tinggalkan kami semua yang mencintai dan menyayanginya.Mungkin juga aku sedang menghayal bertemu partner debatku di Bawang. Mungkin juga au sedang bermimpi untuk menjadi juara. Tapi semua itu aku lakukan karena aku yakin aku bisa. Aku suka dengan syair lagu ini :
KADANG KUTAKUT DAN GUGUP
DAN KUMERASA O… O TAK SANGGUP
MELIHAT TANTANGAN DI SEKITARKU
AKU MERASA TAK MAMPU
“”””””””””””
AKU BISA..AKU PASTI BISA!
Biarpun hanya sebuah lagu seperti itu,tapi selalu aku nyanyikan sebagai support buat diriku sendiri. KARENA KUYAKIN AKU BISA!!!!!!
Flash Back Masa Setelah Ujian Nasional
Ne tulisan aku bikin waktu baru keluar dari ruang ujian, langsung deh ngacir ke warnet dekat sekolah. Nulis deh kayak orang bego yang habis kesurupan setan ujian. kemarin waktu buka-buka direktori di komputer bututku ternyata masih ada. ya mau dibaca atau nggak yang jelas tulisan ini membuatku menghargai sejarah. Ya minimal sebuah sejarah bahwa kau pernah mengalami masa-masa jenuh sebelum Ujian Nasional. Serta rasa takut nggak lulus ujian, bisa jadi bulan-bulanan masyarakat kalo aku smapai kagak dapat titel LULUS. Tapi Alhamdulillah, aku lulus dengan baik... dan sekarang sejarah sedang berjalan kembali..... Ceritaku waktu itu kurang lebih seperti ini:
Hari ini aku baru selesai Ujian Nasional. Cape'! Of course cape' lah. Secara hiperbolis anggap aja antara hidup dan mati. Temenku sampai bilang kalau kita semua ( angkatan kelas tiga di sekolahku yang ngikutin unas ) tuh mati dulu baru ngrasain sakit. Tapi aku nggak nerima sepenuhnya, walau dalam hati tentu aja ( nggak takabur ) aku merasa was - was banget soal hasilnya nanti. 16 Juni boooo... lama banget mbok? sampe bete atau mungkin malah lupa kalau lagi nunggu hasil ujian. Yah... sekarang tinggal ngandalin kekuatan doa.
Never mind! take it easy to facing the result later. But truly i'm afraid. Oh no! i can't imagine if i don't pass this final.
Walaupun rasa was - wasku seakan menggunung di hati ini ( tambah hiperbolis kaleee ) ya nggak tahu gimana rasanya mang di dalam sini kayak ada batu - batunya yang menyumbat pernapasanku. tetapi dengan keyakinanku aku meyakinkan diri bahawa aku pasti lulus. Aku harus membahagiakan my parents. Semua orang yang menyayangi aku sedang menunggu keberhasilanku. Aku harus mampu! Sempet juga kemarin dapet sms dari kakak kelasku yang intinya dia nyuport aku dengan berkata seperti ini " 17 tahun telah aku lalui ujian hidup, masa hanya ujian nasional yang hanya tiga hari saja aku tidak mampu". I think i agree with his statement. Later he will be my senior in IPB.
Ya! aku dah diterima di IPB jurusan komunikasi dan pengembangan masyarakat. Seneeeeeng banget rasanya ada satu beban yang udah hilang buat nyari PTN. Sebenarnya aku ingin menulis ini untuk sebuah cerpen, tapi rasanya aku sedang buntu. Sekarang aku cuma berpikir gimana caranya merefresh otakku dari kepenatan bahasa indonesia, matematika, dan bahasa inggris.
Semoga tulisan ini akan menjadi sebuah rangkaian biografi hidupku. Ya...aku berharap akan menjadi seorang public speaker yang excellent, jadi great writer, jadi istri yang solehah ( eleh...eleh, hari gini dah bilang mau jadi istri, tapi cita - cita dan rencana kan boleh ). Terus yang aku harapkan, aku penegn banget jadi menteri pemberdayaan perempuan. Kenapa geto ya ? Ya miris aja sama keadaan perempuan indonesia yang dari jaman bahaula hanya wara - wiri jadi TKW. Mirisnya lagi mereka cuma dapat gaji nggak seberapa plus yang nambah hati kita tersayat kalau kita mendengarnya adalah ketika mendengar mereka dianiaya.
Aku nggak mau bangsa indonesia cuma dicap " bangsa Pembantu " oleh negara lain. Kapan Indonesia mau maju dan bisa bersaing di pasar bebas 2010 kalau mutu SDM nya aja kayak yang kita ketahui sekarang. Mimpi kaleee yeee. Emang sih, semua kun fayakun. Kalu Allah sudah menghendaki kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. it's not impossible. Tapi usahanya sekarang? faktanya, alokasi dana alias uang negara aja kebanyakan untuk bencana lam dan juga disantap para koruptor. Aduh babe....untuk bisa bersaing kan perlu modal. Modal otak doang kan kurang jadi, harus juga ada suport dana. Tapi gimana ya??????! cape' deh!!!!!
****
Kemarin - kemarin sebelum pelaksanaan ujian nasional, aku ngrasa jenuh banget sama dunia formal. Ya...sekolah itu. aku jadi bingung sendiri, dulu aku study oriented banget. tapi saat aku butuh banget untuk bisa berpikir bahwa aku harus sukses, eh malah aku loyo. Sebel juga c. Tapi akhirnya aku bersyukur pula bahwa ternyata rasa itu bisa sedikit demi sedikit aku pupuk.
Selama ini yang aku pikirkan adalah bagaimana untuk mencapai sebuah kejayaan dari nama baik, kesuksesan dari nilai baik, terus apa lagi Ya ??? Lah intinya aku tuh egois banget. TApi berlahan - lahan keegoisan itu luluh juga ketika aku mendengar perkataan seorang adik kelas " kita tuh belum suksesz apabila kita belum bisa menyukseskan orang lain". Nah lo! jangan - jangan aku kayak gitu, sebenarnya kau belum suskses dari pa yang selama ini telah aku capai denagn susah payah. Mulai dari sini deh aku terbuka hatinya, makasiiiiih banget buat Isnaeni Rahmawati yang sudah " seara nggak langsung" ngingetin aku.
****
Kesannya tulisan ini melompat - lompat, tapi biarlah. Aku hanya ingin meredakan emosiku, membuat lega hatiku. Masih rada stress juga gara - gara unas.
ADA JUGA SIH HARAPAN BAHWA TULISANKU AKAN DIBACA JUGA OLEH OANG LAIN. yA ELAH DICETAK HURUF BESAR ( YA BARANG KALI AJA YANG NGELIHAT LANGSUNG IBA (HE...HE...). semua serba mungkin termasuk dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Nggak salah donk apa yang udah aku tulis di atas kalau aku pengen jadi ini jadi itu, ya jadi the best lah. walau boleh dibilang aku masih kuper n kurin juga tentang apa yang aku impikan. Makanya, mulai sekarang cari - cari experience lah. Kalee aja bisa jadi dasar, apa bisa jadi sadar. Tapi ku tetap masih...ah...masih apa ya? ku juga bingung.
KML: Dari Bisnis Teri Kecil-Kecilan Sampai Eksportir Teri Terbesar Di Dunia (Tulisanku Untuk TechnoMagZ FATETA IPB Edisi 1)
Di era globalisasi ini kebanyakan orang termasuk mahasiswa, menghendaki sesuatu dengan cara instant. Sukses namun tanpa jerih payah yang nyata. Namun berbeda dengan sosok bersahaja, Muhammad Nadjikh, Owner dan CEO PT Kelola Mina Laut (KML). Beliau merintis salah satu perusahaan seafood terbesar di Indonesia mulai dari titik nol. Perusahaan yang didirikan Agustus 1994 tersebut, awalnya hanya perusahaan kecil dengan operasional yang apa adanya dan karyawan yang sedikit. Karena keuletan dan kesungguhan hati, saat ini PT Kelola Mina Laut (KML) telah mempunyai lebih dari 5000 karyawan.
Walaupun sempat menghadapi masa krisis moneter, 1998 silam, KML tetap eksis hingga saat ini. Bahkan pangsa pasarnya pun telah menjangkau seluruh dunia. “90% dari produk seafood KML diekspor ke seluruh dunia, mulai dari
Dihubungi via telepon, lulusan Teknologi Industri Pertanian IPB tersebut mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi sekarang. Di masa yang sedang booming dengan istilah agroindustry sekarang ini, disayangkan sekali karena aktornya kebanyakan bukan dari IPB. Padahal, menurut beliau, lulusan IPB harusnya yang memajukan pertanian. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau memajukan pertanian
Nah, beliau juga berpesan untuk civitas IPB maupun alumni. Jangan takut untuk memulai bisnis dari nol. Untuk memulainya tentu saja harus pandai melihat peluang dan juga menghadapi tantangan. Apa gunanya prospek jika tidak jeli dan pandai menangkap opportunity? Kemudian beliau menghimbau, supaya kita tidak terlalu complicated dalam pola pikir. Berpikirlah simple dan sesederhana mungkin namun maksimal. Tidak perlu gengsi dengan teknologi terapan yang sesuai dengan kondisi di
Agaknya perlu mengutip kiat sukses beliau yang diungkapkan dalam buku 10 Pengusaha yang Sukses Mengelola Bisnis Mulai dari Nol karya Sudarmadi (penerbit Gramedia). Berikut adalah langkah dan kebijakan yang diungkapakan oleh Muhammad Nadjikh, Presiden Direktur Pt Kelola Mina Laut (KML).
- Kalau ingin madiri dalam berwirausaha, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengetahui potensi dan prospek pasar dari produk atau jasa yang akan ditawarkan. Jangan masuk bisnis tanpa keyakinan pasar.
- Dalam bisnis, modal tidak harus dari uang milik sendiri.
- Ketika baru memulai langkahnya sebagai entrepreneur, jangan langsung berpikir akan mendapatkan untung besar. Yang penting usaha jalan dulu dan bias menutup biaya-biaya yang ada, khususnya buat menggaji karyawan.
- Salah satu pemasaran yang efektif untuk mencari klien baru adalah dengan pola experiental marketing (ajak klien untuk melihat proses produksi).
- Dalam menjalankan langkah-langkah pemasaran, mesti berorientasijangka panjang dan terus menjaga hubungan baik dengan para pelanggan.
- Hambatan cultural, mental, dan psikologis seringkali menjadi kendala atau bahkan menjadi pemicu kegagalan dalam merintis usaha. Contohnya adalah perasaan gengsi. Sebgai entrepreneur kalau ingin sukses ia harus terjun ke lapangan, menawarkan ini-itu.
- Jangan cepat puas dengan hasil yang diraih.
- Dalam bisnis, sangat penting menjaga kepercayaan orang lain atau trust, khususnya soal janji pembayaran.
- Seorang entrepreneur perlu membangun sistem imbalan (compensation and benefit system) yang layak, jelas, dan terencana sejak awal.
Harapan Untuk Terus Berproses Atau Berhenti
Suatu malam saat sinyal tiba-tiba hilang, aku smsan dengan seorang yang kupanggil Kakak. Awalnya hanya obrolan ringan aja, tapi kelanjutannya cukup bermakna...
A: “Kayaknya Tuhan nggak mengizinkan supaya aku ngajak Kk’ jomblo, he he, buktinya tiba-tiba aja sinyal ilang.”
L:”Artinya kamu nggak bisa jomblo terus... harus mengejar cintamu yang nggak pernah nyakitin. Iqra’ dan raih....”
A:”Cinta yang nggak pernah nyakitin itu kalau kita kembalikan cinta tersebut pada yang di atas. Aku harus belajar semua itu, kalau cinta pada manusia pasti ada sakitnya. Apalagi bawa perasaan.”
L:”Hakikatnya cinta nggak pernah menyakiti, ketiadaan ikhlas yang menyakiti kita. Ikhlas di hatiku juga sedikit luntur, tapi itu yang membuat aku sedikit kuat. Aku yakin ada sebuah kejadian besar yang siap menungguku di depan.”
A:”Banyak ‘kejadian besar’ yang menunggu di depan. Kita hanya bisa meyakininya karena kita bukan Tuhan. Jika berbicara ikhlas, setiap orang pasti pernah merasa tidak ikhlas untuk kehilangan, karena itu butuh kesiapan.”
L:”Kehendak Tuhan sudah terturunkan pada manusia yang mengerti, tentang sejauh apa manusia itu berproses. BERHENTI/selesai atau terus berPROSES. Semakin baik input dan proses sudah dapat dijamin outputnya bagus.”
A:”Jika aku disuruh untuk memilih, maka aku memilih untuk terus berPROSES. Karena Tuhan merancang kehidupan sebagai sebuah proses. Seperti pohon yang tumbuh dan selalu berujung pada sebuah titik saat segala sesuatu akan berhenti.”
L:”Iya, tergantung bagaimana kamu mengartikulasikan apa itu proses, proses nggak ada yang muda, butuh banyak air mata dan kesabaran untuk mendapat kebahagiaan hidup.”
A:”Kk’ bisa berbicara seperti itu, lalu kenapa Kk’ menganggap diri Kk’ jahat dan hancur?”
L:”He he he... itu membuatku semangat, aku berucap tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Banyak sekali yang nggak tahu karakterku. Aku nggak akan mati sebelum aku buat sesuatu yang besar dan baik. Aku hidup untuk itu, kamu De’?”
A:”Mottoku, hidup nggak sekedar menunggu mati tapi hidup untuk berprestasi. Prestasiku adalah ketika aku bisa bermanfaat dan membahagiakan orang lain. Aku akan mati dan orang akan mengenangku sebagai bagian dari kebaikan mereka.”
L:”Aku berdoa untukmu dan kutunggu prestasimu. Aku orang pertama yang akan kasih selamat.... Jiwa seperti itu yang kuharap darimu.”
A:”Makasih ya K’ karena harapan itu membantu untuk mengubah mimpiku menjadi kenyataan. Aku janji nggak akan menjadikan harapan itu sia-sia. Karena aku telah dipercaya, kepercayaan itu tidak mudah didapat.”
Sekilas itu hanyalah hal biasa saja yang mungkin banyak orang bisa mendiskusikannya kapan pun mereka inginkan. Tapi bagiku... ada semangat yang tersirat dalam setiap karakter yang diketikkan dalam pesan itu. Bisakah kau temukan maknanya?
Don't Wanna Think About You (Lirik Lagu Simple Plan)
Can you leave me here alone now?
I don't wanna hear you say
That you know me
That I should be
Always doing what you say
'Cause I'm trying get through today
And there's one thing I know
I don't wanna think about you
Or think about me
Don't wanna figure this out
Don't wanna think about you
Or think about nothing
Don't wanna talk this one out
I won't let you bring me down
'Cause I know
I don't wanna think about you
Don't wanna think about you
When I wake up here tomorrow
Things will never be the same
'Cause I won't wait
'Cause you won't change
And you'll always be this way
Now I'm gonna get through today
And there's one thing I know
I don't wanna think about you
Or think about me
Don't wanna figure this out
Don't wanna think about you
Or think about nothing
Don't wanna talk this one out
This time I won't let you bring me down
Won't let you shut me out
This time I know
I don't wanna think about you
Run away, run away
Running as fast as I can
Run away, run away
I'll never come back again
Run away, run away
Don't wanna think about you
Or think about me
Don't wanna figure this out
Don't wanna think about you
Or think about me
Don't wanna talk this one out
I don't wanna think about you
Or think about me
Don't wanna figure this out
Don't wanna think about you
Or think about nothing
Don't wanna talk this one out
This time I won't let you bring me down
Won't let you shut me out
This time I know
I don't wanna think about you
Run away, run away
Don't wanna think about you
Repeat 3X
Run away, run away
When I'm With U ( Lirik Lagu Simple Plan)
I'm trying to leave the memories of you behind
I'm gonna be fine
As soon as I get your picture right out of my mind
[CHORUS]
I wanna feel the way you make me feel when I'm with you
I wanna be the only hand, you need to hold on to
But everytime I call you don't have time
I guess I'll never get to call you mine
For nothing at all, I know theres a million reasons
why I shouldn't call
With nothing to say, could easily make this
conversation last all day
[CHORUS]
Another lesson I didn't get to learn
Your my obsession
I've got nowhere to turn
[CHORUS (repeat 2X)]
Jumat, 21 November 2008
Kita Mulai Dengan Akhir
Aku takkan menjadikan akhir itu sia-sia seperti kubangan air hujan yang dibiarkan tidak mengalir sehingga menjadi bau yang tak sedap. Aku takkan menjadikan akhir itu sia-sia seperti orang yang terserang maagh tetapi memakan asam sehingga membuatnya semakin tersiksa. Tapi aku akan menjadikan akhir itu sebagai akhir yang bijaksana, akhir yang indah, akhir yang bermakna. Akhir yang akan melahirkan harapan baru untuk sesuatu yang lebih baik.
Hari Senin Itu Aku Tidak Buta

Hari senin itu, aku menjejakkan kaki di sebuah tempat di mana aku bia melihat ke bawah. Aku rasa, saat itu hati ini menyadari bahwa ada nikmat Tuhan yang selama ini kita abaikan. Nikmat yang kita rasa sepele tapi ternyata begitu besar. Nikmat mata, nikmat indera penglihatan itu sering kita abaikan. Aku sendiri menyadarinya tanpa sengaja, tanpa kesengajaan tepatnya. Doa-doa yang selama ini keluar dari mulut yang masih banyak salah ini pun tak sempat untuk menggumamkan sebaris kata"Alhamdulillah Ya Allah, kau berikan hamba mata untuk melihat apa yang Kau ciptakan". Aku malu pada Zat yang kuyakini sebagai yang Maha dari segala Maha, hari senin itu.
Dari atas sana, dari tempat yang dapat tercapai jika aku menaiki anak tangga yang berbilang tak sedikit, aku merasakan nikmat melihat itu adalah luar biasa. Aku bisa tahu bahwa di bawah sana ada danau yang hijau warnanya, ada burung-burung liar Owak Malam yang bertengger di pohon yang tak kuketahui namanya. Aku bisa melihat orang-orang berjalan, melakukan aktivitasnya masing-masing.
Aku selalu menunggu hari senin itu lagi, agar aku bisa terus-menerus sadar bahwa aku tidak buta. Hari senin itu, pandanganku lepas, aku bisa melihat gunung Salak berdiri tegap dan begitu gagah saat matahari yang memata-matai hari tak bersembunyi di balik awan. Dan ada saat-saat tertentu dimana aku sama skali tak bisa melihat kegagahan gunung Salak, karena tertutup kabut putih. Tap bagiku tak kalah indah, terlihat atau tidak terlihat. Yang pasti aku bersyukur bahwa aku bisa melihat, tidak buta.
Selasa, 18 November 2008
Pada Sebuah Nama
Pada sebuah nama yang tak perlu kusebutkan,
pada sebuah wajah yang tak perlu kutatap,
pada sebuah hati yang tak lagi harus kululuhkan,
pada bola mata yang tak bisa lagi kupandang,
pada jemari-jemari yang tak mungkin lagi kugenggam,
pada wajah manis yang hanya bisa sekedar kukagumi,
dan hanya pada sebuah sosok yang terlanjur melekat di hatiku
Mengapa aku berpikir tak akan pernah menyerah untuk satu sosok itu
Aku sendiri bingung
Doa apa yang pernah terucap dan reaksi apa yang pernah terbentuk?
Yang pasti semua itu kian melekat
Namanya tak pernah lepas dari doaku
IQRA'
Tentang membaca. Mengapa membaca? Karena membaca adalah suatu pekerjaan yang membedakan kita dari makhluk lain. Membaca menunjukkan bahwa kita, manusia, mempunyai akal dan budi. Bukankah begitu?
Capricorn
Menurut para Astrolog orang Capricorn memiliki tanggung jawab, disiplin,praktis, methodical, berhati – hati, serius, dan kadang – kadang mempunyai sifat yang pesimis. Orang Capricorn percaya bahwa segala sesuatu adalah berharga, juga bekerja keras, dan mereka ditempatkan untuk menjadi pemenang terus menerus dan juga menjadi pekerja keras.Tipe Capricorn adalah suka menyendiri dan pemalu, terkadang canggung, karena mereka tinggal dan terfokus pada tanggung jawab. Bagi mereka hidup adalah urusan yang serius, dan kadang mereka mempunyai kesulitan untuk rileks dan bersenang - senang. Karena hal inilah, Capricorn adalah seorang yang suka menyendiri.
Para Astrolog percaya pahwa orang Capricorn adalah respect power, berwibawa, tersusun atas tradisi dan hal lain yang bernilai dan mempunyai daya tahan diuji dari waktu ke waktu. Orang Capricorn mempunyai ambisi yang tinggi dan mereka tidak gampang dipuaskan hanya karena sebuah level kekuatan dan kewibawaan. Mereka perlu dasar untuk keamanan, khususnya keuangan, dan mereka sering bekerja keras untuk menjadi kaya.. Profesi yang cocok untuk orang Capricorn adalah banking, pemerintahan, pebisnis besar, dan situasi yang lain dengan power hierarchies, pertambangan, pertanian, dan konstruksi.
Selama Masih Sayang
Sial! Kubanting pintu kamarku. Tak peduli apa yang akan ibuku katakan melihatku seperti ini. Ya kuakui kalau aku bukan tipe cewek feminin yang doyan manja. Aku juga bukan cewek tomboy yang selalu aja pengen tampil beda dari umumnya cewek. Aku biasa saja. I’m myself. Boleh deh dicetak tebal digoresin pake tinta yang bisa nembus batu biar jadi prasasti sekalian. Aku selalu pengen jadi diriku sendiri. Aku selalu berusaha nampilin dan mempersembahkan kemampuanku. Aku selalu berusaha menunjukkan kepada mereka kalau aku bisa melakukannya.
Tapi untuk yang satu ini, aku sendiri nggak tahu kenapa bisa sampai terjadi sama aku. Tengsin banget rasanya. Nyebelin banget. Bikin sakit, bukan hanya sakit hati aja, tapi juga sakit kepala.
Tak semestinya aku yang terluka,karena diriku yang pertama mencintaimu. Tak seharusnya dia yang kau terima jadi milikmu jadi yang kau mau…. ….Aku terluka tanpa kau senagaja.
Langsung kupencet tombol stop di compact disk ku. Ah lirik lagu itu bikin aku semakin benci dengan perasaanku sendiri. Lagian aku juga tolol sih! Lho kok? Iya, biasanya aku paling benci dengar lagu mellow yang cengeng. Mending dengerin In the End nya Linkin Park atau juga Crash and Burn nya Simple Plan. Yah mungkin memang sudah takdir, nggak tahu kenapa aku langsung ngambil MP3 yang isinya lagu – lagu mellow punya kakakku dan mendadak kupingku minta dengerin punya Dea Mirella.
@@@
Tadi malam adalah malam minggu. Irfan sms aku, biasa dia anaknya motivator banget. Pasti ada – ada saja yang diomongin. Apalagi musim kayak gini. Bukan musim hujan tapi musim persiapan ujian nasional yang jadi momok buat semua kalangan. Dalam tanda kutip kalangan siswa, guru, maupun penjaga kantin. Lho kok? Penjaga kantin ikut disebut? Ah kayak nggak tahu saja. Mereka tuh jadi nambah stok makanan, kelebihan order jajanan, tersenyum menerima uang di atas kepanikan siswa yang merasa panik karena harga jajanannya mahal –mahal. Tapi itu nggak penting, yang penting sekarang adalah soal sms Irfan tadi malam.
Q hrs ket4 km jam brp?
Sent 18 : 41 : 28
Aku balas up to him aja. Aku nggak mau maksa – maksa dia. Aku capek dia apalagi. Aku pengin istirahat mungkin dia malah pengin tidur. Maklumin saja, kita berdua sama – sama jadi anak perantauan, aku tiap minggu pulang, kalau dia sebulan sekali, bukannya bawa uang tapi nglaporin pembukuan yang selalu kurang dana. Maklum aja deh, kita sama – sama nyari ilmu yang tempatnya lumayan jauh dari tempat tinggal kami. Oh God, I hope You always blesses us.
Ky’nya q ga jd ket4mu.
Q cpe’ bgt. Sry ya L
Qt ktmu bsk aja deh.
Sent 18 : 52 : 03
Aku balas up to him lagi, percaya kalau dia kecapekan, ngendarain motor hampir lima jam kan bikin pegel. Sebenarnya aku juga sediit malas ketemu dia. Ya malas aja. Pokoknya lagi badmood ( Ciee bahasanya rada keren dikit neeh ). Tapi sebagai cewek yang ngerasa kalau Irfan itu boyfriendku, tetep aja biarpun cuma sedikit, aku pengen cerita sama dia. Habisnya dia kayak psikolog banget. Asyik deh kalau ada masalah cerita sama dia.
@@@
Habis makan malam ala masakan bunda ( soalnya kalau di tempat kost masakannya itu – itu aja, ya…biasa, tumis kangkung sama tumis tempe. Paling banter sama telor. Apalagi kalau hampir sabtu, seringnya makan mie instant doang. Tapi kita enjoy aja. Yang belum pernah kost pasti penasaran?!) aku nongkrong di depan tv. Acaranya boring semua. Klise banget. Masak acara cuma nangis, pacaran, rebutan warisan, paling kerenan dikit kalau ada stasiun tv yang muterin film layar lebar. Aku pindah posisi. Nyalain XPku. Buka – buka file lagu yang lumayan merajai isi data – dataku.
Boleh dibilang aku ini maniak musik. Suka musik, tapi nggak gibol. Musik itu fresh, asyik, walaupun seleraku agak beda sama kebanyakan cewek. Musikku itu sesuai keadaan. Ya sesuai sikon gitu. Bukan sekedar easy listening, tapi yang pas di kuping. Band favoritku Linkin Park. Penyanyi solo yang keren Glen Fredly. Nasyid yang OK Justice Voice. Kalau yang cewek Melly Goeslow boleh tuh. Yap kira – kira lagu mereka yang sedang aku dengerin sekarang. Tapi dipikir – pikir cocoknya syair Saykoji deh “malam minggu kesepian dan sendirian”. Tapi kan aku bukan jomblo. Bosen juga dengerin lagu, aku men-turn of komputerku. Masuk kamar, nyentuh gitar, kupetik, kunikmati nadanya. Sambil komat – kamit nglantunin my immortalnya Evanescence. Capek! Kuraih selimut, kurebahkan diriku di tempat tidur yang hanya aku pakai seminggu sekali. Belum lima belas menit aku merem, HP bunyi. Sms dari Irfan.
Re, ntar klo mo tahajud
Q dbangunin ya.Coz
Q ky’nya tdr mlm.
Tmnq mnta aq nmnin dia
Wlo cm lwt tlpon.
Dia lg byk mslh. Bntu
Doain dia ya. Nmnya Ale.
Kubalas dengan kata – kata penyemangat. Ya iyalah! Dia kan mau bantu temannya yang lagi kesulitan. Aku bangga sama di ayang benar – benar peduli sama temannya. Apapun yang bisa dia lakuin buat teman, pasti dia lakuin. Bangga deh punya boyfriend seperti dia. Nggak lupa pula aku tulis kalau aku juga pengen kenal sama Ale temannya itu. Aku minta nomer HP Ale. Pokoknya aku ndukung Irfan supaya bisa bantu Ale semampu dia.
Ya aq jg pgn km knl ma dia
Orgnya baik, bijak, asik,
Pnter, setia kwn,humoris,
Inisiatif,hangat.
Bkn mksdq bandingin km
ma Ale. Q tulus syg ma km.
Heeeh! Illfeel deh. Irfan nggak sadar dia lagi sms sama siapa? Dia lagi sms aku. Rere, girlfriendnya. Masa dia muji - muji cewek. Gondok lagi. Aku percaya deh, bukan aku doang yang ngerasa sakit hati kalau cowoknya muji cewek lain. Akhirnya aku nggak mbalas sms dia. Nunggu mungkin dia mau minta maaf dan ngerasa salah karena dia sudah bikin aku bete, tapi nggak ada message yang masuk. Biarpun hati ini lagi pegel, aku paksain tidur. Nggak tahu ntar malam bangunin Irfan untuk tahajud apa nggak. Tapi aku sempetin deh, itu kan ibadah. Jangan campurin ibadah sama urusan yang lain. Setuju kan?!
@@@
Aku sadar kalau sedari tadi aku ingat – ingat kejadian tadi malam. Sebenarnya nggak sengaja tapi sudah membuat hatiku tergores sama pujian Irfan untuk Ale. Perasaan hampir dua tahun pacaran sama dia, belum pernah dia muji aku kayak gitu. Paling banter dia bilang aku beda dari kebanyakan cewek. Punya prinsip. Aku? Punya prinsip? Iya dong, hidup tanpa prinsip tuh cuma miliknya orang – orang imbisil sama orang gila. Aku pengen jadi yang normal, so hidupku harus berharga, bermakna, not only in this world but also I the here after.
Aku lihat jam, wah sudah hampir jam sembilan. Aku punya rencana mau ke warnet, ngilangin suntuk. Siapa tahu ada mail yang masuk ke inbox-ku. Yah ada sih beberapa dari teman – temanku di Semarang. Tapi aku masih tetap saja nggak tenang. Terus saja memikirkan Irfan dan Ale. Mungkin Ale hanya sekedar teman dekat Irfan. Tapi yang dekat kan kadang jadi lekat. Aku nggak sanggup kalau Irfan suka sama cewek lain. Dia memang selalu mengajarkan padaku untuk tidak berusaha supaya dicintai tapi berusahalah untuk mencintai. Karena kalau kita mencintai orang lain, InsyaAllah kta juga akan dicintai sama orang lain. Rasional banget.
Mau pulang ke rumah malas deh. Minggu, aku pengen refreshing, besok kan senin. And I think that I’m still hate Monday. Senin melelahkan. Lihat saja besok, aku harus mulai lagi berkutat dengan buku – buku tebal, belajar materi – materi eksak. Full deh. Aku mengambil HP di sakuku. Aku mulai nulis sms untuk Irfan. Aku minta ditemenin jalan – jalan. Ke mana saja lah! Asal jangan ke tempat yang nggak diperbolehin.
Bukan Irfan namanya, kalau nggak menuruti permintaanku. Belum lima belas menit aku tunggu, dia sudah nongol. Sesuai kesepakatan, aku sama dia nggak pergi ke mana – mana. Kita balik ke rumahku. Sebelumnya mampir ke rental dulu minjem CD film. Yah akhirnya mutusin untuk nonton deh. Nggak apa – apa lah, nonton sama Irfan kan asyik. Memang aku sudah lupa sms dia tadi malam? Belum. Aku Cuma nyoba melupakannya. Ngapain pusing – pusing. Kalau Irfan benar – benar sayang sama aku, pasti dia nggak bakalan berpaling. Itu sih harapanku. Tapi hari ini dia janji mau ngasih nomer HPnya Ale. Tuh kan inget Ale lagi…. Nggak, aku Cuma ingat tadi malam aku minta nomer HPnya, mau kenalan gitu. Kan asyik nambah satu teman.
@@@
Aku duduk nyantai sambil makan cemilan di sebelah Irfan. Filmnya asyik, sudah pernah nonton tapi tetap nggak bosen. Bintang Jatuh, yang dimainin sama Dian Sastro. Keren deh! Wah sudah basi ya? Bagi aku kisahnya OK.
Film selesai barengan dengan habisnya cemilan di stoples yang aku pegang. Irfan Cuma geleng – geleng doang. Senang rasanya lihat dia senyum sama aku. Manis. Habis itu, aku mulai cerita suka duka yang aku rasain selama nggak ketemu dia. Mulai dari yang kecil sampai yang rada gede dan yang benar – benar gede.
“Katanya gue mau dikasih nomernya Ale?” aku mengingatkan dia. Dia langsung ngeluarin HP dan memberikannya padaku. Aku men-save di HPku. Aku juga dilihatin sms Ale buat dia. Kubaca, ya hampir saja aku mau nangis. Sure, kayaknya mereka benar – benar akrab. Bisa dibaca dari cara mereka sms. Bahsanya renyah banget. Nggak salah kalau Irfan muji Ale. Mungkin memang Ale begitu sempurna. Beda sama aku yang rasanya terbatas banget.
“Re, kadang aku berpikir, kalau aku pengen….” Irfan tidak meneruskan kata –katanya karena aku sudah memotongnya dengan gurauan.
“Pengen putus?” tanyaku bercanda. Tapi dia mengangguk.
“Aku sering curhat sama Ale. Dulu sebelum sama kamu, aku nggak pernah curhat sama orang lain. Apalagi sama cewek. Baru setelah ketemu Ale aku mulai curhat. Soalnya dia bisa ngasih saran yang membangun banget. Dia selalu ngingetin aku, kalau jadi cowok harus prinsipil. Ya prinsipil. Dan prinsip aku untuk jatuh cinta adalah cuma satu kali saja. Dan itu adalah kamu. Jadi sekuatnya aku bakal mertahanin hubungan kita, betapapun pahitnya” Dia memandangku sambil tersenyum.
Memang pahit Fan. Pahit banget. Aku nggak akan siap untuk putus sama kamu. Aku jadi berpikir kalau Irfan suka sama Ale. Sedari tadi yang dia omongin Cuma Ale doang. Memangnya aku nggak pernah apa ngasih dia saran yang membangun? Nggak ngehargain banget. Ya minimal jaga perasaanku ngapa? Aku kan sensitif, seenaknya saja dia muji – muji cewek di depanku. Kemarin yang di sms aku masih maklumin. Tapi sekarang?
“Wah dia pasti asyik banget ya Fan? Umurnya sudah berapa?” Aku menutupi kekecewaan yang menohok perasaanku.
“Dia 19 tahun. Berpikirnya dah dewasa banget. Tapi nggak kaku. Dia asyik banget deh. Apalagi sikap humorisnya itu. Nggak bikin bosen” Irfan tersenyum, tidak memandangku. Tapi lebih tepatnya mungkin sedang membayangkan Ale.
“Dia cantik?” Tanyaku menahan mataku yang kian memanas.
Irfan mengangguk. Tuh kan…pasti Irfan suka sama Ale. Dia pasti mau mutusin aku. Aku takut dengan ketidakmungkinan yang sewaktu – waktu bisa menjadi mungkin. Mungkin sikap aku jauh dari Ale. Jauh dari kestandaran sikap cewek. Tapi memang aku nggak ingin jadi cewek standar yang bisanya itu – itu doang.
“Kenapa kamu nggak sama dia aja?” Kata – kata itu keluar juga dari mulutku. Irfan diam, menatapku, aku melihat nggak ada rasa bersalah sama sekali di pandangan matanya. Dia malah dengan santainya menjawab “Kan sudah ada kamu yang lain daripada yang lain”. Apa memang perasaan cowok sekebal itu? Aku nggak percaya, Irfan nggak merasa salah? Apa aku yang terlalu berlebihan menanggapi kata – kata Irfan? Nggak, aku nggak berlebihan. Perasaan nggak bisa dibohongi.
@@@
Minggu malam, aku sedang asyik nongkrong di depan computer ngerjain tugas. Besok aku sudah harus berangkat lagi ke sekolah. Tapi aku nggak konsen. Aku nggak tahu Ale seperti apa. Aku nyoba sms dia.
Met mlm, knlin aq Rere tmn Irfan
Dia srg crta ttg km. Keren deh!
Ktnya td mlm dia jg bgadang
Nunggu tlpn km?! Blz
Secepat smsku terkirim, secepat itu pula Ale membalasnya. Sungguh bisa aku terka dari gaya sms dia, dia begitu asyik. Sesuai dengan cerita Irfan.
Wah asyik…ale dpt tmn br
Hayoo tmn apa tmn?
Bnr cm ngaku tmn?Ga nyesel?
Nti klo ada yang lain ngaku
Lbh dr tm gmn?
Jujur aku membaca sms itu sambil tersenyum. Aku kagum, setegar itukah dia? Aku tahu kalau Ale itu suka sama Irfan. Kok aku bisa tahu? 6 bulan yang lalu aku sempat hampir putus sama Irfan. Penyebabnya datang dari aku. Aku langsung mutusin Irfan tanpa alasan. Ya waktu itu aku pikir nggak ada gunanya hubungan jarak jauh yang nggak ada konsekuensinya. Tapi selang tiga hari aku mutusin Irfan, kita baikan lagi alias jadian lagi setelah Irfan menjelaskan kalau hubungan kita tuh benar – benar ada konsekuensinya. Manusia, sesepele apapun harus punya cita – cita. Aku, kelas 3 sma nggak tabu menurutku kalau ngomongin pernikahan. Karena itu adalah ikatan suci. Dan nggak salah juga kalau aku sama Irfan punya cita – cita yang mulia itu. Walaupun pembicaraan itu masih terlalu dini bagi kami.
Irfan cerita kalau dia curhat sama Ale. Ale bilang kalau Irfan boleh mengambil keputusan sesuai kata hatinya. Tapi nggak selamanya kata hati harus dituruti. Yang jelas Ale ngasih saran supaya Irfan mengambil keputusan yang terbaik untuk kemaslahatannya. Dan akhirnya kita berdua jadian lagi. Setelah jadian, Irfan ngasih kabar Ale. Apa yang terjadi? Ale ngasih selamat sambil nangis. Nggak tahu tangisan apa? Yang jelas setelah itu dia langsung nutup telpon dan nggak pernah komunikasi sama Irfan lagi sampai akhirnya Irfan tahu dari Faizal, temannya.
Jadi nggak salah kan kalau aku punya konklusi, Irfan akan lebih bahagia kalau sama Ale?
Aku langsung sms Irfan setelah membaca balasan sms dari Ale.
Fan, td q dah sms Ale, bnr kt km
Dia asik bgt, aku ykn km akn lbh bhgia
Dgn Ale. Bkn sm cw’ yg nyebelin
Spt aq. Rere yg cm bs ngeluh
Cm bs blg cape’
Irfan mbalas dan entah kenapa aku langsung menumpahkan perasaanku dengan air mata. Aku sadar kalau aku nggak akan sanggup kehilangan Irfan.
Jjr Re, q tulus syg ma km.
Km jgn gmg gt lg ya…pliz
Km g spt Ale, krn km yg trbaik
Lht senyum km, aq bhgia
Aplg dgn klbhnmu yg lain.
Nggak sadar kalau aku malah semakin sedih membaca sms Irfan. Nggak mungkin aku sanggup menerima kenyataan kehilangan Irfan. Aku terlalu sayang sama dia.
Km th? Sdh lm aq ga nangis
N saat ini aq sdg nangis.
Km g th? Pujian km utk Ale
Lbh dr ckp utk skiti aq.
Aq ga mau km ninggalin aq,
Aq ga’ rela sm org lain.
Balasan Irfan selanjutnya melegakan hatiku. Aku yakin dia benar – benar sayang sama aku.
Pcya ma aq, km adlh anugrah
Buat aq. Q jg ga akn rela km
jd mlk org lain. Re, Allah Maha Tahu
B’doa agar Dia sll mjga kt.
@@@
Malam telah larut, aku sendiri bingung, nggak bisa tidur. Mau nelpin Irfan, pulsa limit. Tapi seperti ada kontak batin, dia nelpon aku.
“Re, maafin aku, aku nggak ada maksud apa – apa ngomongin Ale di depan kamu. Aku nggak sadar kalau itu nyakitin kamu” suara Irfan mengobati kegalauanku.
“Lain kali kamu jangan kayak gitu lagi ya Fan, aku tahu aku penuh keterbatasan. Tapi aku punya perasaan. Aku juga cewek yang sensitif, nggak bisa begitu saja nerima kata – kata kamu Cuma sekedar muji Ale”.
“Tapi aku sudah minta maaf. Kamu sayang sama aku?”
“Lebih dari yang kamu bayangkan mungkin Fan, Aku tidak sekedar sayang sama kamu dalam arti pacar saja. Tapi aku sayang dengan sikap kamu yang begitu baik sama setiap orang. Aku akan sulit menggantikanmu dengan orang lain. Mungkin juga nggak akan bisa”.
“Rere, I love you. You know that you’re my best choice. Not only in this world now, but also in the future, in the here after. Yeah…You’re my spirit. You never make me sad, but I always make you illfeel. Now, from the bottom of my heart, I wanna make you as someone who always beside me forever”.
“Ah…sok british lo!” Jawabku sambil tertawa.