Be an Ordinary Person with Extraordinary Personality
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2009

Sahabatku, Sampaikan Pada Teman Manismu

Sahabatku,

Sampaikan pada teman manismu

Kau memang tak sempurna

Tapi kau tak pernah berupaya membuatnya cacat

Sahabatku,

Sampaikan pada teman manismu

Rasa sekaratmu telah berakhir

Meski sempat kau rasa akhir yang bagimu tragis, saat itu

Tapi semuanya telah lunas dengan tangis

Sahabatku,

Sampaikan pada teman manismu

Kau anggap dia malaikat di matamu

Dan selamanya dia tetap malaikat, sekali lagi di matamu

Meski sesungguhnya kau pun sadari

Sebenarnya, teman manismu

Malaikat di khayalmu

Dalam khayal imajimu

Sahabatku,

Sampaikan pada teman manismu

Dia adalah dia

Manusia bertajuk malaikat dalam otakmu

Tapi dia tetap dia, manusia

Yang kadang senyumnya pun tersekat

Sahabatku,

Sampaikan pada teman manismu

Dia akan selalu terasa sempurna di hadapmu

Sampaikan pada teman manismu

Yakinkan dia

Bahwa kau memang tak bisa sempurna di matanya

Tapi kau tetap ada

Bukan untuk dia teman manismu saja

Sajak DUA

Aku ingin menangis

Hingga air mata ini habis

Aku ingin berteriak

Hingga suaraku serak

Aku ingin berontak

Meski tubuhku terasa luluh lantak

Sepi, sakit, penat

Kupikir, apakah aku sekarat?

Aku jenuh dengan kehidupan

Panas, pengap, jahat

Membuat napasku semakin mampat

Lelah aku dengan realita

Menusukku

Setajam belati

Panas

Tercelup bara api

Sajak SATU

Aku merasa sepi, sendiri

Lelah dengan realita

Rasionalitasku tak mampu memecah galau

Tak urung untukku merenungi masa

Di kalungan umurku yang kian berkurang

Kian mencekik dan mendekat ajal

Aku menelusuri lorong – lorong gelap

Hitam dan tajam

Hampir memotong urat leherku