Minggu, 16 November 2008
Jumat, 14 November 2008
Manajemen Patah Hati

Sempat berbincang dengan seorang sahabat yang membuatku kembali berpikir bahwa hidup ini harus dinikmati. Nobody can disturb my peace mind.... Aku harus menghirup napas lega, ternyata hidup ini sulit tapi mudah. Hidup ini perih tapi indah. Hidup ini menyesakkan tapi membahagiakan. Hidup, hidup, hidup, hiduplah untuk kehidupan.
Ada yang bisa bicara tentang manajemen patah hati? ya, untuk penguatan hati.
So nggak ada alasan untuk patah hati, karena hidup ini adalah proses.
Thank you so much for someone who give me more and more advices everyday before you say that thursday night was the last call.L.
Kamis, 13 November 2008
Aku Merindukan Dia
Wisma Fauziah di tengah guyuran hujan
16.20 02 November 2008
Aku merindukannya!
Merindukan sebuah kehadiran untuk rasa sepi ini. Bukan kesepian secara harfiah. Tapi ini sepi yang nyata, aku bukan apa-apa dan siapa-siapa untuknya. Sesuatu pun bukan, jadi berharap untuk untuk memiliki mungkin hanyalah seonggok kebahagiaan semu bagiku. Tanpa pernah kusadari.
Aku seharusnya sadar. Ada satu dinding pembatas yang mungkin bisa atau tak bisa diruntuhkan. Dan risiko dari runtuhnya dinding itu mungkin adalah rasa sakit. Entah untukku, dia, atau dia miliknya. Aku bukan orang yang terpilih saat ini. Terpilih secara lahir.... Tapi kupikir itu bukanlah suatu hal yang mustahil.
Siluet Wajah Dari Sebuah Nama

Bogor, kota seribu angkot saat hujan....(31 Oktober 2008)
Untuk sebuah nama yang tak sempat terucap. Untuk sebuah wajah yang tak sempat terlihat. Untuk sebuah hati yang tak bisa kululuhkan. Dan untuk sebuah apresiasi perasaan yang mendewasakan.
Kudengar petir terus saja menggelegar di angkasa sana. Aku tak tahu induksinya berada di arah mana. Timur, Barat, Utara, Selatan, atau arah yang tak terdefinisi. Petir itu seakan memarahiku. Marah karena aku marah. Aku berontak dnegan perasaan yang menggila. Perasaan yang terlalu tunduk pada ego, perasaan yang seharusnya tertata. Tapi? Sebuah nama yang susah untuk kudefinisikan membuatku bermain api di kilang minyak. Akhirnya api itu membakar diriku sendiri, menyulut amarah yang tak sepantasnya menyala.
Cinta...

Cinta itu hadir menyapaku tanpa sengaja. Memberikan warna-warni baru dalam kehidupanku. Seperti pelangi yang membias, setelah hujan turun begitu deras. Mengajakku untuk memiringkan kepala dan membuka tanganku leber-lebar. Seakan aku bisa mendengar suara semut yang sedang saling menyahut. Bersorak sorai memanen jamur dalam liang mereka.
Untuk Sahabat (Special For A22'erZ TPB IPB 2007/2008)
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik
Untuk masa depan....
Sepenggal bait lagu yang didendangkan Duta SheilaOn7 itu membuatku menerawang ke masa dimana kebersamaan itu masih selalu melekat. Entah saat ini. Aku benar-benar merindukan waktu-waktu bersama mereka.
Aku masih ingat saat pertama kali masuk ke dalam kelas itu, rasanya seperti kandang macan yang kupikir aku tak
Islam Berbicara Tentang Aurat
Alhamdulillah, segala puji dan puja kepada Allah swt. Yang telah menurunkan agama islam, ideologi sempurna nan paripurna yang mampu mengentaskan manusia dari kegelapan kepada cahaya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada pemimpin dan teladan kita Rasulullah saw, keluarga dan sahabatnya, para mujahidin yang berjuang demi tegaknya risalah islam, beserta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Ikhwan dan Akhwat yang senantiasa dirahmati Allah, membicarakan soal aurat, rasanya nggak akan habis di zaman yang katanya modern seperti sekarang ini. Di zaman yang teknologi dan segala sesuatu yang berbau mesin, masalah aurat sepertinya telah diabaikan begitu saja. Dunia udah kebalik, yang cewek dandan kayak cowok alias tomboy, yang cowok juga nggak mau kalah, seenak udelnya sendiri nancepin anting – anting di telinganya, katanya supaya keren. Tapi coba apanya yang keren?
Sebelum mbahas lebih jauh lagi, nggak ada salahnya kalau kita tahu , apa itu aurat? Nah lo jangan – jangan malah belum pada ngerti. Aurat adalah bagian tubuh yang perlu dan harus ditutup. Menurut ajaran islam, bagian yang ditutup itu jelas batas – batasnya. Buat kamu yang cowok adalah mulai pusat sampai lutut. Nah kalau yang cewek adalah seluruh anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Hayoo…aurat kamu sudah ketutup apa belum? Ngomong – ngomong soal menutup aurat, tentu saja nggak lepas dari pakaian yang tentu saja punya fungsi sebagai penutup aurat tersebut.
Islam Memandang Pakaian
Pada awalnya, pakaian hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, melindungi diri dari cuaca, angina dan sinar matahari. Dalam perkembangannya, pakaian tak lagi sekadar pembungkus tubuh, melainkan lebih sebagai fashion alias
Firman Allah swt dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 26 bisa dijadikan referensi untuk introspeksi diri.
“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda – tanda kekuasaan Allah,semoga mereka selalu ingat”. (QS. Al A’raf : 26)
Dari ayat tersebut telah dijelaskan tentang dua fungsi pakaian yakni untuk menutup aurat dan sebagai perhiasan. Fungsi yang paling utama adalah untuk menutup aurat. Selain ayat tersebut masih banyak lagi ayat yang menjelaskan tentang pakaian, seperti QS. An Nahl : 81, QS An Nur : 31, QS Al Ahzab :59.
Islam memberikan batasan minimal yang nggak boleh dilanggar baik oleh laki – laki maupun wanita ketika berpakaian. Nabi saw bersabda mengenai aurat laki – laki.
“Tidak halal bagi laki – laki membuka bagian tubuh yang ini, antara pusat hingga lutut, kecuali di hadapan istrinya”. (HR. Daruquthni dan Baihaqi)
Karena aurat laki – laki hanya antara pusat ddan lutut, maka pakaiannya pun lebih sederhana disbanding dengan pakaian wanita. Wanita harus menutupi sekujur tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan. Demikianlah fungsi pakaian sebagai penutup aurat. Namun baik tidaknya berpakaian yang mencerminkan kesopanan dan perilaku seorang muslim itu menggunakan parameter Al Qur’an dan Sunnah Rasullullah saw. Menutup aurat ini hukumnya wajib, so bagi yang nggak melaksanakannya akan ketiban dosa yang imbalannya adalah azab. Na’uzubillah mindzalik.
Alasan mengapa wanita enggan menutup aurat
Masalah aurat, kita tentu saja lebih cenderung berbicara tentang akhwat alias cewek. Why? Coz’ aurat wanita dan permasalahannya itu lebih komplek. Kok bisa? Iya dong, soalnya di zaman sekarang yang nota bene ada sebutan tentang emansipasi wanita, dimanfaatkan oleh oknum – oknum yang nggak “sadar dosa”. Mereka menjadikan wanita sebagai subyek sekaligus obyek kepentingan komersial. Di TV, Media cetak, bahkan internet, tubuh wanita diekspos begitu saja tanpa rasa malu. Di toko – toko pakaian yang saat ini sudah bejibun di mana – mana, di pajang di etalase toko model “u can see”, tank top, dan aneka model lainnya yang nyata – nyata membuka aurat. Namun pada kenyataannya model yang seperti itu justru yang dikejar para cewek termasuk yang masih bertitel remaja, katanya biar dicap “gaul”.
10 alasan yang biasanya dijadikan dalih mengapa wanita enggan berjilbab :
Mereka mengatakan bahwa mereka tidak memakai jilbab karena sama sekali tidak sudi dengan pakaian itu. Mereka menganggap jilbab dan hijab itu sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman. Alasannya sekarang sudah ada model pakaian yang dianggap lebih gaul dan funky. Mereka menolak berjilbab karena mengejar kesenangan dan hawa nafsu, sehingga berani mencampakkan ayat – ayat Allah. Wanita muslimah yang taat menjalankan ibadah dan telah berbuat baik dapat dianggap beriman. Tapi mereka tidak mengenakan jilbab, ia bukan termasuk sami’na wa atha’na. Mereka hanya mendengar tetapi tidak taat. Tentu keimanannya akan berkurang atau mungkin Allah sama sekali menolaknya.
Karena dilarang orang tua. Karena alasan tidak mau durhaka, maka para wanita rela menanggalkan jilbabnya. Kedudukan orang tua memang mendapat posisi tinggi dan terhormat. Mematuhi orang tua tidak ada batasnya kecuali satu perkara, yaitu jika mereka menyeru maksiat kepada Allah swt, ini tidak boleh dipatuhi.
Mereka mengatakan bahwa mereka tidak mampu membeli pakaian yang memerlukan lebih banyak kain. Ada dua kemungkinan dari alasan ini yaitu bahwa mereka benar – banar miskin atau bahwa mereka itu adalah pembohong yang lebih suka mengenakan pakaian “bugil” yang mengekspos lekuk tubuh mereka atau supaya pahanya pahanya yang mulus bisa dilihat orang. Jadi sebenarnya alasan ini kurang masuk akal. Di zaman sekarang, baju “bugil” biasanya justru lebih mahal disbanding busana muslimah.
Alasan kelima adalah mereka takut mengenakan jilbab tetapi tidak istiqomah. Seandainya saja setiap orang berpikir seperti itu, bisa – bisa merek meninggalkan ajaran agama secara keseluruhan karena takut tidak istiqomah. Mengapa kita tidak meneliti bagaimana cara mendapatkan hidayah dari allah sehingga kita dapat beristiqomah dalam mengenakan jilbab. Jalan untuk memperoleh hidayah adalah dengan berdoa dan menjalankan syariat dengan tekun. Jika dengan sungguh – sungguh seseorang melaksanakan hal – hal yang dapat mendatangkan hidayah, kemudian meresakan nikmatnya iman, pasti dia tidak akan meninggalkan jilbab setelah menekuninya.
Alasan yang lain adalah karena mereka takut tak laku kawin.
Mereka berdalih bahwa mereka enggan menutup aurat karena ingin menghargai kenikmatan yang dianugerahkan oleh Allah. Mereka seolah – olah berikrar sebagai orang yang bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Tubuh yang indah, kecantikan, merupakan karunia dari Allah yang harus dihargai. Menurut mereka cara menghargainya adalah dengan memperlihatkan kepada setiap orang akan keindahan tubuhnya itu. Sungguh sangat keterlaluan! Jika mereka benar – benar bersyukur, maka mereka
Sementara ada pula yang beralasan bahwa mereka belum mendapatkan hidayah dari Allah. Agaknya mereka belum memahami tentang makna hidayah. Seseorang bisa mendapatkan hidayah jika ia melakukan sesuatu yang menjadi penyebab datangnya hidayah. Cara mendapatkan hidayah dari Allah adalah dengan mematuhi perintahNya.
Sebagian ada yang berkata bahwa mereka belum waktunya mengenakan pakaian penutup aurat. Alasan untuk mengulur – ulur waktu hanyalah sebuah dalil pembenaran saja. Apakah kita tahu berapa lama lagi kita hidup?
Dalil tentang perintah berjilbab
Setelah islam datang, hukum syariat pun turun brturut – turut, termasuk hukum untuk wanita muslimah dalam menjaga auratnya.
QS Al Ahzab :59
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri – isterimu, anak – anak perempuanmu dan isteri – isteri orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
QS An Nur :31
“Katakanlah kepada wanita – wanita yang beriman “Hendaknya mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Hendaklah mereka memakai jilbab sampai ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami atau ayah dari suami mereka, atau putera – putera mereka, atau putera – putera suami mereka, atau putera – putera saudara laki – laki mereka, atau putera – putera saudara perempuan mereka, atau sesame wanita Islam, atau budak – budak yang mereka miliki, atau pelayan laki – laki yang tidak memiliki syahwat atau anak – anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang – orang yang beriman agar kamu mendapatkan keberuntungan”.
Al Hadits:
“Dan wanita – wanita yang berpakaian tetapi telanjang yang menyimpang dan membawa kepada penyimpangan, kepala mereka seperti punuk – punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau syurga itu dapat dirasakan dari jarak yng sangat jauh”.
Serta dalil – dalil yang lain yang menjelaskan hal – hal serupa. Oleh karena itu sebagai muslimah haruslah menjalankan perintah Allah untuk menutup aurat. Perlu ditekankan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan keluar rumah tanpa jilbab. Apa pun alasannya. Ia baru boleh keluar rumah ketika telah sempurna pakaiannya. Sempurna yang dimaksudkan adalah tertutup auratnya dan tidak berhias secara menyolok dan tidak merangsang laki – laki dalam berpenampilan.
Islam tidak hanya membicarakan tentang rukun islam sajaa seperti shalat dan puasa. Tetapi syariatnya luas, mencakup seluruh kehidupan umat penganutnya. Karena itu sangat perlu bagi wanita muslimah untuk mempelajari syariat – syariat hijab, yaitu sejauh mana diwajibkan menutup aurat. Apalagi bagi remaja, penting banget tuh. Supaya kedepannya lebih baik. Mempelajari tentang hijab ini tidak terbatas untuk cewek aja, cowok juga. Bukannya yang cowok juga pengen dapet akhwat yang solehah? Oleh karena itu , bagi para cewek yang keluar rumah, tutuplah aurat untuk mendapat keridlaan Allah dan merendahkan setan. Bila seorang wanita memang benar dan berniat jujur serta tulus kemauan, maka InsyaAllah seribu orang baik akan membantu dan sesungguhnya Allah memudahkan urusan. Wallahu a’lam bishowab. Referensi:
1.DR. Huwaida Ismail, Siapa Melarangmu Berjibab,
2. Thobieb Al Asyhar, Sufi Funky
3. Asri Supatmiati, The World of Me
4. Ust. Labib Mz, Problematika Wanita Masa Kini
Etika Keilmuan
Seorang ilmuwan mempunyai tanggung jawab utama baik terhadap dirinya sendiri, sesama ilmuwan, serta masyarakat. Tangung jawab tersebut adalah menjamin kebenaran dan keterandalan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dibuatnya dan dapat dibuat oleh sesama ilmuwan lainnya. Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut ilmuwan memiliki pedoman kerja sebagai watak yang harus melekat dalam diri seorang ilmuwan. Antara lain bekerja dengan jujur; tidak boleh menukangi data; bertindak tepat, teliti dan cermat; berlaku adil terhadap pendapat orang lain yang muncul terlebih dahulu; menjauhi pandangan berbias terhadap dat adan pemikiran ilmuwan lain; mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan tuntas.
Ilmu bukan saja menimbulkan gejals dehumanisasi namun bahkam mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri’ Oleh karena itu, seorang ilmuwan tidak boleh berhenti pada penelaahan dan keilmuan secar ibdividual namun ikut bertanggungjawab agar produk kelimuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Seorang ilmuwan juga harus memiliki sikap sosial yakni konsisten dengan proses penelaahan keilmuan yang dilakukan. Dalam prosesnya ilmuwan harus mampu menyampaikan sesuatu kepada masyarakat luas dengan bahasa yang dapat mereka cerna. Dalam hal ini ilmuwan harus dapat memberikan perspektif yang benar: untung dan ruginya, baik dan buruknya, sehingga penyelesaian yang obyektif dapat dimungkinkan. Seorang ilmuwan harus tampil ke depan dan mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah tertentu yang perlu dipecahkannamun karena satu dan lain hal masalah itu belum muncul k epermukaan dan mendapat dukungan. Dalam hal ini, ilmuwan harus bertindak persuasif dan argumentatif berdasarkan pengetahuan yang dia miliki. Dengan kemampuan pengetahuannya seorang ilmuwan harus dapat mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seyogyanya mereka sadari.
Pada dasarnya pikiran manusia bukan saja dapat dipergunakan untuk menemikan dan mempertahankan kebenaran namun sekaligus dapat dipergunakan untuk menemukan dan mempertahnakan hal-hal yang tidak benar. Berkaitan dengan hal ini, seorang ilmuean tidak menolak atau menerima sesuatu secara begitu saja tanpa pemikiran yang cermat. Ilmuwan harus berbicar dengan masyarakat sekiranya dia mengetahui ada suatu pemikiran yang keliru. Ilmuwan bukan saja sebagai penganalisis materi kebenaran namun juga sebagai prototipe moral yang baik. Berkaitan dengan ilmu dan teknologi yang merupakan salah satu sendi masyarakat modern, ilmuwan tidak boleh picik dan menganggap ilmu dan teknologi tersebut alpha dan omega dari segala-galanya, masih banyak sendi-sendi lain yang menyangga peradaban manusia yang baik.
Selanjutnya berbicara tentang etika ilmiah. Etika ini berkaitan dnegan janji yang diusulkan Dullaart, namun dalamkata-katanya penuhi dengan kata-kata yang batasannya dapat dikaburkan. Untuk mengelakkan adanya permainan kata dalam usaha menafsirkan kode etik ilmuwan itu, maka mau tidak mau kode etik itu harus dikaitkandengan sistem dosa. Intinya etika tersebut harus didampingidengan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa supaya seorang ilmuwan tidak menyalahgunakan pengetahuan yang dimilikinya. Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penemuannya dipergunakan untuk menindas bangsa lain meskipun yang mempergunakan itu adalah bangsanya sendiri. Seorang ilmuwan juga harus transparan, dia tidak boleh menyembunyikan hasil penemuannya apa pun bentuknya dari masyarakat luas serta apa pun juga yang akan menjadi konsekuensinya yakni tidak boleh memutarbalikkan penemuannya bila hipotesisnya yang dijunjung tinggi yang disusun di atas kerangka pemikiran yang terpengaruh preferensi moral ternyata hancur berantakan karena bertentangan dengan fakta-fakta pengujian.
Untuk Sahabatku... Aku Rindu Masa-Masa Itu
Apa yang telah terjalani serasa berlalu begitu saja. Keceriaan, tawa, sukacita, dan segala sesuatu yang membuatku lupa dengan kesedihan kini sudah berlalu. Bahkan ketakutan, rasa was – was, khawatir, yang kerap kali membuatku benci dengan duniaku, kini pun berlalu. Seakan semua menjadi tuntas, bahkan dengan perasaanku terhadap mereka. Mereka yang dulu membuatku bisa berpikir bahwa di sekitarku terdapat banyak orang yang ceria. Mereka juga menyadarkanku, jika ingin menang, maka kita harus berkompetisi. YA! Mereka adalah teman – temanku. Teman – teman yang selama ini mau menerimaku di samping mereka. Mereka sahabatku.
Sobat, kita pernah merasakan apa yang mungkin orang lain di luar dunia kita tidak merasakannya. Kau ingat waktu masa orientasi, ah...aku sendiri merasa bagai orang bego sedunia yang mau saja menuruti perintah senior. Ingatkah?
Sobat, kita juga punya kenangan yang sedikit banyak membawa kita menapaki masa yang benar – benar berharga. Ketika mereka, senior angkuh, membentak kita. Mungkin mereka berpikir kalau kita tak bisa apa – apa. Dan ingatkah? Ketika kita semua melawan mereka lalu kita merasa menang sebagai adik kelas? Ya saat itu adalah saat kompetisi basket.
Sepenggal cerita kelas sepuluh tadi baru sebagai langkah awal perjalanan kita. Di sebuah rumah singgah yang membuat kita tahu bahwa ternyata jika ada aksi maka timbul reaksi. Membuat kita tahu bahwa ternyata bahasa Al-Qur’an itu sungguh indah. Jika saja kita tak menginginkan masa depan kita, mungkin kita akan memilih tempat singgah itu sebagai rumah kita.
Lalu ketika mulai melangkah lagi ke sebuah tangga yang lebih tinggi. Kita mulai sadar mengapa para senior itu berlagak angkuh di depan adik kelas. Saat ini kita butuh pengakuan. Kita merasa bahwa itu adalah eksistensi diri yang perlu penyesuaian dari mereka, mereka yang kadang tak megerti.
Untuk semua sahabat yang selalu menjadi bintang dalam hidupku, membentuk rasi yang begitu indah.... Aku rindu kalian semua....
Aku Berpikir
Aku berpikir tentang keegoisan dan privacy
Aku berpikir tentang harga diri dan semangat
Aku berpikir tentang kebenaran dan rasa takut
Aku berpikir tentang kepedulian dan kekikiran
Aku berpikir tentang kebetulan dan takdir
Aku berpikir tentang kelembutan dan kekerasan
Aku berpikir tentang manfaat dan kemubaziran
Lalu semuanya terhenti seketika kala aku samapai pada ingatan tentang kehidupan dan kematian.
Tapi aku masih saja berpikir tentang semua itu bahkan kematian sendiri yang selalu menjadi teka-teki. Aku percaya bahwa perjalanan ini akan diakhiri dengan istirahat yang begitu panjang. Yang waktunya takkan pernah terhitung oleh stopwatch.
Tapi bukankah aku masih bisa berpikir dan mempertanyakan tentang semua itu ketika Yang Maha Esa masih menganugerahiku napas? Tetapi mengapa sebagian orang melarangku untuk melanjutkan jalan pikiranku ke arah yang akau kehendaki? Apakah berpikir itu dibatasi? Yang aku tahu bahwa selama kita tidak berpikir tentang Zat Allah, itu sah saja. Atau aku yang belum tahu ilmunya?
Aku dikatakan liberal karena aku sering tidak tunduk pada aturan. Tapi aku masih mengerti bahwa peraturan itu dibuat untuk ditaati bukan untuk dilanggar. Tetapi jika peraturan itu masih monoton? Apa bisa disebut sebagai sebuah proses pendisiplinan yang menyenangkan. Peraturan itu hanya akan membuat yang diberi menjadi jenuh dan akan semakin melanggar. Kenyataannya peraturan hanyalah seonggok tulisan dan ucapan tak bermakna.
Saat Kuingin Berbicara Tentang Hidup

Hidup ini memang penuh dengan liku tanpa kita tahu apa yang ada di balik likuan itu. Barangkali yang ada dibaliknya adalah setumpuk emas yang berkilauan dan membuat kita menelan ludah karena melihatnya, atau mungkin juga yang ada di baliknya adalah setumpuk kotoran kuda yang akan membuat kita menutup hidung ketika kita melihatnya dan mencium baunya. Entah kita akan lari atau jalan terus dengan pura – pura tidak tahu apa yang kita alami. Memang benar hidup di dunia hanyalah sementara, kenapa kita perlu lari ? pengen nggak punya masalah? Mati saja. Toh matipun kita masih berpikir ribuan kali. Sudah cukupkah bekal yang kita siapkan?
Kata – kata ini tak akan cukup menggambarkan tekstur hidup yang kadang licin, kadang kasar, kadang juga lembut. Perih, sakit, menderita, mungkin adalah sebagian kata – kata kesengsaraan yang membuat kita tertunduk memohon untuk jangan ditimpakan kepada kita. Senyum, tawa, harta, tahta, adalah segenap rasa dan fakta yang barangkali kita harapkan. Tapi bukan itu masalahnya. Bukan keengsaraan atau kebahagian, tapi cara menyikapinya. Cara bijak menghadapi realita hidup baik yang menyayat perih ataupun menyelipkan tawa adalah ikhtiar, percaya kekuatan doa dan tentu saja tawakal atau kepasrahan diri kita kepada Allah swt penggenggam semesta, pemilik dan pengatur dunia.
Rabu, 12 November 2008
Brighter
Make each day
Brighter
Enjoy
Simple pleasures
Of Life
In nature
And in people
Learn
And discover
New experiences
Take life as an adventure
Dream Big
Go for what
YOU WANT
Sebuah Asa Dari Kedalaman Hati
aku ingin seperti Bunda Khadijah, istri Rasulullah, yang senantiasa memberikan dukungan kepada dakwah suamiku nanti. Yang kemudian menjadi kekuatan sebuah perubahan perdaban mnausia penerus ajaran Muhammad.
Tapi itu suatu saat nanti, bukan sekarang. saat ini yang harus aku lakuakan adalah persiapan. persiapan mengahdapi dunia yang semakin keras. semakin tidak bersahabat. Semakin memnantang keberadaan manusia di persada ini. Aku berusaha untuk menata dengan sebaik - baiknya, ilmu, kesesuaian jiwa, keselarasan derap langkah tujuan, mendorong hasrat untuk selalu membahagiakan dan memberi manfaat kepada setiap orang di sekitarku. aku tak ingin menyesal kelak, dan membiarkan setan bersorak dan tertawa dengan latah melihat kegagalanku. Maka selain penataan diri, selalu kumohon kepada Allah SWT dalam sujudku agar Dia membuka hati dan wawasanku. agar Sang Maha Rahman menjadikanku sebagai pencari hikmah yang penuh kerendahan hati. Membuka telingaku selebar - lebarnya dan mengunci lisanku dari berbagai ucapan yang berlebihan dan menyakitkan.
Aku memahami bahwa pada hakekatnya, hidup bergerak dari satu pilihan ke pilihan yang lainnya. dari satu jalan ke jalan yang berikutnya. Dan itu senantiasa. bagiku, di situlah cinta berperan, kepada siapa kita melabuhkan cinta. tak perlu ada luka ketika cinta harus memilih, sebab semua pilihan itu adalah ekspresi cinta juga. jadi biarkan saja benih cinta tertebar seluas - luasnya, biarkan benih itu tumbuh, menyemarakkan sebanyak mungkin hati dan menjaga bumi ini dalam cerahnya cinta tulis pad Illahi.
Bila suatu saat telah kutemukan seseorang yang dapat emmbimbingku, ingin kupandang cinta itu dengan kacamata iman kepada Sang Khalik, yang telah menciptakan perasaan cinta di hati setiap malkhlukNya. Supaya khati kami berdua terikat dalam janji cinta kepada Allah untuk selalu mengabdi padaNya. aku tak ingin baik aku ataupun dia hanya sekedar berdalih mengucapkan cinta. Sekelumit saja, sebagai kata yang tak ada bobotnya. ahrapanku, cinta diantara kami adalah sebuah sebuah aplikasi nyata sebagai hakekat penciptaan kita, manusia, sebagai makhluk yang paling sempurna. Kita adalah manusia yang tak sepantasnya mendustakan bisikan nurani yang bernafaskan iman dan begitu mengagungkan makna cinta yang hakiki. Cinta bukanlah sekedara ejaan C-I-N-T-A; tapi lebih dari itu. Cinta menuntun hati untuk sepakat saling tulus, mendukung dan memelihara. Tak rela pada hadirnya amarah. Sebab sesungguhnya cinta adalah sinar kasih dari mata yang senantiasa memnacarkan cahaya keikhlasan.
Referensi : Ketika Aku Mencintaimu.
LOMBA CERPEN STAIN Purwokerto
Badan Ekskutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)
Purwokerto bekerjasama dengan OBSESI Press Selenggarakan LOMBA CIPTA
CERPEN RELIGIUSITAS-CINTA TINGKAT MAHASISWA-PELAJAR SE-INDONESIA***
Persyaratan Cerpen yang dilombakan:
(1) Peserta dibatasi emailkan cerpen 1 judul cerpen karya terbaiknya,
sesuai dengan topik umumnya, yakni "Religiusitas-Cinta";
(2) Cerpen yang diemailkan adalah karya yang belum pernah
dipublikasikan di media massa ataupun dalam bentuk buku;
(3) Diemailkan ke lpmobsesi_stpwt[at]yahoo[dot]com, dan di-CC ke
obsesipress[at]gmail[dot]com ;
(4) Disertakan scan dari Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa sebagai
identitas;
(5) Biografi penulis maksimal 1 halaman, dan scan foto penulis;
(6) Naskah diterima dari pengiriman email tanggal 22 Oktober - 22
Desember 2008;
(7) Pemenang yang dipilih adalah Juara I, II, dan Juara III, akan
diumumkan pada tanggal 1 Januari 2009, dan penganugerahan hadiah para
juara dan nominator akan dilangsungkan 14 Februari 2009, bersamaan
dengan penganugerahan juara Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional
Periode ke-2.
Adapun hadiah yang akan diberikan adalah:
(1) Bagi cerpen Juara I, II, dan III, akan mendapatkan hadiah uang
sebesar =
Juara I - Rp.700.000,
Juara II - Rp.500.000,
Juara III - Rp.300.000 ;
(2) Bagi Juara I, II, dan III, akan mendapatkan Piala Tetap dari Ketua
STAIN Purwokerto;
(3) Bagi Juara I, II, III, dan 27 nominator, maka karya cerpennya akan
dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit OBSESI Press dalam bentuk
eksklusif ;
(4) Bagi Juara I, II, III, dan 27 nominator, akan mendapatkan
SERTIFIKAT JUARA atau SERTIFIKAT NOMINATOR ;
(5) Bagi Juara I, II, III akan mendapatkan masing-masing 3 eksemplar
BUKU ANTOLOGI CERPEN "RELIGIOSITAS CINTA" tersebut; dan 27 nominator
akan mendapatkan masing-masing 2 eksemplar ;
(6) Penganugerahan hadiah/buku antologi kepada para juara dan
nominator akan dilangsungkan 14 Februari 2009, bersamaan dengan
penganugerahan juara Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional Periode ke-2.
Tim Juri Nasional :
(1) Drs. Ahmadun Yosi Herfanda (Sastrawan, dan Redaktur Sastra Budaya
koran Republika - Jakarta);
(2) Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Sastrawan, Dosen Bahasa dan
Sastra Indonesia, Kritikus Sastra) ;
(3) Heru Kurniawan, S.Pd., M.Hum. (Sastrawan, Dosen Bahasa dan Sastra
Indonesia, Editor)
Persyaratan Program Beasiswa Tanoto Foundation S1&S2
TAHUN AKADEMIK 2009 / 2010
Tanoto Foundation, yayasan yang memiliki kepedulian pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui bidang pendidikan, mengundang Mahasiswa S1 dan S2 yang berprestasi untuk bergabung dalam program beasiswa S1 dan S2. Program beasiswa diselenggarakan berlandaskan prinsip – prinsip kecakapan masing – masing pelamar tanpa memandang suku, agama, ras, gender serta menjunjung tinggi kebijakan non-diskriminatif.
Saat ini Tanoto Foundation menyediakan beasiswa kepada 300 mahasiswa S1 dan 50 mahasiswa S2, dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari enam Perguruan Tinggi mitra Tanoto Foundation yaitu :
• Universitas Indonesia
• Universitas Gadjah Mada
• Institut Teknologi Bandung
• Institut Pertanian Bogor
• Universitas Sumatera Utara
• Universitas Riau
FORMULIR PENDAFTARAN TIDAK BOLEH DIKETIK ULANG :
• Formulir Pendaftaran S1
• Formulir Pendaftaran S2
PERSYARATAN :
A. PROGRAM SARJANA STRATA SATU ( S 1 )
1. Warga Negara Indonesia
2. Telah terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi mitra Tanoto Foundation
3. Usia maksimum 21 tahun di bulan Juli 2009
4. Minimum IPK = 3,00 ( skala 4,00 )
5. Bagi mereka yang baru duduk di tahun pertama Perguruan Tinggi, minimum nilai rata – rata raport kelas 3 SMU = 8,0 ( skala 10 )
6. Membutuhkan dukungan financial
7. Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk ikut memajukan bangsa Indonesia.
8. Melengkapi formulir pendaftaran yang diperoleh melalui website Tanoto Foundation
9. Bagi yang lulus seleksi Beasiswa Tanoto Foundation tidak diperbolehkan menerima Beasiswa dari institusi lain.
B. PROGRAM SARJANA STRATA DUA ( S 2 )
1. Warga Negara Indonesia
2. Telah terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi mitra Tanoto Foundation
3. Usia maksimum 40 tahun pada bulan Juli 2009
4. Memiliki pengalaman kerja minimum selama 2 tahun, setelah menyelesaikan program S1
5. Minimum IPK = 3,25 ( skala 4,00 )
6. Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk ikut memajukan bangsa Indonesia.
7. Melengkapi formulir pendaftaran yang diperoleh melalui website Tanoto Foundation
8. Bagi yang lulus seleksi Beasiswa Tanoto Foundation tidak diperbolehkan menerima Beasiswa dari institusi lain.
PENGEMBALIAN FORMULIR PENDAFTARAN :
DIKIRIM LANGSUNG KE :
TANOTO FOUNDATION, P.O. BOX 2117 JKP 10021
DENGAN MENCANTUMKAN TULISAN “ BEASISWA “ PADA BAGIAN KIRI ATAS AMPLOP, PALING LAMBAT 31 DESEMBER 2008 CAP POS.
HANYA APLIKASI YANG MEMENUHI PERSYARATAN AKAN DIPROSES LEBIH LANJUT.
KEPUTUSAN BERSIFAT MUTLAK DAN TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT
INFORMASI LENGKAP : info@tanoto-foundation.or.id
Ngomongin Tentang e-paper
Di Indonesia terdapat banyak industri surat kabar. Saat ini industri tersebut memasuki episode baru dengan diluncurkannya versi baru koran yaitu koran internet atau yang dikenal dengan istilah e-paper. E-paper memiliki layout yang sama persis dengan edisi cetak di depan layar computer. Versi e-paper ini terbit sekali setiap hari. Karakteristik e-paper dan portal berita sangat berbeda. e-paper yang terbit setiap hari ini hanya meng-update informasi dan berita satu kali dalam sehari, sedangkan portal berita terus meng-update berita. Kontan merupakan pelopor e-paper di Indonesia yang mulai terbit pada tanggal 1 Juli 2008. Kemudian pada tanggal 3 Juli 2008, Harian Kompas juga meluncurkan format e-papernya yang kemudian diikuti oleh koran Tempo dan Republika. Tingginya jumlah pengunjung website surat kabar yang berasal dari luar negeri menjadi salah satu alasan mengapa mereka membuat e-paper.
Sebagai media massa yang selangkah lebih maju daripada koran cetak, e-paper mempunyai kelebihan pada fasilitas yang terdapat di dalamnya. Sebagai contoh e-paper Tempo, di dalamnya terdapat fasilitas suara yang bisa membacakan isi artikel. Ada pula fasilitas download, cetak, dan kirim ke e-mail, serta add to my clipping. E-paper merupakan solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah distribusi koran cetak. secara logika, warga negara Indonesia tidak hanya mentap di Indonesia saja, tetapi mereka tersebar di 86 negara. Tidak bisa dibayangkan jika mereka harus dikirimi satu persatu edisi cetaknya. Singkatnya dengan menggunakan format e-paper, jumlah pembaca akan meningkat secara signifikan, dan ini sangat membantu dalam memasarkan iklan. E-paper tidak hanya sebatas pelengkap surat kabar edisi cetak, tapi bisa menjadi revenue stream yang baru. Di halaman e-paper bisa dibuat iklan dengan format flash. Selain itu, sangat memungkinkan pula akan adanya iklan baris dari Google.
Obama Menang Euy!!!
Gue Suka Lagu Ini
Kartu AS, Pakainya Suka-Suka
Dulu saat pertama saya menggunakan handphone, membayar sms sebesar Rp 300,00 masih terasa murah. Hal ini disebabkan rata-rata semua operator menerapkan tarif sebesar itu. Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya operator yang muncul maka persaingan harga pun terjadi. Mulai dari tarif nol rupiah sampai sekian rupiah. Yang kadang membuat saya berpikir, kalau operator menerapkan tarif nol rupiah lalu mereka mengambil untung dari mana? Tapi saya tidak mau ambil pusing karena saya sudah memilih operator yang menurut saya tepat yaitu Telkomsel. Bagi saya, operator yang satu ini tidak banyak mengobral janji musiman seperti operator lainnya. Telkomsel dengan tiga kartunya yakni kartu Hallo, Simpati, dan As dipercaya oleh khalayak karena pelayanannya. Selain sinyal kuat, menurut saya fitur-fitur yang ditawarkan juga menarik.
Di antara ketiga produk Telkomsel, saya memilih kartu As sebagai sarana untuk berkomunikasi. Awalnya memang saya menggunakan kartu dari operator lain, namun karena sering tulalit akhirnya saya berpindah menggunakan kartu As. Walaupun kadang saya tergiur dengan penawaran dan iklan produk lain, namun entah menggapa hati saya tetap terpaut pada kartu As. Bagi saya, kartu As itu memiliki sinyal yang kuat, sms murah, juga menerapkan tarif per detik untuk telepon. Selain itu banyak layanan yang bisa di dapatkan seperti call me, transfer pulsa, collect call, juga meminta untuk dibayarkan sms. Saat mengisi pulsa, pelanggan juga mendapatkan bonus sebesar sepuluh persen dari jumlah nominal pulsa yang dibeli.
Hal yang paling membuat saya geli selama menggunakan kartu As adalah ketika kartu saya terblokir tanpa sebab jelas. Waktu itu saya kelas 2 SMA. Saat itu saya tinggal di rumah kost bersama teman-teman yang lain. Ada kebiasaan kami ketika sedang santai atau tidak ada pekerjaan, yaitu menelpon ke costumer service Telkomsel. Walaupun tidak ada hal penting yang harus ditanyakan, kami tetap menelepon. Kadang iseng menanyakan kode nada sambung atau kode PUK. Suatu saat saya dan teman satu kamar tidak bisa tidak bisa tidur sampai larut malam. Lalu ide jail kami muncul dan akhirnya memencet tombol 116 di handphone. saat itu waktu sudah menunjukkan pukul satu lebih. Saat terhubung dengan costumer service, kami berdua cekikikan karena kami tersambung dengan operator pria yang suaranya terdengar sudah sangat mengantuk. Lalu saya bertanya tentang nada sambung pribadi, mulai dari bagaimana cara mengaktiifkan, biaya, masa aktif, juga beberapa kode lagu yang masih baru (biasanya lagu yang masih baru belum ada kodenya). Saya dan teman saya terus bertanya sampai sepertinya operator mulai kesal baru kami mengucapkan terima kasih dan sambungan pun terputus.
Keesokan paginya, saya melepas kartu As saya dari HP. Menggantinya dengan kartu lain yang merupakan produk Telkomsel juga. Namun, ketika saya memasang kartu As kembali, ternyata kartu ada tulisan sisipkan simcard di LCD handphone saya. Saya pikir HP saya error karena terlalu sering di buka tutup. Tapi setelah saya bawa ke tempat service HP, katanya bukan handphone saya yang rusak tapi memang kartunya yang telah terblokir. Saya kecewa sekaligus merasa aneh. Biasanya kartu akan terblokir karena salah memasukkan kode pin atau PUK, tapi saya tidak melakukan kesalahan itu. Setelah dipikir-pikir apa karena tadi malam saya menjahili operator yang mungkin tengah mengantuk ya?
Lepas dari pengalaman itu, saya tetap membeli kartu As kembali. Hingga saat ini saya tetap memakainya karena saya merasa nyaman dengan layanan dan sinyalnya yang kuat. Walaupun untuk pulsanya cukup ‘mahal’ jika dibandingkan dengan promo-promo yang ada sekarang namun bagi saya tetap kartu As yang bisa di pakai sesuka saya. Karena bonus yang didapatkan juga ada, selain itu untuk menghemat kita bisa ikut paket sms mania yang bertarif Rp 20,00 per sms dari harga sms utamanya sebesar RP 88,00. Untuk menelepon juga ada waktu tertentu pada siang hari mulai pukul 05.00-17.00 yang menawarkan tarif murah yaitu 6,5 rupiah per detik dari tarif utamanya RP 13,00. Bagi saya layanan kartu ini memuaskan penggunanya dan tidak mengobral janji-janji yang biasanya serentak dilakukan oleh operator-operator lain.