<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613</id><updated>2012-02-16T00:15:03.913-08:00</updated><category term='satu'/><category term='ultah'/><category term='KML'/><category term='makalah kpm'/><category term='kata'/><category term='sms'/><category term='teori'/><category term='hefner'/><category term='benci'/><category term='Ujian'/><category term='dusta'/><category term='gunung Salak'/><category term='bondan prakoso'/><category term='Mampu'/><category term='sajak'/><category term='persahabatan'/><category term='proposal'/><category term='IPB'/><category term='senja'/><category term='jalan-jalan'/><category term='lomba'/><category term='melihat'/><category term='perjalanan'/><category term='larangan'/><category term='ucapan'/><category term='manusia'/><category term='labirin'/><category term='tentang kematian'/><category term='tatap'/><category term='peradaban'/><category term='Yakin'/><category term='pemberdayaan masyarakat'/><category term='nama'/><category term='poligami'/><category term='musik'/><category term='catatan kecil'/><category term='go field IPB'/><category term='kabar'/><category term='bidadari'/><category term='valentine&apos;s  day'/><category term='tjondronegoro'/><category term='review'/><category term='asa'/><category term='Bisa'/><category term='Prof. E. Gumbira'/><category term='agraria'/><category term='unas'/><category term='untuk sahabat'/><category term='makna'/><category term='hadir'/><category term='astronomi'/><category term='wawancara'/><category term='wajah'/><category term='pikiran'/><category term='iqra&apos;'/><category term='puisi'/><category term='membaca'/><category term='capricorn'/><category term='seniman'/><category term='cerita'/><category term='ramdhan'/><category term='kehadiran'/><category term='syukur'/><category term='ayah'/><category term='suara'/><category term='lirik lagu westlife'/><category term='galau'/><category term='memberi'/><category term='memory'/><category term='read'/><category term='technopreneur'/><category term='bisnis'/><category term='cerpen'/><category term='semangat'/><category term='kebaikan'/><category term='tweet'/><category term='seni'/><category term='resensi'/><category term='rasa'/><category term='simple plan'/><category term='fragmen'/><category term='pengalaman'/><category term='majalah'/><category term='wiradi'/><category term='baca'/><category term='aksi semangat'/><category term='jalan'/><category term='bid&apos;ah'/><category term='chimotz'/><category term='ode'/><category term='tangis'/><category term='nada'/><category term='mimpi'/><category term='tanpa judul'/><category term='selama'/><category term='melati'/><category term='sinyal'/><category term='ikhlas'/><category term='pergi'/><category term='curhat'/><category term='aku'/><category term='bimbang'/><category term='refleksi'/><category term='tugas'/><category term='bintang'/><category term='geger tengger'/><category term='Tania Murray Li'/><category term='alam'/><category term='ekowisata'/><category term='demokrasi'/><category term='lirik lagu nickelback'/><category term='politik'/><category term='kontempalsi'/><category term='hati'/><category term='foto'/><category term='selamat'/><category term='menulis'/><category term='tenang'/><category term='waktu'/><category term='impian'/><category term='beasiswa'/><category term='grassroot innovation management'/><category term='teknologi'/><category term='penelitian'/><category term='bisu'/><category term='lingkungan'/><category term='sahabat'/><category term='wednesday'/><category term='siang'/><category term='hambalang'/><category term='when i&apos;m with u'/><category term='sikap'/><category term='nicholas saputra'/><category term='indonesia produktif'/><category term='zodiak'/><category term='sharing'/><category term='hidup'/><category term='sayang'/><category term='harapan'/><category term='islam'/><category term='fatigon'/><category term='proses'/><category term='komputer'/><category term='mata'/><category term='new year 2011'/><category term='maaf'/><category term='cinta'/><category term='damai'/><category term='politik sumber daya alam'/><category term='kasih'/><category term='kenangan'/><category term='muhasabah'/><category term='tujuan'/><category term='essay'/><category term='buku'/><category term='bulan suci'/><category term='analogi'/><category term='mati'/><category term='akhir'/><category term='klakson'/><category term='doa'/><category term='dieng'/><category term='cerebrum'/><category term='fade 2 black'/><category term='fungsionalisme'/><category term='gender'/><category term='masih'/><category term='lirik lagu'/><category term='sory'/><category term='angan'/><category term='film'/><category term='catatankecil'/><category term='mei 2011'/><category term='gramedia'/><title type='text'>My Mind, My Heart, My Spirit</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>177</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-1870623964513591783</id><published>2011-05-23T17:11:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:11:56.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tweet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia produktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksi semangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mei 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatigon'/><title type='text'>50 tweet #IndonesiaProduktif Terbaik yang Ditampilkan di Koran KOMPAS 19 Mei 2011</title><content type='html'>1. @abdulazis80: Tips agar #IndonesiaProduktif : 12. Kurangi mengeluh dan selalu menyalahkan, mulailah memperbaiki sesuai kemampuan  @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. @abieyugos: @AksiSemangat tingkatkan kreatifitas anak bangsa salah satu jalan memperkecil laju pengangguran#indonesiaproduktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. @algagla: #IndonesiaProduktif: Memanfaatkan Peneliti muda di Indonesia. Mereka bisa mengharumkan nama Indonesia :) @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. @Alif_Gusti: Jangan hanya dengan ucapan saja kalau ingin membangun negri yang indah, mari kita buktikan dngan tindakan! #IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. @allmustz: @AksiSemangat ciptakan lapangan kerja, pupuk semangat manfaatkan semua kemampuan demi #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. @amandaaza: Buat program utk anak dpt mandiri..mebuat sesuatu yg kreatif &amp; inovatif di SD dikenalkan kewirausahaan #IndonesiaProduktif  @AksiSemangat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. @andre_sinaga: @AksiSemangat : Bekerja sesuai Bakat+Talenta yang dimiliki  #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. @ariefoks: @AksiSemangat supremasi hukum yang jelas, politik yang bersih, tumbuh dan berkembangnya pengusaha, rakyat sejahtera #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. @Arumtiyas: @AksiSemangat  mulai dr diri sndiri mulai dr hal kecil untuk mengembalikan Indonesia mjd negri yg  patut dibanggakan..!! #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  10. @aslankds: @AksiSemangat benahi mental, benahi semangat, benahi kreatifitas kita agar selalu maju dlm menghadapi tantangan global #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  11. @biyl: @AksiSemangat Sumber daya manusia yg cerdas. Sumber alam melimpah. ditambah kreatifitas, kemauan, tanggung jawab menjadi #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  12. @bojanerick: @AksiSemangat perbaikan Sumber Daya Manusia baik secara kualitas skill maupun mental dan moral agar #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  13. @bondanrajasya: #IndonesiaProduktif jika anak-anak yang kurang mampu bisa sekolah dan paling tidak sudah punya cuku ilmu ;) @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  14. @DefrisonTanjung: Jadilah #IndonesiaProduktif dengan perbanyak aksi positif, kurangi reaksi negatif dan lakukan dengan @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  15. @dementorious: @AksiSemangat jangan bertanya Apa yg di berikan negara kepada kita. bertanyalah apa yg telah kita berikan kepada negara #IndonesiaProduktif\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  16. @Efria_Septi179: #Indonesiaproduktif berarti @AksiSemangat ku membuat diriku menjadi berarti bagi bangsaku. Sehingga Indonesia juga dapat berarti bagi dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  17. @Emce_nuSexy: @AksiSemangat #IndonesiaProduktif lahir dari generasi yang sehat dan cerdas. Tingkatkan taraf hidup anak Indonasia dan minat baca mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  18. @ErweinW: Kreasi, inovasi, dan berani beda! Indonesia sebagai trendsetter di masa mendatang. #IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  19. @finosaurus: @aksisemangat Industri kreatif di Indonesia semakin berkembang, jumlah entrepreneur jd 10 %  tahun 2020 #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  20. @fitridwihak: @AksiSemangat rakyat dan pejabat saling memberi semangat utk satu tujuan yg sehat #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  21. @gtriastama: @AksiSemangat Be positive, be confident, and action! #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  22. @GwnSharalda: @AksiSemangat #twitharapan sebaiknya indonesia bukan hanya menjadi konsumen tetapi juga sebagai produsen di dunia TIK #indonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  23. @herzvan: @AksiSemangat semoga para produser dapat menghasilkan film yg berkualitas. #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  24. @inaervina: @aksisemangat #IndonesiaProduktif memberikan pelatihan skill serta memanfaatkan SDM di indonesia, supaya bisa menjadi SDM yg mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  25. @jason_statham_i: Kontribusi, mnanamkan budaya displin. Bkrja dgn profesional, dan mngutamakn tanggung jwb dbanding hak. @AksiSemangat #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  26. @Jimmy1327: Produktif dimulai dari semangat dan kerja keras pantang menyerah serta kejujuran #IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  27. @leonisecret:  @aksisemangat sadar kesehatan adl slh 1 syarat #IndonesiaProduktif ,krn fisik&amp;rohani yg sehat &amp;kuat mendukung peningkatan produktivitas kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  28. @luthfiandrie: Membangun indonesia dengan pikiran dan kerja keras lebih bermutu daripada hanya sebuah statement semata. @AksiSemangat #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  29. @Lynda_kerabat: #IndonesiaProduktif Hargai karya anak bangsa, jangan hanya mengagumi hasil dari luar negeri @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  30. @moavan: Jumlah UMKM yg besar sbg usaha yg tepat utk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia @AksiSemangat #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  31. @narariadyy: ayo indonesia pasti bisa mengurangi barang barang impor dan tingkatkan kualitas barang barang ekspor! @aksisemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  32. @novyavenda: @aksisemangat #IndonesiaProduktif memberdayagunakan masyarakat agar sadar lingkungan dan kurangi sampah dgn re-cycle mnjadi produk baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  33. @NurulZamilah: Rawatlah hutan karna hutan mrupakan paru" dunia,Selamatkan Penghijauan berarti 'SAVE OUR HEALTH' #IndonesiaProduktif  @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  34. @rangrangitaa: @AksiSemangat semakin banyak anak berprestasi tingkat dunia yang di dukung selalu oleh pemerintah #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  35. @rappiDroid: @AksiSemangat #IndonesiaProduktif adalah Pemuda yang bisa berkreasi bukan hanya di mulut, melainkan tindakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  36. @RedZzdeLady: @Aksisemangat Masa depan itu dimulainya dari sekarang. jangan tunggu besok utk berkarya, lakukan sekarang. #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  37. @RickyHutadjulu: dampak dr produktivitas petani: pendidikan dan sarana kesehatan yg memadai dan pengurangan urbanisasi #IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  38. @Rininta_rin: Ciptakan lapangan kerja merata. Berdayakan rakyat di pelosok. Sejahterakan rakyat #IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  39. @ronaldku: Bangkitkan kembali swasembada beras,tingkatkan produksi beras,stop impor,beri subsidi pd petani melalui KCK#IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  40. @SahrulSandi: ketika pendidikan brkualits &amp; merata maka lahirlah SDM yg berkualitas tinggi maka  program #IndonesiaProduktif terealisasikan @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  41. @Sakalakaradtih: @AksiSemangat lengkapi segala fasilitas pendidikan, agar kita yang muda bisa terus berprestasi untuk membanggakan negeri #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  42. @sanitawithoutsi: Jangan selalu menuntut, tetapi Apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia #IndonesiaProduktif @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  43. @ssujono: @AksiSemangat #IndonesiaProduktif it Indonesia yang membuka akses terhadap keadilan pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kesehatan dgn luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  44. @thaathud: @AksiSemangat budayakan jiwa wirausaha dikalangan pemuda/di Indonesia!jgn cuma nyari,tp bisa mnciptakan lapangan kerja #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;45. @turasih90: @AksiSemangat #Indonesia Produktif dg meningkatkan kualitas pendidikan, mempersiapkan sumberdaya yg growing up dan proaktif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  46. @vaaanyaaa: @AksiSemangat Mulai segala sesuatu dr diri sendiri. Jgn terbiasa dgn sikap mencontoh, tapi biasakan sikap ingin dicontoh #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  47. @veaaveoo: #IndonesiaProduktif adalah saat ada sinergis antara rakyat dan wakil rakyat @AksiSemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  48. @vitriDewi: @AksiSemangat #Indonesiaproduktif harus memiliki kreatifitas,loyalitas,inovasi dan disiplin kerja yg tinggi.pemerintahpun harus mendukung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  49. @vonnykuna: @AksiSemangat setiap orang sadar akan fungsinya dengan melakukan hal kecil yg membawa dampak yg besar bagi banyak orang. #IndonesiaProduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  50. @yoghayalestio: #IndonesiaProduktif generasi muda perlu belajar untuk bersaing di era globalisasi bukan hanya terhanyut dalam modernisasi @AksiSemangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-1870623964513591783?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/1870623964513591783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=1870623964513591783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1870623964513591783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1870623964513591783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/05/50-tweet-indonesiaproduktif-terbaik.html' title='50 tweet #IndonesiaProduktif Terbaik yang Ditampilkan di Koran KOMPAS 19 Mei 2011'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3475600579514306034</id><published>2011-05-23T06:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T06:41:07.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mati'/><title type='text'>Dongeng Sebelum Mati</title><content type='html'>Aku sendu aroma melati,&lt;br /&gt;tertatih dalam jingga warna sedih&lt;br /&gt;merunduk pada pilu yang mengantarku ingin segera mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, itukah kau di sana?&lt;br /&gt;Aku menunggumu sedari tadi&lt;br /&gt;Aku tak sabar melihat rupa wajahmu,&lt;br /&gt;hatiku terburu-buru ingin melihat semewah apa jubahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendu aroma melati&lt;br /&gt;yang membuatku ingin segera mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau lama sekali? &lt;br /&gt;kerongkongku telah begitu sakit, dan aku makin sakit dengan tangisan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau lama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendu aroma melati&lt;br /&gt;membuatku ingin cepat mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi langkahmu enggan mendekatku&lt;br /&gt;aku juga tak mendapati warna jubahmu,&lt;br /&gt;akankah hitam kelam seperti yang mereka katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendu aroma melati,&lt;br /&gt;dan kau cepatlah datang&lt;br /&gt;aku ingin cepat mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 18 Mei 2011. sebuah perbincangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3475600579514306034?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3475600579514306034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3475600579514306034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3475600579514306034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3475600579514306034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/05/dongeng-sebelum-mati.html' title='Dongeng Sebelum Mati'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3666882021692729153</id><published>2011-05-22T07:18:00.001-07:00</published><updated>2011-05-22T07:18:10.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wednesday'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>AFTER WEDNESDAY</title><content type='html'>Belum lewat jam makan siang saat kuberanjak dari kediamanmu. Beberapa jam habiskan waktu bersama kemudian kembali berpisah, tapi biarlah, memang sebaiknya kita bertemu sesekali saja. Pertemuan itu manis, tapi kita tahu bahwa yang manispun jika terlalu sering bisa membuat kita batuk. Ada kalanya jiwa punya kepentingan untuk menelusuri ruang waktu sendiri, tanpa pertemuan. Jadi, aturan mainnya: Bertemu, berpisah, sejenak lupa, mengingat, rindu, kemudian bertemu kembali dengan suasana yang berbeda. Begitulah, aku seperti menemukan pola denganmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu terlihat bodoh menghadapimu, merengek seperti anak kecil, dan selalu saja ritual kita adalah saling mengejek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pergi dulu” kataku disusul dengan dua kecupan di pipi kanan dan kiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati-hati, kamu jangan lupa makan siang” suaramu terdengar  tanpa kulihat bagaimana caramu mengucapkannya. Aku berlalu, melenggang  tanpa beban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat dialog itu, sedikit dialog yang muncul saat kita bertemu, kecuali ketika sedang begitu cerewet dan itu berarti kau sedang gundah. Kau kadang tak peduli apakah aku suka mendengarnya atau tidak, tapi aku selalu suka jika kau mengalirkan pembicaraanmu. Aku suka senyummu dan aku suka caramu memegang gelas, entah kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu antara bertengkar dan diam, di posisi antara itu kah kita sekarang? Memilih untuk sekedar tersenyum simpul  tanpa sepatah kata pun, mendekati diam. Aku tahu mencintaimu tak perlu banyak kata, tak perlu banyak tanya. Kau sudah cukup memberiku kebebasan untukku memilih apa yang aku ingin, kau mendengarkan setiap ocehanku, kau membiarkan diri ini untuk mencari setiap makna di kedalaman matamu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Jangan telat makan” aku hapal simpul bibirmu ketika kau ucapkan itu, meski pun rupamu tak nampak di hadapku. Hemm, setiap kali kudengar itu, aku akan sangat tersanjung dan berharap bahwa hanya aku lah yang mendapat perhatikan seperti itu. Ah sial, itu hanyalah arogansiku semata. Kau pasti tertawa saat mengetahuinya. &lt;br /&gt;Setiap kali aku berhasil untuk mengenyahkanmu dari perasaan yang merongrong kesadaranku, maka seketika itu juga aku lari dari apa yang sedang dihadapi. Aku pergi untuk  mengetahui sebenarnya cinta seperti apa yang kucari. Adakah yang lemah lembut dan selalu hadir dengan kesabaran? Atau sepertimu yang baru-baru ini datang dengan sapaan laksana teman. Sebelumnya kita akan saling berteriak dan kau selalu saja mengejekku. Aku selalu salah di matamu, tapi aku sangat suka ketika kau salahkan. Mengapa? Sebab ketika tiba-tiba kau memujiku, maka hal itu menjadi sangat istimewa. Berbeda jika aku mendapat pujianmu setiap hari, semua akan hambar bagaimana adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, boleh kau katakan berlebihan jika memang bagimu ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya. Aku ingat semua detail pertemuan kita, dari awal hingga yang terakhir. Aku setia mengunjungi setiap jejak yang kau tinggalkan lewat tulisan-tulisanmu. Entah di &lt;i&gt;diary online &lt;/i&gt; atau pun di situs jejaring sosial. Dari ratusan catatan yang aku bikin, kamu lah inspirasi terbesar. Di buku harian pun namamu yang paling banyak tercantum. Mengapa seperti itu? Karena mengagumimu, mencintaimu, adalah kesempatan yang mewah. Yang kudapatkan sepanjang waktu, meskipun tak pernah kamu tahu. Dan walau bagaimana pun, kamu tetap menjadi mimpiku, yang tersimpan di lembaran-lembaran hidupku. Mencintaimu tak bisa kulakukan terang-terangan, cukup bagiku tahu bahwa kamu baik-baik saja. Cukup bagiku tahu bahwa kamu cukup istirahat dan matamu tidak bengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang”, itu adalah kata yang langka sekali kau ucapkan untukku. Aku tak peduli. Aku justru menyukainya. Menjadi suatu surprise yang sangat berharga, senyumku terkembang luar biasa saat kau mengucapkannya untukku sekali waktu. Meski entah apa maksudnya, aku suka. Itu kah jatuh cinta? Haha, kau juga jangan tertawa jika mengetahuinya, biarkan aku mentertawakan diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu masih satu, masih yang aku kagumi sejak rabu itu.  Kau ingat rabu itu? Rabu yang mengawali kedekatan kita, rabu yang menciptakan rabu selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya. Aku mengingat dan mencatat perdebatan, pujian, dan cercaan yang kadang muncul. Aku ingat paras gadis-gadismu, pujian-pujianmu untuk mereka. Berapa pun banyaknya jumlah mereka, tapi aku tetap saja aku yang mencintaimu, yang tak bisa mengenyahkanmu sejak rabu itu meski hampir tiga tahun berlalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3666882021692729153?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3666882021692729153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3666882021692729153&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3666882021692729153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3666882021692729153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/05/after-wednesday_22.html' title='AFTER WEDNESDAY'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6885409053162431583</id><published>2011-05-15T20:46:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T20:46:42.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Menulis Cinta</title><content type='html'>Sayang, sekarang sudah terlalu malam untuk kita berdiskusi. Biarkan badan kita rebah dan menikmati selimut malam. Besok ada harapan yang harus kita songsong dengan semangat, mari rehat dan siapkan energi untuk hari esok. Diri ini menghendaki cinta yang tak pernah terputus, bahkan ketika kita tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, berhari-hari kita jaga kemesraan, menikmati kebersamaan yang berjarak ruang. Berhari-hari pula tak pupus kata cinta menghiasi perjalanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-boUouvkNUb8/TdCc2MgULzI/AAAAAAAAAIU/q74TckKLwO4/s1600/love_is____by_circle__of__fire.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="297" src="http://3.bp.blogspot.com/-boUouvkNUb8/TdCc2MgULzI/AAAAAAAAAIU/q74TckKLwO4/s320/love_is____by_circle__of__fire.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, bahasa cinta itu milik kita, milik semua orang yang mencinta. Kita tidak pernah tahu parafrase, majas, maupun diksinya. Karena bahasa cinta terlampau universal. Yang jelas, bahasa cinta selalu menjadi obat ketika kita sakit, pelepas dahaga ketika kita haus, dan pembawa senyum ketika kita sedih. Bahasa cinta adalah bahasa yang paling alami dalam hidup ini. Bayi pun ketika baru lahir telah tahu, sebuah bahasa cinta yang terwujud melalui tangis sebagai kabar gembira untuk ibunda dan keluarganya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6885409053162431583?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6885409053162431583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6885409053162431583&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6885409053162431583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6885409053162431583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/05/menulis-cinta.html' title='Menulis Cinta'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-boUouvkNUb8/TdCc2MgULzI/AAAAAAAAAIU/q74TckKLwO4/s72-c/love_is____by_circle__of__fire.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-1060763279962798166</id><published>2011-05-04T22:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T22:31:25.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>A Touch, A Cloud</title><content type='html'>Hal yang paling syahdu adalah saat kita merasakan bahwa ruh dan jiwa menyatu dengan semesta. Menjejakkan kaki di atas tanah yang baru dicumbui hujan, membaui aromanya, kemudian mencecap kepuasan batin. Lalu, mendongaklah kepala kita memandangi langit malam yang menjanjikan kesempatan pada mentari untuk muncul esok hari. Banyak tebaran bintang membentuk rasi biduk maupun pari, memberi petunjuk pada penggarap ladang untuk melanjutkan aktivitasnya seusai subuh esok pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, ketika kabut mampu kau sentuh, kau akan merasakan bahwa Tuhan begitu dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-1060763279962798166?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/1060763279962798166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=1060763279962798166&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1060763279962798166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1060763279962798166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/05/touch-cloud.html' title='A Touch, A Cloud'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2427805084166381330</id><published>2011-05-04T22:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T22:29:08.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>CERACAU</title><content type='html'>Apa saja yang bisa kamu lakukan sekarang, lakukanlah. Keberhasilan itu akan terwujud dengan ketekunan. Sesekali kejenuhan itu mendatangi dan menggerogoti semangat hidup, namun ketika kita bisa menaklukkannya, maka jenuh itu akan tunduk dan bosan menyambangi. Bukankah begitu hidup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dieng, 14 April 2011 saat udara (mungkin) di bawah 15 0 C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Saat jenuh menghampiri, apa yang akan kamu lakukan? Menyerah dengan rasa? Kemudian jauh tertinggal di belakang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Untuk apa rasa sakit yang selama ini mengiringi perjalanan hingga sampai di tempat ini? Bukankah tujuanmu adalah kemenangan menuju kebijaksanaan?”&lt;br /&gt; “Bergeraklah, karena dengan bergerak kau akan tahu bahwa waktu dan ilmu itu sama-sama berharga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita tidak pernah menentukan apa yang terjadi, tapi kita menentukan apa yang seharusnya terjadi. Sewaktu-waktu saat jenuh, ingatlah tujuanmu menjadi ‘guru’ untuk mengamalkan ilmumu. Ingat rencana-rencana besarmu. BERGERAKLAH!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2427805084166381330?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2427805084166381330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2427805084166381330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2427805084166381330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2427805084166381330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/05/ceracau.html' title='CERACAU'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5275690346962047660</id><published>2011-03-22T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T01:30:24.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chimotz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seniman'/><title type='text'>SENIMAN SAINS: A SIMPLE SHARE WITH ChiMotZ</title><content type='html'>Hari sudah menjelang  dini, barangkali fajar sedang berdandan dan bersiap untuk  menampakkan diri beberapa jam lagi. Seperti biasanya, saya masih terjaga menikmati detail insomnia yang tanpa disadari menjadi kebiasaan. Dan, rasa-rasanya membuka facebook adalah menjadi pilihan yang tepat, sekedar untuk melihat siapa yang masih bisa diajak ‘berbicara’, membaca komentar di notes, serta menclok sana-sini mengetahui apa yag ada di pikiran orang-orang yang masuk dalam jalinan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa disengaja, saya bertemu dengan satu manusia ini di kotak chat facebook. ChiMotz Gilbert Rockn’tolz, agak ribet juga mengeja namanya, tapi familiarnya ChiMotz. Musisi yang pernah saya lihat penampilannya di acara RASSA (Ruang Apresiasi Seni dan Sastra) edisi I (entah, saya lupa tepatnya kapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-G901Ow-c-3w/TYhcjRvv-xI/AAAAAAAAAHc/fU4Lbl3YLIE/s1600/199297_1614652361951_1105577338_31302687_7567118_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="250" src="http://3.bp.blogspot.com/-G901Ow-c-3w/TYhcjRvv-xI/AAAAAAAAAHc/fU4Lbl3YLIE/s320/199297_1614652361951_1105577338_31302687_7567118_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangkali hanya tulisan sederhana yang bisa saya tuangkan disini, tapi beginilah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni itu universal, bisa ditekuni, diapresiasi, dan dinikmati oleh siapa saja. Pelaku-pelaku seni layaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengabdikan diri untuk negara. Pelaku seni juga mengabdikan diri dan pemikirannya untuk seni. Saya sendiri hanyanyalah seorang penikmat yang bagi saya  seni itu menghibur, menenangkan dan membuat saya merasakan. Seni itu soal rasa bagi saya. Suatu kali saya pernah berbincang dengan seorang sahabat yang pandai menarikan jari-jarinya di antara senar gitar. Saya mengagumi jari-jari lincah itu, dan.... lagi-lagi saya hanya bisa menikmatinya. Berkali-kali latihan tetap saja kaku. Salah satu direktori di komputer saya penuh dengan file musik dan setiap saat saya bekerja (menulis, membaca, bahkan saat duduk-duduk saja), musik menjadi teman setia yang kehadirannya saya wajibkan. Tapi lagi-lagi saya hanya bisa menikmatinya, sedikit saja saya mencoba mendendangkan atau menyanyikan lagu, pasti muncul komentar: “Asih, kamu harus membedakan mana bernyanyi dan mana berdebat. Suara kamu lebih cocok untuk menjadi orator atau pembicara.” Itu adalah salah satu komentar dari sahabat saya yang selalu saya ingat. Tapi bagaimana pun, saya menyukai musik, menikmati seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan obrolan ringan dengan ChiMotz, menuntun saya untuk menuliskan hal ini. Seniman, siapa pun dia, akan tergerak untuk menciptakan karya-karya yang biasanya berasal dari hasil kontemplasi atas fenomena-fenomena yang terjadi di sekitarnya. Musisi, diberikan kepekaan terhadap nada oleh sebab itu penciptaannya pun ada nada-nada yang tersusun apik. ChiMotz, begitu panggilannya, menjadikan musik sebagai media untuk menyampaikan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TmY7uXWQ-Rs/TYhc-KsPOyI/AAAAAAAAAHk/3Vopn9I6lyU/s1600/78134_1493613976067_1105577338_31087707_5341308_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-TmY7uXWQ-Rs/TYhc-KsPOyI/AAAAAAAAAHk/3Vopn9I6lyU/s320/78134_1493613976067_1105577338_31087707_5341308_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Hemmm, &lt;i&gt;love music love life&lt;/i&gt;, meskipun saya cuma bisa jadi penikmat” jari saya mengetikkan kata-kata itu di kotak chatt.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Justru anda beruntung bisa menjadi penikmat, pelaku seni tidak bisa sepenuhnya menikmati seni” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira kenapa bisa seperti itu?” saya tergerak untuk menanyakan alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“karena otak pelaku selalu terganggu oleh keinginan menganalisa ketika ia mendengar, melihat, merasakan, seni-seni yang baru. Itu yang saya rasakan” ChiMotz menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya jadi ingat ciri-ciri ilmuwan, seorang ilmuwan adalah dia yang selalu gelisah hatinya, terganggu pikirannya ketika menemukan realitas fenomena. Hummm, nampaknya ada persamaan antara seniman dan ilmuwan. Sepertinya bisa jadi resiprositas, seniman adalah ilmuwan, ilmuwan adalah seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seniman sama seperti ilmuwan, keduanya sama-sama mudah terganggu dengan hal yang baru” saya menyatakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira begitu khususnya musik untuk saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan ilmuwan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seniman sains mungkin, karena ilmuwan adalah seniman juga, cuma kurang familiar saja jika ilmuwan disebut seniman saja. Baik seniman maupun ilmuwan, keduanya sama-sama mengkomposisikan hal-hal baru” kata ChiMotz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SfwgVgiQ8dA/TYhdubgsEEI/AAAAAAAAAHs/n3qNAwgc1go/s1600/190131_1614071467429_1105577338_31301612_2887171_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="222" src="http://4.bp.blogspot.com/-SfwgVgiQ8dA/TYhdubgsEEI/AAAAAAAAAHs/n3qNAwgc1go/s320/190131_1614071467429_1105577338_31301612_2887171_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Obrolan singkat dengan ChiMotz membuat saya jadi berpikir, se-fals apapun suara saya, sekaku apapun jemari saya yang kesulitan belajar gitar, saya bersyukur bisa menikmati seni. Cukuplah menekuni apa yang kita cintai, kerjakan dengan sungguh-sungguh, karena setiap kita adalah seniman. Setiap jiwa adalah seni sebab Tuhan pun menciptakan jiwa-jiwa manusia dengan komposisi keindahan yang bermakna seni.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ChiMotz, senang bisa share dengan calon komposer handal :)... jangan lupa request saya ya: aransemen musik yang menyampaikan suara hati petani di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 22 Maret 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5275690346962047660?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5275690346962047660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5275690346962047660&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5275690346962047660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5275690346962047660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/03/seniman-sains-simple-share-with-chimotz.html' title='SENIMAN SAINS: A SIMPLE SHARE WITH ChiMotZ'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G901Ow-c-3w/TYhcjRvv-xI/AAAAAAAAAHc/fU4Lbl3YLIE/s72-c/199297_1614652361951_1105577338_31302687_7567118_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-9042224755707061910</id><published>2011-03-13T19:51:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T20:47:02.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Ketika Lelaki Menangis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xUc-0WPJi_g/TX187ph8toI/AAAAAAAAAHM/iA8Ikd-Mmi4/s1600/180901tears1.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="235" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-xUc-0WPJi_g/TX187ph8toI/AAAAAAAAAHM/iA8Ikd-Mmi4/s320/180901tears1.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika lelaki menangis, katanya seperti hujan yang tiba-tiba turun saat matahari sedang bersinar begitu cerah. Barangkali tak seironis itu, setiap jiwa punya batas rasa, kupikir. Laki-laki atau pun wanita punya cara untuk meluapkan emosi, dan jika menangis bisa membuat kita tergerak untuk lebih baik, maka jika laki-laki menangis, itu bukan hal yang tabu. Menangislah, sahabatku, karena menangis itu menandakan bahwa kamu punya hati yang lembut, hati yang peka dengan peristiwa di sekitarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu waktu kamu perlu bahuku untuk sandarkan tangismu, kamu tak perlu ragu untuk memintanya. Kau pun boleh menangis semaumu, asal setelah itu kamu tersenyum seperti biasa. Kamu tahu kan? Bahwa senyum adalah pesan terhangat yang begitu cepat sampai dan cepat mendapat  &lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt;. Ketika air mata jatuh dari pelupuk matamu, tak perlu segan menunjukkan padaku. Kau sedang membasuh hatimu yang terasa gersang. Setelah ini kau akan mendapatkan kelegaan dan kerelaan akan sesuatu yang kau hadapi. Yah, kau boleh jadikan aku sebagai katalisator untuk menetralisir perasaan sedihmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini malam, saat aku bertemu denganmu, seperti sebuah ketiba-tibaan yang kita rencanakan. Kamu masih dengan senyum sperti biasa, senyum sahaja yang menenangkan. Kutepuk bahumu, berharap bahwa satu tepukan itu mampu membuatmu tahu bahwa aku ada, sebagai sahabatmu dan siap mendengar kesahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Santai” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sedang tidak bisa santai untuk saat ini” jawabanmu datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, aku tak memaksamu, ini saran” aku miris mendengar jawabanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm, kau tersenyum lagi, simpul temali yang masih kuat. Kau masih dengan jiwa dan kharismamu. Kau tahu? Betapa membahagiakannya ketika kita bertemu dengan orang yang tersenyum tulus pada kita? Dan aku begitu bahagia melihat senyummu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbeda denganmu, karena kamu lelaki yang barangkali tak suka dengan cara perempuan menyelesaikan gundah. Hanya saja, justru aku yang ketakutan menjadi teman bicaramu, kurasa kita berbeda cara dalam menyikapi semua ini. Aku terlalu santai, kau tahu kan sikapku yang tak pernah mau ambil pusing? Maafkan aku, bukannya aku ingin membuatmu menjadi gusar, hanya saja aku berharap kau takkan mematikan kreativitasmu karena persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ujianmu berat, maka kamu memang pantas untuk mendapatkannya” aku mencoba beretorika di hadapanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kadang kita belum siap menerima ujian ini” kau masih lesu menanggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang tahu batas kesiapan?” tanyaku sembari mencari selidik di balik nada suaramu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak tahu!” kau terdengar ketus, maafkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu!” suaraku tiba-tiba meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, aku belum siap!” jawabanmu lunglai, barangkali cermin hatimu yang sedang gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, maafkan aku, terlalu kasar perkataanku tadi. Sahabatku, kadang kesempatan seperti menjauh dan tidak berpihak pada kita. Tapi bukankah ketika satu pintu kesempatan tertutup, maka pintu kesempatan yang lain akan terbuka? Sekali lagi maafkan aku, bukan sedang mendiktemu, aku sedang mengajari diriku, jika kau mau mendengar aku sangat bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kesempatanku tertutup” Itu katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, kenyataannya memang begitu” aku ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sudah, aku muak mendengar ocehanmu yang seperti jiwa sakaratul maut.  Kau tahu kan? Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Jangan memaksakan keadaan. Kau tahu, kau diberi kesempatan lebih awal untuk bisa menghadapi semua ini. Apa kau yakin kau akan siap ketika cobaan itu datang esok hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau yakin kau siap jika hal ini terjadi pada dirimu esok hari?” aku sudah mulai menurunkan intonasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menggeleng, tertunduk, dan tak punya jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini adalah bersiap-siap untuk menghadapi ketidakmungkinan yang pasti akan terjadi. Hanya ada satu hal yang pasti dalam hidup, yaitu mati. Selebihnya adalah pertimbangan-pertimbangan logis dan emosional untuk kepentingan kita. Tendensimu tentang masalah ini baik, untukmu dan menurutmu. Tapi apa kau sadari di sekitarmu banyak orang begitu khawatir dengan kondisimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menetesekan air mata. Ini kali pertama aku melihatmu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh kupinjam bahumu? Aku ingin menangis” matamu berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menangislah, karena dengan menangis hatimu akan menjadi lembut.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, kosan Fauziah 00:13&lt;br /&gt;17 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-9042224755707061910?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/9042224755707061910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=9042224755707061910&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/9042224755707061910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/9042224755707061910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/03/ketika-lelaki-menangis.html' title='Ketika Lelaki Menangis'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xUc-0WPJi_g/TX187ph8toI/AAAAAAAAAHM/iA8Ikd-Mmi4/s72-c/180901tears1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4493977998752687379</id><published>2011-03-12T19:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T19:29:39.935-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebaikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Tentang Kematian</title><content type='html'>&lt;i&gt;Beruntunglah mereka yang mati muda&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (Soe Hok Gie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termenung sebelum tidur setelah selesai menonton film Gie, malam itu. Mengingat satu kalimat yang terngiang di telinga. Keberuntungan yang diperoleh bagi seseorang yang mati muda. Mati mati mati mati. Kadang memang ada baiknya jika kematian menyambangi kita lebih awal, pikirku. Dan pikiranku tersebut pernah kutuangkan dalam status &lt;i&gt;facebook&lt;/i&gt; meski tak terlintas lagi tanggal berapa aku tulis. Mati dan kematian, boleh sedikit aku ulas? &lt;i&gt;Dead is no longer alive, and death means a permanent end or destruction of something&lt;/i&gt;. Mati berarti mengakhiri segalanya. Tapi tidak hanya sampai disitu, mati adalah persoalan pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku berdiskusi dengan salah seorang sahabat, Meda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika suatu saat kamu ingin dikenang, kamu ingin dikenang sebagai apa?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin dikenang sebagai orang baik, cukuplah bagiku kebaikan.” Jawab sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagimu apa itu kebaikan? Karena kadang kita perlu menjelaskan derivat dari setiap jawaban yang kita utarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada turunan dari kebaikan selain kebaikan itu sendiri. Bagiku kebaikan adalah puncak pencapaian, bahkan manifestasi iman. Maaf jika kamu tidak setuju dengan pernyataanku, tapi inilah keiinginanku. Suatu saat jika aku tiada, aku ingin dikenang karena kebaikanku. Aku ingin generasiku pun mendulang kebaikan yang aku tinggalkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, apa makna dari kebaikanmu?  Karena yang bagi kita baik belum tentu bagi orang lain pun baik.” Aku masih bersikeras mencari tahu tentang keinginan sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebaikan yang aku maksud adalah kebaikan yang universal, kebaikan yang diakui oleh banyak orang. Taat pada orang tua, berkata lemah lembut dan tidak menyakiti orang lain, menyayangi yang muda dan hormat pada yang tua, tidak berbuat curang, menahan marah, dan makna-makna lain yang jika dijabarkan tak cukup waktu seumur hidup kita. Karena mengizinkan semut untuk hidup pun kebaikan.” Kurasa sahabatku menjawab begitu sederhana, jawaban yang terlalu umum. Aku belum puas dengan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa hubungannya dengan iman?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku menarik nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang aku pahami, di agama mana pun, dalam kitab-kitabnya, manusia tidak dianjurkan untuk merusak, berbuat serakah, berlaku curang, merugikan, dan lainnya. Semua agama mengajarkan supaya manusia berlomba-lomba dalam kebaikan. Percayalah, tuntunan itu universal. Aku bukan ahli kitab, bukan penghapal isi kitab, aku sekedar menafsirkan dari pemahamanku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehmmm, kamu percaya tidak kalau orang yang mati muda adalah orang yang beruntung? Orang yang tidak dibebani dengan banyak dosa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat tidak adil sebenarnya jika  percaya begitu saja, harus ada kroscek. Jika pertanyaanmu adalah suatu hipotesis, maka perlu kita uji terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga masih bingung dengan pernyataan “beruntung” itu. Sangat tidak adil bagi orang yang mati tua jika keberuntungan lebih diperoleh mereka yang mati muda.” Kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku mengambil salah satu buku di rak yag terletak pada salah satu sudut kamarnya. Aku memang terbiasa berlama-lama diskusi dengannya karena kurasa khasanah pengetahuannya membuat  pikiranku terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacalah..!” perintahnya sembari memberikan buku itu padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keningku berkerut, barangkali garis dahi ini sudah mulai menujukkan kapan aku mati juga meskipun aku tak tahu tepatnya. Manusia memang harus terus berhipotesis tentang perkara rezeki, jodoh, dan mati. Kusambut buku bersampul hitam yang nampak kelimis. Aku membuka halaman yang ditunjukkan olehnya, halaman yang tak berangka tapi berbatas pita merah kecil seperti dalam kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhan, aku percaya bahwa kebaikan adalah milikMu. Mencoba untuk terus bertahan dengan keyakinan atasMu, bukan karena agamaku, bukan pula karena banyaknya manusia yang meyakinimu. Aku ingin mendekatiMu karena keinginanku, bukan karena keinginan siapa pun. Tuhan, aku coba untuk memahami bahwa Engkau menjanjikan surga dan neraka untuk setiap akhlak yang kami lakukan. Surga itu kebaikan, dan neraka itu kejahatan. Aku tahu itu dari pengetahuan tentangMu, sejak aku mengaji dulu. Tapi rasa-rasanya aku tak puas dengan pengetahuan semata. Aku ingin membutikan bahwa surga dan neraka itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku membuktikannya Tuhan? Sedang pengetahuanku tentang cara membuktikanya pun belum ada. Ajari aku, Tuhan.&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kau menyuruhku membaca tulisanmu tentang Tuhan ini?” aku mencoba konfirmasi apa yang aku baca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lanjutkan saja di halaman berikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suatu hari aku menjaga nenekku yang sedang sakit keras. Sakit tak bisa bergerak sejak setahun yang lalu. Dia hanya bisa bernapas, berkedip, dan teriak-teriak. Makannya masih lahap, dan kadang-kadang aku menungguinya disuapi. Tapi aku tak berani menyuapi, aku tak tega melihat rahangnya yang semakin menonjol, aku juga tak tahan mendengar teriakannya yang seperti bercanda.Berhari-hari selama satu tahun itu, ibuku menjaga nenekku seperti menjaga bayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, malam jumat, sejak pagi aku diminta menjaga nenekku karena ibu sibuk memasak. Entah kenapa ada rasa berbeda yang aku rasakan, kamar nenek seperti lebih dingin dari biasanya. Nenekku tidak teriak-teriak lagi, matanya nanar memandang ke atas. Tangannya tiba-tiba bisa bergerak dan menggapai ke arah mukaku. Aku merinding, kucoba untuk berbicara dengannya. Kutawari apakah nenek mau mendengarku mengaji, dia mengangguk. Kulantunkan Yasin, Al Waqi’ah, Ar Rahman. Tak lupa kutuntun lafaz Allah, Allah, Allah, disela nafas nenekku yang tersengal-sengal. Sampai setengah hari aku lakukan itu. Kemudian kutemui ibu dan aku minta menggantikan tugasnya menjaga rumah, aku takut menjaga nenek. Nenek seperti sedang bernegosiasi dengan malaikat maut. Polahnya sangat berbeda dengan kemarin. Malamnya, nenekku meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kutuliskan ini, aku usai salat asar, di akhir doaku kuungkap harapan yang ingin kutanam. Aku tidak ingin mati muda, aku ingin mati wajar di waktu yang tepat. Aku tidak ingin melihat ibuku merawat kematianku, aku ingin menjaga dan berbakti dulu pada orangtuaku. Kutahu, betapa susahnya menjaga orang yang mau mati, betapa sedihnya ditinggal mati. Aku tidak ingin ibuku sedih, aku tidak mau bapakku meneteskan air mata. Aku tidak mau adikku kehilangan sosok kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tuhan, jika surga dan neraka adalah janjimu, biarkan aku belajar untuk tahu, dengan caraMu. Kematian adalah hal yang pasti karena itu janjiMu, tapi Tuhan, pilihkan waktu yang tepat untukku-&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meda, jadi menurutmu?” tanyaku pada sahabatku setelah kubaca dua halaman buku hariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya” hanya kata itu yang keluar dari mulut sahabatku, Meda, sambil tersenyum dan mengambil kembali buku hitam kelimis yang aku pegang. Mungkin baginya aku akan cukup paham dengan penjelasan tersiratnya dari kata “ya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung adalah yang mati tepat pada waktunya. Setiap manusia dilahirkan dengan membawa misi menjadi perantara Tuhan di dunia ini. Mati saat balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, tua bukanlah persoalan untung dan rugi. Mati adalah hal yang telah dipilih dan menjadi kesepakatan sebelum manusia lahir. &lt;br /&gt;Setahun setelah diskusiku dengan Meda, dia dipanggil keharibaanNya. Aku menangis, sangat dalam. Ibunya menangis hingga pingsan, ayahnya pun meneteskan air mata. Sahabat-sahabatnya menangis dan sesungguhnya belum percaya perihal kepergian Meda. Tapi kurasa, Meda akan dikenang dengan kebaikannya. Tahun-tahun setelah kematiannya, dia banyak dikenang karena kebijaksanaannya. Aku tidak pernah merasa Meda mati, dalam usia yang masih pagi. Dia mati di usianya yang tepat. Tujuh belas tahun, sehari sebelum ulang tahunnya ke-18 dengan kebaikan-kebaikan yang dia wujudkan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia dilahirkan dengan membawa misi menjadi perantara Tuhan, dan lagi-lagi aku berhipotesis bahwa salah satu misi hidup yang dibawa Meda adalah memberitahu padaku tentang persoalan kematian, kebaikan, dan hidup. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kantuk menyerang setelah kuingat masa dimana aku masih bisa bergandeng tangan dengan Meda. Tanpa kusadari aku menangisi kembali kematian sahabatku. Dan, kurasa, aku belum siap untuk mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 27 Februari 2011&lt;br /&gt;22.20 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4493977998752687379?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4493977998752687379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4493977998752687379&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4493977998752687379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4493977998752687379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/03/tentang-kematian.html' title='Tentang Kematian'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6423766555833284700</id><published>2011-03-07T19:21:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T19:21:43.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tjondronegoro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wiradi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agraria'/><title type='text'>Review Buku (Dua Abad Penguasaan  Tanah Pola Penguasaan Tanah  Pertanian di Jawa  dari Masa ke Masa, S.M.P Tjondronegoro dan Gunawan Wiradi, 2008)</title><content type='html'>Tanah memiliki makna yang berbeda ketika dilihat dari berbagai sudut pandang. Secara ekonomi tanah adalah faktor produksi sedangkan dari sudut pandang demografi perbandingan manusia dengan luas tanah pertanian menjadi penting. Berbeda lagi dengan pandangan hukum yang melihat tanah dari kerangka formal maupun informal yang mengatur segala aktivitas yang ada hubungannya dengan tanah. Sudut pandang politik memandang tanah dari aspek kekuasaan untuk  mengorganisasikan peraturan supaya ditaati. Keempat sudut pandang tersebut  digunakan untuk memetakan lapisan-lapisan dalam masyarakat sehingga memunculkan pandangan sosiologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pedesaan, perubahan pranata sosial juga berhubungan dengan pola penguasaan tanah. Terkait dengan kondisi ini, penulis menguraikan mengenai aspek penting dari masalah penguasaan tanah. Lokasi penelitian adalah desa Wargabinangun, desa Mariuk, desa Jati, dan desa Sukaambit di Jawa Barat. Di Jawa tengah diambil tiga desa yaitu desa Rowosari, desa Wanarata, dan desa Kebanggan. Demikian pula di Jawa Timur diambil tiga desa penelitian yaitu desa Janti, desa Geneng, dan desa Sukosari. Salah satu ciri penting struktur pertanahan di Jawa adalah terdapatnya berbagai macam bentuk pemilikan tanah terutama yang didasarkan pada konsep-konsep tradisional seperti tanah yasan, yasa, atau yoso dimana dalam UUPA 1960 memperoleh status legal sebagai tanah milik. Terdapat juga tanah norowito, gogolan, pekulen, playangan, kesikepan, dan sejenisnya dimana dalam UUPA 1960 hak atas tanah ini diubah statusnya menjadi tanah milik bagi penggarapnya yang terakhir. Selain itu terdapat tanah titisara, bondo desa, kas desa yang merupakan tanah milik desa dan disewakan, disakapkan, atau dilelangkan kepada siapa yang mau menggarapnya, hasilnya dipergunakan untuk keperluan desa. Tanah desa lainnya adalah tanah bengkok yang diperuntukkan sebagai gaji  pejabat desa selama mereka menduduki jabatan. Baik tanah bengkok maupun tanah titisara keberadaannya diakui  oleh UUPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri penting masyarakat pedesaan di Jawa adalah bahwa penduduknya seolah-olah terbagi menjadi kelas-kelas yang didasarkan atas jangkauannya terhadap hak-hak atas tanah, terutama sebelum adanya UUPA 1960. Pejabat desa merupakan kelas sosial yang lebih tinggi, sedangkan masyarakat umum diluarnya dibagi menjadi dua yaitu mereka yang mempunyai kesempatan untuk menjadi pemegang hak menggarap tanah komunal dan mereka yang tidak memiliki hak untuk itu tapi juga tidak memiliki kewajiban apa-apa yang berkaitan dengan hak tersebut. Di sepuluh desa penelitian menggambarkan bahwa pemilikan sawah terpusat kepada beberapa orang saja. Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan dalam buku ini, secara umum, desa-desa dataran rendah relatif lebih komunal dibanding desa-desa dataran tinggi. Kalau dibandingkan antarprovinsi ternyata Jawa Tengah dan Jawa Timur lebih komunal dibanding Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi pemilikan tanah di pedesaan Jawa tidak diikuti oleh adanya satuan-satuan usaha tani yang luas, melainkan lebih diikuti oleh tingkat penyakapan yang tinggi, yaitu terdapatnya sejumlah besar satuan usaha tani sempit yang digarap atas dasar bagi hasil atau berasal dari sewa. Meskipun dari hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam 60% dari desa-desa yang diteliti ternyata  lebih dari 50% persen total pendapatan berasal dari sektor non-pertanian. Namun, jika dilihat dari distribusi pendapatan menurut golongan kepemilikan tanah ternyata masih tampak jelas bahwa pada golongan pemilikan tanah yang lebih luas, rata-rata pendapatan rumah tangga per tahun juga lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok yang disampaikan dalam penelitian ini adalah (1) Dewasa ini, distribusi pemilikan tanah di Jawa ternyata sangat timpang dan tingkat ketunakismaan  sangat tinggi; (2) Tingkat penyakapan  cenderung sejajar dengan tingkat ketunakismaan; (3) Meskipun kesempatan kerja di luar bidang pertanian mungkin meningkat namun ternyata bahwa struktur pemilikan tanah tetap berpengaruh terhadap distribusi pendapatan, yang berarti merupakan salah satu faktor penentu kesejahteraan masyarakat pedesaan; (4) Dengan adanya berbagai program pembangunan sekarang ini, ternyata masih banyak rakyat pedesaan yang hidup dalam kemiskinan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6423766555833284700?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6423766555833284700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6423766555833284700&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6423766555833284700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6423766555833284700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/03/review-buku-dua-abad-penguasaan-tanah.html' title='Review Buku (Dua Abad Penguasaan  Tanah Pola Penguasaan Tanah  Pertanian di Jawa  dari Masa ke Masa, S.M.P Tjondronegoro dan Gunawan Wiradi, 2008)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2211747992136482925</id><published>2011-03-07T19:18:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T19:18:14.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tania Murray Li'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Review Buku (Proses Transformasi Daerah Pedalaman di Indonesia, Tania Murray Li, 2002)</title><content type='html'>Buku ini mengkaji tentang transformasi yang terjadi di daerah pedalaman (sebagai sebutan untuk daerah dataran tinggi) Indonesia. Penulis melihat daerah dan masyarakat “dataran tinggi” secara lebih kompleks dengan memperhatikan aspek ekologi yang dikaitkan dengan aspek ekonomi, politik dan kebudayaan. Pandangan yang berkembang tentang masyarakat di dataran tinggi berbeda-beda, perbedaan pandangan ini didasari pertentangan kepentingan baik secara potensial maupun aktual di daerah pedalaman Indonesia. Daerah pedalaman Indonesia telah terbentuk sebagai wilayah yang tersisih melalui perjalanan politik, ekonomi, dan sosial dengan daerah dataran yang rendah yang telah lama dan terus berlangsung. Asumsi bahwa masyarakat pedalaman adalah bodoh dan terisolasi dipegang oleh agen pembangunan yang pada akhirnya mempengaruhi kebijakan pembangunan yang diterapkan di daerah pedalaman. Dinamisme, produktivitas, pengetahuan serta kreativitas masyarakat pedalaman sering diabaikan dalam program pembangunan pemerintah. Daerah pedalaman menjadi obyek proyek pembangunan atas nama “modernisasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu studi kasus dalam buku ini menjelaskan tentang introduksi tanaman kelapa hibrida di dataran tinggi Jawa Barat melalui program PIR (Perkebunan Inti Rakyat) menggeser pola pertanian campuran menjadi pertanian monokultur. Proyek PIR-BUN yang diterapkan dimulai pada tahun 1982 dan pohon kelapa hibrida pertama ditanam pada tahun 1983. Proyek ini diterapkan melalui sistem pertanian kontrak sebagai salah satu cara untuk merangkul para pengolah tanah di dataran tinggi di Jawa Barat (dan Indonesia). Pemilihan komoditas kelapa hibrida dan bentuk organisasi PIR di wilayah tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa tengah terjadi krisis minyak kelapa di Indonesia pada akhir 1970-an. Tujuannya adalah untuk memenuhi permintaan dalam negeri dan mengembalikan kelapa sawit pada peranan aslinya sebagai penghasil devisa. Tidak hanya karena alasan tersebut, tetapi pemilihan wilayah seperti Cisokan dikaitkan dengan unsur kontrol politik karena wilayah tersebut merupakan basis pergerakan kaum separatis Darul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek pertanian kontrak yang diterapkan tidak berjalan tepat seperti yang dimaksudkan. Terdapat kesenjangan yang sangat jauh antara asumsi yang mendasari proyek PIR dan kondisi sebenarnya yang timbul. Proyek alih teknologi serta pembakuan produk telah menimbulkan banyak problem teknis. Proyek tersebut didorong oleh kehendak untuk mengendalikan, membentuk, memodernisasikan, menghilangkan keterbelakangan dan “sikap subsisten” penduduk pedesaan melalui penerapan budidaya tanaman tunggal yang dikontrakkan. Dampaknya bagi petani Cisokan yang sebelumnya memiliki kuasa yang disahkan secara lokal terhadap lahan untuk kebun campuran, proyek tersebut membuat mereka berhutang uang dalam jumlah besar beserta bunganya untuk mendapatkan tanah yang kurang produktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus tersebut memperlihatkan bahwa pandangan mengenai masyarakat pedalaman yang terbelakang, bodoh, subsisten memunculkan inisiatif untuk mengimplementasikan proyek perkebunan yang komersil. Tujuannya adalah untuk menjadikan penduduk pedesaan di pedalaman yang relatif homogen menjadi modern. Namun, hasil dari program ini mencerminkan keadaan pembagian kekuasaan dan sumberdaya yang sejak awal tidak merata, akhirnya memunculkan bentuk perlindungan, penolakan dan penyesuaian baru muncul dalam konteks implementasinya. Keuntungan dan peningkatan kekayaan lebih banyak dinikmati oleh pejabat pemerintah yang diberi lahan perkebunan yang mudah dijangkau dan subur. Petani kaya merugi karena banyak pohon-pohon berharga dimusnahkan dan diganti dengan kelapa hibrida. Petani miskin yang tidak memiliki koneksi diberi lahan yang tidak memadai dan petani yang lebih miskin cenderung memilih untuk bekerja di tempat lain supaya mendapatkan upah.&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2211747992136482925?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2211747992136482925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2211747992136482925&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2211747992136482925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2211747992136482925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/03/review-buku-proses-transformasi-daerah.html' title='Review Buku (Proses Transformasi Daerah Pedalaman di Indonesia, Tania Murray Li, 2002)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-1046025536838889579</id><published>2011-03-07T19:14:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T19:14:37.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hefner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geger tengger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Review Buku (Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik, Robert William Hefner, 1999)</title><content type='html'>Menjadi orang-orang dataran tinggi identik dengan menjadi wong tani. Pada masa pra-kolonial, pertanian di dataran tinggi Tengger dikelola terutama komoditas jagung sebagai makanan pokok wilayah tersebut dan pengolahan sekunder  pada bermacam-macam tanaman komersial yang dijual  ke luar wilayah. Pada awal periode kolonial, populasi kecil penduduk dataran tinggi terkonsentrasi di daerah lereng atas. Para petani mempraktekkan sistem perladangan berpindah dengan pengosongan semak-semak dan rumput secara luas. Ketika satu petak tanah telah digunakan selama satu atau dua tahun, kemudian dikosongkan selama lima belas hingga tiga puluh tahun dan penduduk  membuka areal hutan yang lain untuk diolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir era kolonial, terjadi perpindahan kaum Muslim dari dataran rendah ke dataran tinggi akibat dari program pemerintah dalam mewajibkan pengusahaan kopi.  Secara ekologis, pengusahaan kopi ini sangat mengakibatkan erosi yang sangat luas dan kerusakan humus, secara ekonomi petani juga hanya mendapatkan sedikit insentif dari apa yang mereka kerjakan. Di daerah pegunungan tidak terdapat manfaat ekologis yang sebanding dengan investasi yang dibuat oleh pemerintah pada sistem irigasi sawah. Pemerintah memberlakukan tanah pegunungan sebagai sumberdaya yang dapat dihabiskan, tanah berharga ketika tenaga manusia dihubungkan dengan pembangunan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kedatangan Jepang, kebijakan pertanian Jepang tidak begitu disukai oleh penduduk lokal. Petani diminta untuk membatasi pengusahaan tanaman perdagangan mereka.kebijakan politik pertanian diterapkan untuk mencapai tujuan jepang. Wilayah dataran tinggi dibagi menjadi tiga zona ekonomi yang masing dijalankan oleh penasehat Jepang yang didampingi oleh staf lokal. Semua hasil perdagangan harus melalui kumiyai (koperasi yang memperdagangkan hasil bumi). Jepang mengatur pajak penghasilan dan lebih mengendalikan barang-barang konsumsi yang langka serta membuat aturan koperasi yang berusaha mengeliminasi orang-orang Cina dalam perdagangan desa. Kumiyai menempatkan sistem perdagangan privat dengan pengusahaan yang dikontrol oleh instruksi-instruksi pemerintah. Sistem ini merusak dan secara efektif menghancurkan perdagangan dalam komunitas yang memang sudah lemah. Pada awal kemerdekaan, perdagangan berlahan-lahan mulai bangkit kembali. Hubungan-hubungan dengan pedagang Cina di Semarang, Solo, dan Bandung diperbaharui. Kentang dan sayuran mulai diekspor lagi ke luar daerah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pertanian daerah atas dikendalikan oleh hubungan-hubungan politik, perdagangan dan tekanan demografis. Ekspansi telah mempengaruhi pemilihan tanaman, dan pada beberapa wilayah juga mempengaruhi dalam hal praktek pemanenan. Inti dari ekspansi ini adalah perdagangan, penajaman hubungan transaksi dan bukan hubungan produksi.  Meskipun sempat terjadi krisis ekonomi dan ekologi pada akhir pendudukan Belanda dan awal pendudukan Jepang, namun tidak membuat hilangnya perbedaan status kelas. Kelas-kelas pedagang tetap eksis dan petani miskin tetap dalam kondisinya.&lt;br /&gt;Memasuki masa orde baru, revolusi hijau diperkenalkan. Kebijakan  negara sangat berpengaruh pada pertanian pegunungan. Seiring dengan tujuan pemerintah untuk memperluas produksi, dataran tinggi pun menjadi objek yang disuplai kebutuhan pupuk untuk lahan tegalan yang ada, masyarakat pegunungan menghadapi pengaruh sosial yang berbeda dari biasanya. Namun akses terhadap pupuk tersebut hanya bisa dinikmati oleh petani kaya, tidak oleh petani miskin. Metode-metode baru dalam produksi sangat tergantung pada sumber daya sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kepemilikan tanah di dataran tinggi, di Tengger, sistem pertanian pegunungan kepemilikan tanah di atas rata-rata (rata-rata kepemilikan tanah adalah 0,66 Ha). Konsentrasi kepemilikan lahan di daerah lereng tengah lebih tinggi dari kepemilikan lahan di daerah lereng atas. namun, kemiskinan tanah masih tetap berlangsung dalam skala luas karena sebagian tanah terkonsentrasi di tangan pemilik tanah yang besar. Distribusi tanah di daerah pegunungan ditandai oleh ketidakadilan yang cukup moderat di daerah lereng tengah dan hanya sedikit terkonsentrasi di lereng atas. ketidakadilan di lereng tengah ini terjait dengan sejarah awal tentang pembangunan jalan, perpindahan penduduk, dan investasi yang komersial. Akses penduduk Tengger terhadap tanah diperoleh melalui warisan dan pembelian tanah. Pola yang terstratifikasi pada akhirnya adalah menempatkan siapa yang bisa membeli tanah dalam ukuran cukup luas meskipun tidak mendapatkan  warisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-1046025536838889579?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/1046025536838889579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=1046025536838889579&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1046025536838889579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1046025536838889579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/03/review-buku-geger-tengger-perubahan.html' title='Review Buku (Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik, Robert William Hefner, 1999)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7211834659088890658</id><published>2011-02-27T21:11:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T21:11:47.453-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dieng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penelitian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proposal'/><title type='text'>GUBRAKK (bagian 2)</title><content type='html'>Selama satu minggu ini menjadi penghuni tetap LSI (lokasi: ruang thesis, meja yang paling dekat dengan AC). Akhirnya memutuskan untuk mengambil studi livelihood, setelah merasa pikiran seperti stuck tingkat akut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakin siap tanggal 8?"&lt;br /&gt;"Yakin pak, saya berusaha." berharap semoga dosenku tidak kecewa punya mahasiwa bimbingan yang sudah nampak begitu hopeless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal dan kolokium menjadi momok yang sempat menakutkan bagiku, tidur tak nyenyak, makan tak enak.. bahkan sampai curhat sambil mewek. Hobi dengerin musik tiba-tiba luntur, dunia sunyi. selama 3 hari full di LSI tapi hasil nol besar, kerangka berpikir acak adul dan ga nemu2. STRESSS rasanya. Sampai akhirnya diskusi sana-sini, baca ini itu, dan meskipun sangat sederhana: ketemu juga tuh kerangka pemikiran penelitian gw. Satu yang bikin lega, setelah kerangka pikir ada... bagian-bagian lainnya juga terselesaikan. Kupikir, memang kenyataannya gw harus bersenang-senang dengan proposal ini, dengan persiapan penelitian yang cukup njelimet. Toh bukan gw aja yang ngrasain, semua teman sejurusan gw juga ngrasain hal yang sama. Semoga dengan proses yang begitu 'indah' ini, hasilnya pun bisa spektakuler dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, i decided: LIVELIHOOD SUSTAINABILITY RUMAHTANGGA PETANI KENTANG DI DATARAN TINGGI DIENG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7211834659088890658?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7211834659088890658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7211834659088890658&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7211834659088890658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7211834659088890658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/02/gubrakk-bagian-2.html' title='GUBRAKK (bagian 2)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6068917792011501629</id><published>2011-02-23T21:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T21:10:32.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman'/><title type='text'>GUBRAKK</title><content type='html'>Selasa pagi, setelah begadang hingga pukul 3 dini hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terburu-buru masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu, ibadah Subuh sudah kelewat siang dibanding kokok ayam meskipun suaranya tak pernah kudengar di lingkungan kosanku. Ada janji pukul delapan pagi untuk bertemu dengan dosen pembimbing skripsi. setelah solat aku berpikir dan membuka-buka kembali catatanku perihal penelitian skripsi. Rasanya proses begitu panjang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Semester 3 harus bikin tulisan ilmiah yang dijadikan tugas akhir sebelum UAS di mata kuliah Berpikir dan Menulis Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Semester 5 harus penelitian kecil-kecilan di masyarakat dan membuat proposal 'bayangan' skripsi secara individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Semester 6 harus mengambil mata kuliah KKP (kuliah kerja profesi), tujuannya untuk elaborasi masalah di masyarakat dan bersama-sama memecahkannya. Tujuan khususnya lagi 'semoga' memeperoleh topik untuk skripsi dan bisa embali lagi ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Semester 7 pontang-panting ari referensi studi pustaka yang harus selesai satu semester. Aku sendiri baru bisa dapat topik setelah sebulan semedi dan mencoba mencari apa yang menjad minat studiku. Teng teng: diperoleh satu judul "perubahan struktur sosial ekonomi di desa dataran tinggi", draft 1 dan 2 disetujui. Rumusan masalah sudah oke. Draft 3 ketika hampir final: sebaiknya judulnya diganti (otomatis ada pembahasan yang harus menyesuaikan)--&gt; "perubahan struktur agraria di desa dataran tinggi". Akhirnya 29 Januari 2011 disahkan sebagai studi pustaka TURASIH. walaupun kurasa ada yang aneh dengan pembahasannya (minatku ke bidang agraria tidak terlalu bagus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Masuk semester 8, label mahasiswa semester akhir menguatkan stigma untuk segera lulus. setelah nilai semester 7 keluar, hasrat untuk segera menyelesaikan proposal penelitian membuncah. Lagi-lagi, penelitian kepentok pada metode yang diharuskan menggunakan pendekatan kuantitatif. Setelah penjajagan ke lokasi penelitian, perubahan strukur agraria di desa dataran tinggi terlalu riskan jika harus dikuantitatifkan (atau sepertinya aku yang masih terlalu tolol). Berhari-hari dipusingkan dengan sebaiknya apa yang harus aku ambil untuk skripsiku. Oh my God, di satu sisi pengen cepet lulus dan di sisi lain AKU NGGAK MAU PUNYA KARYA YANG ECEK-ECEK. Bukan berarti perfeksionis, tapi nggak pengen sia-sia masa belajar selama 4 tahun. Dan hari ini (selasa), akan kudiskusikan kebingunganku dengan dosen pembimbing skripsiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daaannnnn... Jam 8 dengan langkah cepat berjalan ke ruangan dosen. Menunggu kurang lebih lima belas menit, dosen mempersilahkan masuk. Curhat pun dimulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak, saya kesulitan jika harus mencari data perubahan struktur agraria. Saya harus menentukan momen perubahan yang dijadikan titik analisis data nantinya."&lt;br /&gt;Sungguh merasa sedang pengakuan dosa. Dosen pembimbing mejawab dengan bijak dan menanyakan alasannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah studi penjajagan, dan karakteristik lokasi penelitian kurang tepat dengan tema itu, saya juga kesulitan untuk metode yang diharuskan kuantitatif, sedangkan untuk penelitian struktur agraria tersebut lebih cenderung kualitatif" nampaknya dosen pembimbing memahami problemku (atau sebenarnya miris, betapa bodoh mahasiswa bimbingannya:().&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kulanjutkan curhat:&lt;br /&gt;"Tiga hari ini saya berpikir keras untuk menentukan arah studi saya pak, saya berpikir untuk meneliti tentang pola relasi aktor." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kening dosenku berkerut (mungkin semakin miris dengan pemikiranku). studi pola relasi aktor terlalu makro untuk tataran S1. Aku diam dan memeras otak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin amu bisa spesifikkan aktor menjadi petani laki-laki dan perempuan" kata dosenku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAKKK.. studi Gender adalag salah satu studi yang paling aku hindari. Tidak terlalu tertarik, dan akan jadi fatal kalau aku ambil. Aku tidak berminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak, tapi saya kurang tertarik dengan studi gender." &lt;br /&gt;[Maaf pak , jika saya terlalu bodoh untuk saat ini, saya hanya tidak mau penelitian saya hasilnya amburadul].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN SAMPAI DI UJUNG CURHAT...&lt;br /&gt;Aku masih harus menentukan arah penelitian yang lebih kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continued...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6068917792011501629?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6068917792011501629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6068917792011501629&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6068917792011501629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6068917792011501629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/02/gubrakk.html' title='GUBRAKK'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5232851501974527115</id><published>2011-02-21T22:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T22:03:08.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>AFTER THE PHONE</title><content type='html'>Dalam riuh rendah perasaan ini, aku mencoba untuk tetap percaya dengan cinta yang kau  ajukan. Aku tidak ingin menjadi yang terpilih karena permintaanku, aku ingin menjadi terpilih karena kapasitasku-karena aku memang pantas untukmu-. Tapi kita hanya perencana, tak bisa menggugat kenyataan jika suatu waktu habis kesempatan kita untuk saling bermanja sebagai sepasang kekasih. Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah dari jangkauan kita, dan yakinlah bahwa apapun yang kita usahakan adalah sebuah cara atas keyakinan kita pada kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari aku memanggilmu dengan panggilan sayang, penuh cinta, dan semangat. Berhari-hari pula aku merasa terisi dengan keramahan dan keceriaanmu. Berhari-hari kunikmati persaan yang Dia anugerahkan dengan sukacita dan senyum semangat. Dan, aku belajar, bahwa semua itu harus dibumbui dengan tangis, penyesuaian, pertengkaran kecil, bahkan saling diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak perlu mengukur seberapa besar cinta dan sayang ini, tak perlu pula merajuk memintaku mengatakan ‘i love you’. Dalam diam pun ingin kusandingkan doa terbaik untukmu bersama tasbih dan tahmid yang terlantun setelah curhatku dengan Tuhan. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kecukupan yang biasa, bukan kemewahan yang menjadikan kita buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menuliskan ini, jarum panjang sudah hampir menunjukkan pukul tiga dini hari, dan aku belum sedikit pun berminat untuk memejamkan mata. Perbincangan denganmu empat jam yang lalu, membuatku memunculkan empati yang mengantarkan rasaku untuk semakin jatuh pada cintamu. Pada ketulusan yang hangat, pada setiap kejujuranmu yang memikat. Aku terpacu untuk menuliskan banyak hal tentangmu, tentang kesederhanaanmu yang membuatku mencinta terus menerus. Dan, kuharap, kita bisa menghadapi semua ini dengan segenap kesungguhan hati yang membuat kita kuat dan yakin: terus untuk menghadapi semua ini bersama adalah pilihan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5232851501974527115?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5232851501974527115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5232851501974527115&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5232851501974527115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5232851501974527115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/02/after-phone.html' title='AFTER THE PHONE'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4633713088207300856</id><published>2011-02-16T18:21:00.000-08:00</published><updated>2011-02-16T18:30:56.485-08:00</updated><title type='text'>REMEMBER YOU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VGGVIfaeKKM/TVyHlugW8VI/AAAAAAAAAGU/u9jYCnDa_TE/s1600/34121_132320820131349_100000602941045_261342_3340783_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VGGVIfaeKKM/TVyHlugW8VI/AAAAAAAAAGU/u9jYCnDa_TE/s400/34121_132320820131349_100000602941045_261342_3340783_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574479520986493266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, akhirnya kita akan bertemu setelah sekian lama hanya bisa melantunkan rindu melalui gelombang suara.  Seperti apa kamu sekarang sayang? Masihkah dengan polahmu yang membuatku jatuh hati sejak pertemuan kita yang pertama dulu? Susah kuutarakan seperti apa kamu, masihkah dengan pesona kesahajaanmu yang membuatku memendam kagum selama bertahun-tahun sejak pertemuan kita yang pertama, dulu? Atau seperti apa kamu sekarang, sosok yang bisa membuatku berada di suatu kondisi bernama jatuh cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kepada kamu, cinta itu, &lt;br /&gt;Ingin kuawalkan dan kuakhirkan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, seringkali  aku tersenyum sendiri mengingat tingkahmu atau saat membuka kembali pesan-pesan singkatmu di handphoneku. Aku tak bisa sembunyikan bahagiaku saat malam kamu menelponku dan bilang ”aku kangen”. Dan hari ini, beberapa jam sebelum kita bertemu, aku berusaha mengumpulkan energi lebih supaya aku tidak kaku saat menatapmu. Ini adalah kali pertama aku menjumpaimu dalam suasana pribadi, bahkan ini adalah kesempatan pertama yang meyakinkanku bahwa kau nyata. Mencintai dan dicintai bukan lagi mimpi yang aku idamkan tapi menjadi realita yang  ingin kita bangun bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya wajahku bersemu merah, jantungku berdetak melagukan rasa bahagia yang aku sendiri bingung apa maknanya. Kau tersenyum dari jauh dan kulambaikan tanganku ke arahmu. Rasa-rasanya aku ingin segera menyongsong hadirmu dengan salam hangat dan kecupan takzim di punggung tanganmu. Tapi aku harus melambatkan gerakanku supaya salah tingkahku tak terlihat. Kucium punggung tanganmu yang penuh dengan kerja keras itu, tangan yang semakin mengukuhkan pendirianku untuk tak hanya mencintaimu, tapi juga menghormatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tiba juga saat kita bercerita, sungguh seperti mimpi yang menjelma nyata.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku merasa begitu lelah, suaramu seperti aspirin yang melegakan rasa pusing di kepala ini. Kau begitu istimewa, tak cukup kata untuk mengungkapkan betapa aku mencintaimu. Aku jatuh cinta pada teduh matamu yang memancarkan ketulusan hati dan niatmu. Teduh mata yang menyejukkan dan meruntuhkan keegoisan. Tutur katamu begitu lembut dan mempesona pendengaran, tapi tidak picisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari dalam dekapan rindu atasmu, membuatku ingin semakin mendekati Tuhan. Jika ada kata terima kasih yang bisa kusampaikan, barangkali tak cukup untuk mewujudkan syukurku atasNya yang telah memberiku kesempatan meraih kasih dan cintamu. Kau yang meruntuhkan gerbang penantianku akan cinta. Kau menjelmakan ketulusan dalam setiap tindakan, mewujudkan kelembutan dalam setiap ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, ingatkah dengan deras hujan yang mendera perjalanan jauh kita malam itu? Perjalanan yang membuat kita gigil dalam dingin, tapi itu adalah pintu yang mengawali kebersamaan kita. Perjalanan itu membuat kita mengerti, bahwa jalan menuju kebahagiaan bisa jadi tak semulus harapan kita. Tanpa kita sadari di tengah jalan bisa muncul hambatan, entah kerikil yang terserak dan membuat roda kehidupan kita oleng, atau pun hembusan angin yang membawa hujan deras tepat menerpa wajah kita. Cobaan itu pasti terjadi, karena Tuhan menjanjikan kebahagiaan dengan perjuangan. Aku berdoa dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyusun kebahagiaanku bersamamu. Berharap, semoga kita bisa mengalunkan melodi dan irama cinta di setiap helaan napas yang kita hirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Wahai Sang Pencipta Hawa dari tulang rusuk kiri Adam, jadikan dia akhir pencarianku akan asal tulang rusuk kiriku. Amin.”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;P.S. Untuk AF, terima kasih atas ketulusan, keteduhan, dan kasih sayang yang senantiasa terjaga&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4633713088207300856?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4633713088207300856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4633713088207300856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4633713088207300856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4633713088207300856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/02/remember-you.html' title='REMEMBER YOU'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VGGVIfaeKKM/TVyHlugW8VI/AAAAAAAAAGU/u9jYCnDa_TE/s72-c/34121_132320820131349_100000602941045_261342_3340783_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-420497217662939624</id><published>2011-01-29T19:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T19:49:32.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>A MONOLOGUE</title><content type='html'>Rasa bersalahku semakin membuncah, di satu sisi aku menyayangimu, merasa bahwa kau adalah cinta pertama yang tak lekang oleh waktu. Berkali-kali aku coba menjalin hubungan dengan cinta yang baru, tapi namamu yang masih saja terpatri  jelas. Namun, sayang ini seperti berbatas keadaan. Aku seperti hilang arah dan memiliki beban begitu berat ketika mengatakan “aku menyayangimu”. Meski perasaan tak bisa dibohongi, tapi beginilah keadaannya. Rasanya aku ingin pergi saja dari kehidupanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku sudah bilang akan pergi darimu, berangsur-angsur kunikmati kesendirian dan keadaan tanpamu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbiasa bersamamu saat itu. Banyak impian yang kita ciptakan bersama, membaca buku-buku yang sama, mendengar lagu-lagu yang sama, menyukai warna yang sama, dan menikmati kesempatan. Begitu banyak tentangmu, hingga aku tak tahu bagaimana cara menghapusnya satu persatu. Mungkin, jika kau tanyakan padaku seberapa banyak aku mengingatmu, aku jawab terlalu banyak hingga aku tak sadar bahwa aku pun sampai membandingkan orang lain denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbiasa menunggumu di sini, pada petang hari. Di kursi panjang berwarna cokelat. Masih dengan setumpuk kertas yang kudekap di dada, muka lusuh bekas aktivitas seharian, juga badan yang sudah remuk redam akibat begadang semalaman. Kau muncul dari balik gedung itu dengan gayamu yang biasa saja. Meski tanpa lambaian tangan namun senyummu sumringah. Kelegaan yang kudapat ketika aku yakin bahwa kau tersenyum padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapi cinta bukan kesamaan, bukan pula senyum  yang muncul saat pertemuan. Karena itu, akhirnya aku benar-benar pergi, maafkan aku. Aku tak cukup tangguh untuk mengikuti segala keinginanmu, aku ingin menjadi diriku sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sama sekali hilang tak berkabar sekarang, meskipun aku tak mencemaskanmu tapi kuharap kau baik-baik juga. Terlebih lagi, semoga sudah kau temukan apa yang selama ini kau cari (aku juga tak tahu pasti apa yang ingin kau raih). Itu urusanmu, itu hak dan kewajiban untuk hidup yang dianugerahkan kepadamu. Setiap kita punya selera sendiri untuk menentukan kemana arah yang akan kita ikuti, dan memang dari dulu nampaknya kita berbeda. Tapi kupikir kita masih bisa untuk saling toleran dan menghormati bukan tanpa kabar seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya untuk memberi kabar, maka kusampaikan bahwa aku baik-baik saja. Sangat menikmati hidup, menikmati kebersamaan, menikmati kesendirian dan perenungan, juga menikmati pencarian. Kuharap kau juga. Tidak mau bertemu denganmu bukan berarti aku mengabaikanmu atau tak menghormatimu. Hanya saja, aku ingin kita baik-baik saja, kutahu jika pertemuan terjadi bukan tidak mungkin kita akan saling diam. Canggung untuk menentukan siapa dulu yang berhak bicara, padahal kita tidak sedang memperebutkan hak atau harus melaksanakan kewajiban, kita hanya butuh waktu senggang untuk berpikir. Dan aku: MENIKMATI KEBEBASAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-420497217662939624?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/420497217662939624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=420497217662939624&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/420497217662939624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/420497217662939624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/01/monologue.html' title='A MONOLOGUE'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-8237311538127220025</id><published>2011-01-15T05:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T05:18:27.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>A Right  for Happiness</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGeUY1a_nI/AAAAAAAAAFc/eoMDQEj9U2I/s1600/danbo2.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGeUY1a_nI/AAAAAAAAAFc/eoMDQEj9U2I/s320/danbo2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562401087880363634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana kamu seharian sayang? Aku menunggumu di sini: di sudut hati yang was-was dengan pernyataan “aku menyayangimu” yang kau ucapkan tempo hari. 11 Januari. Momen itu seperti sebuah kesempatan yang membuat kita menata keping-keping haru akan cinta yang telah terserak selama enam tahun lewat.  Waktu yang tidak singkat untuk akhirnya kita bertemu kembali di sebuah kesempatan yang tidak pernah tertebak. Dan seharian ini, menunggu kau berkata-kata terasa jauh lebih lama daripada waktu enam tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku sekarang dipenuhi dengan keinginan untuk segera menemuimu dan menceritakan banyak hal. Lucu memang, karena tradisi kita bukanlah saling bercerita. Sebelumnya sapaan adalah hal mahal yang jarang kita bagi. Lalu, ketika kita mengingat masa-masa di awal kita jumpa dulu, kau begitu puas menertawai tingkahku yang kau bilang begitu tak acuh. Aku menjadi begitu rindu dengan tingkahmu, dengan sapaan dan nasehatmu. Kupikir, aku jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa banyak perubahan kita Sayang? Sejauh kita mencari arti dan saling menghargai untuk beberapa waktu ini, kurasa kau makin matang dengan kemandirianmu. Meskipun tetap saja, kau ucapkan bahwa kau ingin selalu menjadi anak kecil, karena dengan begitu kau akan selalu merasakan kebahagiaan. Sayang, kebahagiaan itu sebuah pilihan, mari kita berbahagia tanpa harus kembali ke masa kecil kita dulu. Bukankah kita bisa ciptakan hari-hari penuh senyum dengan kebersamaan kita? Kita bisa wujudkan mimpi-mimpi kita bersama mulai dari sekarang, dan itu bisa kita raih dengan perasaan yang bahagia, bukan dengan lilitan kesedihan. Ingatkah malam itu? Ketika kau tanyakan padaku sebuah kalimat “bahwa satu detik dari sekarang adalah masa depan”, maka jika kita ingin masa depan kita bahagia, mari kita sajikan detik-detik yang penuh dengan syukur atas segala yang terjadi. Dan, aku ingin menapaki masa yang tersisa ini bersamamu, Sayang. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan rasa syukur yang tak pernah terputus&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-8237311538127220025?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/8237311538127220025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=8237311538127220025&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8237311538127220025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8237311538127220025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/01/right-for-happiness.html' title='A Right  for Happiness'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGeUY1a_nI/AAAAAAAAAFc/eoMDQEj9U2I/s72-c/danbo2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2571455982186320886</id><published>2011-01-15T05:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T05:09:14.110-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Rainy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGcZYl5gUI/AAAAAAAAAFM/VEltIfZ4z_Y/s1600/rainy.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGcZYl5gUI/AAAAAAAAAFM/VEltIfZ4z_Y/s320/rainy.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562398974691344706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai hujan, karena itu adalah bagian dari sebuah momen yang mampu menggugah hatiku. Aku selalu mengingat masa-masa di mana hujan menemaniku dalam pedih atau perih, dalam canda maupun rasa tak tega. Masa dengan diriku, dengan ayah ibuku, dengan adikku, dengan sahabat-sahabatku, seseorang  yang pernah melekat di hatiku, atau pun denganmu. Ya denganmu. Hujan, kala itu. Aku memberi makna hanya sebatas waktu dan kondisi cuaca. Pikiranku justru menerawang masa di mana aku belum mengenalmu. Jangankan kenal, ada bayangan bertemu denganmu saja tak pernah sama sekali terbersit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hujan, aku mampu berteriak sekencang-kencangnya mengungkap rasa sedihku. Ya dengan cara itu, aku meninggalkan seseorang yang pernah mengisi sebagian ruang di hatiku. Aku harus menitipkan pilu pada gudang rasa di hatiku, saat itu. Setiap kali aku menemuinya, rasa itu menakutkan. Aku tahu akan ada dua manusia yang tak setuju atas langkahku bersamanya. Tapi karena hujan, aku jadi merasa ada wakil dari perasaanku,. Dalam hujan, bagiku, ada gigil yang tak dingin. Ada lelah namun terarah. Ada luka namun tak menganga. Saat hujan, tak peduli seberapa deras mata air mata kita. Tak peduli seberapa keras tertawa kita. Tak peduli sebagus apa busana kita. Tak peduli sejelata apa kondisi kita. Yang jelas timpaannya sama.Hujan. Aku mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di suatu persimpangan aku menemuimu tak sengaja. Maka dengan sigap tak perlu kutunggu rintik hujan untukku merasakan semuanya. Mulai kuartikan satu persatu rasa yang menggelikan ini. Tak lagi kupedulikan rasa pilu yang kutitipkan di gudang rasaku. Yang aku usahakan adalah menyisipkan bahagia di setiap gelak tawa pahit yang kadang aku benci. Tawa topeng yang sungguh mengenaskan. Namun, karenamu, aku tak perlu lagi memakai topeng. Kau melepaskannya. Dan kau pasti mengerti kapan kau melepaskan penutup wajah rasaku itu. Kau ingat? Saat hujan. Dari situ, kupikir sekarang hujan tak hanya milikku, orang tuaku, adikku, sahabatku, orang itu, tapi juga milikmu. Aku bangga pada hujan yang menyatukan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lurus terus kita berjalan, bergandeng tangan, berdua. Mengesampingkan cercaan orang yang menganggap kita tabu, karena kau bukan milikku. Kau miliknya. Tapi aku tak menyalahkanmu, kuanggap itu wajar. Perasaanku wajar, perbuatanmu pun jadi wajar. Meski kelak, semuanya menjadi salah ajar. Kau tetap bersamanya, namun kau menggandeng tanganku ketika berjalan. Aku jadi berpikir bahwa kau lebih memilihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya kutahu semuanya hanya sekedar permainan tak berjudul. Bahkan sekalipun kucoba untuk menyusun beberapa huruf untuk menamainya, aku justru semakin terlihat seperti peserta terbodoh dalam perlombaan scrable. Meski demikian aku semakin mencandu pada games itu. Terus mencoba setiap waktu tak peduli apakah saat itu aku akan menang atau kalah. Hanya saja, yang aku tahu, aku semakin mencintaimu dan membutuhkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku mulai ragu, apakah cinta itu kebutuhan? Apakah karena aku membutuhkanmu lalu aku mencintaimu? Bahkan hingga hari ini pun aku tak mengerti maumu sebenarnya. Kau membuatku nyaman dengan semua gerak-gerikmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2571455982186320886?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2571455982186320886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2571455982186320886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2571455982186320886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2571455982186320886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/01/rainy.html' title='Rainy'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGcZYl5gUI/AAAAAAAAAFM/VEltIfZ4z_Y/s72-c/rainy.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-8091611053170715201</id><published>2011-01-15T04:55:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T05:05:02.710-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>HAPPY BIRTHDAY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGa54dhokI/AAAAAAAAAFE/9-xY_C7qJAM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGa54dhokI/AAAAAAAAAFE/9-xY_C7qJAM/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562397333978718786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet doa tanpa api menghangatkanmu di setiap kue hari&lt;br /&gt;Kalori bagi kekuatan hatiyang tak pernah habis dicerna usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lilin tanpa sumbu menyala dalam jiwa&lt;br /&gt;Menerangi jalan setapakmu ketika dunia terlelap dalam gelap&lt;br /&gt;Berbahagialah, sesungguhnya engkau mampu berulang tahun setiap hari&lt;br /&gt;(kuambil penggalan ucapan ini dari Filosofi Kopi-Dewi Lestari)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mungkin sudah hidup 3000 tahun lamanya. Bagimu masa depan tidak menjanjikan apa-apa, maka marilah bermimpi untuk masa depan. Munculkan imajinasi yang tak terbendung untuk menciptakan sebuah dunia seperti yang kamu inginkan. Aku berdoa untukmu, di hari ulang tahunmu ini. Semoga kamu bisa menjadi sesuatu untuk negeri ini (patutlah jika kita harus sadari bahwa negeri ini sudah terlalu hapal dengan kemiskinan). Kamu, kurasa bisa menjadi bagian kecil yang bermakna untuk negeri ini, semoga.&lt;br /&gt;Selamat hari lahir, berapa pun umurmu hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-8091611053170715201?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/8091611053170715201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=8091611053170715201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8091611053170715201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8091611053170715201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/01/happy-birthday.html' title='HAPPY BIRTHDAY'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TTGa54dhokI/AAAAAAAAAFE/9-xY_C7qJAM/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6899771086416144014</id><published>2011-01-04T19:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T19:48:29.990-08:00</updated><title type='text'>It Comes and It Goes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TSPl0_WIScI/AAAAAAAAAE8/QC9iZRF7gaY/s1600/Image0078.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TSPl0_WIScI/AAAAAAAAAE8/QC9iZRF7gaY/s320/Image0078.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558539063625533890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sengaja menulis pesan ini untuk kalian berdua. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih atas ketersediaannya membaca tulisan yang barangkali sedikit membosankan atau mungkin tak bermakna. Aku harap, semoga ada yang bermanfaat dan dapat membuka pemikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian tentu saja mengenalku dengan cara yang berbeda, dengan pandangan kalian masing-masing. Tapi pasti ada kesamaan dari kalian berdua terkait dengan persepsi tentang aku, kalian sama-sama memandang bahwa aku adalah orang yang keras kepala. Maafkan aku atas satu sifat yang melekat dalam pribadiku itu. Karena keras kepalaku, barangkali tanpa aku sadari aku menyakiti perasaan kalian. Aku tak pernah berencana untuk masuk dalam kehidupan kalian, aku anggap ini memang jalan cerita yang harus dilewati, dan melalui tulisan ini, aku ingin minta maaf sekaligus berterima kasih kepada kalian berdua atas pelajaran berharga yang telah dan sedang dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali tak cukup kata untuk mengungkapkan segala ingatan dan kenanganku tentang salah satu diantara kalian. Ini tentang kamu, laki-laki. Kamu adalah laki-laki pertama yang meruntuhkan kekesalanku terhadap laki-laki. Kamu datang disaat kehidupanku seperti jatuh, disaat aku begitu malu menghadapi kenyataan bahwa aku sendiri merasa dikhianati. Kamu banyak mengajariku bagaimana menghormati orang lain, bagaimana memegang prinsip dengan kuat dan lemah lembut dalam menyampaikan. Aku begitu mengagumimu. Bahkan meskipun kita dekat, aku belum mengenalmu sebelumnya, aku hanya tahu kamu sedikit saja. Dan untuk beberapa lama kita hanya berusaha untuk saling mengerti. Aku masih kekanakan dulu, dan mungkin begitu menyebalkan untukmu. Aku sangat tidak asyik dan aku tidak mudah mengungkap apa yang kurasakan, aku terlalu serius dan cengeng. Mungkin kau masih ingat betapa menyebalkannya aku. Maafkan aku atas sikapku dan terima kasih kau membantuku untuk menjadi lebih dewasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu begitu simpel, cuek, namun penuh dengan perhatian. Aku tidak pernah memikirkan seberapa besar sayangmu padaku karena itu hakmu. Yang jelas, kamu banyak membawa kebaikan dalam hidupku. Aku menjadi orang yang begitu kompetitif, sejak aku mengenalmu aku mengagumimu. Kamu belajar bukan untuk peringkat tapi karena kamu mencintai ilmu itu sendiri. Dan hal itu mempengaruhiku sampai ketika aku menuliskan hal ini untukmu dan untuk kalian. Aku banyak termotivasi darimu, meskipun kadang aku juga kesal padamu. Kamu ingat saat kamu membantuku belajar Bahasa Inggris berhari-hari ketika aku mempersiapkan olimpiade tingkat provinsi waktu aku kelas 3 SMA? Hingga aku bisa sampai di tingkat nasional? Dan setelah itu aku jatuh dari motor kemudian kamu rela meluangkan waktumu untuk antar jemput aku ke sekolah? Sejujurnya dan seharusnya tidak ada alasan untuk menyakiti dan mengecewakanmu, kamu begitu baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbiasa bersamamu saat itu. Banyak impian yang kita ciptakan bersama, membaca buku-buku yang sama, mendengar lagu-lagu yang sama, menyukai warna yang sama, dan menikmati kesempatan. Begitu banyak tentangmu, hingga aku tak tahu bagaimana cara menghapusnya satu persatu. Mungkin, jika kau tanyakan padaku seberapa banyak aku mengingatmu, aku jawab terlalu banyak hingga aku tak sadar bahwa aku pun sampai membandingkan orang lain denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    ---------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu, perempuan yang begitu baik, aku ucapkan terima kasih atas perkenalan kita. Atas waktu-waktu yang kamu sempatkan demi menanyakan bagaimana kabarku. Maafkan aku jika terlalu keras bersikap padamu. Aku hanya tidak ingin kamu semakin sakit dan menjadi orang yang mudah mengeluh. Aku menyayangimu sebagai saudaraku sesama perempuan. Tulisan ini bukan untuk pembenaran sikapku, tapi hanya sejauh ini yang bisa aku lakukan. Maafkan jika aku egois membuat keputusan ini, aku hanya tidak ingin energiku terkuras lebih banyak untuk memikirkan semua ini. Kamu sudah tahu, bagaimana aku memutuskan untuk berpisah, mungkin aku telah menyakitinya, sahabatmu itu. Dan di setiap doaku, aku memohon agar kita semua bisa mendapatkan proses yang terbaik. Aku pikir, kita tidak perlu repot dengan persoalan yang pernah kita hadapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu pun banyak memberikan banyak kebaikan dalam perjalanan hidupku. Terima kasih telah membuatnya tersenyum. Terima kasih untuk apresiasi perasaanmu terhadapnya. Aku tidak berpikir untuk merebutnya darimu, bahkan aku bahagia mengetahui bahwa dia pun menyayangimu, seorang perempuan yang ayu dan lemah lembut. Selama ini aku tidak menyadari bahwa sikapku menyakiti dan mengecewakanmu. Maafkan aku. Kamu adalah perempuan yang tegar dan kuat, janganlah menjadi perempuan yang cengeng, tunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi terlemah kita tetap kuat. Mari sama-sama belajar untuk tidak menyalahkan siapa-siapa jika kenyataan tidak sesuai rencana. Ini bukan untukmu saja, tapi untuk kita. Aku pun harus belajar ikhlas dengan jalan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih telah bersedia mengunjungi tempat tinggalku , begitulah adanya aku yang kamu lihat. Aku tidak selembut kamu, aku keras kepala. Bahkan ketika berbicara aku pun begitu keras. Aku bukan orang baik, aku hanya berusaha untuk menjadi baik. Maafkan aku atas sikapku selama ini. Aku salut padamu untuk penerimaan yang lapang atas kehadiranku dalam hidupmu. Aku yakin Allah punya rencana yang lebih baik. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    -------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kalian berdua, entah apa yang kalian pikirkan saat ini. Barangkali ketika kalian membacanya, rasa kesal kalian bertambah. Tapi kupikir aku harus membuat keputusan ini, karena kita semua harus bahagia.  Aku  pernah bilang: Suatu saat jika kita sudah lulus kuliah, kita bicarakan semua ini. Saat itu aku lapang menerima bahwa ada seorang kekasih dan aku bukan siapa-siapa. Aku hanya menikmati perjalanan. Dengan salah satunya pun aku bilang: biarkan kita menjadi diri kita sendiri, jangan dikekang, karena cinta itu membebaskan bukan mengikat. Tapi nampaknya sekarang berbeda, kita masing-masing terlalu egois dengan tendensi kita. Kondisi ini menyebabkan kita menjadi manusia yang lemah, tidak tegas, bahkan kita masing-masing menjadi pengecut yang tidak mampu mengakui kesalahan. Padahal sepertinya yang kita perlukan hanyalah kejujuran tentang kenyataan. Kemudian seharusnya kita sampaikan, karena diam tidak menyelesaikan masalah, yang ada hanyalah menumpuk kebencian. Sayangnya, kita tidak pernah jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kalian berdua, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Demikian pun aku, maaf atas ketidakjujuranku dan keegoisanku. Aku pikir dengan bersaing mendapatkannya kembali, aku akan menjadi pemenang. Tapi itu salah, aku hanya akan menjadi pecundang yang tersenyum diatas rasa sakit orang lain. Aku memang salah, tapi bagiku kesalahan itulah sarana untuk belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah satu-satunya hal yang bisa aku lakukan setelah kepercayaan itu mungkin makin memudar. Kalian bilang: Kalian tidak tahu harus percaya pada siapa. Aku sedih, karena aku ternyata begitu lemah dan untuk memupuk sebuah kepercayaan saja aku gagal. Membuat tulisan ini untuk kalian berdua, bagiku adalah jalan untuk tidak terus tenggelam dalam persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menuliskan hal ini, bahkan saat kamu menyambangi tempat tinggalku, aku sudah tidak peduli apakah kamu, salah satu atau diantara kalian berdua benar-benar tulus datang karena rasa sayang. Tapi bolehkah aku ungkapkan kekecewaanku? &lt;br /&gt;Kamu, sekuat perasaan dan logika setelah aku berpisah denganmu, aku yakinkan diriku bahwa suatu saat aku akan bertemu dengan laki-laki yang menghormatiku dan bisa menerimaku. Meskipun harus berusaha keras untuk tidak membandingkannya denganmu. Namun ketika kamu datang lagi, semua yang aku bangun seakan runtuh. Dan aku kecewa atas ketidaktegasanmu menghadapi semua ini. Apa kamu bangga dengan sikapmu? Merasa menyayangi dan disayangi, tapi secara tidak sadar kamu sedang menghancurkan perasaan?  Tegaslah! Meski itu akan mencurahkan banyak air mata tapi yakin setelah itu rasa sakit bisa semakin cepat terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu, saudaraku perempuan, aku pun telah meyakinkan diriku, aku yakin bahwa kamu ternyata lebih membutuhkannya daripada aku. Aku tahu itu dari sikapmu (meskipun aku keras, aku masih perempuan). Aku telah sampaikan, silahkan kamu lakukan yang terbaik, cinta itu akan datang jika kita meraihnya tanpa obsesi. Tapi ketika kita mengejar cinta dengan pamrih untuk memenuhi obsesi, percayalah meskipun dekat, cinta itu akan lari. Setiap kali kita berkomunikasi seakan kau pun telah kuat untuk menerima semuanya. Tapi lagi-lagi, kenapa kau libatkan aku dalam perasaanmu? Tidak cukupkah waktu 3 bulan aku menghilang dan tidak mau membicarakannya? Aku kecewa, karena setiap kali aku meyakinkanmu bahwa hidup ini harus terus berjalan, dengan atau pun tanpanya, justru aku yang menjadi tersangka dan seolah-olah paling bersalah di mata kalian berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku, aku tidak sedang melakukan pembenaran, aku hanya yakin bahwa masing-masing dari kita harus bahagia. Banyak hal yang yang harus dicapai, lalu kenapa masih membelitkan diri pada persoalan ini? Saat tulisan ini (mungkin) kalian baca, aku telah memutuskan untuk pergi dari kehidupan kalian. Aku tidak peduli apakah kalian sedang menjalin hubungan atau tidak, yang jelas aku ingin bahagia. Aku tidak mau terlibat. Mungkin ini egois, tapi bagiku jauh lebih baik daripada tidak bersikap. Jika sewaktu-waktu aku bertemu dengan kalian, aku adalah diriku, bukan bentukan atau pun tuntutan sikap dari kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu, aku berdoa untuk kebaikanmu, semoga impianmu untuk bisa mengabdikan diri bagi masyarakat bisa tercapai. Barangkali suatu saat kita bisa bekerkjasama untuk sesuatu yang lebih bermaslahat. Siapa sangka? Karena manusia hanya bisa berencana.&lt;br /&gt;Dan kamu, aku pun berdoa semoga kebaikan-kebaikan selalu menyertaimu. Semoga kamu bisa mendapatkan apa yang kamu impikan dan mandiri sesuai tujuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus sukses, harus bisa memberi manfaat bagi sesama maupun semesta. Aku memutuskan semua ini karena aku yakin Allah yang mempunyai rencana terbaik. Kita ikuti saja skenario sang Khalik agar kita bisa ikhlas. Setelah ini, aku fokus pada tujuan hidupku untuk mengabdi. Aku tahu, akan ada masa dimana aku tidak bisa menolak bahwa rencana Allah lah yang akan terwujud. Tapi ini adalah pilihan yang harus aku tentukan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inilah perjalanan, dan aku tidak pernah menyesal dengan perjalanan. Aku menyesal karena selama ini kita terlalu picik dan munafik dengan apa yang kita pikirkan dan kita rasakan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMA KASIH DAN MAAF, aku yang akan mengalah dan pergi dari kehidupan kalian.&lt;br /&gt;Kota Hujan, 12 November 2010&lt;br /&gt;20:58&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6899771086416144014?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6899771086416144014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6899771086416144014&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6899771086416144014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6899771086416144014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/01/it-comes-and-it-goes.html' title='It Comes and It Goes'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TSPl0_WIScI/AAAAAAAAAE8/QC9iZRF7gaY/s72-c/Image0078.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5310312644039655778</id><published>2011-01-03T04:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T05:17:44.826-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Thank You for Ever Hurting Me, I Learn a Lot</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dini hari 01.57 wib&lt;br /&gt;2 januari 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jika kenyataan berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka belajarlah untuk tidak menyalahkan apapun dan siapapun.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet kalimat itu seperti menjadi salah satu pijakan langkah yang kutentukan. Gagal bukan berarti akhir, tapi tidak semerta-merta diartikan bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Kita bisa belajar dari banyak hal, dari banyak sumber, dan setiap waktu. Termasuk belajar dari kegagalan, dari rasa sakit dan penderitaan, serta belajar bagaimana meraih kesuksesan ditengah-tengah rasa yang oleh kebanyakan orang diratapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Thank you for  ever hurting me, i learn a lot...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat meng&lt;span style="font-style:italic;"&gt;update&lt;/span&gt; statusnya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; kurang lebih sembilan menit yang lalu. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terima kasih pernah menyakitiku, aku belajar banyak&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Seketika saya tertarik untuk sedikit mengulasnya disela rasa jenuh mengerjakan studi pustaka untuk syarat penelitian di program studi yang saya ambil. Saya tidak tahu dari mana rasa sakit itu bersumber dan bagaimana prosesnya, yang jelas penggalan status itu membuat saya berpikir bahwa kehidupan itu tidak menjanjikan kepastian. Sesuatu yang kadang sudah dibangun dengan susah payah, penuh dengan perjuangan, dan mengorbankan banyak hal seketika bisa runtuh begitu saja. Itulah ketidakpastian. Kemudian kekecewaan muncul dan mendera perasaan, dunia seakan runtuh dan menimpa diri yang sedang ditimpa kesusahan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Heart break!&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bijak untuk menyikapi kondisi yang tidak pasti adalah sebuah pilihan, termasuk untuk menjadikan rasa sakit sebagai sebuah pelajaran berharga. Dengan sakit, berarti kita belajar untuk menghargai kebahagiaan, belajar untuk mensyukuri kenikmatan senang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thank you&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;thank you&lt;/span&gt;, adalah sebuah ungkapan syukur yang seringkali menjadi hal sangat berharga. Ketika sakit mendera, ungkapan itu juga bisa ikut terkubur dan samar hingga tak diucapkan lagi. Padahal dengan mengucapkan terima kasih, kita bisa membuka satu pintu kelegaan untuk ikhlas menerima kondisi yang ada, baik yang sedang maupun yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;For ever hurting me&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini adalah kata-kata yang sulit untuk diucapkan. Serupa serapah apabila tidak divokalkan dengan intonasi yang baik. Pada dasarnya yang menjadikan kita merasa bahagia, rindu, sakit, sedih, kecewa, atau perasaan lainnya adalah interaksi yang selama ini terbentuk dalam kehidupan. Melukai dan menyakiti seseorang juga kerap kali terjadi baik secara sengaja maupun tidak. Hanya saja, yang perlu diingat adalah setiap orang –sekuat apapun- pasti dia pernah sakit hati, pernah menyakiti dan merasa disakiti. Jadi, dunia tidak akan runtuh dia atas tubuh kita ketika rasa sakit itu menimpa. Manusia adalah ciptaan yang memiliki kekuatan untuk melawan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Learn a lot&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Andreas Harefa memberikan sebuah qoute yang bisa menginspirasi banyak orang, bahwa dewasa adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;growing up not growing older&lt;/span&gt;. Menjadi dewasa adalah sebuah ihwal yang juga merupakan pilihan. Untuk bisa belajar dari rasa sakit, belajar dari kegagalan, bersikap dan berpikir dewasa itu menjadi penting. Masalah memang perlu dihadapi sesuai porsinya, namun ketika kita bisa bersikap dan berpikir dewasa (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;growing up&lt;/span&gt;) maka permasalahan itu bisa dihadapi dengan adil. Menjadi dewasa adalah sebuah keniscayaan untuk belajar. Belajar lebih banyak untuk membuat manusia bisa memanusiakan dirinya sendiri. Sebab akal bercokol dalam diri manusia maka kita bisa menentukan cara untuk bersikap, menghadapi masalah dan rasa sakit sebagai sebuah pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari belajar untuk memetik hikmah dari setiap peristiwa. Tidak ada satu pun situasi yang tercipta tanpa solusi. Manusia adalah makhluk unggul, ketika kita bisa memanusiakan keunggulan kita maka semoga kita sedang belajar. Karena belajar adalah proses, hasil dari belajar adalah bonus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5310312644039655778?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5310312644039655778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5310312644039655778&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5310312644039655778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5310312644039655778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2011/01/thank-you-for-ever-hurting-me-i-learn.html' title='Thank You for Ever Hurting Me, I Learn a Lot'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6060246215718814091</id><published>2010-12-31T01:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-31T01:35:09.038-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new year 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>HAPPY NEW YEAR 2011</title><content type='html'>Penghujung tahun adalah momentum spesial yang berusaha diciptakan oleh banyak orang - dengan caranya masing-masing. Sebenarnya setiap hari adalah sama, hanya namanya saja yang dibeda-bedakan. Barangkali untuk memudahkan manusia memilah dan mengatur jadwal. Senin-Minggu adalah hapalan nama hari yang bahkan semenjak kita kanak-kanak telah dijejalkan ke otak. Istilah weekend, I hate Monday, atau Friday is freeday adalah kesimpulan manusia yang disebabkan bertumpuknya aktivitas dalam hidupnya. Tapi tahun baru -1 Januari- seems different, ada yang istimewa di waktu ini. Tidak peduli jatuh di hari apa pun, yang muncul adalah kesukacitaan yang secara sengaja dibuat. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;New Year.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ucapan selamat tahun baru dari sahabat-sahabatku baik melalui sms, facebook, atau pun face to face terasa begitu melegakan. Semuanya bernada positif dan penuh semangat. Andai setiap hari adalah tahun baru, maka dunia ini akan penuh dengan manusia yang optimis dan bahagia. Banyak orang membuat resolusi di penghujung tahun dan berusaha mewujudkannya di tahun berikutnya. Resolusi seperti sebuah keniscayaan. Target dilist sedemikian rupa, menampakkan euforia tahun yang baru. &lt;br /&gt;Setiap hari adalah hari yang baik, dan beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin&lt;br /&gt;Kesukacitaan dalam menyambut tahun baru baiknya menjadi perenungan, capaian apa yang telah kita raih dari resolusi tahun sebelumnya? Apakah capaian itu memberikan manfaat bagi banyak orang termasuk alam sekitar? Tolak ukur apa yang dijadikan indikator keberhasilan capaian? Hal itu menjadi penting supaya resolusi yang dibuat selanjutnya bisa lebih mengarah kepada kebaikan dan manfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini adalah sekelumit tentang tahun baru, tentang hari baru yang menjadi salah satu bagian instrumen kebahagiaan untuk mayoritas manusia. Makna tahun baru sendiri berbeda masing-masing individu, tapi seperti semangat yang tersulut, tahun baru adalah membuka pintu untuk hadirnya pengalaman dan pembelajaran yang terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HAPPY NEW YEAR!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6060246215718814091?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6060246215718814091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6060246215718814091&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6060246215718814091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6060246215718814091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/12/happy-new-year-2011.html' title='HAPPY NEW YEAR 2011'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-206806917671449632</id><published>2010-12-12T22:54:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T23:07:15.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><title type='text'>Cianteun (Refreshing Sambil Belajar)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXDc3533aI/AAAAAAAAAEY/I3hj1yYX2Vg/s1600/11122010064.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXDc3533aI/AAAAAAAAAEY/I3hj1yYX2Vg/s400/11122010064.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550057016614444450" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiga hari terus diguyur hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXFgdLZyMI/AAAAAAAAAEw/cxulMz6SJG4/s1600/11122010077.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXFgdLZyMI/AAAAAAAAAEw/cxulMz6SJG4/s400/11122010077.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550059277182945474" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemetik teh: bekerja setiap hari dengan upah Rp 300/kg teh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXEVdi6YAI/AAAAAAAAAEo/EU5K_EPQuRI/s1600/11122010070.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXEVdi6YAI/AAAAAAAAAEo/EU5K_EPQuRI/s400/11122010070.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550057988791361538" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXD-XZuhvI/AAAAAAAAAEg/eibyI9Dn1Xk/s1600/11122010081.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXD-XZuhvI/AAAAAAAAAEg/eibyI9Dn1Xk/s400/11122010081.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550057592005232370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-206806917671449632?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/206806917671449632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=206806917671449632&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/206806917671449632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/206806917671449632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/12/cianteun-refreshing-sambil-belajar.html' title='Cianteun (Refreshing Sambil Belajar)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TQXDc3533aI/AAAAAAAAAEY/I3hj1yYX2Vg/s72-c/11122010064.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2711554718213997723</id><published>2010-12-01T04:36:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T05:16:13.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Desember</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sorry, i don't have enough words to say about that.&lt;br /&gt;You have said to me:" If you want, please come to me. If not, just go away!&lt;br /&gt;After all, i think we need more time for relax. I don't have more that you want, and maybe, means nothing for you.&lt;br /&gt;Please look at your self to, yes, i have  mistakes but i'm not the one. You're too!&lt;br /&gt;I'm sorry, i will go away from you, as what you want. Thank you for the love and everything that have been done for me.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak menduga kalau 1 Desember ini aku mengirimkan pesan itu untukmu, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D&lt;/span&gt;. Maafkan aku, entah kenapa aku begitu lelah meneruskan skenario ini. Biarkan aku menjadi diriku sendiri yangtidak terkekang aturanmu, tidak terkekang cinta atas namamu, D. Kita punya cara yang berbeda, jangan paksa aku untuk mengikuti caramu. Jangan biarkan diri kita menjadi pengecut. D, jika waktu memang memiliki andil, maka tak sedikit dari hidupku yang mampu kau warnai. Kau istimewa, tapi aku tak bisa meneruskannya. Karena kita memiliki cara yang berbeda. Bukan karena cinta harus sama, tapi aku tak rela baik kau maupun aku menguras tenaga lebih banyak lagi hanya untuk bisa saling mengerti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2711554718213997723?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2711554718213997723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2711554718213997723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2711554718213997723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2711554718213997723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/12/desember.html' title='Desember'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6276168057766251910</id><published>2010-11-23T19:53:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T19:54:29.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>???</title><content type='html'>Ini  seperti remah-remah busuk&lt;br /&gt;Bertahan di lautan beton&lt;br /&gt;Bacin!&lt;br /&gt;Ini seperti layu-layu basah&lt;br /&gt;Kerap tak terjamah karena sampah&lt;br /&gt;Bukankah waktu yang menebarkan aromanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa, menuai makna sepihak penuh sesak&lt;br /&gt;Dan gigi gertak menahan amarah yang ditimpa lara&lt;br /&gt;Ini memang busuk, basah, dan sampah&lt;br /&gt;Tapi hanya sepihak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6276168057766251910?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6276168057766251910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6276168057766251910&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6276168057766251910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6276168057766251910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/11/blog-post.html' title='???'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-8119050459075568838</id><published>2010-11-19T21:22:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T21:26:37.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik sumber daya alam'/><title type='text'>BAHAN PRAKTIKUM POLITIK SUMBERDAYA ALAM</title><content type='html'>Teman-teman berikut bahan praktikum MK. Politik Sumber Daya Alam&lt;br /&gt;Silahkan diunduh:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/t_r81ceN/Menyelamatkan_Alam_Fullpdf-1.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc178.4shared.com/img/t_r81ceN/0.9784860372242533/Menyelamatkan_Alam_Fullpdf-1.pdf" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.4shared.com/document/t_r81ceN/Menyelamatkan_Alam_Fullpdf-1.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-8119050459075568838?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/8119050459075568838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=8119050459075568838&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8119050459075568838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8119050459075568838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/11/bahan-praktikum-politik-sumberdaya-alam.html' title='BAHAN PRAKTIKUM POLITIK SUMBERDAYA ALAM'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3898925031547873109</id><published>2010-11-18T03:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T03:50:58.479-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bondan prakoso'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lirik lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fade 2 black'/><title type='text'>Kita Selamanya (Bondan Prakoso ft F2B)</title><content type='html'>Sejak SMA gw suka lagu-lagu mereka&lt;br /&gt;hampir tiap hari,tiap pagi gw dengerin&lt;br /&gt;terutama yang berjudul 'Hidup Berawal dari Mimpi'&lt;br /&gt;Dan sampai sekarang, nggak pernah bosan&lt;br /&gt;salah satunya lagu ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/ogkwUvMx/10_Bondan_Prakoso__Fade2Black_.html" target=_blank&gt;10. Bondan Prakoso &amp;amp; Fade2Black - Kita Selamanya.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA SELAMANYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eiyo… it’s not the end, it’s just beginning&lt;br /&gt;titz:&lt;br /&gt;ok… detak detik tirai mulai menutup panggung&lt;br /&gt;tanda skenario… eyo… baru harus diusung&lt;br /&gt;lembaran kertas barupun terbuka&lt;br /&gt;tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga&lt;br /&gt;kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu&lt;br /&gt;pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu&lt;br /&gt;masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)&lt;br /&gt;memori crita cinta aku, dia dan kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;santoz:&lt;br /&gt;saat dia (dia) dia masuki alam pikiran&lt;br /&gt;ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan&lt;br /&gt;cinta masa sekolah yang pernah terjadi&lt;br /&gt;dat was the moment a part of sweet memory&lt;br /&gt;kita membumi, melangkah berdua&lt;br /&gt;kita ciptakan hangat sebuah cerita&lt;br /&gt;mulai dewasa, cemburu dan bungah&lt;br /&gt;finally now, its our time to make a history&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;bergegaslah, kawan… tuk sambut masa depan&lt;br /&gt;tetap berpegang tangan, saling berpelukan&lt;br /&gt;berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!&lt;br /&gt;kenanglah sahabat… kita untuk slamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori&lt;br /&gt;satu cerita teringat didalam hati&lt;br /&gt;karena kau berharga dalam hidupku, teman&lt;br /&gt;untuk satu pijakan menuju masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lezz:&lt;br /&gt;saat duka bersama, tawa bersama&lt;br /&gt;berpacu dalam prestasi… (huh) hal yang biasa&lt;br /&gt;satu persatu memori terekam&lt;br /&gt;didalam api semangat yang tak mudah padam&lt;br /&gt;kuyakin kau pasti sama dengan diriku&lt;br /&gt;pernah berharap agar waktu ini tak berlalu&lt;br /&gt;kawan… kau tahu, kawan… kau tahu kan?&lt;br /&gt;beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bridge:&lt;br /&gt;bergegaslah, kawan… tuk sambut masa depan&lt;br /&gt;tetap berpegang tangan dan saling berpelukan&lt;br /&gt;berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!&lt;br /&gt;kenanglah sahabat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to reff:&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3898925031547873109?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3898925031547873109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3898925031547873109&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3898925031547873109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3898925031547873109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/11/kita-selamanya-bondan-prakoso-ft-f2b.html' title='Kita Selamanya (Bondan Prakoso ft F2B)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-1129098127576557008</id><published>2010-11-07T01:59:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T01:07:05.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhasabah'/><title type='text'>Saudaraku, di Lereng Merapi</title><content type='html'>Ya Allah, untuk saudara-saudaraku disana, di lereng Merapi&lt;br /&gt;Aku minta maaf tidak bisa memberikan kontribusi apa pun &lt;br /&gt;Hanya iringan doa yang bisa kuhaturkan padaMu&lt;br /&gt;Terserah padaMu, Engkau Yang Maha Mengatur segala kejadian&lt;br /&gt;Engkau yang menentukan setiap kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bukankah janjiMu nyata? &lt;br /&gt;Setelah ada kesusahan akan ada kebahagiaan&lt;br /&gt;Semoga Ya Allah, Tuhanku&lt;br /&gt;Aku miris dan tersayat melihat wajah-wajah itu, wajah yang tersaput abu vulkanik&lt;br /&gt;Bulu romaku tegak tatkala tangisan pilu seorang anak yang kehilangan ayahnya pecah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sedang menguji hambaMu, wahai Rabbi?&lt;br /&gt;Jika ini adalah ujian, maka naikkan derajat mereka yang begitu tabah menerima cobaanMu&lt;br /&gt;Jika ini azab, ampuni dosa dan kesalahan kami&lt;br /&gt;Jadikan kami manusia yang mampu belajar dari setiap kejadian&lt;br /&gt;Belajar dari kemarahan alam&lt;br /&gt;Belajar dari ujian-ujianMu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-1129098127576557008?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/1129098127576557008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=1129098127576557008&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1129098127576557008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1129098127576557008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/11/saudaraku-di-lereng-merapi.html' title='Saudaraku, di Lereng Merapi'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7357422314832364510</id><published>2010-10-31T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T02:56:09.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Invisible Moment</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TM07oR9SZrI/AAAAAAAAAD4/sVr-wg0ftdQ/s1600/love029.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TM07oR9SZrI/AAAAAAAAAD4/sVr-wg0ftdQ/s320/love029.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534145080309474994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamu begitu melankolis malam ini, namun justru di saat-saat seperti inilah kamu menjadi jujur dan nampak romantis. Biasanya kau begitu angkuh seakan semuanya bisa kau selesaikan sendiri. Tiba-tiba aku tersadar, ternyata bukan hanya kau yang sedang terbawa situasi ini. Entah karena apa, kita seperti sengaja mengenang masa lalu dan melepaskan rasa rindu setelah beberapa waktu tak bertemu. Aku merindukanmu, tapi aku ingin mengatakan padamu bahwa aku sedang merindukan kekasihku. Seorang yang bagiku adalah salah satu sahabat terbaik. Sama sepertimu, hanya saja cara kalian menunjukkan ketulusan dan perhatian berbeda. Kau membentakku dan marah-marah sesukamu, kau bilang aku belum dewasa. Namun sikapmu membuatku jatuh hati, dan –perlu kamu tahu- aku masih ingat detail bagaimana kita berkenalan. Itu lucu dan menggelikan. Barangkali jika dianalogikan sebagai FTV, kita adalah pemeran utama yang akan berjodoh di akhir cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kau dengan sikapmu, dengan ketulusan yang berbeda. Kekasihku, kau tahu? Dia pun bagiku adalah sahabat yang begitu tulus membagi kebahagiaan hidupnya. Dia yang rela menungguku berjam-jam jika aku pulang malam, dia rela kesampingkan egonya demi terkembangnya senyumku. Dia yang tulus dengan kelembutan hatinya, dan aku luluh dengan senyum hangatnya. Kemarin semua berjalan sesuai harapan, namun tentang sekarang adalah jalan cerita yang berbeda. Aku sedang sangat bersedih dan menyayangkan perpisahan. Kekasihku memilih untuk menapaki waktu sendiri, tanpa aku. Jika boleh jujur, aku masih merindukannya, kau perlu tahu bahwa aku masih merindunya. Rindu ini menyakitkan dan menyesakkan. Kupikir salah satu hal terburuk yang harus dihadapai adalah ketika kau dengan kekasihmu saling mencintai tapi kalian sama-sama pusing mencari waktu yang tepat untuk mengucap kata “maaf kita harus berpisah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucari celah disela-sela kerinduanku pada ‘kekasih’-ku. Ternyata namamu tak pernah tersisih, tetap ada dalam segala rupa. Dan hari ini kau tampak manis dengan apa adanya. Berapa lama kita tak bersua? Tak lama… tapi memelukmu sejenak seperti meruntuhkan gerbang penantian. Aku ingin memelukmu lebih lama, merasakan degup jantungmu dan memastikan bahwa kau sungguh membebaskanku dengan cintamu. Kau juga harus tahu: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;aku masih menyimpan selembar janjimu di bawah bantal mimpiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan jika aku belum mampu mendefinisikan fungsi cinta seperti yang kau harapkan. Aku tak bisa membuat turunan-turunan dari variabel cinta yang kau utarakan. Bagiku, cinta itu refleks, cinta adalah hakikat yang maknanya pun menjadi kompleks. Kau mau realita? Sayangnya cinta kadang di luar nalar kita. Sepandai apapun kau usahakan agar aku mampu mendeskripsikan fungsi cinta antara aku dan kekasihku, mohon maaf aku tetap masih belum mampu. Dan, aku lebih tertarik untuk mencari hasil dari rumus yang kau beri, tentang kita, dalam arti sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih merapal dengan doa yang sama, untukmu, untuk kita: Tuhan, izinkan aku untuk terus menemaninya dalam ada maupun tiada. Izinkan aku untuk menjadi kebaikannya di dunia maupun akhirat. Aku percaya Tuhan, bahwa Engkau hadir dengan banyak cara, dan hubungan manusia dengan-Mu tidak terbatas pada perkara pahala dan dosa. Tuhan, sempurnakan ikhtiarku untuk mencintainya atas dasar kecintaan kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dari kita membawa beban di pundak, entah beban yang seperti apa. Tak kasat mata namun tertera. Kita sedang menempa perasaan untuk bisa menguatkan hati tentang peristiwa masa lalu yang sesekali mengusik nurani. Adakah manusia yang tidak memiliki masa lalu? Tidak ada, karena manusia tercipta dari sejarah. Termasuk kita dengan semua masa lalu kita, tapi bukankah menjadi bijak ketika kita bisa mengolahnya sebagai informasi untuk menata masa depan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku begitu rindu memanggilmu dengan panggilan sayang meski kau bukan kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, jangan minta aku untuk mencintai orang lain. Itu adalah hal berat yang aku sendiri tidak memiliki sejarah untuk bisa mengulanginya. Aku tidak punya pelajaran tentang itu. Aku ingin mencintaimu dengan setia. Benar katamu, kehilangan adalah hal yang manusiawi asalkan yang hilang bukan mimpi dan harapan. Benar katamu, bahwa kita tidak boleh terjebak dengan hal-hal yang bersifat keduniaan karena itu nisbi, namun sunggguh aku tidak terobsesi denganmu karena duniamu. Aku mencintaimu dalam aras nurani yang tidak mampu kubohongi. Izinkan aku untuk tetap memiliki mimpi dan harapan kita supaya aku yakin bahwa aku mencintamu karena cinta-Nya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku bukan orang baik” katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, bahkan aku pun bukan orang baik. Aku hanya berusaha menjadi orang baik, tapi bagiku, kebaikan bukanlah terletak pada diri kita. Kebaikan menjadi nyata ketika orang lain merasakannya. Dan, orang di sekitarmu merasakan pancaran kebaikan dari dirimu. Laksana iman yang nyata pula dengan amal perbuatan, begitulah kebaikan. Maka, kumohon, izinkan pula diri ini untuk merasakan kebaikan itu supaya aku bisa menjadi bagian untuk kebaikanmu. Ini adalah tentangmu, bukan tentang kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi sudah terlalu banyak orang yang aku sakiti” kau masih saja murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, mereka telah memaafkanmu. Percayalah padaku, mereka telah berendah hati untuk mengabulkan permohonan maafmu yang tak pernah main-main. Kau tulus, aku percaya itu. Bahkan ketika keberanianmu berbatas kau pun masih dengan rasa yang sama, rasa untuk sebisa mungkin membahagiakan orang lain. Kamu tidak menyakiti, tapi kamu berbagi kedewasaan. Aku tidak sedang melakukan pembenaran karena alasan aku terlanjur mencintai dirimu. Tapi ini adalah pelajaran yang tak pernah disayangkan, hidup itu sekolah terbaik dan kau juga salah satu guru yang tak sengaja aku dapati di ruang semesta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa bersalahnya diriku yang selalu menduakan rasa, berusaha mencinta dengan terpaksa. Demi melupakan memori yang menciptakan partikel-partikel sederhana yang kita sebut cinta. Kini ketika aku ditanya ”apa itu cinta” aku pun kewalahan untuk memikirkan dan menjawabnya. Cinta bukan aku, cinta bukan kamu, cinta bukan kita, cinta bukan apa atau siapa. Tapi cinta adalah tentang semuanya. Aku takut menafsirkannya terlalu sempit, karena tafsir bersifat subyektif. Dan detik ini, cinta yang aku pahami adalah sebentuk kerinduan kecil untukmu, meski kau bukan kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pilihan untuk menjadi atau tidak menjadi, untuk berbagi dan memberi. Aku yakin bahwa pelan-pelan keihklasan itu akan muncul dan menjelma nyata dalam keseharian kita. Sekarang aku belajar untuk tidak meminta apa-apa. Aku ingin memberi semampuku: untukku, untukmu, untuk kita dan untuk semesta. Kamu harus bahagia karena setiap orang memiliki hak untuk memilikinya. Semoga suatu saat akan ada lencana kebanggaan yang akan kita bagi pada generasi masa depan. Kelak, akan kita sampaikan bahwa tidak ada yang salah untuk mencintai dan tidak ada yang salah untuk berbagi meskipun itu tak selalu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdoa, semoga malam ini akan jauh lebih panjang dari malam-malam  sebelumnya. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku selain merasakan bahwa dirimu begitu dekat.  Meski aku tahu, keinginan untuk selalu bersama itu semu. Aku hanya memintamu, sekarang nikmatilah waktu bersamaku agar esok, saat kau pulang, ada segenggam kenangan yang kau simpan dalam kantong dan ada ratusan jejak yang takkan kau lupakan: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kita&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7357422314832364510?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7357422314832364510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7357422314832364510&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7357422314832364510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7357422314832364510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/10/invisible-moment.html' title='Invisible Moment'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/TM07oR9SZrI/AAAAAAAAAD4/sVr-wg0ftdQ/s72-c/love029.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5233516845599431150</id><published>2010-10-07T07:57:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T07:59:02.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>Sejumput Harap</title><content type='html'>Semoga ini adalah doa terbaik seorang ibu dan bisa mengantarkan pada Ridha-Nya.&lt;br /&gt;Mari berusaha seikhlas-ikhlasnya karena itu adalah usaha yg tak tertandingi.&lt;br /&gt;Aku percaya dan aku siap. &lt;br /&gt;Allah tidak memberi situasi tanpa solusi.&lt;br /&gt;Jaga dirimu, kesehatanmu..&lt;br /&gt;aku-kamu-kita semua sedang berproses.&lt;br /&gt;terima kasih pernah menjadi salah satu sahabat terbaikku, dan itu takkan pernah terganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dari kita pun sedang menanti dan meminta pada-Nya untuk esok yang lebih baik. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5233516845599431150?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5233516845599431150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5233516845599431150&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5233516845599431150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5233516845599431150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/10/sejumput-harap.html' title='Sejumput Harap'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4215561110714207495</id><published>2010-10-02T18:48:00.001-07:00</published><updated>2010-10-02T18:55:27.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Mengapa Perempuan?</title><content type='html'>Salah satu hal yang menyulitkan adalah ketika harus berusaha menerima sesuatu yang tidak kita inginkan. Sama seperti saat ini, mau tidak mau harus ada keputusan yang diambil. Minimal "Jalani Sebaik-Baiknya". Ya, hanya itu saja.. Rasanya gw pengen banget ngehapus legenda Diah Pitaloka dan Prabu Hayam Wuruk. Oh God kenapa legenda itu menjadi stereotipe fanatik Laki-laki Sunda dan Perempuan Jawa untuk tidak berhubungan?&lt;br /&gt;Rasanya seperti menanggung dosa nenek moyang yah generasi sekarang? tidakah ada cara bijak yang bisa meng-cut relasi tak jelas ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasionalitas gw nggak bisa jalan kal udah dihubungkandengan mitos dan legenda kayak gini. Sampai sejauh ini gw masih yakin untuk menjalani sebaik-baiknya. Toh yang Kun Fayakun cuma Allah, itu yang gw percaya. Dan meski gw berada di posisi yang bagi gw marginal, tapi gw yakin ini ujian. Hoho berasa serius aja yang dihadapi (gw udah mulai ngelantur. TAPI GW LAGI PENGEN BERONTAK DENGAN SILSILAH KERAJAAN SILIWANGI DAN KERAJAAN MAJAPAHIT. Dan kenapa harus perempuan yang dilarang? Bukan Laki-laki?!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4215561110714207495?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4215561110714207495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4215561110714207495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4215561110714207495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4215561110714207495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/10/mengapa-perempuan.html' title='Mengapa Perempuan?'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7984561207838963356</id><published>2010-08-28T00:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T00:11:03.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Because the World is Flat</title><content type='html'>By social change we refer to whatever may happen in the course of time to the roles, the institutions, or the orders comprising a social structure, the emergence, growth and decline (Vago, 1989:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka membaca apa saja, menulis apa saja, dan berjalan-jalan ke mana saja. Saya suka bertemu dengan banyak orang, belajar dengan banyak orang, dan ingin bermanfaat bagi banyak orang. Bagi saya, hidup tidak sekedar menunggu mati, tapi hidup untuk berprestasi. Saya percaya bahwa satu-satunya hal yang tidak bisa disangkal dalam hidup ini adalah perubahan. Perubahan akan terus terjadi karena langkah kita tidak stagnan tapi dinamis. Biarkan proses perubahan itu natural namun terencana, agar hidup lebih hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya merasa telah, sedang, dan akan terus mengalami perubahan meskipun hanya suatu hal yang sangat kecil. Saya hidup dikelilingi oleh banyak orang, banyak kejadian, banyak pemikiran, dan banyak pula perkembangan teknologi. Inilah fakta, se-idealis apapun saya, saya tidak bisa mengelak dari perkara-perkara yang terjadi di luar diri saya. Bertemu dengan banyak orang dan berinteraksi dengan mereka memunculkan sebuah pemahaman bahwa ”sebaiknya” atau ”etisnya” perilaku adalah seperti ini atau seperti itu. Saya dididik dengan keras oleh Ayah saya, segala sesuatu harus cepat dilaksanakan dan perlu cepat diselesaikan. Saya melaksanakannya sebagai sebuah wujud kepatuhan kepada ”titah” orang tua dan saya yakini bahwa cepat adalah disiplin. Tapi setelah bertemu dengan banyak tipe manusia, ternyata saya perlu beradaptasi, tidak selamanya cepat adalah disiplin. Terkadang cepat juga bisa bermakna ceroboh. Suatu masalah tidak harus diselesaikan secara cepat namun perlu dipecahkan dengan tepat. Bagi saya, idealisme juga perlu penyesuaian dan adaptasi agar kita bisa bertoleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lahir pada bulan Januari 1990, saat ini sedang beranjak menuju umur 21. Ada banyak hal yang telah berubah selain bagaimana saya memandang sebuah persoalan yang terjadi dalam hidup saya. Dulu, ketika masih kecil (sampai saya kelas 2 Sekolah Dasar), asalkan ada minyak tanah untuk mengisi pelita saya bisa tenang belajar membaca dan menulis. Tapi sekarang, sungguh saya sudah tergantung pada listrik. Saya bisa lebih konsentrasi belajar ketka penerangan dengan listrik cukup apalagi ditambah dengan kondisi mata yang sudah miopi. Dulu, saya tidak perlu gusar saat tidak mendapatkan informasi atau berita terbaru karena TV pun hidupnya masih senin - kamis kalau aki tersedia. Sekarang, TV seperti sebuah mainan yang wajib dimiliki. Komputer adalah soulmate saat bekerja. Internet adalah saudara kembar yang sebaiknya tidak terpisahkan. Dan, saya merasa kehilangan jiwa saya ketika terpisah dengan telpon genggam. Itulah, dunia sudah berubah dan saya pun ikut berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi, saya suka membaca apa saja dan dimana saja, termasuk membaca sms. Percaya atau tidak, saya juga bisa berubah sebab apa yang saya baca. Sejak kecil saya suka membaca hanya saja orang tua tidak pernah membelikan buku bacaan. Ibu saya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan ayah lulusan SD, saya pahami kondisinya bahwa apa yang mereka pikirkan tentunya berbeda dengan apa yang saya harapkan. Tapi tidak masalah, toh mereka pasti ingin anaknya maju dan ”berubah” lebih baik daripada mereka. Saya masih bisa membaca buku-buku perpustakaan di SD, SMP, dan saat SMA saya sudah mulai membeli buku apa yang saya sukai. Sejak SMP saya dicekoki bacaan yang berhubungan dengan Islam. Bergerak dari apa yang saya baca, ada beberapa hal yang mulai berubah dari diri saya. Saya memutuskan untuk mulai mengenakan jilbab sejak kelas 1 SMP dan juga keinginan saya untuk menuntut ilmu dan menghapal Al-Qur’an semakin kuat. Pemikiran itu muncul dari apa yang saya baca. Jadi, benar juga kata orang, jika kita ingin tahu seperti apa orang itu maka lihatlah apa yang ia baca. Tapi tidak berhenti sampai di situ, dalam prosesnya pun penuh dengan dinamika karena saya tidak hidup sendiri di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal di lingkungan yang agamis, meskipun orang tua saya biasa saja dan tidak fanatik. Mereka demokratis dan membiarkan saya menjadi diri saya sendiri. Termasuk persoalan agama. Lingkungan tempat tinggal saya sangat mempengaruhi langkah saya melanjutkan sekolah, saya tidak ingin melanjutkan ke Pesanteren seperti apa yang disarankan oleh guru ngaji saya. Saya memutuskan untuk masuk ke Madrasah Aliyah yang bagi saya lebih moderat dari Pesanteren. Bagi saya, sekolah di Aliyah mempermudah saya untuk mempertahankan jilbab yang saya pakai karena disana semuanya sama, untuk perempuannya semua berjilbab. Dan saya suka, saya menikmatinya. Dulu saya seorang jilbaber mulai dari kelas 3 SMA hingga tingkat 1 di IPB. Lagi-lagi semuanya tidak berhenti sampai di situ, saya tidak nyaman dengan atribut yang saya gunakan. Saya tidak suka ke-eksklusif-an, saya memilih egois tapi saya bisa berbagi daripada saya eksklusif dan hanya bergerombol dengan komunitas yang ”itu” saja. Sekarang saya mengenakan jilbab tapi tidak perlu predikat akhwat dan saya pun tidak alergi terhadap mereka, saya kagum pada mereka yang istiqomah. Hanya saja saya memiliki pandangan yang berbeda. Bagi saya keimanan tidak diukur dari apa yang kita kenakan, tapi keimanan itu ada dalam hati dan itu privasi. Sekarang prinsip yang saya pegang adalah saya ingin menjadi orang baik dan bermanfaat bagi orang lain, karena saya percaya bahwa hubungan hamba dengan Tuhan tidak terbatas pada perkara surga dan neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, perubahan saya sebenarnya sangat banyak, tidak bisa diceritakan dalam lembaran-lembaran yang terbatas jumlahnya. Saya berubah secara idealistik maupun materialistik. Saya berubah karena faktor internal maupun eksternal. Saya berubah karena memang saya perlu dan harus berubah. Karena hidup tidak asik jika monoton dan hambar jika tidak  berwarna. Dan saya berubah untuk saya dan orang-orang di sekitar saya. Sekali lagi, saya hanya ingin menjadi orang baik dan saya ingin berbagi. Perubahan itu harus supaya hidup lebih hidup. Perubahan itu perlu karena dunia tidak lagi bulat dan tidak ada lagi perbedaan siang dan malam. Semua orang melakukan persaingan baik siang maupun malam. So, because the world is flat and everything like same each other except our attitude and our change, let be our own self and let’s the change happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S. Untuk Ibu, terima kasih selalu untuk didikanmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7984561207838963356?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7984561207838963356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7984561207838963356&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7984561207838963356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7984561207838963356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/because-world-is-flat.html' title='Because the World is Flat'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6050082056815319928</id><published>2010-08-28T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T00:09:26.572-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhasabah'/><title type='text'>Kepada: Tuhan</title><content type='html'>Salam taklukku hanya pada Mu waha pemilik Asma-Asma yang Agung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, inilah getar terdahsyat kala kusebut nama Mu. Inilah debar terindah kala kulantunkan ayatmu. Wahai Yang Maha Tahu, terima kasih Engkau beri pemahaman padaku, entah kenapa, aku yakin bahwa relasi kita tidak terbatas pada perkara pahala dan dosa, tapi lebih dari itu. Ada persoalan lain yang tak kasat di mataku dan pula tak terlintas di pikiranku. Aku yakin kuasa Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, Engkau disebut dengan banyak Nama. Tapi kupercaya Kau tunggal dan selalu indah dengan nama-nama yang Engkau punya. Saat ini aku berusia 20 tahun, 6 bulan, 9 hari (15 Juli 2010). Jika aku bertanya, kapankah waktuku berakhir? Apa yang akan Engkau sampaikan sebagai jawabnya, Tuhan? Apakah jawaban yang berkali-kali kuhapal akan semakin banyak kurapal? Jodoh, rezeki, dan maut adalah hak Mu. Ya, aku patri keimanan itu dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kapan waktuku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6050082056815319928?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6050082056815319928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6050082056815319928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6050082056815319928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6050082056815319928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/kepada-tuhan.html' title='Kepada: Tuhan'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4850104259104878581</id><published>2010-08-04T21:38:00.001-07:00</published><updated>2010-08-04T21:38:59.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><title type='text'>Senandung Pagi</title><content type='html'>Kudengar nyanyian alam pagi ini, suara kokok ayam, korek kodok, dan entah bunyi-bunyi satwa lain yang masih mengoceh. Pagi di Sarolangun. Pagi ini fajar masih terlihat, semburat cahaya putih di antara langit yang masih berkabut meniadakan kegelisahan. Tuhan Maha Sempurna dengan segala detail ciptaanNya. Sisa purnama tadi malam juga masih tampak di ufuk barat, memamerkan bulatan utuh satelit bumi. Dan… pagi ini begitu sejuk, pagi di 28 Juli 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*di PT EMAL BSP Jambi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4850104259104878581?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4850104259104878581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4850104259104878581&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4850104259104878581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4850104259104878581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/senandung-pagi.html' title='Senandung Pagi'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7918311008538407404</id><published>2010-08-04T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T21:37:27.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makna'/><title type='text'>Lembayung Jambi</title><content type='html'>Lihatlah ke ufuk barat&lt;br /&gt;Senja bermega merah&lt;br /&gt;Mengalahkan bising mesin-mesin penggiling kelapa sawit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambi, 28 Juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7918311008538407404?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7918311008538407404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7918311008538407404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7918311008538407404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7918311008538407404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/lembayung-jambi.html' title='Lembayung Jambi'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4601297228442294473</id><published>2010-08-04T21:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T21:33:01.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>Jambi’s Night…</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I miss you&lt;/span&gt;, merindukanmu adalah jelajah imajinasi terhangat kala dingin Jambi malam hari mulai terasa. Aku merindumu, wahai sosok yang selalu kudamaba ditengah terombang-ambingnya rasa yang kubiarkan diam, tak perlu banyak tanya. Sebentar lagi kita jumpa, wahai sosok manis yang kurindu senyum dan lentik bulu matanya. Kita kan bersua di bulan yang paling indah, Ramadan. Dan, memori kita tak pernah jauh dari bulan suci itu.&lt;br /&gt; Aku merindumu, jika boleh mengenang, aku merindu masa-masa belia kita dulu. Saat aku dengan lugu mengiyakan undanganmu untuk pengajian besok pagi. Waktu itu hujan, dan aku bertudung kresek merah berlari-lari menuju tempat masak untuk khotmil qur’an nanti malam. Tanpa prasangka sedikitpun, aku iyakan ajakanmu. Esok paginya kita bertemu, masih lugu, biasa, tanpa sapa yang mengena. Hanya saja, kau selalu manis… bahkan hingga sekarang. Dan, beberapa hari setelahnya, lebaran pun tiba. Tiada terduga sebelumnya, saat itu adalah pertama kali aku menerima surat dari laki-laki yang kujawab dengan “hatiku sudah sejalan dengan pikiranku, aku menerimamu”. &lt;br /&gt; Itu adalah awal dari hubungan kita. Aku jatuh cinta untuk pertama kali, hingga saat ini, tak pernah terganti.  Kamulah yang terbaik dan terindah di mataku, sosok yang tak pernah bosan aku rindukan, meski aku mengerti bagaiman pun kondisi kita sekarang adalah jalan yang harus kita lalui. Proses yang harus kita lewati, biarlah Tuhan yang mengatur semuanya. Setiap detik yang terlewati tak ada lena maupun jeda untuk tidak merindumu. Sedekat apa pun kamu, rindu ini tak pernah kikis. Bahkan ketika aku bisa mendekapmu nyata, justru saat itu lah rinduku begitu kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya Rabb, aku serahkan segala urusanku pada Mu, termasuk dia…, semua ini adalah hak Mu”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4601297228442294473?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4601297228442294473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4601297228442294473&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4601297228442294473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4601297228442294473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/jambis-night.html' title='Jambi’s Night…'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4697088062697279504</id><published>2010-08-04T21:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T21:30:48.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>Terima Kasih, Karena Kau Mencintaiku</title><content type='html'>Setiap kali, de javu itu seakan nyata. Aku hapal wangi tubuhmu yang khas, bukan wangi parfum buatan. Karena setiap tubuh memiliki aroma spesial yang tak dimiliki oleh tubuh yang lain. Selalu saja aku betah berlama-lama di dekatmu. Bahkan, jika aku bisa aku ingin selalu di sisimu. Kau bukan pencipta tema ketika kita akan berbicara. Tanpa menentukan plot cerita pun, perbincangan kita mengalir sempurna dan tanpa batas. Kau selalu mengelola cinta sebagai titipan, memahami bahwa kita hanya sebagai pelaku, Tuhan lah yang sutradara. Kau pun tak malu untuk sekedar mengalah demi melihat senyumku. Kau tak pernah marah. Gelak tawaku muncul seketika bila kau menenangkanku dan mengatakan:&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalau orang cepat marah, masih gadis saja sudah tampak seperti ibu-ibu. Gimana nanti kalau jadi ibu? tampaknya akan seperti nenek-nenek. Berbahagialah sayang, maka kau akan muda selamanya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selelah apa pun, pelukanmu selalu hangat. Sehangat warna jingga kala putih menjadi dingin. Kadang kau banyak diam di waktu-waktu tertentu. Tapi kutahu, kau diam bukan untuk menyerah. Kau diam untuk senantiasa bertahan.&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingin membuatmu bahagia, selalu, kapan saja, namun tidak semuanya harus diungkapkan bukan? Sayang, aku ingin kau merasakan kebahagiaan itu, bukan sekedar mendengar bahwa kebahagiaan itu ada. Percayalah, aku selalu menyayangimu&lt;/span&gt;.” Seketika saja lelahku kandas dengan kata-katamu, terima kasih karena kau mencintaiku….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4697088062697279504?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4697088062697279504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4697088062697279504&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4697088062697279504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4697088062697279504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/terima-kasih-karena-kau-mencintaiku.html' title='Terima Kasih, Karena Kau Mencintaiku'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6914209770186172853</id><published>2010-08-04T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T21:29:10.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>Januari-Desember</title><content type='html'>Aku januari, menjadi awal bagi yang lainnya. Pertanda yang senantiasa dinanti dan diperingati. Saat awalku, bertaburan warna-warni kembang api yang dinyalakan serempak, juga teromper teret tet tet yang ditiup oleh banyak orang dengan berbagai karakter dan ikatan. Ada muda mudi satu pasang yang sedang mencicipi bahagia satu tahun jadian, ada juga suami istri yang sedang melepas lelah dan jengah di depan jendela sambil tersenyum melihat anak-anaknya tertidur pulas. Di pojok lain, ada juga segerombol orang yang menjalin hubungan persahabatan sedang menikmati kebersamaan sebelum 00:00 bertambah bilangannya. &lt;br /&gt; Dan aku Januari yang menjadi bagian mereka, bergabung pada salah satu di antara mereka. Bergelut dengan apa saja yang sedang kuhadapi. Aku pun turut serta, menyatukan kedua belah tangan, menunduk khusyuk dan percaya bahwa Dia Maha Mendengar. Aku tak berkomat-kamit, hanya sekedar berkata lirih dalam hati. Tuhan Maha Sempurna, aku tak perlu berteriak agar Dia kabulkan doa.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tuhan, aku ingin berbicara dengan-Mu. Kupercaya, Engkau hadir dengan banyak cara.”&lt;/span&gt; Hanya itu saja kuberbicara. Selebihnya aku menunduk dan bungkam suara. Terlarut pada harapan yang menggema di dinding hati. &lt;br /&gt; Januari dan Desember, ketika dihitung barangkali tampak begitu jauh karena hitungan melibatkan angka yang berbilang. Tapi rasakan… sesungguhnya Desember dan Januari begitu dekat, sangat dekat dan lekat. Karena kedekatan tak berbatas bilangan. Itu saja. Ingin kukatakan, sekuat apa pun kamu mencintai Desember, dia adalah dirinya sendiri. Desember bukanlah milikku apalagi milikmu. Dia adalah dirinya sendiri. Selalu, kupercaya, cinta itu membebaskan bukan mengikat. &lt;br /&gt;Aku pun sama, mencintai Desember. Aku tak pernah ingin memaksanya untuk mencintaiku pula. Harapku hanya ingin dia bahagia. Jadi mengertilah bahwa Desember hanya perlu jeda untuk membuat sebuah keputusan. Semakin kau paksa dia untuk memilihmu, dia akan semakin jauh darimu. Percayalah, jika kamu sungguh tulus dengan perasaanmu maka sayangi dia apa adanya tanpa rekayasa. &lt;br /&gt;*&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku masih Januari yang senantiasa lekat dengan Desember meski jarak kami bersekat, tapi kupercaya kami dekat sebab hati adalah kunci.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6914209770186172853?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6914209770186172853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6914209770186172853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6914209770186172853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6914209770186172853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/januari-desember.html' title='Januari-Desember'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-1057206968927179951</id><published>2010-08-04T21:26:00.002-07:00</published><updated>2010-08-04T21:27:42.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhasabah'/><title type='text'>Hidup Adalah Belajar</title><content type='html'>Hidup Adalah Belajar&lt;br /&gt;Belajar bersyukur meski tak cukup&lt;br /&gt;Belajar ikhlas meski tak rela&lt;br /&gt;Belajar taat meski berat&lt;br /&gt;Belajar memahami meski tak sehati&lt;br /&gt;Belajar bersabar meski terbebani&lt;br /&gt;Belajar setia meski tergoda&lt;br /&gt;Belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sms from my friend, Ferdiansyah.&lt;br /&gt;  Sent: 05.07.2010, 05:44 AM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-1057206968927179951?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/1057206968927179951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=1057206968927179951&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1057206968927179951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1057206968927179951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/hidup-adalah-belajar.html' title='Hidup Adalah Belajar'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2325171921604880650</id><published>2010-08-04T21:26:00.001-07:00</published><updated>2010-08-04T21:26:35.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>ELEGI</title><content type='html'>Malam, biarkan aku mengendusmu&lt;br /&gt;Sampai kutemukan titik temu&lt;br /&gt;Biarkanku menahan napas, menikmatimu&lt;br /&gt;Bersandar nyaman di bahu lelapmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2325171921604880650?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2325171921604880650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2325171921604880650&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2325171921604880650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2325171921604880650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/elegi.html' title='ELEGI'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2527616417529220970</id><published>2010-08-04T21:24:00.002-07:00</published><updated>2010-08-04T21:25:46.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makna'/><title type='text'>Wanita dan Pria dalam Satu Episode</title><content type='html'>Sampai sekarang, pertanyaan itu masih bersarang bebas entah di neuron bagian mana. Mengapa semakin tua suami istri, cinta mereka menjadi semakin terpupuk, subur, dan semakin tidak membosankan? Betapa menakjubkan kala memikirkan itu, Tuhan menurunkan sifat kasihNya kepada umat manusia, menetapkannya dan menjaganya. Seorang sahabat menjawab  pertanyaan itu dengan jawaban sederhana, semua itu karena Cinta Tuhan kepada umatnya. Adakah jawaban lain? Dalam salah satu film ‘Before Sunrise’, kondisi kasih yang terus terpupuk itu disebabkan karena alam mengatur interaksi kehidupan. Alam yang membangun situasi, semakin tua wanita maka pendengarannya semakin berkurang, dan semakin tua seorang pria maka penglihatannya semakin tidak tajam. Kondisi itulah yang menyebabkan pasangan bisa saling melengkapi dan tidak terjadi kecemburuan. &lt;br /&gt;Jadi teringat, bahwa kelemahan seorang wanita adalah pada pendengaran karena hatinya lembut dan penuh dengan perasaan. Jika mendengar pujian maupun makian, dia akan terbawa. Sedangkan kelemahan seorang pria adalah pada pandangan, jadi penampakan fisik adalah salah satu factor seorang pria bisa jatuh hati kepada wanita. Mungkin ada benarnya juga, sesungguhny akehidupan manusia diatur oleh Tuhan yang sistemnya diserahkan pada alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2527616417529220970?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2527616417529220970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2527616417529220970&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2527616417529220970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2527616417529220970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/wanita-dan-pria-dalam-satu-episode.html' title='Wanita dan Pria dalam Satu Episode'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3900618784917687032</id><published>2010-08-04T21:24:00.001-07:00</published><updated>2010-08-04T21:24:42.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makna'/><title type='text'>MAKNA 2710</title><content type='html'>Menjadi manusia yang merdeka adalah keinginan tiada tara yang hadir setiap saat dalam kehidupan. Dan, setiap individu berjuang mati-matian untuk tidak sekedar menjadi ‘kacung’ dalam kehidupan.  Sama halnya ketika seseorang  membuat keputusan dalam setiap kesempatan, meskipun ada orang lain, namun hak prerogatif terletak pada dirinya sendiri dan orang lain adalah variabel anteseden. Setiap orang punya kesendirian dan kadang ingin menciptakan kesendirian itu untuk mengambil jeda sejenak dari hiruk pikuk yang seringkali melelahkan. Dalam kesendirian, kita bebas berpikir tentang apa pun, men-defrag folder-folder acak kehidupan, mem-back up mimpi-mimpi dan harapan, atau sekedar mengetik hal-hal  yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;Entah dengan istilah apa dapat digambarkan, kesendirian itu seperti angin lembut yang menyejukkan, atau tetes hujan saat gambaran kemarau membayang di pelupuk mata. Hanya saja, memang, kebahagian tidak mampu muncul sempurna kala sendiri. Kebahagiaan nyata jika dibagi, kebahagiaan sempurna jika dirasakan juga oleh orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3900618784917687032?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3900618784917687032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3900618784917687032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3900618784917687032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3900618784917687032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/makna-2710.html' title='MAKNA 2710'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4820498802719249970</id><published>2010-08-04T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T21:23:56.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Apa kabar, Kita?</title><content type='html'>Aku tidak pernah mundur atau berhenti mencintaimu. Merindumu selalu memberi rasa berbeda, rindu memang selalu punya citra tersendiri  meski kadang menyesakkanku. Sampai tiba saatnya ketika kau berkata semua akan baik-baik saja dan mungkin kita akan bersama bukan di waktu sekarang, aku merasa sepertinya kamu menjanjikan sesuatu padaku. Janji yang membuatku tersenyum sepanjang waktu, janji yang kurasa membuat diri ini siap bahwa suatu saat kita akan menjadi juaranya. Aku tersenyum, meski kamu tahu, untuk bersama perlu ada banyak hal yang harus kita lalui. Perlu ada banyak hal yang harus kita selesaikan.&lt;br /&gt; Kamu selalu berucap, bahwa aku harus bahagia. Aku pun inginkan kamu bahagia, dengan atau pun tanpaku. Hanya saja aku masih terlalu egois, menginginkan kebersamaan denganmu untuk bahagiaku. Padahal, jika hakekat cinta adalah memberi tanpa mengharap balas, mengapa aku selalu berharap saat aku merindukanmu maka semestinya pun kau merinduku?&lt;br /&gt; Setelah hari itu, hari di mana kita berupaya untuk mencoba menjalani kehidupan kita masing-masing. Aku lega, kupikir aku tak perlu berpayah-payah lagi untuk memikirkan kamu dan dia. Kita sama-sama memiliki hak untuk menjadi manusia yang merdeka, tanpa ada pengekangan perasaan, tanpa ada upaya untuk berbesar hati menerima hanya separuh hatimu. Karena kau adalah dirimu, bukan untukku bukan pula untuknya. Tapi maafkan aku, sayangnya, berkali kucoba untuk mencari kebahagian bersama orang lain justru membuatku semakin terpuruk dalam bayang ketidakpastian. Jika masa lalu perlu kusimpan kemudian kubuka di saat aku perlu untuk mengingatnya, mengapa saat membuka itu terasa sakit?&lt;br /&gt; Berpisah denganmu sama sekali bukan hal yang aku inginkan. Jika kita punya kesempatan untuk menghitung berapa lama kebersamaan kita, mungkin kita akan lupa. Tapi sesingkat apa pun momen itu bersamamu, selalu saja memorinya tertata rapi dalam direktori otakku. Kau selalu mengajarkanku hal-hal sederhana nan istimewa, sederet detail kecil yang berharga. Dan kamu tahu? Bau tanah yang pertama kali tercium saat hujan turun selalu mengingatkanku pada kebersamaan kita. Kita selalu betah berlama-lama menikmati tetes air hujan jatuh di kepala kita, kita juga menantikan waktu-waktu istimewa untuk bisa menenun detik dari tempat yang tinggi. Tak peduli seberapa lelah kaki kita berjalan menuju tempat itu, sesampainya di sana pasti terdengar tawa renyahmu dan candaanmu. Dan rasa lelah itu seakan menguap begitu saja kala kutahu baumu dekat. Kamu sama sekali tidak romantis, tapi bagiku itulah caramu untuk bersikap romantis kapan pun kamu mau. &lt;br /&gt; Setelah sekian lama, sejak hari itu, aku selalu membunuh perasaanku terhadapmu. Perasaan yang sesungguhnya tak bernyawa kala aku harus berjalan sendirian. Jika memang Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam, bolehkah aku minta pada Tuhanku, semoga aku tercipta dari tulang rusukmu? Dan hari ini, setelah hari itu, aku bernostalgia dengan candamu. Kau hadir memupuk kembali perasaan yang selama ini kebas. Kembali lagi momen kita, kembali lagi kebersamaan kita menciptakan babak baru dalam episodeku. Kau masih seperti dulu memintaku tidur lelap dan bangun esok pagi saat kokok ayam masih senyap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4820498802719249970?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4820498802719249970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4820498802719249970&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4820498802719249970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4820498802719249970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/08/apa-kabar-kita.html' title='Apa kabar, Kita?'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-200145887374236524</id><published>2010-06-15T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T01:23:27.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>RUANG KECIL DI POJOK WORLD CLASS UNIVERSITY</title><content type='html'>Menjadi sebuah perguruan tinggi idaman seringkali dilihat dari bagaimana kualitas lulusannya bisa menembus pasar kerja. Adakalanya, orang memang lebih suka melihat hal-hal besar tetapi sering mengabaikan suatu detail kecil. Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu perguruan tinggi bisa menjadi idaman dan diprioritaskan oleh banyak lulusan SMA. Pertama, faktor sejarah, sebuah perguruan tinggi dengan sejarah yang gemilang berhasil melahirkan orang-orang besar dan memiliki banyak dedikasi untuk masyarakat akan jauh lebih dipandang oleh khalayak. Sejarah mampu mengokohkan nama sebuah asosiasi pendidikan tersebut. Kedua, faktor kredibilitas perguruan tinggi yang bersangkutan, kemampuan perguruan tinggi untuk mengampu keahlian-keahlian bagi mahasiswanya melalui berbagai mata kuliah yang diajarkan menjadi salah satu basis yang nantinya bisa mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan yang mumpuni. Ketiga, faktor fasilitas, sepertinya memang merupakan hal kecil tapi akan menjadi besar ketika fasilitas-fasilitas tersebut tidak memadai dan layak karena akan berpengaruh besar dalam proses kegiatan akademik maupun non akademik bagi civitas perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai fasilitas, perlu ditilik dari sudut pandang yang seringkali terlupakan. TOILET. Ruangan kecil yang berada di sudut-sudut gedung fakultas banyak yang terabaikan dan kondisinya kurang layak untuk dipakai. Kebersihan toilet yang kurang terjaga, sarana di dalamnya yang rusak, serta hal krusial yang sering digaungkan tapi terkesampingkan: air sering mati dan banyak toilet yang dikunci. Padahal jika dikaitkan dengan teori kebutuhan Malsow, toilet merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan fisiologis manusia. Kebutuhan tersebut berada di piramida paling bawah yang artinya harus terpenuhi pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis jika sebuah perguruan tinggi yang sedang berusaha memiliki predikat World Class University masih memiliki persoalan tentang kebersihan dan kenyamanan TOILET. Bahkan untuk bisa mengakses toilet yang bersih, mahasiswa perlu mengeluarkan recehan Rp 500,00. Hal tersebut bisa menjadi rasional karena memang untuk menjaga kebersihan membutuhkan sumberdaya finansial. Namun, apakah persoalan dana untuk menjaga properti masih harus dibebankan kepada mahasiswa juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi persoalan toilet ini tidak hanya tanggungjawab satu bagian saja, katakanlah bagian fasilitas dan properti, namun perlu kolaborsi dan sinergitas dari semua pihak. Masih ada jalan keluar untuk menikmati toilet yang bersih tanpa harus membayar, yaitu dengan cara bersama-sama menjaga dan merasa memiliki fasilitas tersebut. Tidak ada salahnya untuk membawa kantong plastik jika tempat sampah tidak ada, tidak ada ruginya untuk menghemat penggunaan kertas tisu agar sampah tisu juga berkurang. Dan, perlu koordinasi yang baik dari semua pihak supaya toilet bisa tetap buka sampai malam setiap hari dengan ketersediaan air yang mencukupi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-200145887374236524?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/200145887374236524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=200145887374236524&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/200145887374236524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/200145887374236524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/06/ruang-kecil-di-pojok-world-class.html' title='RUANG KECIL DI POJOK WORLD CLASS UNIVERSITY'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4794999518849402936</id><published>2010-05-27T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T05:39:33.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatankecil'/><title type='text'>MEMORIA</title><content type='html'>MEMORIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lekat dipikiranku suatu waktu yang menjadi roda masa sekarang. Masa lalu, saat aku masih berada di gendonganmu, menangis, merengek minta susu. Kau tak lantas memarahiku tapi kau belai rambutku dan kau carikan susu. Pun masih tergambar jelas saat rumah itu masih tak berdinding, kau memelukku erat saat tidur karena aku takut. Kau bilang, setan itu hanya datang pada anak yang penakut. Katamu aku adalah anak gadismu yang pemberani, aku tak perlu takut ada ibu disisiku, memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu aku tidak bisa tidur” aku ingat kata-kata itu keluar dari mulutku tengah malam, saat kulihat wajahmu pulas. Kau langsung terbangun, kau pijat-pijat tanganku sambil bercerita tentang rasa banggamu memiliki anak gadis sepertiku. Padahal, kutahu siangmu begitu melelahkan. Kau adalah pahlawan yang sama sekali tak berpamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadari sekarang, saat itu rambutku masih gimbal. Betapa susahnya kau merawatnya. Aku pun malu saat itu, mengapa rambutku gimbal. Tapi kau tak pernah malu, kau katakan “Ibu bahagia memiliki anak gadis yang cantik sepertimu”. Kau ikat rambutku agar aku tak merasa gerah. Dan lagi-lagi  kau menguatkanku saat teman-teman mencemooh karena rambutku berbeda dengan mereka, kau bilang, “Tuhan menjadikanmu istimewa sehingga Dia menciptakanmu dengan berbeda”. Aku tak paham kata-katamu saat itu. Aku hanya tahu, tanganmu setia menggandengku pergi ke sekolah meski kau harus menunda sebentar waktu untuk menjemur pakaian atau bersih-bersih rumah. Aku selalu menjadi prioritasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin aku besar, rasanya bayang-bayang masa dimana kau senantiasa menuntunku semakin lekat. Banyak kenangan yang membuatku selalu terpacu untuk mencapai keberhasilan, adalah kenangan bersamamu ibu. Ibu, saat itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu bangun lebih pagi sebelum kokok ayam terdengar. Menanak nasi, dan menyapu rumah kita yang dulu belum berjendela kaca. Kau biarkan aku yang berusia lima tahun tergolek di tempat tidur, meneruskan mimpi semalam. Hati-hati sekali jika kau bangun, kau tak ingin membuatku terjaga. Baru setelah azan subuh, kau bangunkan aku dan saat itu adalah pertama kali kau ajariku mengambil air wudlu. Kau membelikanku mukena kecil yang sampai saat ini masih ada, kau ajari dua rakaat subuh padaku. Tapi aku nakal ibu, aku ingin dapat pahala lebih saat itu dan aku pun menambah rakaat subuh menjadi tiga. Kau tak menyalahkanku, justru kau menjelaskan padaku dengan teduhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin doaku semakbul doamu, aku ingin menjadi ibu yang sepertimu. Sabar jika aku menangis, pengertian jika aku merengek, dan kau murka saat aku melakukan salah. Ibu, kau perempuan terhebat yang hadir dalam hidupku. Melebihi segala guru yang ada di dunia ini, kau sekolah pertamaku dan guru seumur hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat itu, pertama kali aku merasakan pusing naik angkutan umum. Barangkali pertama kali pula aku naik kendaraan bermotor. Aku lupa. Saat itu umurku empat. Kau menggendongku, mengenakan gaun warna biru. Kau mengajakku jalan-jalan karena aku merengek minta bertemu ayah yang sedang di perantauan. Kau tak menjanjikan bahwa kita akan menyusul ayah. Kau hanya bilang bahwa kita akan naik mobil seperti yang ayah lakukan. Aku melonjak senang. Tapi ibu, aku tak tahu ternyata naik mobil bisa membuat kepala sangat pusing dan perut menjadi mual. Aku tak tahan di dalam mobil, lima belas menit perjalanan aku mulai menangis. Dan kau mengusap kepalaku, berusaha mencari objek yang bisa membuatku tenang. Kau tunjukkan beberapa ekor sapi di sawah yang terlihat di sepanjang jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Naik mobil memang pusing, tapi kalau kamu naik sapi akan lama sekali sampai ke tujuan” katamu saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memang kita benar-benar menyusul ayah?” tanyaku polos setelah diam sambil melihat sapi-sapi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita sudah naik mobil seperti yang ayah lakukan, ayah akan bangga karena puterinya berani menaiki mesin yang membuatnya pusing dan mual.” Saat itu aku tak paham maksudmu, tapi aku sangat bahagia karena kau ternyata mengajakku membeli baju mungil berwarna merah yang bentuknya masih kuingat sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ayah pulang, kau dengan bangga menceritakan bahwa aku sudah sekolah. Aku masuk TK dan aku sudah bisa menyanyikan lagu ’Balonku’. Wajahmu berseri dan kau sangat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, satu kenangan ini membuatku selalu berusaha menjadi nomor satu. Aku ingat seusai magrib senja itu. Rumah kita belum ada listrik. Dan kau tak pernah kehabisan cerita untuk menemaniku yang masih terjaga. Aku nyaman berada di dekatmu. Senja itu, hanya dengan satu lampu templok, kau ambil jam dinding satu-satunya di rumah kita. Kau letakkan di atas meja dan kau dekatkan lampu templok itu untuk menyinarinya. Kau beranjak dari tempatku dan mengambil sesuatu. Ternyata kau membawakan aku sebuah buku tulis bergaris dan sebatang pensil. Aku takjub dengan dua benda itu. Artinya kau akan mengajariku menulis. Di sekolah aku sudah belajar membaca, tapi aku masih kaku untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau taruh buku dihadapanku, kau ajari aku memegang pensil kayu itu. Aku sangat bangga ketika memegang benda itu. Sungguh, itulah pertama kali aku tahu bahwa menulis itu sangat menyenangkan. Kau berusaha mengajari menulis dengan meniru angka-angka yang ada pada jam dinding di hadapanku. Kau bilang, ”Kamu akan menjadi seorang yang hebat nak, giatlah berlatih.” Aku semakin semangat dan belum juga mau tidur meski jarum pendek sudah di angka sembilan. Kau menuntun tanganku untuk sebisa mungkin menulis angka-angka itu. Ibu, aku baru tahu setelah aku kelas tiga SD, betapa besar jasamu. Saat itu aku ingat, ayah tak ada di rumah, dan aku harus mengembalikan raport ke sekolah hari itu. Raport harus ditandatangani orang tua. Aku panik ibu, mencarimu, mencari raportku pukul setengah tujuh pagi. Yang kutemui hanya hanya sarapan pagiku di meja. Kau tak ada ibu, aku marah dan menangis saat itu. Belum juga pukul tujuh kurang seperempat, kau muncul membawa buku bersampul merah, raport-ku. Kuperiksa ternyata sudah ditandatangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ibu dari mana?” tanyaku masih dengan isak tangis.&lt;br /&gt;”Dari rumah sepupumu, minta tanda tangan” jelasmu.&lt;br /&gt;”Kenapa minta padanya?” aku tak terima karena aku ingin tanda tangan orang tuaku yang ada di raport.&lt;br /&gt;Ibu memelukku sambil tersenyum, ”Maafkan ibu nak, ibu tidak bisa menulis, karena ibu dulu tidak bisa sekolah sepertimu. Kau harus sekolah sekarang, supaya kau pandai menulis, membaca, dan berkarya” nasehatmu saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kutahu perjuanganmu begitu keras untuk bisa mendidikku sampai sekarang, mengenyam  bangku sekolah, mendapat ranking satu. Semuanya diawali dengan keiklasan seorang ibu sepertimu yang berusaha mengajari anaknya dengan meniru angka jam dinding supaya anaknya bisa menulis. Padahal ibu pun belum pernah menulis sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, aku sudah lancar menulis angka-angka itu sekarang. Aku sudah bisa membaca dengan lancar. Rasanya ingin kembali menikmati waktu, saat aku belum bisa apa-apa, menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana itu. Kau selalu mengajariku untuk teguh pada pendirian dan menjadi tegar dalam kondisi apa pun. Hingga saat ini. Kau tak pernah mengungkit jasamu, tak pernah meminta imbalan dari tindakanmu. Saat aku pulang, kau sedia menyiapkan sarapan pagi dan memasak untuk makan siang serta malam. Kau tak peduli dengan lelahmu kemarin sore dan pagi-pagi sekali kau sudah bangun untuk merebus air panas untuk mandiku. Ibu, jasamu tak terukur, jika ada setumpuk nominal di dunia ini pun tak pernah cukup untuk membayarnya. Ibu, jika anakmu kau anggap pintar, maka sesungguhnya kau jauh lebih cerdas dari anakmu ini. Jika kau doakan anakmu menjadi orang hebat, maka sesungguhnya kau jauh lebih hebat melahirkan anak-anakmu. Ibu.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ibu, aku tahu, kau pun tak bisa membaca tulisanku. Tapi, aku ingin meninggalkan jejak yang kupersembahkan untukmu. &lt;br /&gt;Aku mencintaimu ibu........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4794999518849402936?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4794999518849402936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4794999518849402936&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4794999518849402936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4794999518849402936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/05/memoria.html' title='MEMORIA'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-424437210359933908</id><published>2010-05-19T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T07:50:49.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>Baiknya, Kita  Akhiri Saja</title><content type='html'>Aku ingin mengajakmu untuk sekedar menjamu suasana malam ini. Duduk tenang di alam bebas dan hanya beratapkan langit. Sekali ini saja ingin kunikmati bulan sabit itu bersamamu dan aku ingin menyampaikan kata maaf. Beberapa hari ini, aku bahagia dengan satu kepedihan. Ingin rasanya mengakhirkan segala yang perlu kuakhirkan. Ingin kuakhiri kebersamaan ini. Kebersamaan yang kurasa membuatku menjadi seperti robot tak bernyawa. Kau baik, hanya saja aku tak cukup bisa untuk menerima kebaikanmu. Satu hal yang kusadari saat ini, ternyata memeluk orang yang benar-benar kita sayangi akan berbeda dengan memeluk orang yang semata kita sayangi. Dan saat memelukmu, aku hanya merasa menipu diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cukup bangga bisa mengenal sosokmu yang nyata-nyata sempat hanya sebatas sahabat fana. Aku pun beruntung bisa sekedar mencuri hati dan perhatianmu beberapa waktu ini. Namun sayangnya, aku tak pernah benar-benar merasa yakin meski hanya sekedar cukup untuk belajar mencintaimu. Meski malam ini aku tak bisa menikamati bulan sabit bersamamu, izinkanlah aku tetap berucap maaf, karena aku perlu untuk mengakhiri kebersamaan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-424437210359933908?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/424437210359933908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=424437210359933908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/424437210359933908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/424437210359933908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/05/baiknya-kita-akhiri-saja.html' title='Baiknya, Kita  Akhiri Saja'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3228115548494510099</id><published>2010-05-16T06:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T07:04:54.478-07:00</updated><title type='text'>16 Mei 2010</title><content type='html'>Logo icon messenger yahoo miliknya terpampang jelas di depan mataku yang sedari sore di depan komputer. Dia sedang online sekarang, dari tadi sejak aku aktifkan akunku. Ingin kusapa, tapi urung niatku. Dia sedang tidak ingin membalas apa-apa, dia diam. Lagi-lagi aku ingin dia lah orang pertama yang kuberitahu akan segala pencapaianku. Dia pernah berjanji, dia yang pertama akan mengucapkan selamat padaku. Dan aku masih menyimpan selembar janjinya itu di bawah bantal mimpiku. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘aku kangen’ pesanku tempo hari&lt;br /&gt;‘aku juga kangen’ balasnya, tanpa kalimat selanjutnya. Dan esok harinya aku begitu bersemangat menjalani hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘aku menang’&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;Tak ada balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘kemana saja hari ini?’&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;Tak ada balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;Hingga hanya bisa kupandangi layar kosong itu. Tak kudapati kemesraanmu beberapa hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3228115548494510099?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3228115548494510099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3228115548494510099&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3228115548494510099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3228115548494510099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/05/16-mei-2010.html' title='16 Mei 2010'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4600709093423416781</id><published>2010-05-07T20:32:00.001-07:00</published><updated>2010-05-07T20:32:56.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lirik lagu'/><title type='text'>YA SUDAHLAH (Bondan ft Fade to Black)</title><content type='html'>B:&lt;br /&gt;Ketika mimpimu yang begitu indah,&lt;br /&gt;tak pernah terwujud..ya sudahlah&lt;br /&gt;Saat kau berlari mengejar anganmu,&lt;br /&gt;dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*reff:&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu&lt;br /&gt;Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santoz:&lt;br /&gt;yo..Satu dari sekian kemungkinan&lt;br /&gt;kau jatuh tanpa ada harapan&lt;br /&gt;saat itu raga kupersembahkan&lt;br /&gt;bersama jiwa, cita,cinta dan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lezz:&lt;br /&gt;Kita sambung satu persatu sebab akibat&lt;br /&gt;tapi tenanglah mata hati kita kan lihat&lt;br /&gt;menuntun ke arah mata angin bahagia&lt;br /&gt;kau dan aku tahu,jalan selalu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;titz:&lt;br /&gt;juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang&lt;br /&gt;bagai deras ombak yang menabrak karang&lt;br /&gt;namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang&lt;br /&gt;hadapi ini bersamaku hingga ajal datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B:&lt;br /&gt;Saat kau berharap keramahan cinta,&lt;br /&gt;tak pernah kau dapat..ya sudahlah&lt;br /&gt;yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala&lt;br /&gt;heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum berahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to *reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F2B:&lt;br /&gt;satukan langkah..langkah yang beriring!&lt;br /&gt;genggam hati, rangkul emosi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B:&lt;br /&gt;Genggamlah hatiku, satukan langkah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F2B:&lt;br /&gt;Sama rasa, tanpa pamrih&lt;br /&gt;ini cinta..across da sea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B:&lt;br /&gt;peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F2B:&lt;br /&gt;Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari&lt;br /&gt;sosok ini yang menerima kelemahan hati&lt;br /&gt;yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)&lt;br /&gt;cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu cinta ini akan tuntun jalanku&lt;br /&gt;rapatkan jiwamu yo tenang disisiku&lt;br /&gt;rebahkan rasamu..untuk yang ditunggu&lt;br /&gt;Bahagia..Hingga ujung waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to *reff 2x&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4600709093423416781?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4600709093423416781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4600709093423416781&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4600709093423416781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4600709093423416781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/05/ya-sudahlah-bondan-ft-fade-to-black.html' title='YA SUDAHLAH (Bondan ft Fade to Black)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-8110017388169028549</id><published>2010-05-07T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T20:19:44.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>The Spectrum of Feeling PART VI</title><content type='html'>Sudah cukup lama aku tak bersua dengan Maharani. Sepuluh jari tanganku tak cukup untuk menghitung cacahnya, kecuali dengan pengulangan. Kutahu dia baik-baik saja, jauh lebih baik dari semenjak perpisahan itu. Hingga hari ini barangkali, aku pun tak tahu kabar Maharani yang sebenarnya. Dia cukup kuat untuk menahan tangis, cukup tangguh untuk meredam amarah, tapi kukira, selalu saja dia tak cukup yakin untuk benar-benar meninggalkanku. Aku rasa dia banyak mengeluh akhir-akhir ini, sejak aku menghubunginya kembali, untuk sesaat memberitahunya bahwa aku telah berdua. Kukira dia akan bahagia dengan warta yang sungguh tak dinyana. Dan aku yakin dia bahagia. Sayangnya, aku salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru kau beritahu sekarang?” katanya di ujung telpon. Sebab teknologi, jarak menjadi semakin dekat meski ada sekat. Ah, aku jadi teringat, dulu masih pakai surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan maksudku....” aku tak berani melanjutkan, rasa bersalahku membuncah. Biasanya selalu kukabari dia, apa pun kondisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, nikmati saja perjalananmu, aku kecewa!” kata-katanya getir dan membuatku tak bisa tidur semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah jika aku berusaha melabuhkan hati kepada selain Maharani? Kutahu jejak bisu kami tak mungkin bisa untuk diketahui banyak orang. Kami diam, tak perlu ada banyak komentar dari apa yang pernah kami jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, bukan bagaimana jalan ceritanya, tapi semua itu tentang kebersamaan kita. [Maharani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayakah jika laki-laki itu pembohong dan perempuan mudah menangis? Aku salah satu yang sedikit percaya akan hal itu. Laki-laki tidak selamanya akan berbohong, tapi di suatu waktu dia akan mencari cara aman untuk kenyamanannya. Perempuan pun sebenarnya demikian, tapi kadang lelaki yang selalu disalahkan. Perempuan mudah menangis sepertinya, tapi Maharani sangat pandai menyembunyikan air matanya di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu bukan bagaimana kita mencapai, tapi seperti apa kita menjaga. [Maharani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, dia sangat mencintaiku, tapi entah mengapa aku menjadi ragu saat dia tak mau mendengar perkataanku. Mengajaknya menjadi seperti apa yang aku inginkan. Maharani sepertinya tak pernah menolak dengan peraturanku, dia patuh, kusangka begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri. Pelangi akan indah jika berwarna, begitu pun kasih akan bermakna jika berbeda. [Maharani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;“Jalani saja” ucapku setelah tiga hari dia meminta jeda. Bagaimana pun aku selalu mencintainya, menginginkannya, ingin memilikinya. Maharani memakiku dan berontak saat kukatakan hal itu, yang dia inginkan adalah satu jawaban “ya” atau “tidak”. Dia melepas dengan paksa genggaman tanganku yang sebenarnya menandakan bahwa aku masih ingin bersamanya. Tapi menurutnya apalah arti kebersamaan jika sebenarnya aku telah belajar membagi hati. Ah, Maharani, kadang dia manis, tapi sungguh sialan jika telah membuatku telak. Aku tak bisa berkata-kata lagi bahkan untuk sedikit saja menjelaskan. Dia selalu saja keras kepala, tak mau kalah. Dia bilang aku pengecut, padahal aku tak tahu apa itu keberanian. Aku hanya tidak ingin menyakiti dan mengecewakan salah satu hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuumbar janji yang kukira bisa kuwujudkan untuk Maharani. Aku katakan bahwa aku akan melakukan apa saja, asal aku bisa, dan itu bisa membuat dia bahagia. I promise to do anything for you, because i believe that there is something left between me and you. Sayangnya, dia memintaku untuk hanya memilihnya saja, dan mengucapkan selamat tinggal pada perempuanku yang satunya. Aku rasa aku tak bisa. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah berdamai dengan waktu, biarkan semua mengalir. Aku pun tidak pernah tahu –hingga saat ini- siapa yang akan menjadi pendampingku. Perempuan memang kadang berlebihan untuk minta dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikmati saja perjalananmu. Aku cukup bahagia jika tahu kau bahagia” sampai akhirnya aku ingin menampar diriku sendiri saat mendengar dia berkata seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksud kamu?” tanyaku pada Maharani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekuat apa pun kau menahanku untuk bertahan dan kuat menjalani semua ini dengan hanya separuh hatimu, kau takkan pernah berhasil.” Katanya dingin. Sedingin tatapannya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa kau menemuiku jika hanya berucap seperti itu? Kau sia-siakan tenagamu” balasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau salah, aku menemuimu karena aku tak mau tenagaku sia-sia, hanya untuk menangisimu. Aku ingin bebas dari perasaan yang sesungguhnya mematikan rasionalitasku ini. Kau nikmatilah perjalananmu dengan perempuanmu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisakah sedikit saja aku memberi penjelasan padamu Maharani?” mungkin aku cukup mengiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada yang perlu kau jelaskan, semua sudah sangat jelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maharani! Kau selalu keras kepala.” Kataku sekeras maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih dan maaf, Rey, selamat tinggal.” Maharani berlalu tanpa menoleh lagi ke belakang. Hanya saja kata-kata terakhir yang diucapkannya tak mau hengkang dari otakku, TERIMA KASIH DAN MAAF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED...&lt;br /&gt;-Turasih-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-8110017388169028549?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/8110017388169028549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=8110017388169028549&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8110017388169028549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8110017388169028549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/05/spectrum-of-feeling-part-vi.html' title='The Spectrum of Feeling PART VI'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5901208925332803302</id><published>2010-04-04T07:06:00.004-07:00</published><updated>2010-04-04T07:07:14.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>The Spectrum of Feeling PART V</title><content type='html'>Sekarang, aku duduk di sini sendiri ditemani detik yang kian meretas waktu. Bersama silih berganti purnama yang membiarkanku mengenangmu, memperlakukan bayangmu laksana nyata. Di antara selaksa rindu yang membuatku kadang terperangkap dalam lorong hati yang sukar kumaknai. Aku terjaga di tengah biduk malam yang membawa pesan damai pada hati, namun ternyata kurasakan pedih yang dalam karena hatiku tak sebahagia biasanya. Aku bersandar pada rasa yang mengalahkan logika. Sampai akhirnya aku mengerti dan kubiarkan pohon cintaku tumbuh dengan pucuknya yang selalu merindu. Kubiarkan angin menghembusnya agar galau ini meliuk lalu beranjak. Ku tak pernah membiarkanmu hilang lenyap, tapi aku mengenangmu pada salah satu ruang hati yang mungkin tak pernah bisa kupersilahkan untuk disinggahi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti detik-detik yang telah berlalu, aku pun masih mencintaimu, sampai sekarang. Meski banyak rongrongan menggelitik gendang telingaku untuk segera melupakanmu dan menggantikannya dengan yang lain, tapi tak ku indahkan. Bukannya aku tak mampu melakukannya tapi aku tak mau mewujudkannya. Karena aku merasa yakin, setidaknya, kau pun masih merindukanku. Aku percaya kau masih mengabadikan jejak bisu kita yang barangkali telah berkali-kali tergilas hujan air mataku. Kau, kupercaya itu. Aku, selalu mencintaimu meski dalam bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mengerti akan kehadiran rasa ini. Sama sekali aku tak pernah memaksakan diri untuk mencintaimu. Dulu atau sekarang, semuanya normal. Hanya perasaanku saja yang barangkali tak pantas disebut normal. Mataku tak mampu membedakan mana realita dan mana fatamorgana. Mencintaimu sampai detik ini bukan fatamorgana, bukan pula realita, aku pun tak tahu apa istilah yang tepat untuk menyebutnya. Yang jelas, aku mencintaimu... sampai waktu yang tak ingin kuakhiri.&lt;br /&gt;Kau, sebuah nama yang tak sempat terucap. Kau, sesosok wajah yang tak sempat terlihat. Kau satu hati yang tak lagi bisa kululuhkan. Dan untuk sebuah apresiasi perasaan yang mendewasakan. Aku benar-benar mundur kali ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5901208925332803302?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5901208925332803302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5901208925332803302&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5901208925332803302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5901208925332803302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/04/spectrum-of-feeling-part-v.html' title='The Spectrum of Feeling PART V'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7527517925424701487</id><published>2010-04-04T07:06:00.003-07:00</published><updated>2010-04-04T07:06:51.777-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>The Spectrum of Feeling PART IV</title><content type='html'>Ucapan itu lirih, tapi sesungguhnya sangat keras dan memekakkan telinga. Perempuan memang punya segala cara untuk membuat lawannya iba. Aku benci tangisan. Sungguh, jika aku tak malu sesungguhnya ingin kutampar dia, membekap mulutnya, dan mengatakan padanya bahwa dia tak lebih dari jalang yang mengusik kehidupanku. Tapi sayangnya, jalang itu kucintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan, aku laki-laki, aku maskulin, aku tidak bisa berdiam diri dengan hanya satu wanita. Terlalu munafik jika aku katakan bahwa hanya ada satu wanita yang aku suka. Aku senang berpetualang, juga pada banyak hati. Aku kurang berminat berbicara tentang kesetiaan, karena kesetiaan itu mematikan. Kesetiaan akan melahirkan kecemburuan, dan cemburu itu menyesatkan. Orang bisa membunuh karena gelap mata sebab cemburu. Namaku Geo. Itu jika kamu mau tahu. Sayangnya, perempuan itu melankolis dan sangat cemburuan, kecuali untuk beberapa kasus, ada juga yang menyerang dan agresif. Perempuan punya ekspektasi lebih tentang kesetiaan. Bagi laki-laki, jangan pernah bermain-main kata, atau menjanjikan sebuah kebersamaan untuk selamanya jika kau hanya singgah sementara dan mau menikmatinya saja. Perempuan itu akan minta kau menikah dengannya, berumah tangga, dan melahirkan banyak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akan ada banyak wanita yang menggugatku, mungkin itu laku yang sia-sia. Aku selalu fair dalam mendekati wanita, merajut kisah sehari atau beberapa jam dengan mereka, pasti kuungkapkan terlebih dahulu bahwa aku bukan laki-laki yang rela jatuh pada pelukan satu wanita saja. &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu tak sengaja, seperti sebuah kecelakaan waktu. Entah pula, aku yang sangat rasional merasa berharap bahwa kecelakaan itu akan kembali terjadi meski hanya sekedar bisa menyapanya sebentar. Bisa saja langsung kutemui dia, tapi kuingin semuanya natural, aku ingin dia juga merasa perlu bertemu denganku. Gadis itu, cukup bisa membuatku merasa kalah. Dia istimewa dengan sisi-sisi pribadi yang tak dibuat-buat. Tapi rasa-rasanya aku tak perlu banyak memujinya. Aku tidak mau jatuh cinta. Aku merasa bahwa kita tidak selalu bisa selalu menentukan kepada siapa kita harus jatuh cinta. Dia gadis istimewa, Maharani namanya. Dia tak tahu, aku -si playboy- sedikit memujinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7527517925424701487?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7527517925424701487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7527517925424701487&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7527517925424701487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7527517925424701487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/04/spectrum-of-feeling-part-iv.html' title='The Spectrum of Feeling PART IV'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5381790697796372992</id><published>2010-04-04T07:06:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T07:06:27.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>The Spectrum of Feeling PART III</title><content type='html'>Maharani, satu kata dari sebuah nama, tapi bagi dia mampu mengungkapkan segalanya. Delapan huruf dengan empat konsonan dan empat vokal. Baginya, meski sampai sekarang dia tak tahu penjabaran makna Maharani, tapi dia bangga, sangat berterimakasih dengan kakeknya yang memberikan dia tato hidup itu. Satu kata yang setiap kali diperdengarkan oleh mulut-mulut yang mengelu-elukan maupun menggunjingnya.  Maharani, saja. Dia bangga, bukan dengan istilah Maharani-nya, tapi dengan cacah huruf yang terkandung dalam namanya, delapan, 8. Delapan, 8, adalah lekuk indah yang tegas dan maya ujungnya.Garis lengkung yang mantap dengan liku yang manis. Berlebihan mungkin, tapi itulah delapan, 8. Delapannya Maharani. Lekuknya tidak dipunyai oleh 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, dan 0. Maharani artinya kaisar perempuan atau ratu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh bilangan tahun, dia merasa menjejaki masa-masa melalui apa pun yang dia perbuat. Dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan, tentu saja ketika dia mampu menanggung konsekuensinya. Karena hidup adalah konsekuensi. Baginya, kehidupan itu adalah pencarian. Dia selalu mencari, apalagi kebebasan. Maharani tidak suka istilah "biarkan hidup mengalir seperti air", dalam pandangannya kalimat itu terlalu pasrah. Hidup perlu dilawan, segala sesuatu tidak bisa mengalir begitu saja, semuanya harus dikondisikan. Untuk apa manusia diberi kelebihan akal untuk mewujudkan peradaban jika perjalanan hidup tak lebih dari "kerbau yang dicocok hidungnya"? Satu hal pencapaian paling tinggi yang dia inginkan dalam hidupnya adalah membuat pikirannya merdeka. Menjadi manusia yang merdeka, perempuan yang mumpuni, dan menjadi pribadi yang tidak tertindas. Jalannya satu, dia harus dan perlu cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah jalan lain untuk menjadi pribadi yang merdeka? karena beberapa waktu terakhir banyak tetek bengek yang terlalu munafik jika dia mau mengelak. Dan lagi, rasa-rasa pikirannya terbelenggu untuk bisa bebas. Berlahan kebebasan itu semakin meredup seiring dengan ego yang berusaha dia pertahankan. Kecemburuan, itulah satu hal yang meracuninya. meracuni positifnya. meracuni jalan pikirannya. Katanya bisa memaafkan adalah kebesaran hati yang luar biasa. Tapi baginya  memaafkan adalah mengoyak hati. Ya, dia salah dengan pandangannya, tapi entah mengapa emosinya menuntun pada ketidakikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita jalani saja, toh kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi pendamping kita" kata laki-laki itu.&lt;br /&gt;"aku tidak bisa seperti kamu, membagi hati" Maharani memaki pedas.&lt;br /&gt;"Aku juga tidak menginginkannya" laki-laki itu tak bernada.&lt;br /&gt;"Tapi kamu menikmatinya."&lt;br /&gt;"Terserah kamu."&lt;br /&gt;"Aku mundur" Maharani berteriak.&lt;br /&gt;"Kamu tidak akan bisa!" laki-laki itu menjagal dan menahannya pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gontai langkah Maharani saat dia harus kembali pada kebebasannya. baginya, lima tahun perjalanan takkan semudah membalik telapak tangan apalagi bertepuk. Apa yang bisa kita berikan pada orang yang suatu saat menjadi pendamping kita jika telah terbiasa belajar membagi hati? Kebohongan apa yang akan kita tutupi dan dengan cara bagaimana? &lt;br /&gt;"Aku mundur."&lt;br /&gt;"Kamu tidak akan bisa" laki-laki itu menahan Maharani pergi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5381790697796372992?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5381790697796372992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5381790697796372992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5381790697796372992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5381790697796372992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/04/spectrum-of-feeling-part-iii.html' title='The Spectrum of Feeling PART III'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5191245227703625688</id><published>2010-03-29T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T23:51:18.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peradaban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>Manusia dan Tuntutan Peradaban</title><content type='html'>Mungkin kita masih ingat akan sebuah tagline iklan layanan masyarakat ‘hemat energi selamatkan dunia’. Tidak hanya iklan tersebut saja yang mengajak kita untuk bertindak bijaksana, berbagai kampanye baik lisan maupun tulisan, langsung dan tidak langsung dilakukan melalui berbagai media. Tujuannya sama yaitu menyelamatkan dunia dari kondisi yang tidak diinginkan. Pada dasarnya bagi saya, bukan dunia yang diselamatkan tetapi kesejahteraan manusia lah yang ingin dipertahankan. Dunia (baca: bumi) dengan berbagai kompleksitas permasalahannya tidak pernah lepas dari perbuatan manusia. Sejak dulu, bumi masih menjadi planet ketiga, berbentuk bulat, sebagian besar terdiri atas perairan, dan tentu saja dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup termasuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dengan berbagai kelebihannya, terutama karunia akal yang pada akhirnya mengantarkannya untuk membentuk peradaban dari waktu ke waktu memeliki andil besar dalam upaya pemanfaatan sumber daya yang terdapat di bumi. Pemanfaatn tersebut tidak terlepas dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam mencapai kesejahteraan. Seiring dengan pertambahan umur bumi dimana space untuk manusia tinggal semakin sempit akibat laju pertumbuhan penduduk yang kian meningkat, carying capacity pun semakin berkurang. Akibatnya muncul berbagai permasalahan dan konflik dalam pemanfaatan sumberdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu global warming bagi saya menuntut manusia untuk menciptakan sebuah peradaban baru melalui upaya repositioning tugas-tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Saya menyebutnya ‘peradaban bijak yang dituntut’. Mengapa demikian? Perilaku bijak manusia untuk menjaga dan melestarikan bumi merupakan sebuah tuntutan kondisi yang mau tidak mau harus diupayakan. Tentu saja, jika manusia ingin terus melanjutkan peradaban sampai keturunan cucu buyut dan keturunannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perilaku untuk menjaga sumberdaya yang ada di bumi ini adalah perilaku berhemat. Menggunakan sesuatu sesuai porsinya dan tidak berlebihan. Misalnya dalam penggunaan air, ada sebuah refleksi yang mungkin patut untuk kita adopsi. ketika kita mandi, apakah sempat terpikir berapa volume air yang kita habiskan untuk membersihkan badan kita? Kemana air sisa yang kita gunakan untuk mandi? Sempatkah terpikir dalam pikiran untuk menampung dan menggunakan sisa air tersebut untuk keperluan lain? Jika jawabannya ‘iya’ maka saya ucapkan selamat, jika tidak maka mari kita mulai berpikir dan bertindak untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mandi, banyak air yang kita habiskan dan mengalir begitu saja. Pun dalam aktivitas yang lain seperti buang hajat, maka akan ada banyak air yang dibutuhkan dan dihabiskan. Sebuah contoh dari perilaku seseorang yang bagi saya patut ditiru yaitu memanfaatkan air sisa mandi. Ketika kita mandi, cobalah untuk menaruh beberapa ember di sekitar kaki kita dan biarkan air yang digunakan sebanyak mungkin bisa tertampung di ember tersebut. Tentu saja arahkan guyuran air setepat mungkin bisa jatuh di ember tadi. Tujuannya satu, yaitu untuk memanfaatkan sisa air tersebut untuk keperluan lain seperti menyiram sisa hajat kita. Sederhana, tapi yakinlah dari hal tersebut telah ada suatu tindakan berhemat dan dapat menurunkan tingkat konsumsi air bersih. Jika anda yang membaca tulisan ini terprovokasi untuk melakukannya, maka provokasilah yang lain juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air meskipun disebut sebagai renewable natural resources, tetapi faktanya sekarang banyak tempat di belahan dunia ini yang kekurangan air sehingga kekeringan.  Ada pula tempat yang kelimpahan air sehingga banjir. Oleh karena itu, upaya berhemat dalam penggunaan air perlu dilakukan dan dilestarikan. Tidakkah mengingat firman Allah SWT bahwa sesungguhnya Dia tidak menyukai hamba-hamba yang berlebihan, dan sesungguhnya pemborosan itu adalah perilaku setan? Maka marilah kita bangun sebuah peradaban yang bijak, yang mencermikan ke-berakal-an manusia. Caring now, for better tomorrow!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5191245227703625688?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5191245227703625688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5191245227703625688&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5191245227703625688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5191245227703625688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-tuntutan-peradaban.html' title='Manusia dan Tuntutan Peradaban'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-71221196836572767</id><published>2010-03-29T23:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T23:50:17.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatankecil'/><title type='text'>The Spectrum Of  Feelings PART II</title><content type='html'>The Spectrum Of  Feelings II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hari berlalu, seperti masa-masa yang tergilas oleh derasnya hujan kota ini. Aku menanti, menanti jawaban yang selama ini kau gantung. Tetap pada satu pendirian yang membawaku sampai di persimpangan ini. Pendirian itu adalah sebuah kepercayaan yang kubangun dengan susah payah bersama gelisah. 3 hari itu seperti sayembara dengan teka-teki yan tak terjawab meski waktunya sudah lewat 10 jam hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih adakah yang bisa kita sisakan untuk bisa saling menyapa dalam sayang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termangu dengan tatapan kosong memandang layar kosong tanpa pesan. Kau berdiam diri di sana tanpa acuh. Ya, kau banggakan dirimu sebagai laki-laki bernyawa dengan sejuta pesona. Pesona yang membuatku jatuh pada omong kosong khayalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita jalani saja" hanya mata nanar ini yang mampu mengacakan segalanya. Penerimaan yang kupaksakan dengan dalih aku tak sanggup untuk kecewa. Aku hanya mampu diam membatu dalam sunyi tak terdefinisi diantara cakaran-cakaran jalang yang membuatku luruh dalam tangis tertahan. Rasionalitasku menuntunku untuk tak menjatuh mata air mataku, tapi hal itu justru membuat dada ini seperti ingin meledak. Aku berada di antara dimensi ketegaran dan ketidakrelaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus ada jawabannya". Aku hanya butuh satu kata. Bukan diantara ya atau tidak. Tapi satu kata ya, atau satu kata tidak. Sungguh kuakui, cinta tak pandang siapa, cinta tak perlu alasan apa, cinta tak punya mata. Aku terpuruk dan terjerembab dalam lorong gelap  dengan peristilahan cinta. Kucintai kau tanpa kutahu makna kecewa. Aku berharap dengan segunung asa untuk terus bertahan, akulah yang akan jadi pemenangnya. Tapi semuanya buyar, saat ini aku hanya butuh satu kata. satu kata ya atau satu kata tidak, bukan diantaranya atau kalimat jalani saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey, kau yang punya hati. Kau nikmati aku dalam malam-malammu (kau nikmati kegalauanku, kau nikmati gundahku yang melahirkan tawa hambar dan tangis yang sesumbar). Sampai sekarang rasionalitasku pun tak bisa membawa diri ini untuk pergi tanpa menengok ke belakang. Setiap kali kujejakkan kaki dalam lapang jalan yang sebenarnya, selalu saja penopangku tak cukup kuat untuk meneruskannya. kupikir, tongkatku masih tertinggal di kamar hatimu. Kutengok lagi ke belakang dan berusaha mencari pintu rumahmu untuk bisa singgah dan mengambil milikku yang ada padamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahmu lapang, masih selapang dulu ketika aku biasa menyapamu dan membantumu menjaganya. Tapi ada bagian yang tak boleh kubuka, padahal disitulah kusimpan tongkatku. Kau, kau sembunyikan sesuatu di ruangan yang paling bisa membuatku nyaman dalam rumahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa harus aku?" Perlukah kujelaskan pada setiap benda yang bisu menatapku? kukira semuanya bisa kujaga sampai ribuan jam. Tapi sekejap saja kau tinggalkan jejak dan tanpa peduli mulut mana yang selalu menyebutkan nama kamu diantara  sederet nama lain dalam doanya. Jalan pikiranku dibuat buntu tanpa kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hari yang sudah berlalu. kuminta waktu untuk menciptakan spasi antara kita yang kusangka akan membuat kata-kata kita lebih memiliki ruang. kuminta waktu untuk mencuci benci yang meradang dalam beberapa prasangka. Namun 3 hari itu hanyalah 3 hari tanpa ya, 3 hari tanpa tidak. kau hanya menjawab "jalani saja".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-71221196836572767?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/71221196836572767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=71221196836572767&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/71221196836572767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/71221196836572767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/03/spectrum-of-feelings-part-ii.html' title='The Spectrum Of  Feelings PART II'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7045839854417481939</id><published>2010-03-18T06:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T06:31:24.553-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lirik lagu westlife'/><title type='text'>More than Words (LIRIK LAGU WESTLIFE)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Westlife - More Than Words Lyrics&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saying I Love You&lt;br /&gt;Is Not The Words&lt;br /&gt;I Want To Hear From You&lt;br /&gt;It's Not That I Want You&lt;br /&gt;Not To Say&lt;br /&gt;But If You Only Knew&lt;br /&gt;How Easy&lt;br /&gt;It Would Be To&lt;br /&gt;Show Me How You Feel&lt;br /&gt;More Than Words&lt;br /&gt;Is All You Have To Do&lt;br /&gt;To Make It Real&lt;br /&gt;Then You Wouldn't&lt;br /&gt;Have To Say&lt;br /&gt;That You Love Me&lt;br /&gt;Cos I'd Already Know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What Would You Do&lt;br /&gt;If My Heart Was Torn In Two&lt;br /&gt;More Than Words To Show You Feel&lt;br /&gt;That Your Love For Me Is Real&lt;br /&gt;What Would You Say&lt;br /&gt;If I Took Those Words Away&lt;br /&gt;Then You Couldn't Make Things New&lt;br /&gt;Just By Saying I Love You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It S More Than Words&lt;br /&gt;It S More Than What You Say&lt;br /&gt;It S The Things You Do&lt;br /&gt;Oh Yeah&lt;br /&gt;It S More Than Words&lt;br /&gt;It S More Than What You Say&lt;br /&gt;It S The Things You Do&lt;br /&gt;Oh Yeah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now That I've Tried To&lt;br /&gt;Talk To You&lt;br /&gt;And Make You Understand&lt;br /&gt;All You Have To Do&lt;br /&gt;Is Close Your Eyes&lt;br /&gt;And Just Reach Out Your Hands&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And Touch Me&lt;br /&gt;Hold Me Close&lt;br /&gt;Don't Ever Let Me Go&lt;br /&gt;More Than Words&lt;br /&gt;Is All I Ever&lt;br /&gt;Needed You To Show&lt;br /&gt;Then You Wouldn't Have To Say&lt;br /&gt;That You Love Me&lt;br /&gt;Cos I'd Already Know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What Would You Do&lt;br /&gt;If My Heart Was Torn In Two&lt;br /&gt;More Than Words To Show You Feel&lt;br /&gt;That Your Love For Me Is Real&lt;br /&gt;What Would You Say If I Took Those Words Away&lt;br /&gt;Then You Couldn't Make Things New&lt;br /&gt;Just By Saying I Love You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More Than Words&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;powered by &lt;a href="http://www.rizkyonline.com"&gt;lirik lagu indonesia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7045839854417481939?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7045839854417481939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7045839854417481939&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7045839854417481939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7045839854417481939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/03/more-than-words-lirik-lagu-westlife.html' title='More than Words (LIRIK LAGU WESTLIFE)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3894424071478646271</id><published>2010-03-08T06:54:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T06:58:04.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Kabar Sederhana</title><content type='html'>Ada getar berbeda saat kudengar sebuah suara. Ungkapan yang terlontar dari kelembutan hati membuatku terpaku dalam satu kebimbangan, antara bahagia dan gundah. Dia, hujan itu, yang senantiasa deras dengan kerendahatiannya, senantiasa lembut dengan candanya, hari ini membawaku ke sebuah kondisi yang kuumpamakan jembatan. Tentang masa depan dan tentang pencapaian. Allah... semoga kudapatkan keputusan yang terbaik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3894424071478646271?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3894424071478646271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3894424071478646271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3894424071478646271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3894424071478646271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/03/kabar-sederhana.html' title='Kabar Sederhana'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6886670032399118490</id><published>2010-02-18T06:09:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T06:11:10.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>The Spectrum of Feeling</title><content type='html'>Kita tak perlu banyak kata untuk mengungkapkan semuanya. Sebuah sentuhan, memiliki makna mendalam yang yang terpatri dalam ingatan. Itulah mungkin mengapa, haptics (sentuhan) adalah salah satu bahasa nonverbal yang dibahas secara serius di materi kuliah komunikasi. Aku bahagia meski tak ada kata yang tepat untuk mengungkapkannya. Sejenak melapas lelah bersamamu dalam diam lalu kau gandeng tanganku berkeliling kota yang sarat dengan sejarah itu, Yogjakarta. Ada banyak hal yang berkecamuk di masing-masing benak kita, dan ada satu kesamaan hal yang kita pikirkan yaitu dia. Sungguh, untuk menyebut namanya pun aku tak kuasa, aku enggan, apalagi memikirkannya. Tapi aku tahu bahwa kau (sedang) mencintainya sampai waktu yang tak terdefinisi. Oleh karena itu aku (terpaksa) memikirkannya. Bagaimana pun keadaannya, entahlah, aku selalu punya dua kata sederhana yang sukar kucari maknanya: aku mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, suatu waktu kita masih bisa memetik gitar bersama dengan simponi yang sering kita senandungkan. Bahkan ketika seharusnya aku bisa tanpamu, justru aku sangat mengharap hadirmu. Untuk berbagi sesak ini, berbagi segala kekacauan, berbagai perasaan itu. Rasa sedih yang membuat kreatifitasku sempat mati, seakan semuanya tuntas dan tak butuh dihadapi. Satu-satunya kalimat yang rasanya memenuhi gendang telingaku adalah ”suatu saat nanti aku ingin kamu yang jadi istriku”. Lalu apa artinya semua ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kata-kata itu masih kamu ucapkan dalam ada dan tiada kejelasan hubungan kita? Dalam dekap tak bernyawa dari napas yang sedang sulit kuhela?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu adalah salah satu cita-cita terindah yang tak terkalahkan. Mendampingimu adalah target paling utama dalam kesetiaan. Yah, itu salah satu alasan (kenapa harus ada jawaban dari setiap pertanyaan dan perlu ada alasan dari setiap pernyataan?) mengapa aku berani mengambil keputusan untuk menjalani hubungan ini. Alasan? Ya, alasan! Alasan bahwa aku menyayangimu, mencintaimu, dan menghormatimu. Padahal aku tahu bahwa: hubungan tidak hanya butuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali, sejak hari itu, aku selalu merindukanmu. Kamu yang lembut, yang apa adanya menerimaku, yang berusaha membuatku lurus, yang tak pernah kecewakanku sebelumnya. Meski sekarang aku sendiri tak mampu memaknai arti kekecewaan. Karena denganmu, sesuatu menjadi luar biasa, sederhana namun mengena. Setiap kali bersamamu aku bisa merasakan ketulusan tatapan, lembut sapaan, dan kerendahan hati dari setiap ucapan. Hingga aku lupa apa itu kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu diciptakan dengan sempurna, hanya satu kebodohannya yaitu mereka kadang tidak menyadari bahwa dirinya berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, aku, masih belum bisa berhenti mencintaimu. Hanya mampu diam mencintaimu dalam kebisuan. Kata orang: cinta harus diungkapkan. Tapi bagiku tak perlu, aku selalu tahu bahwa kurasakan itu untukmu. Karena aku tak pernah punya alasan untuk meninggalkanmu. Kamu tahu? Betapa sakitnya menerima kenyataan bahwa hanya separuh hatimu untukku. Betapa tak ikhlasnya menatap matamu tapi memantul bayangan orang lain di salah satu sudutnya. Tapi selalu saja, aku tak pernah merasa punya cukup alasan untuk merasa kecewa. Meski sudah kusiapkan puluhan pertanyaan lengkap dengan struktur 5W+1H-nya, tetap saja saat berhadapan denganmu aku bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadari bahwa setiap keping kenangan itu sangat mudah untuk menghasut air mata ini. Namun, Tuhan tidak pernah menciptakan suatu kondisi tanpa solusi. Aku masih manusia yang merasa mampu untuk mengazaskan perkembangan intelektualitas. Oleh sebab itu, kucari jeda sejenak untuk keluar dari lingkaran kita. Aku berada di luar lingkaran sekarang. Ya, untuk beberapa hal kupikir aku cukup menjadi penonton saja, agar aku merasa terhibur, entah pun menangis atau tertawa. Sama seperti hal ini, aku cukup menjadi penonton, penilai, pengukur, sampai berapa lama kamu bisa bertahan dengan separuh hatimu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi satu jalan untuk semakin yakin bahwa segala ketentuan ada di tangan-Nya. Aku, kamu, dia, dan siapa pun hanya sebagai perencana kedua. Tuhan telah menuliskan terlebih dahulu, sesuatu yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik menurut-Nya. Ya, aku sedang berusaha untuk keluar dari lingkaran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, walau tak mampu menggenggam tanganmu untuk tenangkanku, aku berusaha memandang masa depan kita dengan cara yang berbeda. Jika ada jalan yang terbaik yang mampu kita tapaki, semoga itu adalah keputusan yang tak saling menyakiti. Aku ingin mampu membawa semuanya ke arah yang bermanfaat, bukan untuk aku dan kamu saja, tapi juga dia. Aku ingin memelukmu dalam kenyataan dan keyakinan, mempercayaimu dalam keiklasan. Sampai waktunya tiba, ku masih memberimu waktu sampai kita tahu bahwa ada satu titik dimana kita harus memutuskan jalan kita. Sampai kita yakin bahwa kita akan tetap satu jalan atau berpisah di persimpangan. Dan waktu itu sudah mulai dihitung mundur. Kuyakin, titik itu akan kita temukan meski kita biasa, hanya Tuhan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintaimu, sampai aku tak tahu makna kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to: all friends who have suggested to me that life is an adventure to be faced. There are too many reasons to be thought. There are too many problems to be solved. But, because of you friends, I can be stronger.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6886670032399118490?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6886670032399118490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6886670032399118490&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6886670032399118490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6886670032399118490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/02/spectrum-of-feeling.html' title='The Spectrum of Feeling'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-965799930983879676</id><published>2010-02-17T06:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T06:34:45.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lirik lagu nickelback'/><title type='text'>FAR AWAY-NICKELBACK</title><content type='html'>This time, This place&lt;br /&gt;Misused, Mistakes&lt;br /&gt;Too long, Too late&lt;br /&gt;Who was I to make you wait&lt;br /&gt;Just one chance&lt;br /&gt;Just one breath&lt;br /&gt;Just in case there's just one left&lt;br /&gt;'Cause you know,&lt;br /&gt;you know, you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[CHORUS]&lt;br /&gt;That I love you&lt;br /&gt;I have loved you all along&lt;br /&gt;And I miss you&lt;br /&gt;Been far away for far too long&lt;br /&gt;I keep dreaming you'll be with me&lt;br /&gt;and you'll never go&lt;br /&gt;Stop breathing if&lt;br /&gt;I don't see you anymore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On my knees, I'll ask&lt;br /&gt;Last chance for one last dance&lt;br /&gt;'Cause with you, I'd withstand&lt;br /&gt;All of hell to hold your hand&lt;br /&gt;I'd give it all&lt;br /&gt;I'd give for us&lt;br /&gt;Give anything but I won't give up&lt;br /&gt;'Cause you know,&lt;br /&gt;you know, you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[CHORUS]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So far away&lt;br /&gt;Been far away for far too long&lt;br /&gt;So far away(So far away)&lt;br /&gt;Been far away for far too long&lt;br /&gt;But you know, you know, you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wanted&lt;br /&gt;I wanted you to stay&lt;br /&gt;'Cause I needed&lt;br /&gt;I need to hear you say&lt;br /&gt;That I love you&lt;br /&gt;I have loved you all along&lt;br /&gt;And I forgive you&lt;br /&gt;For being away for far too long&lt;br /&gt;So keep breathing&lt;br /&gt;'Cause I'm not leaving you anymore&lt;br /&gt;believe it&lt;br /&gt;Hold on to me and, never let me go&lt;br /&gt;So keep breathing&lt;br /&gt;'Cause I'm not leaving you anymore&lt;br /&gt;believe it&lt;br /&gt;Hold on to me and, never let me go&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-965799930983879676?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/965799930983879676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=965799930983879676&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/965799930983879676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/965799930983879676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/02/far-away-nickelback.html' title='FAR AWAY-NICKELBACK'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6411704270213938450</id><published>2010-02-03T22:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T22:07:08.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk sahabat'/><title type='text'>Aku Selalu Mencintaimu</title><content type='html'>Februari, minggu pertama, di kota Dawet Ayu, Banjarnegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini sekan aku bernostalgia dengan semuanya, mengharapkan de javu itu ada. Kurasa tak ada yang salah dengan masa lalu. Nyatanya aku ada sampai sekarang berawal dari masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 tahun yang lalu... aku diberi nama oleh orang tuaku, kakekku tepatnya. Diharapkan menjadi orang yang penuh dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;Dan hari ini, aku bilang..."aku adalah orang yang mampu menyayangi, tapi aku juga berharap untuk tidak disakiti". Atau mungkin aku pernah menyekiti (barangkali, itu tak kupngkiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan serpihan masa lalu bersatu di kota ini.&lt;br /&gt;Kau, aku, dia, mereka, semua, hidup, mati, beradu nama di otakku.&lt;br /&gt;Aku mendendangkan lagu sendu sejak awal Februari lalu, tentang sebuah asa tak terjawab. tentang cerita yang tersembunyi. Tentang batu dan air. Tentang api dan tanah. kita bukan sepasang yang saling menikam, kita saling melengkapi. sejak dulu, hingga kini. Tapi barangkali, ada banyak hal yang tak pernah kau duga, tak mau kuungkap padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku terlanjur mencintaimu. Dalam waktu yang tak terhitung bilangannya.&lt;br /&gt;Hari ini, aku bernostalgia dengan waktu, sebelum aku meneriakkan namamu untuk terakhir kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam, aku tiba-tiba terbangun, merindukan masa-masa itu. Saat di mana kau dan aku saling mengingatkan untuk bangun dini hari dan bermunajat kepadaNya. Sungguh, aku rindu sekali masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat juga satu hari di awal Februari 2010 ini, aku hampir muntah karena air mata ini tak bisa terbendung. Rasanya seperti gejolak yang sangat menyakitkan. Jika dapat kupilih, memang seharusnya tak perlu bertemu denganmu. Tapi aku sungguh merindukanmu, sehingga aku memilih untuk menemuimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, aku akan meneriakkan namamu sekeuatku. Aku lelah. &lt;br /&gt;Aku hanya ingin dirimu tahu, aku selalu mencintaimu.DK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6411704270213938450?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6411704270213938450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6411704270213938450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6411704270213938450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6411704270213938450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/02/aku-selalu-mencintaimu.html' title='Aku Selalu Mencintaimu'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7370012086551074684</id><published>2010-01-23T05:34:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T05:51:38.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lirik lagu'/><title type='text'>Rindu Setengah Mati - D'Masiv</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;D’Masiv feat. Kevin Aprilio – Rindu Setengah Mati (OST Kejora dan Bintang)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;aku ingin engkau ada di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menemaniku saat sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menemaniku saat gundah&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;berat hidup ini tanpa dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku hanya mencintai kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku hanya memiliki kamu&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh ku ingin kau tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku rindu setengah mati&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;meski tlah lama kita tak bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku selalu memimpikan kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku tak bisa hidup tanpamu&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;repeat reff&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;aku rindu setengah mati&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh ku ingin kau tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku rindu&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;AKPC_IDS += "3609,";&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://liriklaguindonesia.net/d/dmasiv/dmasiv-feat-kevin-aprilio-rindu-setengah-mati-ost-kejora-dan-bintang/"&gt;Lirik lagu D’Masiv feat. Kevin Aprilio – Rindu Setengah Mati (OST Kejora dan Bintang)&lt;/a&gt; ini dipersembahkan oleh &lt;a href="http://liriklaguindonesia.net" title="Lirik Lagu Indonesia"&gt;LirikLaguIndonesia.Net&lt;/a&gt;. Kunjungi &lt;a href="http://downloadlaguindonesia.net" title="Download Lagu Indonesia"&gt;DownloadLaguIndonesia.Net&lt;/a&gt; untuk &lt;a href="http://downloadlaguindonesia.net/downloadmp3terbaru/"&gt;download MP3 D’Masiv feat. Kevin Aprilio – Rindu Setengah Mati (OST Kejora dan Bintang)&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7370012086551074684?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7370012086551074684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7370012086551074684&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7370012086551074684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7370012086551074684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/01/rindu-setengah-mati-dmasiv.html' title='Rindu Setengah Mati - D&apos;Masiv'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6340938228125324230</id><published>2010-01-18T19:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T20:03:20.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Sepenggal Curhat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/S1UsJi2wmnI/AAAAAAAAADo/-upMJB5SvbM/s1600-h/0y4fhcoz.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/S1UsJi2wmnI/AAAAAAAAADo/-upMJB5SvbM/s320/0y4fhcoz.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428293468351928946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semuanya seperti lepas begitu saja. kebas tanpa rasa. Aku tidak mengeri di mana sekarang aku berada, tidak memahami dengan siapa aku ada. Sepertinya, aku sangat membutuhkanmu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6340938228125324230?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6340938228125324230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6340938228125324230&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6340938228125324230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6340938228125324230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/01/sepenggal-curhat.html' title='Sepenggal Curhat'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v-7UpWJg5ss/S1UsJi2wmnI/AAAAAAAAADo/-upMJB5SvbM/s72-c/0y4fhcoz.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3430188344748371692</id><published>2010-01-02T02:56:00.001-08:00</published><updated>2010-01-02T02:56:56.632-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fragmen'/><title type='text'>The Last Memories</title><content type='html'>Jangan kau hapus dulu diriku darimu. Izinkan aku melantunkan sebuah puisi tak berirama yang telah sekian lama kususun, untukmu. Kuciptakan disela mimpi-mimpiku. Aku dan segala kenangan tentangmu. Kusebut semua itu sebagai 'aku' dan 'kamu', karena kutahu takkan menjadi 'kita.' &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku adalah dua helai sayap yang muncul &lt;br /&gt;Dari kesadaran akan gelap dalam rumah kepompong mungilku&lt;br /&gt;Setiap detik, kuhitung berapa lama lagi aku akan terbang &lt;br /&gt;Kudera rasa sakitku untuk mencari celah kebebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menari&lt;br /&gt;Mencerna setiap radius yang telah kulewati&lt;br /&gt;Kukecup setiap keindahan, agar aku bisa menjadi bagian darinya&lt;br /&gt;Meski aku hanya seekor kupu-kupu&lt;br /&gt;Dengan dua helai sayap yang muncul dari kesadaran akan gelap&lt;br /&gt;Dalam rumah kepompong mungilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pernah dekat dalam ukuran jarak, pun lekat pada setiap gerak. Aku memujamu dan membiarkanmu menempati salah satu sudut terindahku. Kuizinkan hatiku menginginkanmu, juga tak kukekang otakku memikirkanmu. Mulutku bergumam untuk mendoakanmu meski kutahu kau semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir dulu, kita hanya akan sekedar bercerita tentang langit yang gelap sebagai pertanda pedih. Kuluapkan semua kepedihanku padamu, tanpa malu, tanpa peduli kau baik atau tidak. Seiring berjalannya usia detik demi detik, aku merasa ada sesuatu yang berbeda, lain dari biasanya. Aku merindukanmu, mendambamu, bermimpi tentangmu, dirimu mengimaji dalam pikiranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berjalan meniti jalan aspal yang lurus, kemudian sampai juga saatnya bertemu derasnya aliran sungai dan liku jalan bersemak. Mungkin itu hanya bayanganku, hanya di pihakku, entah bagimu. Meski kadang kurasakan bahwa bebanmu lebih berat dari yang sekedar aku pikirkan. Mungkin juga kau terhimpit rasa bersalah, atau apapun sebutannya. Semuanya hanya mungkin karena aku tak mau lagi melihatmu. Aku sakit dengan rasaku. Sakit diantara banyak rasa untuk selalu sanggup mempertahankanmu berhari-hari dengan dihantui rasa bersalah yang semakin hari semakin dalam. Aku bersalah pada ku, mu, dia, mereka, dan Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah merasa kuat karenamu. Aku juga pernah begitu lemah sebab adamu. Aku sering tersenyum setelah mengangkat teleponmu, membaca smsmu, melihatmu di jalan, atau sekedar mengingatmu. Tapi aku juga tak jarang menangis mendengar kau memaksaku untuk tetap berdiri, aku tangisi pertemuan, aku tangisi kesempatan, aku tangisi semuanya yang kuingat tentangmu... kenangan. Kau pernah membuatku merasa berarti. Kau juga sempat membuatku berpikir bahwa aku adalah manusia paling tak berguna. Kau, memberikanku banyak kata untuk menciptakan episode-episode warta di dalam dunia karyaku. Kau, sempat meninabobokkan aku dalam setiap nada yang kau alunkan sebelum tidurku. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin,  saat kudengar kabarmu, aku merasa seperti berputar-putar di sebuah labirin tua, sempit. Tak berbatas perdu atau semak yang cukup longgar, tapi aku terhimpit rumpun bambu liar yang membentuk alur buntu. Tak tahu ke mana harus kujejak. Semua buntu. Di saat seperti ini kupikir semua indraku tak berfungsi dengan baik. Tak cukup gaung jika aku berteriak, tak kan ada yang mendengarku. Kakiku pun sudah terlalu lemas untuk kuseret, pasrah. Jika memang Tuhan berkehendak helaan terakhir napasku adalah di tempat terkutuk ini, maka semoga esok hari ada yang menemukanku dan menguburku dengan layak. Pandangan ini sudah semakin kabur, tak ada cahaya, tak ada harapan meski hanya melihat bayangan tubuhku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh ini tergoncang hebat ketika secercah cahaya menusuk retina mata. Ternyata labirin itu hanya mimpi. Tapi mengapa labirin? Mengapa buntu? Mengapa bambu liar? Berbagai tanda tanya agung membentuk stempel di otakku. &lt;br /&gt;Kemesraan ini....&lt;br /&gt;Janganlah cepat berlalu,&lt;br /&gt;Hatiku damai,&lt;br /&gt;Jiwaku tentram di sisimu*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bukan lagi rasa sadarku yang berada di daerah ambang, tapi telingaku mendengar gumam lagu bertajuk kemesraan yang sempat kau dendangkan untukku. Aku baru saja tersadar dari mimpi tapi sepertinya harus kembali tersungkur ke alam bawah sadar itu lagi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, segunung harapan kuubah menjadi bongkahan-bongkahan kecil agar aku mampu menatanya. Kubiarkan diri ini berproses dengan mengenangmu. Mimpi-mimpi yang pernah kita ciptakan, angan yang kita bicarakan sekarang telah tergilas kenyataan. Aku, barangkali takkan pernah membuatmu hilang dari sebagian memoriku. Bagaimana pun, kau pernah ada di hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan selamat berbahagia dengan waktu. Dengannya yang mendampingimu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3430188344748371692?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3430188344748371692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3430188344748371692&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3430188344748371692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3430188344748371692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2010/01/last-memories.html' title='The Last Memories'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-2748651389087699056</id><published>2009-12-15T20:19:00.001-08:00</published><updated>2009-12-15T20:19:42.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi'/><title type='text'>‘SKENARIO’ POLITIK DAN PROSES PENGEKANGAN DEMOKRASI (Sebuah Pesan untuk Para Wakil)</title><content type='html'>Penguasa...&lt;br /&gt;Jangan biarkan kami gagu&lt;br /&gt;Dengan polahmu yang terlihat lugu&lt;br /&gt;Jangan kau tipu rakyatmu&lt;br /&gt;Kami  bukan hambamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari selasa tepatnya tanggal 10 November 2009 yang telah lalu adalah sebuah peristiwa penting bangsa Indonesia dan seluruh komponennya. Momentum bersejarah yang seharusnya dihayati sebagai sebuah refleksi pengabdian dan pengorbanan generasi penerus justru disuguhi dengan drama seri wakil rakyat yang hingga saat ini belum rampung. Kisah (baca: kasus) Cicak vs Buaya tak ubahnya sinetron strip in yang skenarionya dibuat semenarik mungkin untuk menaikkan rating penonton. Penyidikan kasus justru membuat kontoversi yang semakin mengkutub di berbagai kalangan. Seolah-olah persoalan yang tidak jelas arahnya adalah sebuah jembatan emas bagi upaya menaikkan popularitas. Entah apa yang akan dikatakan jika para pendahulu yang memperjuangkan kemerdekaan melihat polah generasi penerusnya yang sedemikian pongah.  Tidak tahu si- (apa) yang benar dan si- (apa) yang salah. Politik menjadi ajang atau kontes menjadi bintang (sudah sukar dibedakan mana fakta, makna fiksi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik sedianya memang telah menjadi sebuah wacana umum di berbagai level dalam masyarakat. Pengertian  ’umum’ seharusnya memicu kesadaran yang semakin tinggi akan esensi politik itu sendiri. Politik bukan milik satu gelintir orang atau sekelompok golongan. Politik adalah sebuah kepentingan untuk banyak  nyawa.  Profesor Miriam Budiarjo menyatakan bahwa politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals),  dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals), saya artikan disini bahwa private goals juga termasuk kepentingan golongan tertentu. Seyogyanya dipahami bahwa dalam kancah perpolitikan, bukan hanya idealisme yang berperan tapi juga sensitifitas sosial yang nantinya akan membawa perubahan tidak sekedar sebagai sebuah statement of intent saja tetapi sebuah real action. Faktanya, upaya-upaya untuk sampai pada real action dipengaruhi oleh beberapa aspek yang terkadang membuat tujuan politik tersebut menjadi tidak murni lagi. Aspek yang berpengaruh tersebut bisa dimulai dari bagaimana suatu tampuk kekuasaan diperoleh. Apakah murni sebagai sebuah pengabdian? Atau pengabdian bersyarat? Atau juga realisasi hasrat sebagian orang yang haus kekuasaan demi sebuah eksistensi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kekuasaan diawali dengan tujuan pengabdian bersyarat dan sekedar realisasi hasrat haus kuasa maka jangan berharap kondisi yang lebih baik akan dicapai. Tidak perlu berteori bahwa Indonesia adalah negara demokratis dimana setiap orang berhak untuk bersuara dan hak tersebut diatur oleh UUD 1945. Ketika pengejaran kekuasaan telah dilandasi kepentingan segelintir orang maka yang terjadi adalah bagaimana membuat sebuah skenario politik yang paling indah dan dapat menaikkan pamor calon pemimpin sehingga namanya dapat tercantum sebagai ’PEMIMPIN’. Dimana esensi kemerdekaan berpendapat di negara demokrasi? Praktek nepotisme kelak akan terjadi lagi karena mengedepankan kepentingan segelintir individu atau kelompok. Kepemimpinan tak ubahnya seperti kekuasaan dinasti yang tak terpatahkan. Pembentukan opini publik tentang si-(apa) seperti sebuah retorika agenda setting yang mau tidak mau publik pada saatnya akan menganggap hal itu penting. Atau tak ubahnya spiral of silence yang mengkungkung suara dan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok kondisi Bangsa yang sudah sedemikian carut marut di tengah slogan kemerdekaannya ini, sudah sepatutnya masing-masing individu mengevaluasi dan mengkoreksi diri. Kemerdekaan bukan sekedar pembacaan teks proklamasi atau peringatan hari besar melainkan bagaimana setiap individu berhak untuk memproklamirkan dirinya sebagai individu yang merdeka. Lepas dari politic of interest apapun. Kemerdekaan termasuk juga hak untuk menyuarakan pendapat dalam koridor keadilan tanpa disudutkan oleh kepentingan tertentu. Merdeka adalah persoalan eksistensi, salah satunya adalah eksistensi untuk berpendapat. Seharusnya tidak ada lagi skenario-skenario politik yang menyebabkan bangsa ini kehilangan jati diri demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kesadaran akan eksistensi dalam koridor keadilan akan membawa masing-masing dari kita ke arah pencapaian cita-cita pencerdasan. Bukan pembodohan. Politik bukan sarana mencari popularitas apalagi jembatan untuk mencapai tujuan segelintir golongan. Harus ada cita-cita dan tujuan mulia untuk mewujudkan kepentingan  bersama.  Semoga cita-cita dan tujuan mulia tersebut tidak hilang dari cara pikir, nalar, dan  tindakan para elite politik kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-2748651389087699056?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/2748651389087699056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=2748651389087699056&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2748651389087699056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/2748651389087699056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/12/skenario-politik-dan-proses-pengekangan.html' title='‘SKENARIO’ POLITIK DAN PROSES PENGEKANGAN DEMOKRASI (Sebuah Pesan untuk Para Wakil)'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3585001026897706029</id><published>2009-12-15T20:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T20:18:58.108-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fragmen'/><title type='text'>Jatuh Cinta pada Hujan</title><content type='html'>Aku mengenalmu seperti aku mengenal hujan, tanpa kesengajaan. Sesaat seperti gerimis saja. Gerimis saja. Tapi sepanjang kujejak jalan, kurasakan bahwa kau tidak hanya gerimis. Kau hujan, kau deras. Kau mengajakku menikmati suatu waktu yang menjadi momentum. Tentang penghargaan, tentang senyum dan ketulusan. Aku tak sering melihat rupamu, tak sesering hujan deras di kota ini. Aku hanya tahu kau selalu ada saat kubutuhkan, kau menentramkan dan memberi kedamaian. Aku tergelak saat kau sarankanku tersenyum, aku menangis saat kau ajariku merenung. Kau istimewa di hatiku, seistimewa suara hujan saat aku merindukan tidur yang nyenyak. Bolehkah aku mengucapkan sesuatu untukmu? Aku menyayangimu dengan ketiadaan. Aku menyayangimu dengan kesederhanaan. Itulah, kukatakan kau istimewa, sangat istimewa. Semangatmu membara tapi meneduhkan setiap hati. Harapanmu tinggi namun merendahkan ambisi. Sekali lagi, aku menyayangimu.&lt;br /&gt;Sekali waktu, kau mengajakku berfantasi tentang masa depan, kau tanyakan padaku. Apa yang ingin kulihat suatu saat nanti? Kujawab, aku ingin melihat kupu-kupu. Kau tertawa, mengapa harus kupu-kupu, katamu. Aku suka kupu-kupu, aku suka keindahannya. Sepertimu, kau indah. Aku ingin melihat kupu-kupu yang indah itu bersamamu. Kau tertawa lagi, mengapa kau suka keindahan, tanyamu lagi. Keindahan itu menenteramkan. Sepertimu, mendamaikan. Kau diam dan memandangku. Aku menunduk, kau bilang padaku: jagalah dirimu, berproseslah seperti kupu-kupu itu. Dan kau tersenyum. Lalu fantasi masa depan itu berubah menjadi alur tak terencana dalam perbincangan kita. Sampai akhirnya kau tanyakan resiprokal pertanyaan pertamamu, apa yang  tidak ingin kau temui suatu saat nanti? Aku menggeleng cepat. Tak ada yang ingin kujawab dari pertanyaanmu. Kau tak boleh tahu jawabannya. &lt;br /&gt;Berangsur, kau memang deras. Bukan gerimis. Hadirmu memberi suasana yang sama sekali berbeda. Aku tahu itu. Kau bilang, jika kita mencintai seseorang maka biarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri. Jika tidak, sesungguhnya kita hanya akan melihat pantulan diri kita pada dirinya. Tidak akan ada komplemen, hanya duplikat. Itulah yang paling kuhormati darimu,kau tak mengikat. Suatu saat, aku ingin mengatakan bahwa aku tak sekedar menyayangimu tapi aku menghormatimu. &lt;br /&gt;Suatu pagi, sapaanmu begitu hangat. &lt;br /&gt;Hai, kau cantik pagi ini, sapamu. &lt;br /&gt;Terima kasih, dengan wajah bersemu merah kuucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menarik  tanganku. Kuikuti dirimu. Aku terharu, kau  memang istimewa. Kau istimewa dengan kesederhanaan dan kerendahatianmu. Kau memberiku satu bingkai ornamen kupu-kupu. Tak ada kata yang keluar dari mulutku. Tak pula air mata menetes dari mataku. Aku juga tak tersenyum memandangmu, aku tak percaya. Saat ini jika bisa kukatakan, maka akan kutakan tentang jawabanku terhadap pertanyaanmu tempo hari.  Hal apa yang paling tidak ingin kau temui suatu saat nanti? Pertanyaanmu waktu itu. Aku akan menjawab, hal yang tidak ingin kutemui adalah kehilanganmu. Kehilangan ketulusanmu. Tapi aku belum bisa mengungkapkannya, aku masih terpana dengan sebingkai ornamen kupu-kupu itu.&lt;br /&gt;Aku masih tercengang dengan pemberianmu. Aku tahu, kau tak mudah mendapatkannya. Kau harus mengorbankan beberapa keinginanmu untuk dapat membelikanku benda itu. &lt;br /&gt;Mengapa kau memberiku ini? Tanyaku.&lt;br /&gt;Bukankah itu yang ingin kau lihat di masa depan? Katamu.&lt;br /&gt;Mengapa kau memberikannya sekarang, aku tahu kau punya keperluan lain, lanjutku.&lt;br /&gt;Sayang, apa kau tahu? Katamu. Masa depan itu tidak dinanti tapi dijalani. Bahkan satu detik yang akan datang setelah ini adalah sebuah masa depan. Bagiku, kau adalah masa depanku. Hal yang paling ingin kulihat di masa depan adalah kebahagiaanmu. Oleh karena itu aku ingin mulai menjalani masa depan itu dari setiap nafas yang kuhirup setiap waktu untuk membahagiakanmu. Jika kupu-kupu adalah salah satu hal yang bisa membahagiakanmu, mengapa harus aku tunda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah kudengar penuturanmu, air mataku leleh. Kau memang istimewa. Istimewa dengan ketulusanmu. Biarkan aku ucapkan terima kasih dan sedikit pujian untukmu, untuk semua ini. Untuk kasih sayangmu, dan untuk tingkahmu yang begitu menghormatiku. Kau adalah hujan, bukan gerimis. Kau deras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3585001026897706029?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3585001026897706029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3585001026897706029&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3585001026897706029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3585001026897706029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/12/jatuh-cinta-pada-hujan.html' title='Jatuh Cinta pada Hujan'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-949177455003313239</id><published>2009-11-11T19:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T19:27:22.780-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poligami'/><title type='text'>Relasi Gender: Poligami dan Penghianatan</title><content type='html'>Sebuah relitas jika gender disebut sebagai sebuah konstruksi budaya yang menempatkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang ‘berbeda’. Seorang bayi laki-laki yang lahir akan dibelikan baju berwarna biru dan bayi perempuan dibelikan baju yang berwarna pink. Anak laki-laki bermain tembak-tembakkan dan anak perempuan bermain boneka. Mengapa harus seperti itu dan siapa aktor pembentuknya? Orang tua, kerabat, teman atau lingkungan pergaulan? Akarnya adalah pada kebudayaan yang nilai-nilainya sudah terinternalisasi dalam diri masing-masing aktor dimulai dari level keluarga. Seorang anak yang lahir dalam keluarga, kelak akan memunculkan anak-anak yang baru yang menganut nilai-nilai yang sama, termasuk nilai tentang cara pandang terhadap gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai wilayah, pandangan mengenai relasi gender kompak dengan satu pengertian bahwa laki-laki adalah makhluk superior yang segala tindak-tanduknya bisa dimaklumi oleh wanita. Sebaliknya, wanita adalah subordinat yang penurut dan ditempatkan di ranah domestik. Ketimpangan pandangan ini menyebabkan ruang gerak wanita menjadi dibatasi dan jika menentang akan dianggap wanita yang tidak berbudi.&lt;br /&gt;Begitu pula ketika istilah poligami muncul ke permukaan sebagai suatu praktek yang lazim dilakukan, pro dan kontra pun diutarakan dengan berbagai argumentasi. Sebagai sebuah pernikahan yang lahir dari proses sejarah, poligami disebut sebagai syariah agama dimana Rasulullah Muhammad SAW pada masanya menikahi lebih dari satu orang wanita dengan tujuan untuk menolong para janda. Kemudian hal tersebut diatur dalam Al-Qur’an yang menerangkan bahwa laki-laki boleh menikahi satu, dua, tiga, atau empat istri dengan syarat adil. Melalui dasar hukum tersebut, berbagai kalangan memberi label ‘halal’ dan ‘mubah’ terhadap praktek poligami. Namun, semuanya kembali lagi pada tafsir, adil ditekankan sebagai sebuah persyaratan yang wajib dipenuhi jika seorang suami berpoligami. Lalu apa batasan adil tersebut? Apakah ketika nafkah lahir dan batin telah dipenuhi oleh seorang suami kepada istri-istrinya kemudian suami merasa dirinya telah berlaku adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir setiap orang berbeda mengenai poligami, hal tersebut tergantung dengan latar belakang yang dimiliki oleh pihak yang terkait. Hal yang menjadi persoalan adalah ketika tafsir tersebut tidak mampu menengahi dan menjelaskan konsep keadilan yang sebenarnya dalam poligami. Sampai saat ini saya belum menemukan sebuah pengertian yang pasti mengenai perlakuan yang ‘adil’ terhadap istri-istri dalam poligami. Ketika keadilan dikaitkan dengan pemenuhan nafkah, apakah itu cukup? Nafkah lahir barangkali bisa diukur dan dihitung. Tetapi nafkah batin, apakah intensitasnya sama bagi setiap manusia? Ketika ego manusia berperan dalam pemenuhan kebutuhan, akan dicari sebuah kepuasan. Padahal sikap manusia adalah tidak pernah puas akan suatu hal, ini akan menyebabkan kecenderungan untuk mengunggulkan sesuatu yang ‘baru’ dan mengabaikan yang ‘lama’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa keadilan hanya dilihat dari perspektif seorang laki-laki sebagai suami, bahwa ketika pemenuhan nafkah itu dapat suami berikan maka dia adalah suami yang adil. Tidakkah berpikir seperti apa perasaan perempuan (istri pertama) ketika suaminya menyambangi perempuan lain (istri kedua)? Bagaimanakah efek jangka panjang poligami terhadap keturunan? Apakah seorang anak yang lahir akan bangga karena dia memiliki keluarga besar atau perasaan tersingkir dan malu karena dia adalah anak dari istri kedua? Ketika ditelaah lagi, poligami sesungguhnya mengusung tanggungjawab moral yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan mengenai poligami ini sangat erat kaitannya dengan tafsir agama. Tapi bagi saya poligami bukan masalah berbicara tentang halal atau haram melainkan konsep keadilan yang setara atau tidak. Jika keadilan yang menjadi pondasi poligami tidak dilihat dari dua sudut pandang antara suami dan istri maka sejauh yang akan terjadi hanyalah sebuah penghianatan yang terselubung. Hal ini sama saja dengan bentuk marginalisasi posisi perempuan dalam pengambilan keputusan. Bukankah perempuan juga boleh mengutarakan pendapatnya ketika dia merasa tidak nyaman dengan kondisinya. Lalu mengapa diamnya perempuan dianggap sebagai sebuiah tanda setuju? Itulah produk budaya yang mendarah daging.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-949177455003313239?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/949177455003313239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=949177455003313239&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/949177455003313239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/949177455003313239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/11/relasi-gender-poligami-dan-penghianatan.html' title='Relasi Gender: Poligami dan Penghianatan'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-1614357008023129630</id><published>2009-10-04T05:14:00.002-07:00</published><updated>2009-10-04T05:15:36.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ode'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayah'/><title type='text'>ODE UNTUK AYAH</title><content type='html'>Kau menopangku dengan kuatmu&lt;br /&gt;Memapahku dengan caramu&lt;br /&gt;Bersihkan lukaku dengan ikhlasmu&lt;br /&gt;Suapkan kebajikan untuk tegapnya langkahku&lt;br /&gt;Membantuku terus berdiri menantang terik&lt;br /&gt;Melindungi tubuhku dari serangan dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menuntunku&lt;br /&gt;Kuatkanku&lt;br /&gt;Sadarkanku&lt;br /&gt;Mendidikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kusadari kini,&lt;br /&gt;Bahwa aku sangat mencintaimu&lt;br /&gt;Berhasrat terus membahagiakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAHKU...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-1614357008023129630?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/1614357008023129630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=1614357008023129630&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1614357008023129630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/1614357008023129630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/10/ode-untuk-ayah.html' title='ODE UNTUK AYAH'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7565797944359668436</id><published>2009-10-04T05:14:00.001-07:00</published><updated>2009-10-04T05:14:46.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>HANYA LEWAT KATA</title><content type='html'>Kau datang lagi memberi semangat yang kemarin sempat tertangguhkan. Semangat yang lunglai karena pelik pengalaman yang mencekam. Kau membantuku menikmati takdir yang bergerak bebas. Kau ajariku untuk perpesan pada hatiku pada hatiku demi suatu masa. Katamu, aku wanita. Meskipun tubuhku ringkih dan lemah, tapi hatiku sekuat baja. Ya, itu adalah kata-kata Elizabeth. Akhirnya kusadari, kubiarkan danau tangis yang selama ini kubendung menjadi kering. Biarkan saja aku menjaga kata untukmu tanpa tangis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, aku bertamasya bersamamu lewat kata-kata. Kita berjalan menuju dermaga. Menyusuri liuk tikung jalan yang serupa dengan geliat cacing. Licin dan tak tergambar. Kita terus berjalan -lewat kata- hingga sampai pada lembah subur tempat kata ditanam. Kau sarankanku tetap berada di kesejukan lembah, agar aku nyaman. Tapi bukankah di manapun aku tetap membayar pajak meskipun hanya satu helaan napas? Aku ingin kau membiarkanku menggandeng tanganmu –lewat kata- hingga sampai dermaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski rasanya bersamamu membuatku damai, tapi ternyata ada kalanya aku pun ingin sendiri. Dalam kesendirian aku bisa membayangkanmu dan tersenyum karenamu. Kau bisa menata kata-kata untuk esok hari saat aku bertemu denganmu lagi. Aku, kata-kataku akan menemanimu. Menggandengmu saat pagi datang sebagai bukti kesiapan setelah lelah diserap malam. Kelak, siang akan menjinjing langkah kita saat pundak merasa berat menanggung beban diri. Kita akan bersama –meski dalam kata- menaklukan raja hari dan hentak angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata, kau terus bersamaku. Menemaniku di tengah padang yang tak berpohon. Meski hidup menjadikan kita beda. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kita bisa bergerak jika ada jarak, saling menyayang jika ada ruang.*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dewi Lestari dalam Supernova&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7565797944359668436?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7565797944359668436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7565797944359668436&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7565797944359668436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7565797944359668436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/10/hanya-lewat-kata.html' title='HANYA LEWAT KATA'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4605377274192007210</id><published>2009-10-04T05:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T05:13:43.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><title type='text'>WAKTU</title><content type='html'>Tik tok &lt;br /&gt;Tik tok&lt;br /&gt;Tik tok&lt;br /&gt;Tik tok&lt;br /&gt;Tik tok&lt;br /&gt;Tik tok&lt;br /&gt;Tik tok&lt;br /&gt;Terus berjalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4605377274192007210?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4605377274192007210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4605377274192007210&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4605377274192007210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4605377274192007210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/10/waktu.html' title='WAKTU'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4490297670769546002</id><published>2009-10-04T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T05:12:52.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>SATU</title><content type='html'>Kuketuk hatimu dengan iringan ucapan salam yang akhirnya mampu menyapamu dalam kebimbanganmu. Kujabat tanganmu dengan sebuah tundukan untuk menghormatimu. Kemudian kau persilakanku duduk dengan seulas senyuman yang menyisakan kehangatan di hatiku. Kemudian kita bercerita, tentang setiap waktu yang telah terajut menjadi rajutan jam, sulaman hari, hingga akhirnya terbentuk syal cantik yang kusebut tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujadikan kau satu. Satu saja untukku. Demikian, walau aku tak pernah menunggalkanmu. Karena tunggal bagiku hanya milik tuhan. Gelap peduliku. Biarlah kau menjadi ada sebelum masa binasanya. Apapun dan siapapun. Aku tak peduli kau bertuhan tapi atheis atau atheis yang bertuhan. Yang kuingin, kau satu. Satu saja untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bisa satu, tapi laku tak mampu. Entah takdir. Entah pula nasib, atau juga hanya perkara waktu. Yang jelas, bagiku, saat ini kita bukan sekedar seonggok cerita usang. Apalagi kau, kau nyata, bukan dongeng atau legenda. Kita pernah menjadi seikat dalam simpul temali yang tak mati. Kita pernah berada dalam sebuah jalinan yang kita sebut entah. Saling melepaskan, membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini adalah takdir, bolehkah aku meminta Tuhan merubahnya? Jika ini adalah nasib, bolehkah aku memperjuangkannya? Jika ini sekedar perkara waktu, apakah cederanya pada hitungan yang berbilang 8.553.600 detik itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindumu pada sisi ketidakrelaan, maka aku tak acuhkannya. Aku pun merasa mencintaimu pada sisi kebencian, maka aku pun membantahnya. Barangkali memang benar, jalinan ini tepat disebut entah. Kau, meski sekarang tak kujadikan satu lagi, tapi kau pernah satu bagiku. Sekarang, kau bukan lagi satu untukku. Kau adalah kau dengan dirimu, kelebihan dan kekuranganmu akan senantiasa membuat kau istimewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4490297670769546002?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4490297670769546002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4490297670769546002&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4490297670769546002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4490297670769546002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/10/satu.html' title='SATU'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-297104192106775349</id><published>2009-09-15T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T20:54:21.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nada'/><title type='text'>NADAMU... UNTUK LELAHKU</title><content type='html'>Aku mendengar suaramu dalam gelombang tak terlihat, malam ini, baru saja. Saat bulan penuh. Kemudian kau mengangkat kelelahanku dengan nadamu yang mendamaikan. Aku begitu merindukanmu, sejak empat tahun yang lalu. Sejak  di samping kananmu ada seorang yang kau sematkan cincin di jari manisnya. Sejak kau tersenyum padaku dalam bahagiamu bersamanya. Aku hanya tersenyum getir melihatmu. Meneteskan air mata dalam pahit kehilangan jejakmu. Kau yang memarahiku saat aku mencoba untuk melangkah bersama sahabatmu. Kau yang menegurku tiap kali aku melewati bayanganmu. Di tahun pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menulis namamu. Aku tahu nilai ulangan sejarahmu. Aku mendeskripsikan ketololanmu. Aku dan segala sesuatu tentangmu. Hari ulang tahunmu, sebentar lagi.... tak pernah kulupa satu tanggal yang pernah membuatku terjatuh karena tak bisa ucapkan semoga panjang umur atasmu. Kau istimewa dengan caramu. Aku masih ingat lagu yang kau nyanyikan:   &lt;br /&gt;Denting piano kala jemari menari&lt;br /&gt;Nada merambat pelan, di kesunyian malam&lt;br /&gt;Saat datang rintik hujan&lt;br /&gt;Bersama sebuah bayangan yang pernah terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kecil berbisik, untuk kembali padanya&lt;br /&gt;Seribu kata menggoda, seribu sesal didepan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti menjelma&lt;br /&gt;Waktu aku tertawa, kala memberimu dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh maafkanlah, oh maafkanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sesal di dasar hati&lt;br /&gt;Diam tak mau pergi&lt;br /&gt;Haruskah aku lari dari kenyataan ini&lt;br /&gt;Pernah 'ku mencoba 'tuk sembunyi&lt;br /&gt;Namun senyummu tetap mengikuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sesal di dasar hati&lt;br /&gt;Diam tak mau pergi&lt;br /&gt;Haruskah aku lari dari kenyataan ini&lt;br /&gt;Pernah 'ku mencoba 'tuk sembunyi&lt;br /&gt;Namun senyummu tetap mengikuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sesal di dasar hati&lt;br /&gt;Diam tak mau pergi&lt;br /&gt;Haruskah aku lari dari kenyataan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sesal di dasar hati&lt;br /&gt;Diam tak mau pergi&lt;br /&gt;Haruskah aku lari dari kenyataan ini&lt;br /&gt;Pernah 'ku mencoba 'tuk sembunyi&lt;br /&gt;Namun senyummu tetap mengikuti*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Senyummu memang terus mengikuti, selama ratusan hari kebersamaan kita. Tapi kau tak pernah mengkhianati persahabatan kita. Sampai malam ini, ketika aku mulai lelah mencari tahu kabarmu. Kau hadir, dan mengangkat lelahku. Entah, kenapa aku begitu bahagia? Ini saat pertamaku benar-benar lega setelah kepingan memori puluhan hari silam menelanku dalam lubang hitam ketidakpastian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau masih mengingatku? Dulu, kau selalu memainkan jari-jari tanganmu untuk menghiburku di dalam kelas. Pulangnya, kau pun membukakan pintu supaya aku keluar lebih dulu. Tapi kau curang, kau tak pernah mau piket. Selalu saja aku menggantikan tugasmu. Tapi, kau menumbuhkan semangatku untuk terus berusaha. Kau membuatku bisa menyelesaikan cerpenku selama dua jam. Dan tadi, kau masih mengingatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau masih menyusun rapi puzzle kebersamaan kita dulu. Aku ingat, saat kau menghadapkan wajah kekasihmu padaku. Kau pegang tangannya, dan kau memintaku untuk menuntaskan gelisahnya. Aku hanya sanggup mengangguk dalam dorongan yang tak tentu. Antara dirimu dan ketidakmungkinan. Sampai saat kita berpisah setelah tahun ketiga, aku tahu kau dikhianatinya. Hingga aku tak ingin tahu lagi apa-apa tentangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau kembalikan memori masa-masa putih. Ketika kepolosan menjadi lagu-lagu kita. Ketika seulas senyum begitu bermakna. Kau, masihkah bersama bola basketmu? Yang memantul seirama dengan detak harapanku dulu? Masih adakah rompi merah marunmu yang biasa kau kenakan saat musim hujan? Sudah berapa trik jari tangan yang kau kuasai sekarang? Kau masih suka Iwan Fals? Sepatumu? Dan satu lagi, apa sekarang kau sudah mau difoto bukan untuk ijazahmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadamu, mengangkat lelahku malam ini....&lt;br /&gt;*Lirik lagu Yang Terlupakan Iwan Fals&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-297104192106775349?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/297104192106775349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=297104192106775349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/297104192106775349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/297104192106775349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/09/nadamu-untuk-lelahku.html' title='NADAMU... UNTUK LELAHKU'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5809448959593159704</id><published>2009-09-15T20:19:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T20:42:35.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='labirin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><title type='text'>HATI-HATI DENGAN TELINGA</title><content type='html'>Aku merasa seperti berputar-putar di sebuah labirin tua, sempit. Tak berbatas perdu atau semak yang cukup longgar, tapi aku terhimpit rumpun bambu liar yang membentuk alur buntu. Tak tahu ke mana harus kujejak. Semua buntu. Di saat seperti ini kupikir semua indraku tak berfungsi dengan baik. Tak cukup gaung jika aku berteriak, tak kan ada yang mendengarku. Kakiku pun sudah terlalu lemas untuk kuseret, pasrah. Jika memang Tuhan berkehendak helaan terakhir napasku adalah di tempat terkutuk ini, maka semoga esok hari ada yang menemukanku dan menguburku dengan layak. Pandangan ini sudah semakin kabur, tak ada cahaya, tak ada harapan meski hanya melihat bayangan tubuhku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh ini tergoncang hebat ketika secercah cahaya menusuk retina mata. Ternyata labirin itu hanya mimpi. Tapi mengapa labirin? Mengapa buntu? Mengapa bambu liar? Berbagai tanda tanya agung membentuk stempel di otakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan ini....&lt;br /&gt;Janganlah cepat berlalu,&lt;br /&gt;Hatiku damai,&lt;br /&gt;Jiwaku tentram di sisimu*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bukan lagi rasa sadarku yang berada di daerah ambang, tapi telingaku mendengar gumam lagu bertajuk kemesraan yang sempat kau dendangkan untukku. Aku baru saja tersadar dari mimpi tapi sepertinya harus kembali tersungkur ke lama bawah sadar itu lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5809448959593159704?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5809448959593159704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5809448959593159704&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5809448959593159704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5809448959593159704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/09/hati-hati-dengan-telinga.html' title='HATI-HATI DENGAN TELINGA'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7002978965622095305</id><published>2009-09-04T04:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T04:17:31.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatankecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><title type='text'>HIJAU DAN PUTIH</title><content type='html'>‘Aku mau hijau’ kataku.&lt;br /&gt; ‘Putih saja’ katamu.&lt;br /&gt; ‘Hijau’&lt;br /&gt; ‘Putih’&lt;br /&gt; ‘Hijau’&lt;br /&gt; ‘Putih’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan katakan bahwa itu hanya perkara selera yang remeh temeh. Hijau. Putih. Bukan hal aku miopi atau hipermetropi, apalagi kotok ayam. Itu adalah persoalan hidup dan mati. Hijau. Putih. Adalah persoalan hidup dan mati, bagi persepsiku. Kau bilang... aku mengubur otakku dengan pikiranku. Barangkali saat kau mengatakannya, kau tak terbersit apa-apa. Tapi terlintas dalam bayangku. Kuburan itu, kematian itu. Mungkin lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku mau hijau. Kau lantangkan putih saja. Apa kau pikir putih itu suci? simbol dari dinding ketidakterjamahan? Apa yang bisa kau kuatkan tentang putih. Apa akan kau sebutkan bahwa gigiku putih, mataku putih, tulangku putih, rambutku akan memutih. Kau punya banyak alasan putih, Sayang. Tapi aku tak menerimanya. Aku tak suka putihmu. Putihku kematian. Putihku kafan, Sayang. Semakin kau menunjukkanku pada putih berarti kau menginginkanku dekat pada mati. Kau mau aku mati, Sayang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hijau, sayang. Hijau saja. Hijau itu hidup. Kehidupan. Aku takkan disebut sendiri. Daun-daun hijau. Takkan disebut gigiku, tulangku, atau ubanku. Kodok hijau, ulat hijau, ular hijau, ribuan fitoplankton hijau. Sayang, banyak yang hijau. Bahkan tai manusia juga juga terkadang hijau. Bukankah tai adalah bukti kehidupan lewat berlangsungnya metabolisme? Apa artinya putih? Gigi, tulang, uban, mata... akan tetap putih meski pun mati kecuali jika belatung telah menggerogoti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sayang, aku mau hijau saja. Aku belum mau putih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7002978965622095305?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7002978965622095305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7002978965622095305&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7002978965622095305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7002978965622095305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/09/hijau-dan-putih.html' title='HIJAU DAN PUTIH'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6205156790217322143</id><published>2009-09-04T04:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T04:16:36.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>UNTUK LUNA</title><content type='html'>Aku persembahkan untuk seorang Luna (yang belum sempat aku berkenalan denganmu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku tahu dirimu dari note seorang kawan. Dia bilang, kau cantik dengan cardigan putihmu. Hemm, barangkali warna putih memang sering membuat kesan cantik dan bersih. Meki warna putih itu sendiri terkadang membawa pikiranku pada kematian. Kafan. &lt;br /&gt; Luna, adakah yang lebih membahagiakanmu selain kehidupan? Kubayangkan kau adalah seorang gadis yang manis dengan sifat patuh. Kau putih, Luna. Putih dalam dinding kesucian yang melindungimu dari jamahan. Kau tak liar Luna, meski aku belum sempat untuk berkenalan denganmu secara langsung. Kawanku mengagumimu meski dia membenci kekasihmu. Bukankah kau seorang wanita yang lembut Luna? Kau tak suka dengan kebencian bukan? Kutahu kau benci pada kebencian itu sendiri dan kau menentang permusuhan. Lalu apakah kau tahu bahwa kawanku membenci kekasihmu?&lt;br /&gt; Maafkan aku Luna, telah ikut campur terlalu dalam sebelum aku sempat berkenalan denganmu. Bahkan sebelum aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Aku tahu, kau perempuan. Kau punya sisi yang tak dimiliki laki-laki. Kepekaan. Maukah kau peka sedikit pada kekasihmu? Adakah yang dia sembunyikan darimu, tentang kawanku. Ah, sesungguhnya aku mencintai kalian semua. Mencintaimu, kekasihmu, dan kawanku. Bisakah kau membantuku mengobati luka hati kawanku? Terima kasih Luna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6205156790217322143?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6205156790217322143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6205156790217322143&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6205156790217322143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6205156790217322143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/09/untuk-luna.html' title='UNTUK LUNA'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3473819247310002235</id><published>2009-08-19T04:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T04:54:38.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bulan suci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramdhan'/><title type='text'>MARHABAN  YA RAMADHAN</title><content type='html'>Allah Ya Rabbi&lt;br /&gt;Puji atas-Mu untuk anugerah ini&lt;br /&gt;Bersua kembali dengan bulan suci&lt;br /&gt;Yang Kau turunkan wahai Al-Qudsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ya Salam&lt;br /&gt;Kau wajibkan shiam &lt;br /&gt;Berbuka di saat malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ya Rahman&lt;br /&gt;17 Ramadhan&lt;br /&gt;Kau wahyukan Al-Qur’an&lt;br /&gt;Petunjuk kehidupan&lt;br /&gt;Kepada Rasul penutup zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ya Jabbar&lt;br /&gt;Berkahilah Lailatul Qadar&lt;br /&gt;Dengan pahala dan syafaat yang memancar&lt;br /&gt;Ampuni dosa kami Ya Ghoffar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban Ya Ramadhan&lt;br /&gt;Marhaban Ya syahro Shiam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3473819247310002235?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3473819247310002235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3473819247310002235&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3473819247310002235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3473819247310002235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='MARHABAN  YA RAMADHAN'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3992761690290414528</id><published>2009-08-19T04:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T04:52:59.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='go field IPB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hambalang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>HAMBALANG BERSATU</title><content type='html'>Hari-hari bersama kalian&lt;br /&gt;Akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan&lt;br /&gt;Meski kita berbeda-beda&lt;br /&gt;Bersama kita ciptakan persaudaraan dengan persahabatan&lt;br /&gt;Abadilah persahabatan &lt;br /&gt;Lantang kita gemakan&lt;br /&gt;Agar seluruh dunia mendengar kisah&lt;br /&gt;Napak tilas perjalanan kita&lt;br /&gt;Gapai impian bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMBALANG... untuk sahabat-sahabatku yang mau menerimaku menjadi bagian dari mereka:&lt;br /&gt;Zaenal: ketua yang sabar dan polos dengan jargon BIASA dang TENANG AE. Terima kasih siraman kopinya pagi-pagi itu.&lt;br /&gt;Bagus : Sahabat yang berani dengan pendapatnya, berani dengan percaya dirinya. Kamu hebat... bagus dengan style baru rambutmu.&lt;br /&gt;Ferdi : Ternyata kostan kita dekat, he he, maaf selalu meledek poni rambutmu... kapan dipotong? terima kasih sudah membangunkan untuk sholat subuh.&lt;br /&gt;Taufan: sekali-kali boleh akur dong... hehe, thanks untuk pengertian mengenai perbedaan kecerdasan antara otak kiri dan otak kanan. &lt;br /&gt;Dame  : Deuh si pemikir... sensitifan ne orangnya. Calon ahli ekonomi yang mandiri, kamu negosiator yang cukup ulung apalagi kalo lagi nego harga sewa mobil bak dari pasir gedogan sampai tapos.&lt;br /&gt;Ema'  : Sufna yuna jalma luna halluna nadhor, suaramu bagus cuy... mantap deh di telinga. kalo jalan malam-malam gelap jangan takut lagi yahhh, he he. kamu adalah orang pertama yang kutemui dengan durasi sikat gigi paling lama.&lt;br /&gt;Wari  : Wariiii............ kukira pendiam, cihuy... ternyata he he. tetap makan yang banyak kawan... kamu polos dan jujur. Paling tahu di mana spot-spot warung yang jual jajanan.&lt;br /&gt;Afifah: Kuuk kuuk kuuk, kuuk adalah salah satu... he he, wonder women deh untuk gadis yang satu ini. sering naik turun pasir gedogan hambalang. terima kasih pernah mengajukan diri menjadi pelampiasan emosiku.&lt;br /&gt;Indah : Dede, makan yang banyak. jangan bandel.. thanks ya kamu sakit waktu itu (jahat banget gue?) kan jadi bisa nganter kamu ke poliklinik, beli jus sirsak, ubi goreng, dan ngerjain teman2 yang di tapos. ha ha...&lt;br /&gt;Indi  : Indy.. muah muah. terima kasih sobat, kau secara tidak langsung mengajariku sisi lembut wanita. huaaa &lt;br /&gt;Anggun: kata Dawer, Manohara... Ah anggun kamu lucu. Maaf ya kalo pernah nggak sependapat waktu nentuin kepastian ada tidaknya diskusi pertanian. &lt;br /&gt;Rika  : Ini nih yang penting banget, thanks Rika dah minjemin uang buat ongkos pulang. masih suka telpon malam-malam? ah pasti masih siang malam, he he.&lt;br /&gt;Ririn : Rin, kamu unik... semoga kisahmu dengannya langgeng ya... hua hua namanya siapa? keep fight girl. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia bertemu kalian (meskipun kadang kesel juga). Aku bangga bisa bekerjasama dengan kalian (uh lebayyyy).&lt;br /&gt;Intinya,Chayo... KITA BISA!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3992761690290414528?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3992761690290414528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3992761690290414528&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3992761690290414528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3992761690290414528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/hambalang-bersatu.html' title='HAMBALANG BERSATU'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5319496540997977705</id><published>2009-08-05T18:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:39:26.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bidadari'/><title type='text'>MATA BIDADARI</title><content type='html'>Kulepas pergimu dengan senyum yang tak bisa kudefinisikan. Aku sendiri masih berpikir bahwa rasa ini sungguh kupaksakan. Karena sebuah alasan. Tapi kau, kau adalah mata bidadari, yang membuatku ingin meneteskan air mata jika tak sengaja memandangmu. Aku malu pada diriku juga padamu atas tingkahmu yang begitu santun padaku. Kau laksana cermin yang mampu menamparku dengan tindak-tanduk baikmu. Dan satu ketukan pintu di pagi hari olehmu, membuatku tersadar akan suasana dan kondisiku. Aku sudah terlalu lama merasa angkuh untuk sebuah hasrat untuk memiliki. Kupikir adalah sebuah keinginan untuk melindungi, ternyata setelah kucari jawaban lagi, hal itu adalah keserakahan untuk mengikat. Aku telah terlalu lama mengabaikan sisi lembutku untuk teguran. Aku terlalu sibuk dengan ambisi yang tak terjabarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, kau sadarkanku  dengan mata bidadarimu. Kau menarikku dari lorong waktu khayalan. Kau ingatkanku bahwa kita hidup di alam sadar dan kenyataan. Hati ini luluh dengan kesederhanaan dan rendah hatimu. Kau mampu tunjukkan padaku bahwa cinta itu membebaskan bukan mengikat. Melindungi meski tak memiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuraniku menjerit dengan kedatanganmu yang tiba-tiba yang tak pernah kususun skenarionya. Mungkin diriku adalah penghayal akut  yang sellau membuat imajinasi sendiri sekuat realita. Kuciptakan mimpi-mimpi sederhana dan kompleks, bahkan tentang detail seorang yang kuperjuangkan. Selama ini aku kuatkan hati untuk sebuah kenangan. Karena sebuah alasan . kupaksakan ikhlas untuk sebuah pengharapan, kupikir itu adalah pengorbanan. Ternyata aku justru makin terkubur dalam lumpur ketidakpastian. Hingga akhirnya kau datang menyapaku. Kau datang sadarkanku bahwa selama ini yang kuperjuangkan adalah kenisbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata bidadarimu, membuatku ingin meneteskan air mata dengan santun tingkahmu, dengan ikhlas senyummu, serta lembut perangaimu. Kau ajarkanku untuk kembali berpikir jernih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Untuk seorang sahabat yang mengajakku bertafakur atas hidup dan pencapaianku, kuucapkan terima kasih banyak. Ketidaksengajaan hadirmu membuatku tersadar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5319496540997977705?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5319496540997977705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5319496540997977705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5319496540997977705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5319496540997977705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/mata-bidadari.html' title='MATA BIDADARI'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7327928757006726655</id><published>2009-08-05T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:38:33.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>KULIHAT DIRIMU DI MANA-MANA</title><content type='html'>Aku bisa merasakan udaramu. Menembus sel-sel yang tak pernah kupedulikan. Sial! Hari ini aku melihatmu di mana-mana. Di papan tulis, novel-novel klasik, teksbook sarat huruf dan angka, jug adi tembok kamar mandi. Namamu bergaung di kepalaku. Bergaung danbergelung. Bergaung laksana mercon yang meletus di sebuah lembah. Bergelung bagai ular Phyton yang nyeyak tidur. Kupikir, lepas sudah lelahku karena adamu. Kuusahakan untuk menyingkirkan manuskrip tua yang mengotori kamarku. Kurasakan aku telah sempurna membersihkannya. Tapi ternyata masih lowong juga sehingga virus pun mampu berdesak-desakkan. Sial! Aku masih melihatmu lagi, di mana-mana, di dunia maya, dunia mimpi, dan dunia nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak ada yang perlu kusesali. Bagiku semua ini adalah apa yang memang harus kuhadapi. Kubersyukur, Tuhan mendengar doaku dan mengabulkannya. Jika aku ingin melihatmu, Dia pertemukan mataku dengan sosokmu. Tak terhitung bilangannya hal serupa terjadi. Kau selalu ada, di mana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7327928757006726655?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7327928757006726655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7327928757006726655&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7327928757006726655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7327928757006726655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/kulihat-dirimu-di-mana-mana.html' title='KULIHAT DIRIMU DI MANA-MANA'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-6285749647471810288</id><published>2009-08-05T18:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:37:18.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>SUATU PAGI</title><content type='html'>Aku merasakan banyak hal pagi ini. Dingin yang menusuk seakan kujiwai dengan rasa yang sukar kudefinisikan. Sepoi angin terasa membawa diriku pda kerinduan akan hadirmu. Tempat ini, pegunungan yang tinggi dan pemandangan kota yang terhamapar di bawahnya adalah sebuah tempat yang kuimpikan. Berdiri di tempat tinggi dan melihat ribuan nyala lampu di malam hari adalah sebuah momen yang dulu kubayangkan dan hari ini menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, kuberpikir keras untuk mengenyahkanmu dari bayanganku. Tapi saat dingin angin pagi menyentuhku, justru kurasakan hadirmu mendekat. Membisikkan impian yang membuatku merasa nyaman....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini adalah impianku, tak muluk kuwujudkan juga secara tak sengaja. Hanya saja, andai bisa kupandangi bulan sabit hingga lewat berganti purnama, di sini, bersamamu. Tapi itu hanya khayalan bodohku. Sebuah khayalan yang membuatku mempunyai harapanutnuk bisa menghabiskan pagi bersamamu. Dengan segelas kopi dan setoples cemilan. Ditemani canda dan tawa berujung senyum tulus untuk senantiasa saling menjaga. Dan entah mengapa, aku masih disini, pagi ini dan pagi-pagi yang lain diberikan Allah padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*catatan kecil di sebuah desa yang belum pernah terbayangkan olehku sebelumnya, Hambalang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-6285749647471810288?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/6285749647471810288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=6285749647471810288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6285749647471810288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/6285749647471810288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/suatu-pagi.html' title='SUATU PAGI'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-4631338541078805000</id><published>2009-08-05T18:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:36:12.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>KEPADA BULAN</title><content type='html'>Apakah bulan itu mendengarku?&lt;br /&gt;Mendengar panggilku dalam lirih danjerit suara hati&lt;br /&gt;Terhantar oleh desir angin malam&lt;br /&gt;Untuk sebuah mimpi&lt;br /&gt;Mengenangmu,&lt;br /&gt;Melepaskanmu dalam semangat yang paling unggul&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-4631338541078805000?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/4631338541078805000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=4631338541078805000&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4631338541078805000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/4631338541078805000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/kepada-bulan.html' title='KEPADA BULAN'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-8553940216099503320</id><published>2009-08-05T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:35:30.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>KOTAK MUSIK</title><content type='html'>Dalam kotak kenanganku&lt;br /&gt;Masih tersusun rapi &lt;br /&gt;Setiap detail memori&lt;br /&gt;Tentang pertemuan dan perbincangan&lt;br /&gt;Suara-suara itu, suara kita&lt;br /&gt;Terekam dalam kotak musik di hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengarkannya sesukaku, &lt;br /&gt;Setiap waktu&lt;br /&gt;Bisikanmu membelaiku&lt;br /&gt;Membuatku tersenyum simpul &lt;br /&gt;Suaramu tenangkanku&lt;br /&gt;Tentramkan sendi-sendi lelahku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-8553940216099503320?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/8553940216099503320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=8553940216099503320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8553940216099503320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/8553940216099503320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/kotak-musik.html' title='KOTAK MUSIK'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3538985295944349511</id><published>2009-08-05T18:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:34:50.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><title type='text'>SI SI SI SI HIDUP</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ckomp08%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Aku diizinkan untuk bertemu dengan banyak orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dengan si lembut hati penyayang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dengan si idealis penyabar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Dengan si jutek pemarah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;serta lusinan si yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Aku tak tahu hal serupa apa yang akan dikatakan oleh para si itu terhadapku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Apakah si buruk rupa, si jahat, si baik hati atau si apa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Beragam cara pandang kudapati dari perspektif hidupku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Si apa aku, menurutku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Si apa aku, menurutmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Si apa kamu, menurutmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Si apa kamu, menurutku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3538985295944349511?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3538985295944349511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3538985295944349511&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3538985295944349511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3538985295944349511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/si-si-si-si-hidup.html' title='SI SI SI SI HIDUP'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7323100034674740968</id><published>2009-08-05T18:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T18:33:40.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fungsionalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analogi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori'/><title type='text'>TEORI</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ckomp08%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;"Bahwa tak mungkin terjadi konflik antara tangan kiri dengan tangan kanan, demikian pula tidak akan terjadi ada satu tubuh yang membunuh dirinya sendiri dengan sengaja...."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setujukah dengan pernyataan itu? Sebuah pernyataan yang mungkin sudah sering didengar secara tak sengaja saya temukan di salah satu teori perubahan sosial. Pernyataan tersebut merupakan analogi utuh dari teori fungsionalisme Talcott Parson. Setuju atau tidak setuju bagi saya adalah jawaban yang relatif. Tidak ada yang menyalahkan jika saya menjawab SETUJU maupun TIDAK SETUJU. Perkaranya adalah berhubungan dengan persepsi saraf-saraf otak yang menangkap informasi tersebut. Seorang Talcott Parson menyatakan bahwa masyarakat akan selalu berada dalam situasi harmonis, stabil, seimbang, dan mapan. Oleh sebab itu analogi yang digunakan begitu indah, bahwa tidak mungkin terjadi konflik antara tangan kiri dan tangan karena keduanya saling melengkapi. Begitu pula tidak akan terjadi satu buah tubuh yang membunuh dirinya sendiri dengan sengaja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selama ini yang saya amati dan saya rasakan, belum pernah saya temui kehidupan yang seindah teori itu. Jika tangan kiri dan tangan kanan tidak terjadi konflik, itu terkait dengan toleransi kebersamaan. &lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Barangkali tidak terjadi konflik, namun terkadang bisa saling melukai secara tak sengaja. Bukan berarti masyarakat yang terlihat tentram adalah masyarakat yang mapan, tidak pula berarti masyarakat yang diam adalah masyarakat yang stabil. Begitu pula satu tubuh tidak akan membunuh dirinya sendiri dengan sengaja, tapi hal tersebut tidak seterusnya berlaku. ’masyarakat’, bisa dikatakan satu tubuh... memang ada kemungkinan tidak akan membunuh secara sengaja. Namun jika tidak saling menyadari antara posisi satu dengan yang lainnya maka bisa jadi saling menggerogoti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Mungkin memang kehidupan tak seindah teori, fakta adalah jawaban pasti. Namun jika setiap otak mau berkoordinasi dengan hati untuk bisa memilah mana kebenaran dan mana ketidakharusan... mungkin berbagai penyakit sosial bisa terobati sedikit demi sedikit. Semoga!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7323100034674740968?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7323100034674740968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7323100034674740968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7323100034674740968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7323100034674740968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/08/teori.html' title='TEORI'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-7861153291091320178</id><published>2009-07-09T05:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T05:30:09.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>SAHABAT KECIL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Denting jam di atas kepala membuatku terpasung waktu. Kuamati putarannya, selalu ke kanan. Apakah ada suatu masa di mana jam akan bergerak dengan sendirinya ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;arah kiri? Adakah yang pernah berpikir mengapa jarum jam itu selalu bergerak meneruskan tugasnya? Barangkali itu adalah sebuah media belajar bagi manusia yang memang seharusnya terus berusaha untuk hari depannya. Meski manusia juga tak pernah tahu kapan saatnya jarum jam itu tak bergerak lagi, sekedar baginya atau bagi semesta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sekarang aku, manusia yang masih berusaha mencari jawab atas persoalan kebebasan, juga tak mengerti kenapa sampai saat ini jam itu masih terus berdetik. Kapankah kebosanannya itu datang dipengaruhi gravitasi yang tidak seimbang dan meledakkan kapasitas dunia? Aku bersyukur pada Tuhan masih bisa menghirup oksigenNya, aku bersyukur karena Dia masih menggerakkan waktu. Sampai akhirnya aku bisa bertemu denganmu saat itu. Tapi sekarang, lama sekali aku tak bersua dengan dirimu. Kau sangat sibuk tampaknya sahabatku, sahabat kecilku yang dahulu senantiasa menemaniku meniti pematang sawah. Dulu kita bersama-sama menyeberangi sungai agar bisa sampai ke ladang. Sahabatku, aku ingat waktu kau membantuku mencari tali pisang untuk tumpuan kakiku memanjat pohon Pepaya. Beberapa kali aku mencoba memanjatnya, sukar. Tapi kau menyemangatiku, katamu, yang bisa memanjat pohon bukan hanya laki-laki, perempuan juga bisa. Ha ha ha, akhirnya aku sampai di pucuknya. Aku berteriak lepas dan kau tertawa bebas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sahabat kecilku, apa kau masih mengingatku? Apa kau simpan baik kenangan kita yang kadang cair kadang beku? Ternyata sudah hampir separuh hidup aku tak pernah lagi bertemu denganmu. Aku rindu bercerita sambil mengepang rambut keriting gantungmu. Barangkali kita terpisah jarak, aku tak tahu. Apa mungkin kau malah berada satu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; denganku? Andai kutahu nomor hapemu, ingin aku mengontakmu. Akan kutanyakan padamu, sudah berapa kali kau jatuh cinta sejak 8 tahun yang lalu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Kau lucu waktu itu. Berlembar-lembar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kau tulis dengan tangan kidalmu. Kadang kau kutip kata-kata Patkai, “Cinta, deritanya tiada akhir.” &lt;span style="" lang="ES"&gt;Tahu apa kita tentang cinta waktu masih ingusan dulu. Kau ada-ada saja. Suratmu itu tak pernah sampai pada pangeran pujaanmu. Pasti tertunda padaku, karena aku terlalu banyak mengkritik isinya. Kau jadi malu, maafkan aku sahabatku. Sungguh, aku tak tahu sejauh mana perasaanmu waktu itu. Yang aku tahu, saat itu kita masih terlalu kecil untuk jatuh cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sahabatku, kau acapkali menangis di pelukku. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Kau katakan pangeranmu itu tak mengerti perasaanmu. Kau bilang dia tega. Tapi aku tak tahu bagaimana menenangkanmu. Aku terlalu keras untuk menasehatimu, aku tak punya kata-kata bijak tentang laki-laki. Hingga saat ini. Yang aku tahu laki-laki adalah sainganku. Maafkan aku. Tapi aku ingin kau tetap menjadi dirimu yang ceria. Dengan sungging &lt;i style=""&gt;miji timun&lt;/i&gt; geligimu dan lesung pipitmu. Kau ingat? Aku hanya bisa menggandengmu ke &lt;i style=""&gt;tegalan &lt;/i&gt;untuk menikmati semilir angin yang barangkali bisa menyejukkan hatimu. Meski sungguh, aku merasa biadab karena merutukimu dalam hati. Kupikir kau sangat melankolis, bagaimana pangeranmu itu bisa tahu perasaanmu jika suratmu saja tak pernah sampai padanya. Jangan salahkan dia, tapi salahkan hati laki-laki yang tak peka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Berapa kali kau mengadukan hal yang sama bahwa pangeranmu itu tak pernah mengerti perasaanmu. Aku sebal pada sikapmu. Kalau kau suka katakan saja. Katakan, toh saat itu kuyakin cintamu itu bualan. Aku tak menghinamu, tapi untuk umuran anak kecil seperti kita saat itu tak ada istilah cinta. Tak ada sebutan cinta monyet. Kenapa cinta harus monyet? Bukan Gajah yang besar, bukan Jerapah yang tinggi, bukan pula Angora yang manis. Tak pernah pula kutemui orang bilang cinta itu Macan, Singa, atau Buaya. Kenapa harus monyet? Barangkali &lt;i style=""&gt;The Origin Of Species&lt;/i&gt; karangan Darwin terinternalisasi dalam diri manusia melebihi &lt;i style=""&gt;The Evolution Deceit&lt;/i&gt;-nya Harun Yahya. Bahkan anak-anak seperti kita yang waktu itu belum tahu sama sekali mengenai dua orang itu. Yang kita tahu manusia itu dari monyet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sampai usia kita memasuki sebelas, kita berpisah. Kau memilih pesanteren sebagai rumah singgah galian ilmu. Aku tetap di tempat yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Menikmati jamuan hidup di desa tempat kita biasa bercanda atau pun bersengketa. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sejak kita berpisah, aku hanya sekali mengetahui kabarmu, kau bilang bahwa kau menikmati kehidupanmu di pesanteren. Aku iri padamu saat itu, kau banyak belajar Qur’an Hadist, kau pasti belajar Nahwu Saraf. Kau juga telah hapal mahfudot yang barangkali tak terhitung. Dan kau pasti terlihat anggun dengan gaun hijabmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Aku masih tetap seperti saat kita bersama. Hobiku tak lain adalah memanjat pohon, meributi ayahku mengurus Kambing, aku masih malas mencuci piring (salah satu pekerjaan perempuan adalah mencuci). Saat kutahu kabarmu itu, aku ingin berubah menjadi sedikit lebih lembut, tapi aku urung melaksanakannya karena kutahu saat itu perasaanmu masih sama untuk pangeranmu yang saat itu entah dimana. Aku tak mau jadi lembut. Aku takut hal itu bisa membuatku bergantung pada perasaan. Bagiku, hidup ini butuh logika dan rasionalitas. Aku adalah aku, kamu adalah kamu, dan kita berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Sekarang, aku berharap kau ada di kotaku. Kota persinggahanku. Aku tak memilih menjadi lembut, tapi aku menirumu memilih tempat singgah ilmuku. Sekarang mungkin kau akan heran melihatku. Aku tak semakin gemuk seperti khayalanmu dulu. Aku tetap ceking kurus, berkaca mata, pelit senyum, galak, dan mungkin aku butuh petuah bijakmu. Aku masih memusuhi laki-laki. Kau mungkin tahu kenapa aku memusuhi makhluk yang katanya kita tercipta dari rusuk kirinya. Sejak kecil, aku tak mau kalah dengan mereka. Karena ayahku ingin aku menjadi seperti laki-laki. Jalanku harus cepat, makanku harus cepat, aku harus bisa memegang &lt;i style=""&gt;candung&lt;/i&gt; . Aku harus tahan untuk tidak menangis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Sahabatku, aku masih seperti aku. Kuyakin kamu masih juga sama seperti kamu. Tapi aku tak lagi mempersoalkan rasamu untuk pangeranmu, karena aku tahu pada dasarnya wanita itu setia, meski kadang kesetiaan itu perlu dipertanyakan. Aku tak suka kesetiaanmu itu, karena setiamu itu kau dikhianati. Pangeranmu sering menyandarkan keluhnya padaku. Dia tahu perasaanmu sekarang. Tapi dia tak peduli. Pangeranmu itu punya satu permaisuri dan dua selir yang selalu dia sambangi. Kuberdoa semoga kau tak lagi pertahankan kesetiaanmu itu. Laki-laki itu hanya halusinasi masa lalumu. Jika sekarang kau ingin mencari pangeran, carilah yang mencintaimu dan menjagamu. Karena jika tidak kau hanya akan jadi budaknya. Aku tak menggugat laki-laki, tapi jika ada yang merasa tergugat, mungkin apa yang kukatakan adalah fakta. Atau mungkin baginya aku sedang membual, tertawakan saja aku. Tak peduli. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Aku rindu masa bersamamu. Jejak langkah kita telah tergilas air hujan ratusan ribu detik yang silam, tapi aku masih mengingatnya, kulipat rapi dalam memoriku. Aku ingin bercerita padamu bahwa terkadang sifat lembut perempuan terkadang menjebaknya sendiri. Atau itu kebodohan perempuan di mata laki-laki?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-7861153291091320178?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/7861153291091320178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=7861153291091320178&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7861153291091320178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/7861153291091320178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/07/sahabat-kecil.html' title='SAHABAT KECIL'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-141016497856179768</id><published>2009-07-09T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T05:26:00.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>GONG</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Saatnya tiba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;GONG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Menggema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Lega&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Ceria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-141016497856179768?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/141016497856179768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=141016497856179768&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/141016497856179768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/141016497856179768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/07/gong.html' title='GONG'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-3862289567975568484</id><published>2009-07-04T03:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T03:50:20.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Bulan Tak Lagi Sabit</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bulan sudah separuh, tak sabit lagi. Sepekan sudah aku habiskan waktu bersamamu dalam sebuah perjalanan yang kuharapkan tak kunjung habis. Aku bebas memandangmu untuk beberapa saat. Ingin sekali ku menyapamu saat itu. Tapi kau terlalu menghemat suaramu. Kau tak rela kebahagiaanku sempurna karena kudengar nadamu. Malam ini, aku mendongak ke atas langit, bulan separuh itu. Seandainya bisa akan kujadikan separuh saja agar kautetap di sisiku. Esok tak usah ada, pikirku. Aku tak mengerti akan esok hari. Hari ini saja,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biarkan malam tetap teduh dalam temaram bulan separuh. Bersamamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kau tak mau berhenti. Kaki ini keram ditusuk dingin malam dan pecah tersengat aspal siang. Aku mengejarmu ribuan mil dalam ukuranku. Aku berteriak memanggil namamu yang semakin membuat tubuhku menggigil dan gemetar. Ah kau, kau tak hanya sekedar menghemat suaramu, tapi kau juga menutup telingamu. Entah dengan dalih apa kau lakukan semua ini. Aku tak mengerti kenapa kau selalu berusaha ciptakan pagi saat aku sedang nyenyak di malam hari. Aku memanggilmu, bisikkan namamu dalam ngilu yang coba kutahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sekali kau berbalik menatapku. Kau tersenyum, kau melengkah membelakangi jalanmu menuju ke arahku. Tampaknya kau begitu lelah, matamu kecil. Kau tak tega melihatmu. Kau jatuh tersungkur. Aku melihat semuanya. Kau jatuh. Kuulurkan tanganku meski lengannya tak jauh lebih besar dan kekar darimu. Kau menampiknya. Kau katakana aku berbohong pada waktu. Pun pada setiap zat yang mengertiku. Katamu, kau takkan bisa memapahmu. Aku tak bisa mengobati luka-lukamu. Lunglai aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Apa yang ada di otakmu aku tak pernah tahu pasti. Apalagi hatimu. Tapi bukankah laku kadang mewakili? Kau biarkan aku menangis melihatmu kesakitan dengan luka saat kau terjatuh tadi. Kau menolak uluran tanganku dan kau biarkanku terpuruk rasa tak terdefinisi melihat tetesan darahmu. Apalagi saat kau biarkan orang lain memapahmu dan mengobatimu dengan tangannya. Kau biarkan jari-jarinya menjamah lukamu. Saat kubuka pintu kamar rawatmu, kau meneriakiku. Itulah pertama kali kudengar suaramu semenjak bulan masih sabit. Kau bangkit dari tempat tidurmu. Masih dengan tetes darah di lukamu, kau tampari aku, kau jambak rambutku, kau terus memukulku. Kau kesetanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku tersudut di salah satu pojok kamar rawatmu. Kau tertawa melengking seperti serigala yang sebentar lagi menikam mangsanya. Kau tertawa, tertawa, tertawa. Aku masih tersudut dengan sakit dan ngilu yang sebenarnya tak tertahankan. Aku tak akan membalasmu, kuku jariku tak cukup kuat untuk mencakar mukamu. Kau mendekat padaku, aku diam. Badanku gemetar hebat dengan keringat dingin yang tak kunjung surut. Kau lebih dekat sekarang. Napasmu iblis. Sial, aku tak bisa apa-apa sekarang. Tulangku terasa patah setelah kau menikamku tadi. Otakku hanya menyuruhku diam, memejamkan mata. Bunyi napasmu telah sampai di telingaku, kau terlalu dekat padaku. Ini adalah hari terburuk semenjak bulan masih sabit itu. Malam ini, di bawah temaram bulan separuh, kau tak terlihat sebagai kawan perjalananku lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi kupercaya atasmu. Kau punya sisi yang sebenarnya sungguh bijak. Kau baik. Tapi kau tak pernah menyadarinya. Jika memanga anggapanku tak benar, maka aku berharap semoga aku menjadi bagian dari kebaikanmu. Wahai teman seperjalananku sejak bulan masih sabit. Aku menhan napas sejenak saat kau sangat dekat denganku. Kuberanikan membuka kelopak mataku yang bolanya sama warna sepertimu. Saat kubuka, kau tersenyum padaku, itu pun adalah senyum pertamamu yang pernah kulihat. Sekejap, kau buat pandanganku menjadi kabur, kau lamat-lamat hilang. Entah sekarang yang kurasakan adalah sakit atau kebahagiaan. Darah itu mengucur deras memerahi lantai kamar rawatmu yang putih. Aku sekarat, kau menusukku dengan belati yang kau sembunyikan di balik piyama. Aku akan mati. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Dan aku mati di tanganmu, di tangan zat yang selama ini terus kukejar. Aku mati, kau bunuh rasa sadarku. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-3862289567975568484?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/3862289567975568484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=3862289567975568484&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3862289567975568484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/3862289567975568484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/07/bulan-tak-lagi-sabit.html' title='Bulan Tak Lagi Sabit'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-93127053942294793</id><published>2009-07-04T03:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T03:44:06.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>SEPOTONG KISAH DALAM PERJALANAN</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Suatu kali ada seorang wanita yang merasa dalam kurungan sunyi. Terjebak karena asa yang berlebih untuk bisa memiliki. Baginya, pria itu adalah semilir angin baginya saat sengat terik matahari membuatnya gerah. Baginya dia adalah biru laut yang menyejukkan mata dan hijau hujan yang melapangkan dada. Masih terbayang jelas dalam benak wanita itu bagaimana mereka berdua pernah bisa saling memandang dan memahami. Pernah juga dia merasa bahwa sebenarnya mereka saling membutuhkan. Menyebut namanya bukanlah sekedar guamma atau suara tak bermakna. Untuknya, ada rasa yang menyengat bergetar di sarafnya saat nama itu disebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sampai sekarang wanita itu masih mengharap &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tibanya suatu masa dimana ia bisa menggandeng tangan atau sejenak memeluknya. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Wanita itu memejamkan mata dan terhempas pada kenangan lalu saat dia damai menyandar pada pundak pria itu. Air matanya kini meleleh sedikit, hanya satu titik. Kemudian terus meleleh , mengalir sungai kehilangan. Entah dimana pujaannya itu Semarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Tuhan, izinkan aku melihatnya" ucap wanita itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Semarang wanita itu sedang bersiap-siap untuk menjemput harap akan esok yang lebih pasti meski tanpa dia, pria itu. Pujaan hatinya. Meski sulit dan berat, tetap dia persiapkan dengan rapi penampilan optimis dan wajah semangat. Dia kenakan pakaian percata dirinya, dia sematkan pin kepastiannya. Lalu, dicarinya tas yang cukup untuk membawa semua kenangannya. Meski berat, Namur dia tak mau meninggalkan dengan sia-sia kenangannya bersama pria itu meski segores pena. Semarang dia sudah Sian. Tinggal dipakainya sepatu keyakinan utnuk melangkah. Sepatu itu dia temukan di sudut ruangan yang selama ini jarana dia rambah. Logikanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;"Aku tak boleh murung!" katanya. Kemudian dia sapukan bedak keceriaan di wajahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;"Aku Siap!" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Wanita itu akan segera pergi membawa kenangannya. Dia akan melanjutkan perjalanan yang memang harus di tempuhnya. Meski sebenarnya dia masih ingin melihat pujaan hatinya, pria itu . Setidaknya sebelum dia benar-benar pergi dan sampai di tujuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;"Tuhan, izinkan aku untuk melihatnya sebelum aku benar-benar pergi membawa semua ini" doanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Langkah kakinya masih nampak ragu untuk menaiki mobil menuju Terminal keikhlasan. Tapi tetap dia paksakan. Wanita itu merasa yakin meski dengan perih. Ya, dia Semarang telah dudukdi mobil itu, siap untuk segera pergi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Setengah perjalanan dia lalui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sebelum sampai ke Terminal ikhlasnya, dia kembali berdoa….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;"Tuhan, izinkan aku untuk melihatnya sebelum aku benar-benar pergi membawa semua ini."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dia tak kuasa untuk berpura-pura bahwa cinta itu telah sirna. Wanita itu, meski diam, namun setumpuk doa senantiasa dia panjatkan untuk pria itu. Harapannya tinggi, cintanya selalu ada walaupun dia tidak tahu bagaiman perasaan pria itu sebenarnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sesaat di dalam mobil yang mengantarnya, dia melihat ke luar jendela. Perjalanannya terhambat karena teriakan dan suara-suara di hatinya. Tiba-tiba saja perjalanannya terhenti. Dan saat itu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;"Tuhan… aku melihatnya" ucap wanita itu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Pria itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama perempuannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-93127053942294793?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/93127053942294793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=93127053942294793&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/93127053942294793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/93127053942294793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/07/sepotong-kisah-dalam-perjalanan.html' title='SEPOTONG KISAH DALAM PERJALANAN'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-9033658257403322467</id><published>2009-07-04T03:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T03:43:23.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SEBENTUK HARAP</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buatlah diriku mengerti &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melalui kata-kata yang bisa kumaknai &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dengan laku yang mampu ku hargai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Bukan dengan kebisuan yang bungkam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Bukan dengan henti yang tak mampu kurenguh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-9033658257403322467?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/9033658257403322467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=9033658257403322467&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/9033658257403322467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/9033658257403322467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/07/sebentuk-harap.html' title='SEBENTUK HARAP'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-5024830610881197913</id><published>2009-07-04T03:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T03:41:38.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>HANYA DALAM ANGAN</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Berarti hampir sudah satu tahun lebih kau membina hubungan itu bukan?” tanyaku padamu. Kau diam saja sebagai tanda mengiyakan. Tak apa, itu hakku untuk bertanya dan hakmu untuk tidak menjawab. Kau menatapku dan kau katakan bahwa pertanyaanku tak berarti apa-apa dibanding kebersamaan kita berdua saat ini. Sebuah kesempatan yang sangat langka. Aku tersenyum kecut, adegan ini hanya di anganku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat ini,kau tahu mungkin, aku sangat bahagia bisa melihatmu dari jarak dekat. Duduk lama dan bercerita denganmu. Waktu yang selalu kutunggu. Aku bahagia. Tapi di sisi lain luka kecil ini terbuka. Memoryku bersamamu terkuak melalui aliran ceritamu yang bagiku tak ada bedanya dengan sebuah penceritaan kembali. Aku pun kembali tersenyum kecut, adegan ini juga hanya di anganku.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-5024830610881197913?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/feeds/5024830610881197913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5426279806363738613&amp;postID=5024830610881197913&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5024830610881197913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5426279806363738613/posts/default/5024830610881197913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theincrediblerose.blogspot.com/2009/07/hanya-dalam-angan.html' title='HANYA DALAM ANGAN'/><author><name>Turasih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07532325309830130392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-bRZJpswaoPA/TdFSXGfhN_I/AAAAAAAAAIc/jwzoj9KHnWo/s220/167087_1788524322280_1514733962_31866518_4169498_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5426279806363738613.post-8666962797727155902</id><published>2009-07-04T03:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T03:38:33.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabar'/><title type='text'>APA KABAR?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPCLOUN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Redaksi sudah menagih tulisanku, kujanjikan besok akan kukirim via e-mail. Harusnya sekarang aku sedang membenahi tulisan yang sedang kuedit menjadi berhuruf Trebuchet MS kemudian mengatur marginnya menjadi masing-masing dua senti. Tapi sejak tadi sore aku merindukanmu. Berkali-kali kucek handpohone dan memandangi nomormu meski aku masih benar-benar hapal 12 digit nomor itu. Ingin sekali kutekan tombol call agar aku bisa mendengar suaramu, ah tapi itu terlalu berani. Mungkin kau takkan menyukainya lalu memakiku dan menyuruhku untuk tidur cepat. Lalu kau akan bilang bahwa kau sedang tidak ingin membicarakan apa pun, kau akan menghubungiku jika kondisi hatimu telah membaik. Kadang, meski aku menerima tapi hatiku dongkol bukanmain. Kau selalu seenaknya saja menghubungiku dan kadang kau sandarkan keluhanmu padaku. Tapi kau tak mmeberi kesempatan padaku untuk sebentar saja mengeluh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun aku berpikir positif saja, barangkali kau mau mengajariku dengan bahasamu bahwa aku harus bisa menghadapi persoalan apa pun. Hadapi sendiri jika memang masih bisa, jangan membuat orang lain terbebani. Mungkinkah begitu? aku tak tahu. Setelah aku urung menelponmu, aku ingin sms saja. Sudah kuketik kata salam, hallo, hai, met malam, tapi terus kuhapus lagi. Kupikir kau takkan sempat membalas sms ku karena kesibukanmu atau mungkin keenggananmu. Aku takut jika pesan itu terbaca , kau malah justru menjadi terdakwa karena prasangka. Kuingin kau baik-baik saja. Ah kau, membuatku terbelenggu dalam rindu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku sering kesal padamu. Sungguh kesal, rasa-rasanya ingin kubunuh saja dirimu agar tak nampak lagi. Tapi aku takut kau menghantuiku, ha ha aku ngelantur. Kau hidup saja sudah membuat diriku terus memikirkanmu. Aku terus mencari kabarmu dari siapa saja dan dari mana saja karena kutahu bertemu denganmu secara sengaja merupakan sesuatu yang langka. Jadi lebih baik kutahu kau baik-baik saja dan hatiku tenang daripada aku bertemu denganmu tapi setelah itu aku kesal dan merutuki keinginanku untuk bisa terus bersamamu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi kau mungkin perlu tahu, aku belum pernah berhenti untuk menyayangimu. Sampai sekarang. Meski kadang rasa sakit dan cemburu kurasakan, tapi itu bisa kuterima. Aku bisa tersenyum mengingatmu, tingkahmu, dan kadang keanehanmu. Kau suka marah-marah padaku, nada suaramu tinggi, jarang tersenyum. Itu sikapmu. Tapi aku merindukanmu malam ini, sejak sore tadi. Sejak hari-hari yang lalu. Sejak kau tak pernah hadir lagi. Sekarang bagaimana kabarmu? Apakah kau pernah merindukanku juga?&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5426279806363738613-8666962797727155902?l=theincrediblerose.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/ato
